Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Sebait puisi

11 Komentar

Aku sendiri

menapaki jejak yang kubuat

berlari menuju masa depan : akankah ada kebahagiaan ?

memimpin doa untuk anak cucuku kelak,

semoga kelam sejarahku tidak terulang

hingga mereka bangga

yg tersisa hanya aku sebagai tempat bersandar.

Aku tersesat

pada emosi, pada bisikan..

yang terasa getir saat tertelan

biarlah pahit ini menjadi manis untuk darahku

nanti…

***

Itu adalah sebait puisi yg kuterima sore tadi via sms . Untaian kata yang membuatku  harus menebak-nebak sendiri maknanya ataupun maksud pengirimannya, karena sang  pengirim menolak memberikan klarifikasi….  Kiriman yang  sukses memenuhi benakku dengan berbagai kemungkinan maknanya. Dan akhirnya malah  mengganggu malamku, menunda mimpiku..

Hm… aku penasaraaan…. !!

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

11 thoughts on “Sebait puisi

  1. aku jadi ikut penasaran juga nih…
    iya maknanya kayaknya bisa macam2 ya … ada harapan atau apalah gitu..he..he.. aku kan nggak mudeng puisi…sok mau ikutan bahas

    wah..sama ya mbak.. sama2 ga mudeng puisi..hehe…

  2. aku juga bingung artinya, kalau sudah tahu boleh dong disharing 🙂

    lagi bujuk2in yg ngirim tuk ngasih tahu apa maksudnya.. eh dia malah nanya balik, “menurutmu apa?” hedeh….

  3. Walah saya buta puisi Jeng, menilik baris pertama … aku sendiri … hanya penulis sendiri yang tahu isinya tanpa melibatkan orang lain (gaya mengelak dari sulit membaca makna puisi hehe). Salam

    weits… suka dengan gaya endho ala Bu Prih ini… 🙂

  4. salah satunya isinya tersirat sebuah penyesalan masa lalu, hm…

    ah ya… plus sedikit harapan agar penerusnya tak mengulang kesalahan yg sama ya? thx analisanya mas Arif 🙂

  5. Getir-getir gimana gitu ya Mbak. Kalo saya yyng nerima pasti bakalan bingung juga tuh Mba Mechta.

    hehe… yg ngirim emang lagi getir2 gimanaa gitu… 🙂

  6. Yang bikin puisi sedang mencoba merubah hidupnya kali ya Mbak Mechta..Mencoba bijaksana. Habis dari sejarah kelam untuk jadi kebanggaan anak cucu kelak..Begitu sih yg bisa tertangkap oleh daya imajinasiku yg pendek ini 🙂

  7. Mbak Mectha… artikel yg didaftar pada GA lovely little garden kok tdk saya temukan ya…?

  8. bagus puisinya.. 🙂

    begitukah? aku gak mudeng sih.. pasti yg buat kembang kemipis klo tak laporin komenmu ini hehe.. menurutmu, apa maknanya, Ne?

  9. Sebuah kebimbangan ego yang berambisi memburu sesuatu dijalanya sendiri. Sementara di beberapa kalimat akhir menjelaskan semangat perubahan diri untuk bisa meninggalkan sesuatu yang berharga bagi anak cucu nanti walaupun harus merasakan derita.

    Perjuangan,pengorbanan dan kesadaran yang bagus ditunjukan disini. semoga ini bisa kita tiru.
    Salam. 🙂

    ah..begitu rupanya ya… thx mas…

  10. Love your blog, in fact arrived by checking yahoo and google for a comparable issue to this post. Which means this might be a late post nevertheless keep up the great work.

    thank you..

  11. Wow, marvelous blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is fantastic, as well as the content!. Thanks For Your article about Sebait puisi Lalang Ungu .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s