Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Dendam positif

11 Komentar

Dendam, biasa di definisikan sebagai berkeinginan keras untuk membalas.  Dan kedendaman adalah kata benda  yang berarti perasaan dendam terhadap seseorang / sesuatu.  Itu adalah pengertian-pengertian yang ada dalam kamus ataupun yang seringkali kita temui sehari-hari, yang biasanya kita beri ‘cap’ / ‘stempel’  sebagai hal yang negatif.

Tapi, seorang temanku -sebut saja si A- tidak setuju bahwa semua dendam itu negatif.  Menurutnya, ada juga bentuk / rasa dendam yang positif.  Dendam yg bagaimana pula itu?  Dia menjelaskan dengan mencontohkan kondisi salah seorang kenalan kami -sebut saja Pak B – yang menurutnya telah menjalankan dendam positif dalam hidupnya.

Pak B terlahir sebagai anak sulung dari keluarga petani sederhana, yang sepanjang masa kecil, remaja hingga awal masa dewasanya sangatlah akrab dengan kehidupan yang keras.  Sejak lepas SMP, ia harus mencari biaya sendiri untuk dapat meneruskan sekolahnya, antara lain dengan menjadi buruh bangunan maupun pekerjaan kasar lainnya.  Selepas SMA ia  sempat menjadi sopir angkot sekitar 2 tahunan, sebelum akhirnya diterima sebagai karyawan rendah di sebuah BUMN, itupun menggunakan ijazah SD-nya.

Tapi dia memang seorang yang ulet, setelah kondisi keuangannya cukup memungkinkan, ia bekerja sambil kuliah bahkan hingga selesai S2.  Selain itu, ia pun mencoba berbagai macam kesempatan bisnis hingga akhirnya penghasilannya di BUMN itu terlampaui oleh penghasilannya dari bisnis-bisnis yang ditekuninya.  Dan ia tidak berhenti sampai disana.

Ia masih terus ‘bergerak’ .  Bersama rekan-rekannya ia mendirikan suatu lembaga pendidikan, khususnya yang memberi kesempatan kepada para pegawai untuk tetap dapat melanjutkan jenjang pendidikannya, baik itu S1 maupun S2.  Ia membagi waktu dan perhatiannya di beberapa tempat kerja sekaligus, yang seringkali membuat kami ‘geleng-geleng kepala’ .

Dan apa yg membuatnya seperti itu?

Aku tidak mau anak-anakku maupun anak-anak muda di sekitarku, merasakan kepahitan sebagaimana yang kami alami dulu…

Itulah kalimat seringkali diucapkannya, yang membuat teman kami -si A- menyimpulkan bahwa Pak B merasa dendam dengan kemiskinan yang pernah dideritanya, namun kedendaman itu memacunya untuk  bekerja sangat keras agar tak hanya terlepas dari kemiskinan itu namun juga memastikan anak-anaknya tak mengalami penderitaan yang sama.  Itulah yang si A maksud dengan dendam positif.

Bagaimana pendapatmu, teman… apakah memang ada yg disebut dendam positif itu ?

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

11 thoughts on “Dendam positif

  1. Sebenarnya itu bukan dendam tho jeng tetapi lebih bersifat keinginan untuk memperbaiki diri yang kuat. Tapi kalau mau diberi label “dendam positif” ya tak dilarang oleh undang-undang.
    Kan ada “iri positif” ya, iri kepada orang kaya yang menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah dan iri kepada orang berilmu yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain.

    Terima kasih atas motivasinya
    Salam hangat dari Surabaya

    sebenarnya apa istilahnya tak begitu penting, Ya Pakdhe.. yg penting apakah itu berdampak positif / negatif … hehe… Salam tak kalah hangat dari Kota Batik.. 🙂

  2. bukannya dilarang mendendam ya 🙂 mungkin itu beda ya bukan dendam kalau positif

    jadi..klo dendam pasti negatif ya..berarti tak ada tuh yg namanya dendam positif? 🙂

  3. kalau denger kata dendam ya konotasinya udah negatif mbak, dan kalau melihat kasus di atas.. saya sependapat dengan PakDhe 😀

    apa kabar mbak lama saya nggak mampir ni 🙂

    jadii..harus pake sebutan lain krna bukan hal negatif, gitu ya Ne ?
    alhamdulillah baik Ne..maaf jg blom sempat main2 lagi ke sana 🙂

  4. tp sy juga sering denger istilah “dendam positif” sih.. Yah mungkin intinya gak mau kejadian pait yg dulu sp terulang lagi seingga harus berusaha sebaik2nya utk merubah keadaan kali ya..

    klo aq biasanya dengar dendam tuh hampir pasti dikaitkan dengan hal negatif siih..hehe…

  5. dendam tu konotasinya negatif yaa mba’yu….
    nah klo dendam positif….perpaduan positif negatif… hhh 😀

    Jadi… boleh gak tuh klo diperpadukan + & – begituu? *padahal klo di matematika : + & – jadinya – ya… lha klo – & – malah jadinya + * haha…tambah lier…

  6. Dendam positifnya berupa ikhtiar ya, mba? 🙂

    Saya suka kalau ada yang dendam semacam ini. Pertama memang terlihat iri, tapi karena berusaha secara maksimal dan halal, jadi bisa duduk dengan nyaman. 🙂

    mungkin ini bisa dibilang suatu hal negatif yg akhirnya membuahkan hal positif..hehe…

  7. dendam positif yang bikin motivasi untuk maju
    hebat euy si bapak, usaha dan keeja kerasnya bawa hasil dan inspirasi untuk orang lain

    akibat ‘dendam’ itu..meskipun menurut kami2 beliau dah berhasil…teteeep saja dia sibuk cari uang..hehe…

  8. Betul Mbak Mechta, dendam itu netral, sebuah perangkat yang diberikan Allah agar kita berubah. Tergantung pilihan kita akhirnya, mau mengambil negatifnya yang berarti, iri dan dengki atau sakit hati. Atau mengambilnya sebagai umpan, untuk memecut semangat kita untuk berusaha..Jadi kalau mau dendam, pilih yang positif ya Mbak 🙂

    kalau istilahnya masih diperdebatkan..yg penting kita contoh usaha kerasnya saja ya mbak..hehe…

  9. Keteladanan luar biasa Jeng, ‘mentas’ dan ‘ngentasake’ sekaligus. Salam

    betul bu…kita teladani saja semangatnya utk mentas & ngentaske itu ya.. 🙂

  10. kalo aku sih lebih setuju kalo dendam itu bersifat negatif..
    tp aku juga pernah mendengar dendam positif.. mungkiin istilahnya dia nggak tau, akhirnya pake istilah dendam.. hehe

    iya, mungkin juga begitu…klo menurutmu, apa istilah yg tepat untuk itu, Noorma?

  11. Kalo semua orang dendamnya kayak si bapak ini, bisa maju banget ya Mba Mechta Indonesia tercinta ini…

    masih bisa diperdebatkan istilahnya Dani..tapi tetep bs dijadikan teladan untuk semangat beliau ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s