Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

SUSU

19 Komentar

Apakah anda penikmat susu, atau justru termasuk yang anti terhadap unsur pelengkap dari “4 Sehat 5 Sempurna” itu ?
Memang, seolah sudah ‘tertanam’ di benak kita, bahwa susu sangatlah penting dalam asupan gizi kita sehari-hari.  Tidak hanya pada usia pertumbuhan, namun juga di usia dewasa hingga lanjut usia.  Namun kemarin, sempat menemukan bahasan singkat tentang susu di salah satu FB teman.  Ini dia kutipannya :
[SUSU BUKAN MINUMAN IBU HAMIL] Dikutip sesuai aslinya dari buku Sehat Sejati yang Kodrati, Dr. Tan Shot Yen, M.Hum
“… Susu bukan minuman ibu hamil. Susu adalah tradisi negeri asing yang dibawa perusahaan asing dan menjadikan kita terasing dari alam. Susu yang layak dikonsumsi manusia adalah ASI, hingga usia 2 tahun. Bangsa kita di jaman penjajahan tidak mengenal susu, namun ibu-ibu jaman itu justru air susunya deras bahkan bisa menyusui anaknya yang ke-8! Protein komplet diperoleh dari variasi makanan dalam lauk sehari-hari.
… Makan sehari hingga 5 kali bukanlah dosa. Anda tidak akan jadi gemuk berlebihan, asal paham apa yang dimakan. Buang cemilan yang hanya mengandung gula dan rasa gurih seperti donat, kue, biskuit (walaupun ‘gandum’ tapi toh tepung juga), apalagi es krim. …”
ULASAN WIED HARRY:
Kesimpulan saya, susu sapi hanya untuk anak sapi. Jika pun kita perlu (dan hanya jika perlu!) menambahkan susu ke dalam “makanan senang-senang” seperti puding, itu pasti murni hanya untuk kesenangan lidah – bukan dengan maksud untuk diambil manfaat sehatnya.
Selain produk olahan – yang sudah jauh dari kandungan alaminya, sehingga perlu tambahan nutrisi sintetis (antara lain vitamin A, vitamin D, omega 3, dll), produk susu sapi mengandung tiga nutrisi utama sekaligus (karbo, protein, lemak) dalam jumlah sama-sama dominan, yang menjadikan susu sulit dicerna.
Manusia ‘wajib’ minum susu Ibu hingga usia 2 tahun, sesudahnya tak perlu kepikiran jika tidak minum susu (sapi). Yang penting, mengonsumsi beragam sumber protein alami, termasuk protein nabati – tentu juga beragam bahan pangan lainnya.
Salam sehat …
***
Kutipan & ulasan diatas bersumber dari FBnya Pak Wied Harry , terimakasih Pak Wied yg telah membei izin untuk share di sini 🙂
Nah, bagaimana pendapatmu, teman?
Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

19 thoughts on “SUSU

  1. saya sekarang sih sedang mencoba untuk tidak mengonsumsi produk susu dan turunannya Mba Mechta.

    kenapa? ada alasan khusus?

  2. Hooo jd bingung… kalau saya yang pasti menghindari susu kedelai, krn hrs diet kedelai #gaknyambung

    kalau bingung jongkok..hehe… oya, lg pantang kedelai?

  3. Waahh berhubung suami kerja di produk Susu..
    Setiap saat selalu di cekokin susu, free product ..
    Berasa selalu sehat..
    Dan rasanya ada yang kurang, jika belom meminumnya..
    Sampai Eneg..!!

    biar eneg krn sudah kebiasaan jadi gak kapok ya Nchie..hehe… suegerr 🙂

    • kalo aku, walau tidak punya kerabat di perusahaan susu, udah terlanjur senang tuh mba Mechta, minum susu setiap hari. Kalo belum kena susu, perasaaan belum sehat deh. haha, sugesti banget yaaa? 🙂

      trims for share yaaa

      hasil didikan dari kecil yg nancep terus ya mbak Alaika… trims kembali…

    • Waaaaaaaaaah, minta dong, Teh.
      #suka yang geratisan. 😆

      kata Nchie…ambil ndiri, Idah..hehe…

  4. Betul Mbak Mechta, susu sapi buat anak sapi..Namun kita merampasnya dan memberikan pada anak kita..Sementara air susu kita dibiarkan habis dan menyurut kepada alam. Aku termasuk yg menyesal, cuma menyusui 6 blan, mengikuti aturan minimal pemberian asi hehehe…

    meski cuma 6 bulan Insya Allah sdh berdampak positif ya mbak… masih banyak juga yg blom mengikuti yg minimal sekalipun 😦

  5. saya gak doyan susu dari kecil mbak
    baik susu ibu maupun susu kaleng
    akhirnya dikasi air tajin doang
    tapi yaaa alhamdulillah sehat aja sampai hari ini

    samaaa…aq juga ga doyan susu dari kecil, tp karena osteo katanya mesti nambah susu..jadi deh maksain diri, meski hanya yg coklat saja…haha…

  6. waktu aku hamil pertama minu susu maunya2 itu juga susu uht rasa coklat, hamil kedua tidak minum susu sama sekali sambil menutup telinga hehehe

    lalu…apakah ada beda yg nyata hasilnya mbak ? *pengen tahu..*

  7. Saya juga nyusu emak, bahkan emak juga memberi susu kepada anak tetangga sehingga anak itu menjadi saudara sesusuanku
    Saya kebetulan kurang suka minum susu, apalagi yang putih. Biasanya tak wur-wuri kopi atau cream.
    Terima kasih susunya jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    wah..jd nambah sodara ya Pakdhe… saya juga kurang suka yg putih, Dhe… 🙂

  8. susu sapi, sapinya nyusu….peace te 😀

    hayoo… klo mas Aiz sukanya nyusu sapi tooo 😉

  9. Susu sapi buat anak sapi?
    Waaah, padahal ponakan2 saya minum susu SGM tuh, mba. 🙂

    Kalau untuk susu sapi, aku jarang mengkonsumsi, mba.
    Aku lebih suka air putih, lebih seger.
    5 Sempurnanya ya dengan air putih. 🙂

    Tapi kalau SULE, aku sering minum. Susu kedele. 😆

    haha…anak2 sapinya kalah bersaing sama anak2 manusia… SULE sekarang ada aneka rasa juga ya, Idah suka yg apa, yg plain atau yg rasa vanila? *halah…malah jd makelar SULE, hehe*

  10. kl sy kebalikannya, mala suka dengan susu.. apalagi susu uht 😀

    jadi g akan osteo spt saya..hehe…

  11. aku suka susu UHT,, sma kaya mbak Myra,,
    biasanya aku beli yang besar sekalian..
    terutama yang Vanila,, nggak suka yg coklat og..

    #sopo sing takon jal? bhaha

    susu buat Busui ya? 🙂 … klo aq lbh suka yg coklat krna lbh tdk terasa susunya… *siapa jg yg nanya ? hehe*

  12. Tidak mengapa kita minum susu, selama itu halal dan thayib. Rasulullah SAW dalam kehidupannya juga minum susu domba, malah langsung dari perahan. Kalo untuk bayi sih, ASI tetap harga mati… tapi kalo bayi yang tidak punya orang tua??????????? Atau ibu yang bermasalah dengan prodoksi ASInya??????????? Apa mau diminumi air tajin terus… Harusnya tidak boleh 100% susu sapi dilarang kecuali ada alternatif lain yang lebih aman.

    tidak ada larangan itu kok…. masing2 bisa mengambil yg paling bermanfaat sesuai kebutuhannya, bukan?

  13. bagaimanapun tetap ASI yang juara ya Mechta
    dan, sepertinya susu sapi juga baik utk dikonsumsi dengan macam2 tambahan seperti yg tertulis diatas …
    kembali pd pilhan masing2 orang utk ikut mengonsumsi susu sapi atau tidak , begitu khan ya ? 🙂
    salam

    setuju, Bunda.. kembali ke pilihan masing2 🙂

  14. Kalau susuh coklat sepertinya lebih nikmat bagi ku dari pada susu warna putih Mba.

    Sukses selalu

    Salam Wisata

    sama denganku mas..hehe… lbh suka yg coklat drpd yg putih…

  15. seperti biasa, aku moody-an auntie, kadang tiap hari minum susu (UHT) tapi berbulan2 ga kepengen susu, gitu deh hihihihi…
    kata mamah aku ASInya cuma smp 10 bulan 😦 tapi keknya sih sehat2 aja deh, terlalu ‘sehat’ malah hahahahaha

    minimal kan 6 bulan say…berarti sdh lebih dari minimal kan…dan pasti bermanfaat, buktinya tetep sehat kan? hehe…

  16. Ping-balik: One Lovely Blog Award Nomination | JNYnita's Treasures

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s