Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Yang di nanti…

10 Komentar

HUJAN BULAN JUNI

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

***

Untaian kata indah karya Sapardi Djoko Damono ini selalu muncul dalam ingatanku ketika banyak yang membicarakan / menuliskan tentang hujan…

Bulan Juni sudah lama berlalu, Oktober sudah lewat tengah bulan… namun sebagian bumi masih kerontang dan panas meraja meresahkan banyak jiwa…

Semoga rahmat Allah yang selalu dinanti dikala kemarau panjang ini akan segera hadir : membasahi bumi, mengusir gerah, menyejukkan hati… Aamiin ..

10 thoughts on “Yang di nanti…

  1. Yang di nanti sudah turun di Jogja, kemarin hujan lebat sekali semalaman.

    alhamdulillah klo begitu… di Pekalongan semalam juga hujan tapi cuma sebentar..ngayem-ayemi mungkin, hehe…

  2. Untaian kata yang cukup bagus..

    begitu ya… aku suka puisi SDD yg ini dan yg AKU INGIN…

  3. Kepiawaian SDD luar biasa ya Jeng, tak ada bosannya menikmatinya. Dari karyanya kita belajar memateri kekuatan kata ya. Selamat berkarya Jeng.

    nggih bu…membuat kita terus berusaha untuk mampu juga merangkai kata, meskipun hasilnya masih jauuuh dari sempurna, hehe… Selamat berkarya pula, Ibu..

  4. Amiiinn.. Semoga hujan segera turun Mba Mechta. Ibu di Surabaya juga tiap hari cerita di Surabaya panas banget karena belom hujan…

    waah..apalagi Suranaya ya… hm, jadi ingat tulisan Niar yg hot potato potato itu.. hehe…

  5. dulu waktu sekolah SD kayanya kalau sudah memasuki bulan beakhiran ber pasti musim hujan ya skerang kok masih panas begini

    mungkin penanggalan tani juga sudah berubah Jeng..semrawut gini, hehe…

  6. aamiin. di denpasar juga baru sekali hujan, itupun cuman gerimis😀

    sama dg Pekalongan..hehe..

  7. Sudah seminggu ini, Oktober di Serpong kuyup Mbak Mechta..Besar sekali hujannya, sampai lupa deh gimana rasanya kering kerontang kemarin..Karena air cepat saja naik ke jalanan🙂

    waah..alhamdulillah yg dinanti sdh sering berkunjung ya.. mudah2an tetap dalam batas yg bisa diterima ya mbak..hehe..

  8. Saleum,
    Hujan kerap menghadirkan berbagai perasaan. Namun jika sudah keseringan hujan seperti dikampungku, akhirnya jadi umpatan. hehehe… manusia memang begitu.

    manusia memang susah dipuaskan… begitu ya? hehe…

  9. sy lagi kangen ujan sp saat ini.. masih jarang sekali turunnya

    rupanya..hujan benar2 belum merata ya… masih dikangeni di banyak tempat, sementara di beberapa tempat lain sudah mulai diumpat.. hehe..

  10. alhamdulillah, di tangerang sudah mulai dikunjungi hujan, walaupun tidak setiap hari, Mechta🙂
    salam

    syukurlah..sdh mulai basah bumi Tangerang ya Bunda… semoga kian menyejukkan hati🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s