Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Seperti naik sepeda…

17 Komentar

Masih ingat tulisan tentang perlu tidaknya trampil bicara di depan umum yang kemudian disambung dengan rangkuman pendapat teman2 tentang tips bicara didepan umum?

Bagiku pribadi, ketrampilan itu tetap diperlukan, meskipun saat ini aku tidak lagi menjadi petugas lapangan yang tugas utamanya harus selalu trampil menyampaikan materi-materi penyuluhan kepada masyarakat.

Dan ternyata beberapa waktu lalu aku membuktikan sendiri pendapatku itu.  Tiba-tiba saja aku mendapat tugas dari kantor untuk mengikuti TOT fasilitator pengarusutamaan gender di Semarang. Mungkin latar belakangku sebagai mantan penyuluh yg membuatku mendapatkan tugas itu, karena kalau dilihat uraian tugasku saat ini, cuma sedikit sangkut-pautnya 🙂

Awalnya sih tenang2 saja..tapi ketika malam pertama langsung dibagi tugas untuk menyampaikan suatu materi tertentu  pada keesokan paginya -dengan persiapan materi yg mesti dikerjakan sendiri dalam waktu singkat itu – mau tak mau ya langsung kerasa panas dingin juga…   Mana penugasan agak mendadak sehingga gak sempat bawa materi2 lengkap…😦

Tapi, mengingat beberapa saran dari teman-teman yang lalu, salah satu yg utama adalah ketenangan dan perencanaan, maka akupun berusaha menenang-nenangkan diri, sambil berusaha sebaik-baiknya menyiapkan paparan dan alat bantu seadanya, mencari-cari materi dibantu mbah google dan tentunya berupaya mengingat-ingat lagi pengalaman bicara di depan orang banyak dulu itu.

Alhamdulillah… ternyata usahaku itu tak sia-sia.  Keesokan harinya tugas berhasil  kujalankan dengan baik, awalnya sedikit grogi..tapi lama-lama mengalir dengan lancar…  Ah, benar juga kata seorang teman… ketrampilan bicara itu, seperti ketrampilan naik sepeda : meskipun lama gak dipakai..gak akan mudah hilang, tetep berguna saat dibutuhkan tiba-tiba…

Dan asyiknya lagi, meskipun gak jadi peserta terbaik, ternyata di akhir pelatihan aku masih kumanan peringkat lumayan bagus dan dapat hadiah ini :

Alhamdulillah  yah.. 😀

Oya, meskipun sedikit ‘maksa’… tulisan ini diikut sertakan pada Lovely Little Garden’s First Give Away.

17 thoughts on “Seperti naik sepeda…

  1. sesama penyuluh … bagi2 dong ketrampilannya untuk penyuluh pemalu ini he..he…

  2. kl sy masih gugup aja kl di suruh ngomong di depan umum.. mending di belakang layar aja😀

  3. gak heran aku gak bisa bicara di depan publik, karena naik sepeda pun tak bisa hahaha #apa hubungannya coba?

    Semoga berjaya di kontes ini ya mbak Mechta

  4. hoalah auntie, jadi speech sambil naik sepeda, gitu ya? *kabooor* hihihihi

    Selamat ya auntie, udah dapet hadiah, mudah2an dapet hadiah lg dari penyelenggara kontes^^

  5. Terimakasih partisipasinya.
    Tercatat sebagai peserta Lovely Little Garden’s First Give Away.

  6. bagian menenangkan dirinya yg kadang agak susah… belom apa2 udah nervous duluan… semoga menang ya …

    susah memang..tapi bukan berarti tak mungkin bukan ? hehe… trims.. yg penting ikut ngramein🙂

  7. Selamat Jeng tuk apresiasi atas prestasi yang diterimakan. Pada dasarnya setiap kita ‘ala penyuluh’ ya Jeng, lha dirumah juga menyuluh anak2 dan ART (maksa diri disebut penyuluh hehe). Suka sekali dengan kunci ketenangan dan perencanaannya.

    iya bu…dalam keseharian kita memang bertindak sbg penyuluh ya bu..ya buat org tersayang juga buat diri sendiri, hehe…

  8. ngos2an dong mbak kalau sambil naik sepeda😀

    jelasss😀

  9. berbahasa memang ketrampilan mbak mechta harus selalu di gunakan. ibaratnya naik sepeda ya

    dan kalau lama gak digunakan…pasti awalnya agak grothal grathul gitu ya mbak..hehe..

  10. Ping-balik: Dari BERAT menjadi BERKAT | RyNaRi

  11. Benar sekali, ketrampilan berbicara didepan umum itu memang bisa dilatih. Pengalaman, saya dulu (dan sampai sekarang) adalah orang yang pendiam, nggak bisa (aslinya nggak mau) ngomong banyak di depan orang. Jaman kul klo ada tugas dan harus dipresentasikan pasti nunjuk teman supaya presentasi.

    Lha ndilalah dapat kerjaan sebagai guru, yang otomatis banyak ngomong didepan kelas. Awalnya grogi juga dan pasti begadang klo paginya mau ngajar, nyiapin materi dan berlatih ngomong sendiri di depan cermin. Alhamdulillah lama-lama lancar. Di luar kelas masih tak banyak omong, tapi begitu masuk kelas dan mulai ngomong, secara otomatis bisa nyambung ke mana-mana omongannya

    alah bisa karena biasa… begitu ya Mbak nanik🙂 oya, maturnuwun sdh mampir kesini…

  12. Klo di depan kelas si udah biasa banget tp klo paa seminar/apa gtu biasanya tangan basah keringetan banjir hihihi….

    nah, sama tuuh… Di depan forum yg baru, pasti deh aku dagdigdug dulu..hehe.. Salam manis, Bu Dosen🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s