Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Antara Pekalongan, Blitar & Kediri (1)

12 Komentar

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengajakku ikut rombongan  ziarah ke makam Sang Proklamator di Blitar.  Awalnya aku kurang berminat karena jauh2 dari kota kecil kami, tujuan kunjungan hanya 1 tempat saja,  rasanya kok nggak cucuk (puas).. Pertimbangan kedua, berdasarkan informasi temanku itu, yang sudah mendaftar ada sekitar 400-an orang, yang hanya 2-3 orang diantaranya yg kukenal, apa enaknya pergi dengan orang-orang ‘asing’? Pertimbangan ke-3, angkutan yang akan digunakan adalah KA ekonomi..hm, sanggup gak ya???
Namun kemudian keputusanku berubah, aku justru tertantang dengan ajakan itu.  Lebih karena ingin mencoba pengalaman baru bepergian dengan orang-orang baru, naik kereta api (ekonomi) lagi ! hehe… *alasan yg gak penting sebenarnya yah..*  Alasan lain yg lebih realistis adalah karena kami akan membentuk kelompok kecil -sekitar 15 orang- dan mengunjungi beberapa lokasi tujuan wisata lainnya, difasilitasi oleh sahabat dari teman Bu Yudi (yg mengajakku itu & sekaligus ketua rombongan kami) yang berdomisili di Kediri.
Akhirnya, pada Jumat malam lalu aku siap memulai perjalanan itu dari stasiun kereta kota kami.  Saat datang, 3 orang teman -yang sudah kukenal sebelumnya- belum juga menampakkan batang hidungnya, sehingga aku sempat celingukan sendiri diantara kelompok-kelompok orang yang tak kukenal itu..  Sempat grogi sih.., tapi akhirnya aku bisa cuek, cukup santai menunggu kedatangan anggota rombongan kecilku sambil sesekali membuka percakapan dengan peserta lain dari rombongan besar itu…
Aku senang ketika pada akhirnya aku diperkenalkan dengan teman-teman baru anggota rombongan kecil kami.  Tak seperti kecemasanku, teman-teman baruku ternyata ibu-ibu yang mudah berteman, beragam usia – sebagian besar ibu-ibu muda dan beberapa diantaranya sudah sepuh – dan beragam latar-belakang : Ada ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawati maupun pensiunan.  Namun mereka mempunyai kesamaan yang melegakanku : yaitu mudah berteman, tak keberatan menerima teman baru dengan tidak bersikap ekslusif antara beberapa orang saja.  Itu yang menyebabkan aku merasa diterima dalam kelompok campur baur itu, enjoy menjalani kebersamaan baru itu. Alhamdulillah..😀
Ketika kereta MATARMAJA jurusan Jakarta – Malang tiba, akupun  segera berbaur dengan antrian memasuki satu dari 4 gerbong yang sudah dipesan sebelumnya itu, mendapati kenyataan bahwa 3 orang teman dudukku adalah teman-teman baru itu, bukan Bu Yudi & 2 orang teman lamaku yang juga ikut disana.  Namun kesan pertama perkenalan kami yg hangat  seolah menguatkan hatiku bahwa keadaan akan baik-baik saja, dan ternyata memang begitu.  Kondisi kereta klas ekonomi yang panas (tanpa AC) dengan kursi-kursi yang tidak nyaman, seolah tak begitu menyiksa karena suasana akrab dengan guyonan yang tak henti terlontar dari masing-masing kami, menyemarakkan perjalanan sekitar 10 jam itu😀
Ada suatu kejadian yang melengkapi pengalaman baru yang kunikmati pada perjalanan kemarin itu.  Agak tragis sebenarnya.  Pada saat kereta kami sampai di Desa Ngunut (sebelum masuk Blitar) sekitar sesaat setelah subuh, tiba-tiba kereta mengerem dengan mendadak, terasa benturan dan sedikit nggrenjel (seolah melindas sesuatu), melambat, lalu akhirnya berhenti.  Penumpang gaduh ketika ada yg berseru bahwa kereta menabrak orang, dan mereka bergegas turun untuk melihat benar-tidaknya.
Ternyata memang kereta kami melindas seorang laki-laki ! :(  Innalillahi wa inailaihi rajiuun…
Aku tak akan memerinci kondisi jenazah itu, karena selain itu sesuatu hal yang benar-benar  memualkan, juga karena aku tak ikut serta melihat langsung kondisinya.  Namun banyak saksi mata yang menceritakan secara terperinci kondisi korban itu . Ihh…
Singkat kata, perjalanan kami tertunda beberapa waktu, sementara para petugas mengevakuasi korban, untuk kemudian membawanya di gerbong paling belakang.. *ihh lagi..*, lalu perjalanan dilanjutkan lagi hingga akhirnya kami sampai di stasiun Blitar sekitar jam 6.30 WIB.  Memang baru kali ini aku ada di suatu kendaraan yg terlibat kecelakaan..semoga gak akan terjadi lagi ah.. Masih kuingat rasa ngeri & miris dihatiku, rasa kasihan untuk korban, belum lagi was-was karena tertundanya urusan kami, dll..
Itulah kejadian kurang menyenangkan yang mengawali perjalanan 2 malam 1 hari yang kulalui bersama teman-teman baruku kemarin, namun untungnya tak mempengaruhi perjalanan selanjutnya.  Yang akan kuingat terutama adalah bahwa akhir pekan lalu aku mendapat teman-teman baru🙂
Mau tahu ceritaku berkunjung ke Blitar & Kediri ? tunggu tulisan selanjutnya ya..

12 thoughts on “Antara Pekalongan, Blitar & Kediri (1)

  1. Seru ya Mba Mechta. Jalan-jalan sekakian dapet temen baru. Kadang emang suka makes kalo ga ada yang dikenal. Tapi dengan mengubbh sudut pandang bisa jadi pengalaman menyenangkan. Sayangnya ada kecelakaan itu ya Mba.

    ternyata memang begitu, Dan.. dan itu pengalaman baru yg menyenangkan buatku (minus kecelakaan itu tentunya..)

  2. Innalillahi wa innalilahi rojiun. Kok sampai terlindas ya Mbak..Apakah dia menyeberang atau emang sengaja ya..Semoga arwahnya diterima oleh Alah dan segala sebaikan yg pernah dia lakukan di dunia menghapus semua dosa2nya..

    Dan aku juga paling suka ziarah model rame-rame begini Mbak. Ibu2 kalau sudah ngumpul, kenal gak kenal bawaannya rame mulu🙂

    ada perkiraan disengaja mbak..soalnya tidak ada perlintasan disekitar tempat kejadian dan sepedanya tersender jauh dari rel.. yah tapi cuma Allah yg tahu sebenarnya… iya mbak, ternyata pergi rame2 gitu seru ya mbak…nambah kenalan juga🙂

  3. Innalillahi, berasa ya mbak sewaktu melindasnya

    iya..berasa mak grenjel gitu..ih, mrinding kalau ingat itu..

  4. ada yang ketelindes kereta, mba?
    menakutkan sekaliiii?😦

    ziarah kemana aja, mba?

    cuma ke makam Soekarno, selebihnya jalan2 ke G. Kelud & ..belanja..hehe…

  5. seram juga mbak dengar ceritanya
    oh ya mbak,
    saya ngadain kontes menulis berhadiah kecil2an nih, infonya bisa dilihat diblog saya.
    Ditunggu partisipasinya ya.🙂

    thanks
    Jun_P.M
    carameninggikanbadancepatalami.blogspot.com

    trims infonya ya…nanti kulihat di tkp deh🙂

  6. waw, 400 orang …, jumlah yg gede banget…, rombongan dari mana aja yah…
    tapi dengan suasana baru, teman baru serasa ikut jadi petualang ya…

    dari pekalongan & sekitarnya mbak…campur dari orangtua, dewasa, remaja hingga anak-anak..🙂 iya mbak..pengalaman baru buat saya…

  7. innalillahi wa inailaihi roji’uunn.. ngeri juga ya mbak kejadian terlindas itu

    Iya Chi..semoga sekali itu saja kualami..😦

  8. Wah..wah.., diawal perjalananya kq ngeri gitu sih Mbak. Semoga saja kelanjutanya diwarnai keceriaan nih cerita..😀

    alhamdulillah..tak berpengaruh pada kelanjutan cerita🙂

  9. Ping-balik: Antara Pekalongan-Blitar-Kediri (2) « Lalang Ungu

  10. Saya sering naik kereta api jeng, terutama waktu di Magelang , Cmahi dan Jakarta. Hanya klasnya beda-beda. Waktu di Magelang dan Cimahi masih kelas ekonomi. Setelah dinas di jakarta dan sekarang lebih suka yang pakai ac, maklum sudah sepuh.
    Kok nggak singgah ke Surabaya ?

    Salam hangat dari nKota Pahlawan

    saya beberapa kali juga Dhe..tapi seringnya jarak pendek 1-2 jam saja… wekdale mepet, Dhe…insya Allah sanes wekdal..🙂

  11. innalillahi wa inna ilaihi rojiuun……..

    travelling yg mengesankan juga agak mengenaskan krn kejadian tersebut ya Mechta….😦
    salam

    iya Bunda, baru sekali itu mengalami..dan mudah2an utk yg terakhir kali..🙂

  12. Ping-balik: Naik Kereta Api, siapa takut…? « Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s