Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

24 Komentar

Tawuran lagi…korban lagi…
Ah, miris ya mendengar / melihat / membaca berita tentang hal itu ๐Ÿ˜ฆ
Lalu bagaimana cara mencegah / menanggulangi tawuran itu?
Salut untuk Pakdhe yang membuat kontes tentang hal ini, setidaknya jadi banyak opini / pendapat yang bisa dijadikan masukan, dan Insya Allahย  semuanya bermanfaat, tak hanya bagi mereka yang mempunyai anggota keluarga dalam usia remaja, namun juga masyarakat (blogger) pada umumnya.ย  Dan tulisan ini adalah salah satu upayaku urun rembug dalam hal itu ๐Ÿ™‚
Sudah banyak cara yg diusulkanย  untuk mencegah & menanggulangi tawuran, dan mungkin bisa ditambah beberapa hal berikut ini :
Penteladanan
Menurutku, ini hal yang penting.ย  Karena bagaimanapun anak / remaja yang terlibat tawuran itu, masih dalam taraf perkembangan jiwa, sedang mencari-cari model / panutan.ย  Jika yang mereka lihat / temukanย  di sekelilingnya adalah orang-orang dewasa yang mencontohkan kekerasan sebagai salah satu upaya pemecahan masalah, tak heran jika mereka menganggap benar bahwa kekerasan memang satu-satunya cara pemecahan masalah.
Lalu siapa yg sebaiknya menjadi teladan baik bagi mereka? Orang tua dan guru adalah orang-orang dewasa yang paling dekat dengan kehidupan mereka, tentulah keduanya mau tak mau dituntut untuk menjadi Sang Teladan Baik itu.ย  Namun sebenarnya, tak hanya berhenti pada kedua fihak itu saja, masyarakat umum termasuk para tokoh masyarakat – baik lokal, regional maupun nasional-ย  idealnya masing-masing berupaya menjadi teladan yang baik bagi remaja di sekitarnya.
Penguatan IMTAK
Selain penteladanan, penting juga dikaji ulang sejauh mana penguatan Iman dan Takwa ( IMTAK) dari anak & remaja. Tak hanya berhenti sebagai tugas guru di sekolah, namun juga tanggung jawab orang tua dan masyarakat untuk menguatkan mental IMTAK anak-remaja di luar sekolah.ย  Memberi perhatian lebih namun tak berlebihan pada mereka, berperan sebagai temanย  yang selalu ada bagi mereka, bersama-sama menjalankan nilai-nilai keagamaan, mungkin itu beberapa upaya yang dapat ditempuh para orang tua remaja untuk melengkapi upaya penguatan mental mereka melalui pelajaran agama / pembinaan IMTAK di sekolah.
Dengan bekal IMTAK yang kuat, Insya Allah remaja akan lebih mudah menghindari ‘godaan’ untuk mencoba-coba hal negatif ataupun lebih berani menolakย  solidaritas salah kaprah yang seringkali ditonjol-tonjolkan sebagai salah satu sebab utama tawuran.
Penyaluran energi pada kegiatan-kegiatanย  positif
Remaja adalah sumber energi yang tak ada habisnya.ย  Mungkin ada yang menjadikan tawuran sebagai salah satu upaya penyaluran energi yang melimpah-ruah itu.ย  Bila memang demikian halnya, perlu lebih digalakkan keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan positif yang dapat menyalurkan energi, mengasah bakat ataupun menampung minat mereka.
Aku yakin, saat ini di sekolah ada beragam ekskul.ย  Untuk mengalihkan perhatian mereka dari hal-hal negatif (antara lain tawuran ini) siswa dapat didorong untuk lebih menggeluti ekskul pilihannya.ย  Dan kegiatan positif (olahraga / seni / iptek , dll ) itu tak terbatas di dalam sekolah, mungkin juga di luar sekolah, misalnya di lingkungan tempat tinggalnya.ย  Kalau dulu ada Pramuka dan Karang Taruna, sekarang -seakan- antara ada dan tiada ๐Ÿ˜ฆ
Salah satu kelompok yang ada di masyarakat yg juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup remaja adalah Kelompok Bina Keluarga Remaja ( BKR ) .ย ย Awalnya kelompok ini dibentuk untuk mewadahi keluarga-keluarga yang mempunyai anak remaja, agar dapat berkumpul bersama, membahas tumbuh kembang anak-remaja, saling memberi masukan dalam memecahkan masalah-masalah remaja, dll.ย  Kemudian kelompok ini berkembang, menjadi kelompok dengan 2 sasaran yaitu keluarga yg punya remaja dan anak/remaja itu sendiri.
Dalam kelp BKR ini, remaja berhimpun, saling bertukar pikiran dan pengetahuan tentang tumbuh kembang remaja, perencanaan sehat, sampai dengan upaya mengidentifikasi masalah yang sering mereka hadapi dan alternatif solusinya.ย  Mereka juga bisa berkumpul berdasarkan kesamaan minat / hobby, dan bersama-sama berupaya mengembangkannya, belajar mandiri dan bertanggung jawab.
Itulah beberapa cara yang -menurutku- juga dapat digunakan untuk mencegah dan menanggulangi tawuran.ย  Mungkin terdengar teoritis ataupun tak membumi…namun semoga tetap bisa menjadi masukan yang berguna bagi yang membutuhkan ๐Ÿ™‚
***
Artikelย  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu: Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran.

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

24 thoughts on “Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

  1. sepakat mbak, mereka memang membutuhkan teladan yang baik. agar kekerasan tidak lagi menjadi bagian dari remaja masa sekarang..

    semoga dengan banyak teladan baik akan meminimalkan keterlibatan mereka dg hal2 buruk ya…

  2. Remaja2 yg senang terlibat tawuran itu pasti merasakan keresahan sesuatu yg tidak bisa mereka ungkap. Semoga kita para orang tua lebih peka dengan persoalan remaja sekeliling ya Mbak..Jadi kegelisahan mereka bisa disalurkan dengan kegiatan lbh bermanfaat..

    semoga saja ya mbak… dengan lebih memahami mereka semoga kita bisa ikut mengarahkan mereka sesuai dengan minat & kemampuannya & meminimalkan keresahan mereka ya…

  3. Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya

    Maturnuwun sampun di acc Pakdhe ๐Ÿ˜€

  4. Energi remaja/usia muda memang meletup-letup mencari pelampiasan. Arahan dan dasar imtak yang baik akan sampai kepada pelampiasan yang positif.

    semoga demikianlah… Smga sama2 sukses di kontesnya Pakdhe ya…

  5. Tauladan yang baik memang di butuhkan untuk adil didalamnya. Namun kita juga tidak bisa lepas tangan begitu saja. Dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena ikatan emosional seorang bocah (maaf saya bilang bocah) biasanya sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia berkembang dan apa yang sempat dicerna oleh akalnya. ๐Ÿ™‚

    Salam.., Semoga sukses..

    setuju…. Trims ya, semoga sama-sama sukses ๐Ÿ™‚

  6. Mantab Mba Mechta.
    Teladan memang yang kurang di negeri ini. Gimana mau ngarepin anak sekolah anteng duduk manis dan belajar lha wong anggota dewan berantem di tivi. Dan juga mungkin kurangnya saluran untuk melampiaskan semangat gelora mudanya bisa jadi salah satu penyebab juga ya Mba.. ๐Ÿ˜€

    Mungkin banyak hal yg bisa jadi penyebab Dani..jadi banyak hal pula yg mungkin bisa dipakai mengatasinya..hehe..

  7. dari tempat pakdhe, datang berkunjung…
    ga punya ide buat bikin kontes, hehe..

    good luck..

    Selamat datang…. ๐Ÿ™‚ Trimakasih sudah mampir ya.. Ayo urun rembug juga, kan masih lama tutup kontesnya, hehe…

  8. IMTAK sebagai dasarnya ya Mechtaa..

    sukses ya ngontesnya..

    Dasar yang sangat penting ya Nchie.. Trims ๐Ÿ™‚

  9. salut utk ide BKR nya Mechta
    jadi, remaja2 yg suka tawuran, bisa mendapat wadah utk lebih memberdayakan energi mereka yg memang berlebihan , mendapatkan ilmu dan wawasan juga penyaluran hobi ya. ๐Ÿ™‚

    semoga sukses di kontes nya PakDhe ini, Mechta
    salam

    BKR itu salah satu prog pemerintah bunda..hanya saja blom banyak tersosialisasi tampaknya… Semoga sama-sama sukses ya Bunda ๐Ÿ™‚

  10. tipnya oke juga smeoga sukses ya kontesnya

    trimakasih ๐Ÿ™‚

  11. Tips yang bagus, remaja memang cenderung kepada egonya, saya juga pernah remaja, jadi pernah merasakannya. Saya juga dulu pernah ikut tawuran, tapi alhamdulillah bukan menjadi kebiasaan…. ya… masa lalu yang bisa dijadikan pelajaran.

    nah..justru yg pernah ngelakuin tahu persis apa penyebabnya jadi bisa dirunut cara mengatasinya, bukan? hehe… Trims, Mas Harits

  12. Agama penting bagnet, kalau agamanya gag kuat bisa2 gampang di pengaruhi lingkungan yang buruk yaa mbak mechta ๐Ÿ˜€

    Sukses ngontesnya ๐Ÿ˜€

    Insya Allah begitu, Niar… Trims ya..yg utama sih ikut ngramein hajatannya Pakdhe.. ๐Ÿ™‚

  13. Mudah2an pengambil kebijakan juga seorang yg hobi berselancar bloger. Untung2 klo punya blog juga. Di sini, para bloger, juga ikut urun rembug memberikan solusi bagaimana tawuran bisa mereda, tak merambah ke mana-mana. Ada alternatif yg banyak tentunya dari para bloger, toh ini juga suatu kontes, pasti banyak ide bagus untuk dapat diimplementasikan.. ๐Ÿ™‚

    tetap semangat berbagi Mbak..!! ๐Ÿ™‚
    salam kenal,
    selamat dan terima kasih telah memberikan alternatif pemecahan masalah yg sekarang in di Indonesia.. MERDEKA..!!!

    terima kasih sdh mampir… iya..semangat berbagi sambil ngontes, hehe…

  14. Setujuuuu, perbanyak kegiatan positif di sekolah. . .
    Tapi gak setiap hari di kasih PR ya, mba. . . ๐Ÿ™‚

    Sukses ngontesnya, mba. . . ๐Ÿ™‚

    di sekolah maupun di luar sekolah ya…biar tambah suibuuuk..hehe… gak lah…kasian juga klo gitu.. thx Idah ๐Ÿ™‚

  15. setuju Mbak, memang butuh teladan yang benar2 teladan, keimanan juga terus dipupuk, dan menyalurkan tenaga pada apa yg dibakati.

    sukses GAnya ya Mbak…

    makasih ๐Ÿ™‚

  16. Trio keteladanan, penguatan dan penyaluran energi positifnya Jeng Mechta sungguh urun rembug yang bermakna. Trim sharingnya dan selamat meramaikan perhelatan Komandan Blogcamp. salam

    Maturnuwun, Bu… Urun rembug saking Bu Prih ditunggu juga lgo ๐Ÿ™‚

  17. semoga menjadi sumbang sih tuk mencegah tawuran di lingkungan kita

    Aamiin.. Maturnuwun mbak ๐Ÿ™‚

  18. setuju sm poin2nya.. anak2 muda memang lagi proses pencarian diri, jd memang hrs banyak di kuatin sana-i

  19. memang para anak muda butuh teladan yang baik mbak

    dulu sebelum penjajahan anak muda memamng suka tawuran, tapi melawan penjajah, tapi sekarang para pemuda tawuran melawan saudara sendiri, benar2 miris mbak

    semoga dengan ditengarainya penyebab-penyebab maka akan dapat pula ditanggulangi tepat sasaran & tepat penyebab ya…

  20. masa muda masa yang penuh gejolak, apalagi yg cowok wah. kalau ada masalah dikit saja ujungnya pasti otot.

    pengalaman pribadi nih… hehe…

  21. menyalurkan energi anak-anak yang berimpah ke dalam aktivitas yang positif-kreatif. setuju..kok sama sam ide saya\? hehe…semoga menang ya…salam kenal ๐Ÿ˜€

    salam kenal juga..terimakasih sdh mampir kesini, aamiin..semoga kita sama2 sukses ya ๐Ÿ™‚

  22. hahahaha, atas saya ini pengakuan dosa kah mas?? hehe
    mantap mbak artikelnya, dan saya setuju peran serta karang taruna dan pramuka seakan-akan hilang ntah kemana. hemmm

    semoga kurang berperannya Pramuka & Karangtaruna itu hanyalah ‘salah pandang’ saya saja… Trims sudah mampir ya.. ๐Ÿ™‚

  23. Remaja kita memang krisis keteladanan..
    keteladanan yang paling utama adalah dari pihak-pihak terdekat, yakni keluarga..
    Semoga kita bisa menjadi teladan yang baik untuk keluarga kita.. ๐Ÿ™‚

    Insya Allah ya… Trims sdh mampir, Uda ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s