Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Antara Pekalongan-Blitar-Kediri (2)

19 Komentar

Melanjutkan cerita yg kemarin… tentang perjalananku dengan teman-teman baruku, ke Jawa Timur.  Tepatnya ke 2 daerah yaitu Blitar dan Kediri.  Nah.. ini dia cerita tentang beberapa lokasi yg kami kunjungi sesiang itu…
Kami sampai di Stasiun Blitar jam 06.30, terlambat dari jadwal karena ada peristiwa naas sebelumnya di Ngunut.  Alhamdulillah, Bu Rara -teman Bu Yudi yg memfasilitasi kami di sana-sudah standby di area penjemputan, lengkap dengan minibus yg akan membawa kami putar-putar sesiang itu.  Senangnya….mengingat sebagian besar peserta lain masih celingak-celinguk nyari angkot karena kurang baik koordinasinya. Nah, untuk ini kami sangat berterima kasih pada Bu Yudi, leader rombongan kecil kami yg sudah mempersiapkan segala sesuatunya🙂
Dari stasiun kami langsung menuju tempat parkir di sekitar makam Bung Karno yg ada fasilitas kamar mandinya, menggunakan fasilitas KM yg ada di sana untuk menghalau debu dan keringat hasil dari semalaman di KA ekonomi (hehe) dan tentunya sarapan dulu… Seporsi pecel madiun yg nikmat menjadi sumber energi kami pagi itu sebelum berangkat ke tempat tujuan…
Tujuan pertama tentunya ke makam Proklamator Ir. Soekarno yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan sanawetan, Kota Blitar.  Memasuki area makam, pengunjung sudah cukup banyak meskipun hari masih pagi., dan pedagang asongan bunga tabur pun menyambut dengan menawarkan plastik-plastik kecil dagangannya. Pengunjung mendaftar di sebuah ruangan sebelum memasuki bangunan utama makam.
Bangunan utama makam berbentuk Joglo yang diberi nama Astono Mulyo, yang dapat dicapai setelah melewati pintu masuk berbentuk Gapura ala Bali yang menghadap ke arah selatan.  Di tengah Joglo itulah terdapat makam Ir. Soekarno, presiden I negara kita, sebuah makam sederhana dengan batu besar pengganti nisan.  Batu itu bertuliskan “Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden Pertama Republik Indonesia.  Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.”
Oya, aku juga suka dengan lingkungan seputar area makam, terlihat asri dan bersih, tanpa kesan disakralkan atau dikeramatkan.  Taman2nya cantik & hijau, juga perpaduan kolam teratai dengan pilar-pilar tinggi yang menghiasi area yg menghubungkan Joglo makam dengan perpustakaan di sebelah selatan… indah dilihat.  Sayang aku tak sempat mampir ke perpustakaan yg (kalau tak salah) dibangun th 2004 itu, karena sebagian besar anggota rombongan sudah ingin mengakhiri kunjungan :(  Mudah-mudahan dilain kesempatan…
Lokasi yg kami kunjungi berikutnya adalah area Candi Penataran yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok Kab. Blitar.  Konon itu adalah lokasi kompleks candi yg terbesar dan paling terawat di Jawa Timur.  Sayangnya, kami tak jadi memasuki area wisata sejarah itu, hanya melihat dari luar saja.  Alasannya karena aku kalah suara…ibu2 lebih memilih wisata belanja… :(  Padahal setelah kembali kerumah dan sempat melihat-lihat artikel tentang candi itu, aku jadi nyesel sendiri gak ngotot mempengaruhi ibu2 itu kemaren…  Ini dia gambar Candi Penataran yg kupinjam dari tulisan yg ini, yg membuat lokasi wisata sejarah ini tetap kucatat untuk jadi salah satu tujuan saat berkesempatan mampir Blitar lagi…
Dari Desa Penataran itu kamipun melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata alam Gunung Kelud, yang terletak di Kecamatan Ngancar, Kab. Kediri.  Sebenarnya lokasinya ada di perbatasan 3 daerah yaitu Blitar, Kediri  dan Malang sehingga -menurut Bu Rara- sempat dijadikan ‘rebutan’ karena berpotensi wisata besar..
Jalan menuju ke Gunung Kelud cukup memacu adrenalin, naik-turun berkelak-kelok sehingga kadang membuat was-was penumpang, namun juga menyajikan keindahan pemandangan pegunungan berhutan lindung itu.   Oya, konon ada ruas jalan yg bermagnet di jalan menuju Gn. Kelud ini, namun  karena saat itu kami tak mendapat informasi tersebut, kami jadi tidak mengeksplorasi lebih lanjut tentang hal itu.
Udara sejuk menyambut kedatangan kami di pelataran parkir yg luas, setelah menempuh perjalanan naik dari pos pertama tempat membeli tiket masuk Rp. 10.000 / orang. Setelah berfoto2 sebentar diarea parkir itu, kamipun mulai menyusuri area gunung Kelud ini dimulai dengan memasuki sebuah terowongan yang akan membawa kita kebalik bukit, dimana kita bisa memilih akan menaiki 500 tangga menuju gardu pandang atau menuruni jalan yang dulu menuju ke arah kawah (yg sekarang tak ada lagi karena telah muncul Anak Gn. Kelud ).
Tentu saja kami tak memilih naik ke gardu pandang itu..mana kuat lutut kami!!! hehe…  Ternyata Gunung Kelud ini memiliki beberapa puncak : puncak kelud, puncak sumbing dan puncak gajah mungkur.  Puncak sumbing dengan bentuk & tekstur bebatuan yg unik menjadi tempat panjat tebing, sedangkan puncak gajah mungkur konon mendapatkan nama itu karena bentukan pegunungan yg menyerupai gajah sedang mungkur ( membelakangi ).  Pemandangan menarik lainnya adalah Anak Gn Kelud, sebutan dari materi vulkanik yg ‘tumbuh’ dari danau kawah Gn. Kelud hasil erupsi th 2007 lalu.
Oya, ada juga Mata Air Panas Gn. Kelud yang dapat didatangi dengan menuruni kurang lebih 1000 anak tangga, namun kemarin tidak dapat kami kunjungi karena sedang dalam renovasi :(  Tapi tak apalah…cukup puas kami berjalan-jalan di area wisata alam ini, tentunya dengan tak membuang kesempatan bernarsis ria! haha… teteup..🙂
Puas menikmati sejuknya lereng Gn. Kelud ini, kami pun meninggalkan lokasi itu, menuju pusat kota Kediri, apalagi kalau bukan untuk berburu oleh2… ;)  Tahu takwa, kerupuk tahu, getuk pisang, madu mongso, itu antara lain makanan yang kami pilih sebagai buah tangan, ada pula teman-teman yang membeli buah-buahan yaitu mangga dan belimbing madu.
Waktu semakin sore, kami mampir di rumah Bu Rara untuk menyegarkan diri sambil mengemas barang bawaan. Kemudian sesaat sebelum magrib telah siap di stasiun Kediri, untuk selanjutnya jam 7 telah bergabung  kembali di kereta Matarmaja, dengan rekan2 rombongan lain yg start dari Stasiun Blitar sore harinya, menuju ke kota kami tercinta…
Begitulah cerita perjalanan super singkat yg kulalui akhir pekan kemarin, menyenangkan dan penuh kesan,  antara Pekalongan-Blitar-Kediri, tak hanya kudapatkan pengalaman baru..namun juga kutemui teman-teman baru (yang langsung merancang akan jalan bersama ke Malang pada akhir th nanti, hehe..).
Sungguh menyenangkan, terima kasih Ya Allah… 😀

19 thoughts on “Antara Pekalongan-Blitar-Kediri (2)

  1. Daerahnya bagus-bagus Mba Mechta. Saya orang Jawa Timur aseli tapi malah belom pernah ke tempat-tempat yang dikunjungi Mba Mechta ini. Btw Ibu-ibunya seru banget ya. Malahhn udah ngerencanain buat akhir tahun. Hihihi..

    iya..ternyata ibu2 heboh kami2 ini..haha… hore..ngalahin org Jatim aseli nih🙂

  2. Sebagai arek Jatim saya malah belum pernah ke G.Kelud dan lain2 jeng
    terima kasih reportasenya
    Kok nggak singgah ke Galaxi ?
    Salam hangat dari Surabaya

    seandainya waktunya lebih longgar, diusahain sowan Pakdhe-Budhe di Galaxi..etapi bukannya Pakdhe tindakan ya kemarin itu? hehe…

  3. Denger Candi Penataran cuma di serial radio dulu hehe. Lom pernah ke Blitar euy, semoga kapan2 kesampaian…trims🙂

    serial yg mana tuuh..saur sepuh kah? haha… semoga sempat mampir sana juga nantinya ya..

  4. Waah perjalanan yang menyenangkan ya..
    dari tadi aku mlototin poto..
    yang manakah gerangan sosok Mechta..

    haha…ga keliatan Nchie..paling gelap sih..😀

  5. aku pernah merasakan gunung kelud yang waktu itu meletus tuh mbak dikereta mataremaja waktu kelas 4 SD dulu

    waaah… gimana tuh ceritanya? ayo2 diceritain lagi ya..🙂

  6. itu gapuranya seperti pintu masuk polda bali😀
    keren ya..😀

    mungkin karena beliau berdarah bali juga ya?🙂

  7. enaknya bisa jalan jalan mbak

    alhamdulillah saya sudah pernah ke kelud, bahkan menaiki gunungnya waktu masih pramuka di SMA dulu

    memang bagus tapi dingin banget di sana

    waah..kemping sisana? pasti asyik ya… dingin juga pastinya.. lha wong2 siang2 kemarin saja anginnya terasa sejuk kok…

  8. itu terowongannya nembus bukit jadinya ya.. Seru tp kl sy kayaknya rada merinding.. hihihi..

    gak terlalu panjang kok, ada lampunya juga dibeberapa tempat…tapi klo sendiri memang mrinding juga..haha…

  9. Daerah Paling timur yang pernah saya datangi baru Pati, itupun hanya singgal belasan jam, belum sempat merambah ke daerah Jawa Timur. Semoga satu saat nanti bisa ke sana, dengan alasan dan tujuan yang saya belum tahu. Amin.

    saya ke blitar-kediri itu juga dalam hitungan jam saja, mas..hehe… iya, semoga suatu saat bisa ke Jatim ya.. misalnya kopdar sama Pakdhe gitu..hehe… Trims sdh singgah disini🙂

  10. jadi ingat pengalaman kekelud Mbak, naik tangganya bikin napas terasa berat eheheee

    waah..hebat dong… eh, apa bener anak tangganya ada 500? *yen kober ngitung..hehe..*

  11. Sesuatu Pemandangan yang sangat bagus ya

    begitulah🙂

  12. Wah….asyik banget perjalanannya mba, seru dan heboh ya…? Liputannya lengkap dan bikin pengeeeen kesana ih… trims atas liputannya mba…:)

    perjalanan dengan ibu2 gaul…full ketawa, mbak… Trims juga sdh mampir disini ya mbak Alaika..

  13. Walau judulnya ziarah, bagian jalan-jalannya keren Mbak Mechta..
    Dan itu juga yg bikin aku kadang suka sebel jalan dengan rombongan ibu-ibu, mereka lebih suka belanja ketimbang melihat peninggalan sejarah..Tapi sedikit saja sebalnya sebab jalan barang mereka menyenangkan gara-gara ful ketawa..

    ziarahnya cuma 1 lokasi mbak Evi, selebihnya jalan2… tapi rombongan lain ada yg full seharian itru hanya di makam Bung Karno lho… Iya, sebel dikit tapi banyak ketawa-ketiwinya..haha…

  14. Traveling memang selalu menyenangkan ya Auntie…
    *jadi kepengen jalan2*

    hayu atuh Orin..jalan2 lagi..trus ditulis biar yg lain dpt inspirasi tempat jalan baru..hehe…

  15. membaca reportase perjalananmu, bunda seolah ikutan lan jalan bersamamu, Mechta
    luar biasa menyenangkan yaaa……….🙂
    life is really beautiful ….. moment by moment🙂
    salam

    semoga suatu saat bisa jalan2 bersama ya Bunda.. Insya Allah…🙂

  16. Ping-balik: Wisata Belanja Berdimensi Kelokalan | makanenak.info

  17. Jadi pengen mampir, mbak Mechta.. ngeri ngeri sedap gitu

    saat Gn Kelud sedang anteng beristirahat…pemandangan di sana cantik lho mbak…katanya dari atas ratusan anak tangga itu, pemandangannya lbh OK lagi, hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s