Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati


22 Komentar

Kisah Foto Instagram Si Awam Dapur

Awam dapur. Ya, itulah sebutan yang kusematkan pada diriku sendiri, yang sampai setua ini tak pandai masak. Tak hafal semua jenis bumbu dapur dan kurang akrab dengan aneka jenis alat masak. Hanya sesekali saja menyambangi dapur, itupun dengan hasil seadanya saja, hehe…

Beberapa waktu lalu bahkan ada seorang teman yang secara bercanda -minimal begitu anggapanku- mengatakan padaku bahwa ‘keibuanku’ patut dipertanyakan karena tak mengenal istilah SABLU yang ternyata adalah sebutan -di daerah Pekalongan dan sekitarnya- bagi alat masak semacam dandang / kuali besar untuk memasak soto! Ok..resmilah sudah aku sebagai Si Awam Dapur! ūüėÄ Baca lebih lanjut


25 Komentar

Jejak jalan-jalanku di 2016

photo-768x427

Tahun 2016 telah kita lalui, dalam beragam¬†rasa dan berjuta kenangan. Suka duka silih berganti, tangis dan tawa menyemarakkannya, perjuangan dan pencapaian saling melengkapi, alhamdulillah…

Puji syukur juga kupanjatkan kehadirat Illahi Robbi karena di antara kesibukan di 2016, terselip beberapa kesempatan berharga untuk refreshing, jalan-jalan menyegarkan pikiran…

Tidak banyak memang kesempatan jalan-jalanku di 2016, masih bisa kuhitung dengan 10 jariku sendiri, namun semuanya sungguh berkesan dan kusyukuri. Ke mana saja? Baca lebih lanjut


16 Komentar

Kilas 2016, bekal menuju sukses di 2017

selamat-th-baru

Hai… Selamat Tahun Baru 2017, teman …

Sudah menapaki hari kedua di tahun ini, namun ini baru post pertamaku di 2017, padahal salah satu resolusi 2017 ku adalah rajin ngeblog, hehe… Libur dari Sabtu – Senin ini, waktuku tersita untuk hal-hal lain selain nulis.. Yah, mudah-mudahan saja hari-hari selanjutnya aku bisa menepis virus malas yang membahayakan itu. Aamiin…

Bahkan kilas balik 2016 pun belum sempat kutuliskan di akhir tahun kemarin, maka tak apalah jika baru kutuliskan hari ini, minimal jadi catatanku dalam menapaki tahun baru ini, agar dapat menyempurnakan apa-apa yang kurang, mempertahankan dan meningkatkan prestasi / pencapaian. Baca lebih lanjut


13 Komentar

Sejenak menyapa sepi di Telaga Sunyi

judul

tenggelam…di Telaga Sunyi… bersama…cintanya yang murni…

Ah, sepenggal lirik dari lagu lama Koes Plus yang berjudul Telaga Sunyi, langsung bergema di benakku sepanjang kunjungan singkatku ke lokawisata di kawasan Baturraden itu..

Agak tidak mengenakkan sebenarnya, karena kesannya jadi ‘gimanaaa’… sementara sore sudah beranjak ke rembang petang di saat aku sampai di sana. Maghrib-maghrib, sepi, mendung, brrr…. bulu kudukku pun berdiri…

Hm, teman-teman tahu / sudah pernah mendengar lagu Telaga Sunyi yang dipopulerkan oleh Koes Plus ini? Kalau belum pernah tahu, nih ada kutipannya di sini :

Di kala Sang Bulan Purnama,  bersinar di atas telaga

Terdengar suara menggema, melagukan balada tua

Reff :¬† Kisah seorang putri /¬†yang telah patah hati /¬†lalu … bunuh … diri …

Tenggelam di Telaga Sunyi, bersama cintanya yang murni

Tenggelam di Telaga Sunyi, bersama cintanya yang murni …

Bukan sebuah lagu yang menggambarkan keindahan telaga, namun justru tentang kejadian tragis di Telaga Sunyi.¬† Lirik yang sederhana dengan aransemen musik yang cenderung ngelangut itu diulang-ulang hingga makin menebalkan rasa sedih ketika mendengar lagu ini… Dan sedihnya lagi, lagu sedih ini otomatis terputar berulang-ulang di benakku sore beberapa waktu lalu, ketika aku akhirnya bisa menyaksikan sendiri Telaga Sunyi di Baturraden itu.

Telaga Sunyi, adalah salah satu dari banyak lokawisata yang ada di Kecamatan Baturraden Kab Banyumas.¬† Senada dengan namanya, lokawisata satu ini memang berada jauh dari keramaian, menjadi salah satu bagian dari wisata alam Baturraden, terletak sekitar 2,8 km ke arah timur dari Lokawisata Baturraden / terminal baturraden. Bisa dikunjungi dengan menggunakan mobil, sepeda motor ataupun angkutan umum dari Terminal Baturraden, sekita 15 menit lah…

Sudah cukup lama aku ingin berkunjung ke Telaga Sunyi ini, jujur awalnya karena penasaran dengan lagu jadul Koes Plus itu, juga mendengan penuturan beberapa teman yang pernah ke sana. Tempat yang asyik untuk menyepi, kata mereka, hehe… Nah, ketika beberapa waktu lalu berkesempatan liburan di kawasan baturraden, maka langsung saja kuajukan lokasi ini sebagai salah satu destinasi wisata yang akan kami datangi.¬† Tapi, sayangnya tidak semua anggota keluargaku antusias ingin ke sana. Sebagian besar ABG kami inginnya ke tempat yang ramai dan bisa berenang sepuas hati! Haha…

OK laah, akhirnya lokasi ini menjadi tempat perhentian terakhir di hari pertama wisata keluarga kami ke Baturraden kemarin, dan itu artinya sore hari! Akupun setuju karena perkiraan tak akan terlalu sore kami bisa menyelesaikan kunjungan ke 2 lokasi wisata pilihan para ABG itu, tapi ternyata…menjelang maghrib kami baru sampai di lokasi Telaga Sunyi! Alamaaak…

Lalu batal dong? Baca lebih lanjut


38 Komentar

Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono (2)

Melanjutkan cerita yang kemarin ya, teman…

Sekitar pukul 9 pagi di Hari Minggu, 18 Desember 2016 lalu, kami memulai Wisata Bersama ke Petungkriyono dari shelter Doro dengan menggunakan ANGGUN PARIS.  Ini memang bukan kali pertama aku berkunjung ke Petungkriyono, sebelumnya aku pernah mengunjungi Curug Muncar bersama keluarga, namun pengalaman jalan-jalan kali ini sangat berbeda.

Anggun Paris membawa kami dengan mantab menuju lokasi-lokasi yang masuk dalam Paket Wisata ini, karena para pengemudi mobil ini adalah warga lokal yang sudah sangat berpengalaman dengan jalan-jalan di sana. Jadi rasanya ya tenang saja kami melalui jalan yang tak terlalu lebar, naik-turun, berkelok-kelok -kadangkala kelokannya tajam- serta kondisi jalan yang belum 100% mulus. Hanya sedikit deg-degan saja ketika harus papasan dengan bis kecil -kata mas Pemandu, itu bis jurusan Banjarnegara- atau mobil lain di tanjakan atau tikungan tajam.

Nah, dari sekian banyak tujuan wisata di Petungkriyono, mana saja yang masuk dalam paket kunjungan ini? Ini dia cerita kami di masing-masing lokasi tersebut :

Baca lebih lanjut


11 Komentar

Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono

Berawal dari sebuah cuitan dari admin Twitter Blogger Pekalongan sebagai upaya memperkenalkan komunitas yang baru saja terbentuk kepada Bapak Bupati Pekalongan, alhamdulillah disambut dengan baik dan antusias oleh beliau, bahkan langsung  mendapat undangan untuk ikut Wisata Bersama ke Petungkriyono pada tanggal 18 Desember 2016 lalu.

Waaah… ke Petungkriyono? Mauuuu….

Ya, Petungkriyono adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Pekalongan bagian Selatan, dengan luas wilayah 73,59 km2 dan terletak di daerah pegunungan ( rata-rata ketinggian 1.294 dpl ).  Daerah ini istimewa karena keindahan alamnya dengan aliran sungai-sungai dan curug-curug nan indah, puncak gunung yang menantang, spesies endemik flora-fauna nya,  juga karena ditemukannya sisa-sisa peradaban masa lampau di daerah ini.

Keistimewaan-keistimewaan Petungkriyono itulah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dibawah pimpinan Bp. H. Asip Kholbihi, SH, MSi akan mengembangkan Petungkriyono sebagai Cultural Techno Forestry Park , dengan dua pendekatan yaitu Mass tourism dan eco-tourism.  Pada pendekatan Pariwisata Masal, masyarakat bisa berbondong-bondong datang untuk menikmati keindahan alam dan produk-produk unggulan di Petungkriyono, sedangkan pada eco-tourism pendekatannya lebih kepada penelitian-penelitian baik oleh Perguruan Tinggi maupun perorangan, dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Pak Bupati saat penandatanganan MoU Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park, program-program yang akan dikembangkan adalah melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, eko edukasi wisata, laboratorium alam, bank genetika, bank bibit, teknologi hijau, energi hijau, green financing dan program-program lain yang relevan (Web Humas Jateng, 8/8/2016).

Nah, pada tanggal 18 Desember 2016 kemarin, dilakukan Wisata Bersama / mobilisasi wisata oleh Bapak Bupati Pekalongan tersebut dengan peserta lebih dari 360 orang yang terdiri dari kalangan Pejabat & ASN Kab Pekalongan, Karyawan/karyawati Bank Syariah Mandiri, serta perwakilan komunitas masyarakat, diantaranya adalah komunitas Blogger Pekalongan.  Kegiatan ini menandai dibukanya route Wisata Petungkriyono sebagai salah satu bentuk pendekatan Mass Tourism Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park.

Mau tahu keseruan kita mengikuti acara tersebut? Ni dia ceritanya…

Baca lebih lanjut


28 Komentar

Belanja Tenun Pekalongan, yuuk…

“Kota Batik di Pekalongan, bukan Jogja bukan Solo… ” demikian sepenggal lirik lagu SLANK yang sudah sering kita dengar.

Ya, Pekalongan dan Batik memang sepertinya tak terpisahkan.¬†Bahkan sesanti Kota Pekalongan juga BATIK yang merupakan akronim dari Bersih – Aman – Tertib – Indah – Komunikatif. Bicara batik, langsung teringat Pekalongan, demikian juga bila bicara Pekalongan, yang pertama dikaitkan adalah batik. Konon, belum sah berkunjung ke Pekalongan kalau belum belanja batik, hehe…

Namun sebenarnya, potensi / produk unggulannya Kota Pekalongan tak hanya batik lho…

Menurut data di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan, ada 6 jenis produk unggulan Kota Pekalongan, yaitu :

  1. Batik
  2. Tenun ATBM
  3. Tenun ATM
  4. Konveksi
  5. Pengolahan Ikan
  6. Kerajinan enceng gondok dan serat alam

Tuuh, ada banyak kan, yang bisa diborong kalau sedang berada di Kota Pekalongan. Selain di pusat perbelanjaan dan toko-toko yang tersebar di Kota Pekalongan, masing-masing produk unggulan itu dapat ditemukan di sentra-sentra usaha, misalnya di Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Pesindon, Kampung Tenun ATBM Medono, Kampung Canting Landungsari, Sentra Tempe di Pekalongan Selatan, dll.

Nah, kali ini, aku ingin kenalkan TENUN ATBM Pekalongan ya…

Menurut Wikipedia, TENUN itu sendiri adalah teknik pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip menggabungkan benang secara memanjang dan melintang, atau bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian.  Tenun ATBM dikerjakan secara tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Banyak daerah di Indonesia yang menjadi penghasil kerajinan tenun dan masing-masing mempunyai ciri atau corak yang khas. Kota Pekalongan adalah salah satu diantaranya. Baca lebih lanjut