Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati


1 Komentar

Ibu, kita jalan-jalan yuuk…

Hai teman, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia yaa…

Tulisanku kali ini, untuk menjawab pertanyaan pada Arisan Blogger Gandjel Rel ke-6, yang datang dari dua member kece nya, yaitu Dwi Septia yang punya Dwi Septia’s Blog dan Winda Oei pemilik blog Winda Oei Random Thougts .

Pertanyaannya adalah “Siapa orang yang paling ingin kau ajak traveling?”

IBU.

Ya, orang yang paling ingin kuajak traveling saat ini adalah ibuku, orang yang paling ingin kubahagiakan saat ini.

Kenapa?

Alasan utamanya ya itu sudah kusebutkan di atas : ingin membahagiakan ibu. Saat ini karena kondisi kesehatan ibu yang ‘naik-turun’ ibu jadi jarang bepergian, padahal ibu pada dasarnya adalah orang yang aktif.

Rasanya baru kemarin dulu ibu masih wira-wiri Pekalongan – Semarang – Jogja tiap kali beliau menginginkan, bahkan tidak harus menunggu diantar, ibu sering bepergian sendiri dengan naik kendaraan umum (hal yang sering menjadi bahan perdebatan berkepanjangan dengan kami ).

Jadi, kondisi sekarang karena keterbatasan gerak beliau, mungkin membuat beliau seperti terkungkung. Ingin rasanya mengajak beliau refreshing, jalan-jalan ke tempat-tempat baru atau tempat-tempat penuh kenangan yang ingin beliau kunjungi lagi, agar beliau lebih semangat, lebih bahagia…

Selain itu, keinginanku mengajak ibu bila ada kesempatan liburan adalah karena bila pergi liburan sendiri dalam waktu lama meninggalkan beliau saat ini, maka akupun tak akan merasa nyaman. Pasti kepikiran terus : bagaimana kondisi beliau di rumah? jangan-jangan keluhan sakitnya datang lagi? apakah …? jangan-jangan…? … Dan hasil akhirnya adalah tidak akan bisa menikmati liburan itu.

Ya, itu sih keinginanku. Namun tampaknya, keinginan itu memang belum bisa terpenuhi dengan segera.Rutinitas kerja masih belum bisa ditinggalkan untuk cuti dan melakukan perjalanan dengan ibu saat ini.

Eh tapi…memangnya bisa, melakukan perjalanan dengan Lansia?

Siapa bilang tidak bisa? Tentu saja kita bisa melakukan perjalanan yang nyaman dengan orang yang sudah lanjut usia, asalkan sebelumnya telah kita siapkan benar-benar perjalanan tersebut.

Meskipun belum bisa bepergian sekarang-sekarang ini, tak ada salahnya kalau aku mencari informasi apa saja yang harus dipersiapkan agar Lansia dapat melakukan perjalananyang nyaman. Syukurlah, saat ini cukup mudah mencari informasi-informasi yang kita butuhkan ya…

Berdasarkan hasil gugling dan cari info sana-sini, berikut ini adalah beberapa harus hal yang kita persiapkan benar-benar saat merencanakan traveling / perjalanan dengan Lansia :

  • Destinasi / Tujuan wisata. Tujuan wisata perlu diperhatikan, tentunya dipilih lokasi yang tidak terlalu jauh / memakan waktu lama dalam perjalanan, tidak menguras tenaga Lansia, mempunyai akses mudah ke layanan kesehatan terdekat.  Melibatkan Lansia dalam memilih tujuan akan menjadikan liburan ini lebih berkesan karena dilewatkan di tempat yang sesuai dengan minatnya.

Ibu selalu suka Wisata Alam…

  • Jadwal kegiatan. Lansia tentunya mempunyai keterbatasan dalam hal tenaga dan kemampuan fisiknya. Oleh karena itu, hindari menyusun jadwal kegiatan yang terlalu padat dalam perjalanan bersama Lansia. Itinerary yang tidak melelahkan sangatlah penting. Upayakan jarak antar lokasi tujuan berdekatan, juga jangan terlalu banyak tujuan dalam satu hari sehingga waktu untuk menikmati masing-masing lokasi lebih longgar dan tidak terburu-buru.

Santai…tidak perlu terburu-buru… Sempatkan waktu istirahat agar tidak terlalu capai…

  • Transportasi yang aman dan nyaman. Ini penting, terutama bila harus melakukan perjalanan beberapa jam. Perlu diperhatikan pula kesempatan istirahat di perjalanan agar Lansia tidak terus menerus duduk dalam waktu lama. Lansia dapat sejenak meluruskan kaki & punggung, berjalan-jalan sebentar mungkin, atau menuntaskan keperluan ke kamar kecil. Bus umum tentunya sangat tidak disarankan karena kurang bisa mengakomodir keperluan Lansia tersebut.
  • Penginapan yang nyaman dan ‘ramah Lansia’. Tempat menginap perlu mendapat perhatian khusus. Tidak harus mahal, namun penting bersih dan nyaman sehingga Lansia dapat tidur dengan nyenyak untuk memulihkan tenaga setelah beraktifitas seharian. Yang dimaksud ‘ramah Lansia’ di sini adalah memberikan kenyamanan dan keleluasaan gerak bagi Lansia, misalnya tangganya tidak tinggi, lantai bersih dan tidak licin, tersedia air panas, masakan sesuai untuk Lansia, dll.

Utamakan penginapan yang aman dan nyaman untuk Lansia

  • Obat-obatan dan peralatan khusus. Bantu Lansia saat packing, jangan sampai ketinggalan obat-obatan khusus maupun peralatan khusus / alat bantu sesuai kondisi Lansia. Perhatikan juga pakaian yang nyaman sesuai kondisi tempat yang akan didatangi, misalnya  pakaian hangat bila cuaca / tempat yang akan didatangi relatif dingin, dll. Waspadai selalu kondisi kesehatan Lansia dengan mengecek setiap hari selama perjalanan, dan segera berobat bila terjadi gangguan kesehatan.
  • Asuransi Perjalanan. Hal ini sebenarnya memang penting untuk para pejalan di segala usia, terlebih bagi Lansia, untuk berjaga-jaga apabila tiba-tiba sakit atau terjadi hal buruk yang tidak diingatkan.

Selain itu, karena keamanan dan kenyamanan ibu -yang sudah Lansia- menjadi hal yang utama maka tips-tips traveling bagi Lansia berikut ini perlu juga kuperhatikan :

  • Tidak berlebihan dalam berpakaian dan mengenakan perhiasan.  Hal ini penting untuk meminimalisir niat jahat dari orang lain.
  • Traveling tidak menjadi alasan untuk lalai menjaga kesehatan. Ingat selalu untuk minum obat yang rutin harus diminum. Nah, selain mengingatkan obat-obatan yang harus dibawa, tentu kunanti harus mengingatkan saat-saat obat harus diminum secara rutin.
  • Jaga Pola Makan dan Makanan. Nah, meskipun dalam suasana liburan namun  Pola Makan tetap harus diterapkan, demikian juga dengan menjaga makanan yang dikonsumsi. Hal ini penting agar kesehatan tidak terganggu selama perjalanan.
  • Selalu apdet keberadaan selama perjalanan. Penting untuk keluarga / kerabat mengetahui keberadaan Lansia selama perjalanan agar dapat terpantau dan segera tertangani bila ada keadaan darurat.

Nah, itu beberapa informasi persiapan perjalanan dengan Lansia yang telah kukumpulkan, sebagai pedoman apabila segera tiba kesempatan untuk kembali jalan-jalan dengan ibu tersayang. Semoga kesempatan itu segera tiba. Mohon doanya ya temaaan…

Sehat-sehat ya Mah…mudah-mudahan kita bisa segera jalan-jalan lagi…. Aamiin…


13 Komentar

Anyang-anyangan? Di Uri-cran saja…

Hai teman.. Pa kabar?

Sudah move on dari liburan? Hehe.. Iyalah, mestinya sih sudah mulai fokus lagi ke aktivitas sehari-hari setelah liburan usai yaa..

Begitupun aku, sudah mulai bergelut dengan tugas sehari-hari yang rasanya seolah tak ada habisnya itu. Lebaaay… Tapi dibuat asyik saja laah, lha wong memang sudah tugas kita kan ya, dikerjakan segera atau ditunda-tunda toh kita juga yang akan merasakan akibatnya. Apa enaknya sekarang bisa berleha-leha eh ternyata nanti kita juga yang harus nglembur menyelesaikan tugas-tugas yang tertunda itu, ya nggak?? Yuuk, mariiii kita kerjaaa….

Tapi, seheboh-hebohnya pekerjaan, jangan sampai lupa menjaga kesehatan ya.. Jangan sampai pekerjaan membuat kita lupa waktu makan, kurang minum, nahan buang air kecil… Hah, apa sih bahayanya nahan pipis? Baca lebih lanjut


9 Komentar

Ngadem di Museum Batik Pekalongan

Seperti yang sudah kutuliskan di post sebelumnya, libur Lebaran selalu istimewa karena perjumpaan dengan kerabat yang lama tak bersua karena terpisah jarak, di antaranya adalah kedatangan dua orang keponakan dari Jogja yang memang sudah cukup lama tak berkunjung.

Nah, di antara waktu kunjungan mereka yang singkat, kami pun menyempatkan diri menemani mereka jalan-jalan di kota kami. Pantai adalah tujuan pertama, seperti kebiasaan mereka dulu yang selalu mengajak main air di pantai bila sedang di Pekalongan. Namun karena sekarang mereka bukan kanak-kanak lagi, acara main air di Pantaisari di-skip , sebagai gantinya hanya duduk-duduk di tepi pantai, menonton anak-anak kecil yang mandi-mandi (seperti mereka duluuu…hehe).

Tujuan berikutnya adalah Pekalongan Mangrove Park di Jl Kunti Pekalongan Utara. Di sana tidak lama karena panas yang cukup terik meskipun baru sekitar Pukul 11-an, hanya berperahu keliling area dan jalan-jalan dari ujung ke ujung area saja. Lalu ke mana lagi? Cari yang adem, begitu permintaan mereka. Maka akupun mengarahkan mereka ke Museum Batik.

Lhah…kenapa ke sana? Baca lebih lanjut


15 Komentar

Libur Lebaran : Liburanku yang Paling Berkesan

Hai … Pa kabar, teman-teman?

Mumpung masih Syawal… Mohon maaf lahir batin, ya… Bila selama silaturahmi kita melalui blog sederhana ini, ada tulisan, foto-foto atau komen-komenku yang kurang berkenan, mohon teman-teman sudi memaafkan.. Semoga silaturahmi kita semakin erat dan hangat di masa yang akan datang, Aamiin..

Oya, teman-teman masih liburan atau sudah mulai beraktivitas lagi nih? Libur lebaran memang telah usai, namun libur sekolah masih berlangsung hingga tengah bulan ini kalau tidak salah, jadi untuk yang masih libur kuucapkan selamat menikmati sisa liburan dan tentunya bagi yang sudah kembali ke rutinitas pekerjaan maka selamat beraktivitas sambil mengenang liburan yang baru saja berlalu..hehe…

Ngomong-ngomong, bagaimana liburan kemarin? Sangat berkesan, cukup berkesan atau biasa-biasa saja alias berlalu tanpa kesan? Hehe.. maafkan jika aku kepo ya teman.. Itu karena tema arisan Blogger Gandjel Rel kali ini bertemakan ‘Liburan yang Paling Berkesan’ , yang merupakan tema dari dua blogger keren yaitu MomTraveler Muna Sungkar  & yang punya banyak tips keren Wuri Nugraeni Baca lebih lanjut


40 Komentar

Curhat Antar Sahabat

Persahabatan bagai Kepompong… (Sumber foto : Pixabay)

……

Persahabatan bagai kepompong

mengubah ulat menjadi kupu-kupu

persahabatan bagai kepompong

hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong

maklumi teman hadapi perbedaan

persahabatan bagai kepompong

na na na na na..

……

Baca lebih lanjut


19 Komentar

Titip Rindu Buat Ayah

Hai.. Apa kabar, Juni…
Juni telah datang lagi, demikian pula tema arisan Blog Gandjel Rel, kali ini dari 2 member keren Gandjel Rel yaitu mba Rizka AlynaAlley , yaitu dengan tema “Sesuatu yang paling kamu kangenin”

Hm… banyaaaak…. Yang pertama kangen bedug maghrib! Haha… Maafkaan…, itu sih guyonan orang puasa ya.. 🙂

Tapi memang banyak yang kurindukan di Bulan Romadhon begini. Terutama kebersamaan dengan Ibu, kakak, adik dan para krucils yang sudah semakin besar, dan mau tak mau kebersamaan semacam itu menjadi hal yang langka.

Selain itu tentunya suasana nikmat ibadah di tanah suci, yang entah mengapa selalu menyeruak rasa rindu untuk kembali menikmatinya di bulan suci begini… Hm.., tapi pertanyaannya kan yang paling ya… Jadi aku harus memilih salah satu dari banyak hal yang kurindukan itu..hehe…

OK lah… Ini bulan Juni. Dan setiap bulan Juni tiba, kerinduan yang sangat akan sosok tercinta itupun muncul di hati.  Bukan berarti di waktu-waktu lain tak lagi hadir bayangnya, namun di awal Juni selalu saja lebih tebal kerinduan itu kurasa.

(alm) Bp. Soeranto Prijowidjojo

Almarhum Bapak.  Ya, itulah sosok yang selalu kami rindukan di awal bulan Juni, yang menjadi bulan kelahiran sekaligus bulan kepergian beliau, 19 tahun yang lalu.  Ya, tanggal 3 Juni 1931 adalah hari kelahiran lelaki tercinta yang mengukir jiwa ragaku, dan kepergiannya adalah di 2 Juni 1998, sehari sebelum usia beliau genap 67 tahun.

Bapak, selalu menjadi sosok istimewa buat kami. Panutan yang menanamkan nilai-nilai penting bagi kami sejak kami semua kecil dulu.  Disiplin adalah salah satu yang selalu ditekankannya. Kami harus merencanakan dengan baik kegiatan yang akan kami lakukan, dan berusaha menepati rencana yang telah kami buat itu. Bahkan dalam kegiatan santai, misalnya piknik keluarga. Beliaulah yang pertama kali siap dan selalu berusaha agar kami menepati waktu-waktu yang telah direncanakan sebelumnya.  Bahkan saat mengantarku ke suatu kegiatan, kalau aku bilang acara mulai jam 7, maka paling lambat setengah jam sebelumnya sudah harus standby di lokasi. Walhasil, aku seringkali menjadi orang pertama yang datang di suatu acara.  Kebiasaan itu terbawa sampai kini, tak nyaman rasanya datang di suatu acara yang sudah banyak pesertanya alias terlambat dari jadwal, meskipun kenyataannya acara seringkali belum dimulai alias jam karet 🙂

Mempererat tali silaturahmi juga menjadi salah satu agenda beliau.  Sebelum bulan puasa, seperti biasa keluarga mengadakan acara nyadran bersama. Seringkali hanya keluarga kami saja, tapi kadangkala bersama-sama dengan keluarga besar Bapak.  Nah, tidak hanya berkunjung ke sarean-sarean para leluhur saja, acara itu sekaligus menjadi acara temu keluarga, saling mengenalkan dan mempererat silaturahmi dengan anggota-anggota keluarga yang jarang bertemu karena domisili yang berjauhan.

Demikian pula setelah lebaran.  Sedapat mungkin kita semua harus hadir pada acara Halal bi halal Keluarga Besar, namun bila berhalangan hadir maka Bapak akan memimpin keluarga kami melakukan ujung-ujung / silaturahmi dari rumah ke rumah, terutama kepada para sesepuh, eyang-eyang dan Pakde-Bude.  Semacam tour dari kota ke kota yang sebenarnya melelahkan, namun selalu meninggalkan rasa gembira di hati sehingga selalu kami tunggu-tunggu waktu pelaksanaannya.. 🙂

Aku memang dekat dengan alm Bapak, mungkin karena banyak kesamaannya. Yang jelas, dari kelima putra-putrinya, aku satu-satunya yang nurun berambut ikal seperti beliau. Sifat kami sama-sama keras dan lebih memilih diam saat marah. Tapi herannya, jarang banget aku bentrok dengan beliau… Bentroknya malah dengan yang lain, hahaha…

Banyak sekali kenanganku dengan Bapak, sejak kecil hingga masa-masa awal ku di dunia kerja yang ternyata juga masa akhir beliau bersama kami. Kumasih ingat, saat pertama kali belajar masak adalah saat tinggal berdua Bapak di Pekalongan karena ibu belum bisa pindah tugas dari Semarang, kakak-adikku juga masih di Semarang. Oseng-oseng kacang panjang adalah masakan pertamaku, yang dinikmati beliau dengan senyum dan manggut-manggut, meskipun sebenarnya agak keasinan! Haha…

Selain itu yang paling kuingat juga adalah nasehat beliau ketika aku galau memilih jalur karir di awal masa kerjaku, tetap di fungsional atau pindah struktural -dengan konsekwensi suatu saat jenjang kepangkatan mentok– dan beliaulah yang memberikan pertimbangan-pertimbangan yang akhirnya memantabkan hatiku untuk menerima tawaran struktural, yang alhamdulillah lancar hingga kini.

Sayangnya… setelah kucari-cari di antara seabreg foto-foto lama, tak banyak fotoku berdua saja dengan beliau… Hiks.. Tapi tak apalah, minimal masih bisa kunikmati senyum teduh beliau dari foto-foto yang ada… Atau kurangkaikan kata untuk mengenang beliau, sekedar menyalurkan kerinduan ini… *lalu mewek…

Itulah sekelumit kenanganku dengan alm Bapak -yang paling kurindukan saat ini- dan yang masih akan selalu kurindukan terutama di hari-hari istimewa dan di Bulan Juni, bulan kelahiran dan kepergiannya. Kutitipkan rinduku lewat doa-doa yang kulantunkan bagi beliau, aku serahkan penjagaannya pada Allah SWT, insya Allah  ditempatkannya beliau di tempat terindah di sisiNYA… Aamiin…


33 Komentar

Masakan favorit saat Ramadhan

Hai… Pa kabar, teman-teman..?

Alhamdulillah kita sudah berjumpa kembali dengan Bulan Ramadhan, bulan suci yang tentunya dinanti-nanti oleh kaum muslimin. Selamat menunaikan ibadah di Bulan Ramadhan bagi teman-teman yang menjalankannya yaa…

Ramadhan memang terasa istimewa, baik suasananya..maupun aneka makanan yang disajikan di rumah-rumah kaum muslim. Mungkin bahkan ada menu-menu khusus yang hanya hadir di kala Ramadhan saja.

Bagaimana di rumah kami?

Hm, mungkin agak berbeda dengan yang lainnya, di rumah kami memang tidak ada menu khusus selama Bulan Ramadhan ini.  Semua yang terhidang di bulan ini bisa juga terhidang di luar bulan Ramadhan, baik itu menu takjil, menu berbuka ataupun menu sahurnya.

Kenapa begitu? Entahlah, mungkin karena kebiasaan saja di rumah kami. Bukan berarti tak menghormati bulan suci lho yaa… Luar biasanya bulan Ramadhan adalah bahkan menu biasa terasa istimewa disantap di bulan ini. Mungkin lebih ke suasananya ya?

Nah, kalau ada yang bertanya apa menu favorit di bulan Ramadhan, jadi agak mikir juga ya..hehe.. Mungkin kata favorit di sini kuterjemahkan saja jadi yang sering muncul ya? 🙂 Baca lebih lanjut