Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Mangga kelapa

18 Komentar

Sekitar 2 tahun lalu, kakak yang di Semarang mendapat 2 bibit mangga dari salah seorang temannya, katanya sih itu bibit buah Mangga kelapa… Wah, kami sempat heran waktu itu. Mangga kelapa? maksudnya, mangga sebesar kelapa atau buah mangga rasa kelapa???
Si kakak kemudian menanam bibit itu, satu di rumah Tegalsari dan satu lagi diberikan pada kakak yang tinggal di Kasongan – Jogja.  Kabarnya bibit mangga ( Mangifera indica ) yang konon berasal dari Sumatra Utara itu akan bertumbuh baik di dataran rendah, 0-300 m diatas permukaan laut.  Dan ternyata setelah 2 tahun ini pohon yang ditanam di rumah Kasongan tampak lebih bagus daripada kerabatnya yang ditanam di Semarang.   Terbukti setelah setahun berlalu dan kedua pohon sama-sama belajar berbuah pada tahun lalu, ukuran buah dan jumlahnya lebih bagus yang di Kasongan.
Dan beberapa waktu lalu, ibu rawuh dari Jogja sambil membawa oleh-oleh sebuah mangga kelapa itu.  Rupanya di rumah kakak sedang panenan buah itu.  Wah.. jadi rupanya alasan dinamakan Mangga kelapa adalah karena mangga ini ukurannya sangat besar, sebesar Cengkir Gading!
Mangga kelapa ini memang istimewa, buahnya rata-rata berukuran 0,8 – 2 kg, bahkan ada satu yang kemarin ditimbang sampai 3 kg! Jaan… guedhii tenan to… 🙂   Daging buahnya tebal, bertekstur lunak tidak berserat dan kandungan airnya cukup banyak.  Rasanya manis segar dan bijinya yang pipih pun relatif kecil, sehingga bisa puas menikmati daging buahnya…
Perbedaan dari mangga jenis lainnya, tangkai buah bisa cukup panjang, hingga sekitar 50 cm dengan hanya 1 buah per tangkai…mungkin karena buahnya buesaar itu ya…kalau beberapa buah per tangkai kan kasihan juga pohonnya, hehe.  Dan bulan September – Desember adalah masa panen dari buah ini, meskipun sebagaimana jenis mangga lainnya, dapat berbuah juga sepanjang tahun..
Oya, pemetikan buah dari pohon haruslah benar-benar pada saat buah sudah tua, dengan ciri-ciri  warna mulai menguning dan pangkal buah membengkak rata.  Bila dipetik saat masih muda dan diimbu / diperam, meskipun akan matang juga namun rasanya menjadi asam alias kecut  😦
Penasaran dengan buah ini? Nah, ini dia penampakan mangga kelapa oleh2 ibu kemarin…

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

18 thoughts on “Mangga kelapa

  1. Berarti kemaren dapet oleh-oleh dari mertua mangga jenis ini Mba Mechta. Buahnya gede tapi ga manis. Akhirnya pada males makannya. Hehehe..

    eh, yg kemarin kurasakan manis kok.. mungkin yg Dani dapat dipetik belum benar2 tua…

  2. Gak manis ya??? ≧﹏≦

    Manis kok… tapi harus dipetik dalam keadaan benar2 tua 🙂

  3. wah unik banget … kayanya enak tuh

    emang enak kok… sok atuh dicari, hehe…

  4. segede buah kelapa … kenyang dong…
    ada juga mangga apel …. tapi rasanya kurang enak menurutku

    karena ukuranya gede jadi cocok utk dimakan bareng2…nggak dihabisin sendiri, hehe… iya mbak, di kantor juga d Mangga apel, an asli kecuuut.. hehe..

  5. saya pikir mangga kelapa itu mangga yang rasanya kayak kelapa mbak, jadi seger airnya

    seratnya banyak nggak mbak di mangga itu?

    kadar airnya lumayan jadi memang sgar rasanya dan seratnya juga nggak sebanyak mangga talijiwo yg manis tapi berserat banyak itu…

  6. mirip kelapa ya malkanya dinamakan mangga kelapa

    konon, begitulah sejarahnya,Lidya..

  7. sy baru tau.. tp gak akan mungkin di habisin sendiri kayaknya kl segede itu ya ^^

    iya…lebih nikmat dimakan bareng2 Chie.. ^^

  8. mantap ini penampakannya…. 🙂

    rasanya juga mantap lho… 😀

  9. Istriku barusan juga beli mangga, tapi bukan mangga semacam ini. Tapi emang segar kok dinikmati ketika siang hari.

    menikmati mangga di siang hari..memang sedaaap…apalagi dingin 🙂

  10. Numpang mampir gan…Mantap..Terus berkarya

  11. Mantap Jeng mangga kelapanya, mumpung musim mangga paling sering beli buah mangga. Saatnya menikmati ketan-mangga. Salam

    Wah… Ketan-mangga, bu? Nyuwun resepipun nggih… 🙂

  12. berarti harus sedia plastik kresek dong mbak untuk nutupi buah mangga yang hampir tua. kalau gak gitu wah bisa dirampok tuh ama codot hehehe

    masih ada mangganya mbak? kirimi satu dong.. ngiler nih liat gambarnya doang

    hehe…memang banyak yg penasaran Bro..harus diberi pengertian bahwa meskipun ukuran sd besar tapi kalau belum tua benar, gak akan manis rasanya… ada yg masih mentah nih, tp gmna cr ngirimnya ya? haha..

  13. wuih, mantaff mangga kelapa ini ya Mechta
    puas makan mangga sebesar cengkir ini…. 🙂
    tapi, bunda belum pernah lihat langsung dan memakannya ………..
    karena terbiasa membeli mangga harumanis saja ( yang banyak dijual jenis ini)
    salam

    Harummanis dan Manalagi… itu dua jenis yg paling sering kami nikmati bu, hehe..

  14. dari penampakan keliatan manis manget mbak

    bikin kemecerrr ya Jeng..hehe..

  15. di pasaran solo kelihatannya belum ada yang beginian

  16. Ping-balik: Memberi & Menerima | Lalang Ungu

  17. ada info, cari bibitnya dimana ya?

    Kalau yg itu dari pohon yg ditanam kakak di Bangunjiwo Bantul 🙂

  18. Pretty! This has been a really wonderful post. Many thanks for providing this
    information.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s