Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Empan Papan

11 Komentar

Entah kenapa, tiba-tiba kata itu yang terlintas di benakku siang kemarin, tepatnya adalah kalimat ” sayang… ayu-ayu kok nggak empan papan ” .

Apa itu empan papan dan kenapa pula kalimat itu terlintas di benakku?

Empan papan adalah salah satu istilah dalam bahasa jawa yang kurang lebih artinya adalah tahu menempatkan diri sesuai situasi-kondisiNah, kalau yg membuat kalimat itu muncul di benakku, begini ceritanya… :

Siang kemarin, adalah hari kedua kami mengikuti sebuah pelatihan singkat penyusunan anggaran yang responsif gender, khususnya diikuti oleh para perencana anggaran / kegiatan dari tiap SKPD yang ada di kota kecil kami.  Pada hari pertama, diberikan materi-materi yang melatar-belakangi perlunya kegiatan itu,  definisi istilah-istilah, form-form alat bantu dll, dan pada hari kedua adalah penjelasan teknis cara penyusunan rancangan anggaran yg responsif gender tersebut, dilanjutkan dengan praktek penyusunannya.

Nah, untuk kegiatan praktek penyusunan tersebut, semua peserta telah siap dengan laptop masing-masing.  Kebetulan kegiatan diadakan di ruang pertemuan dengan fasilitas bebas berinternet, sehingga sambil menunggu acara dimulai para peserta pun telah mengaktifkan laptopnya dan sebagian besar diantaranya tentu saja memanfaatkan fasilitas gratisan itu untuk bersilancar bebas di dunia maya… termasuk aku tentunya… 🙂

Ketika kemudian acara dimulai dan fasilitator sudah mulai memberikan materi, otomatis tampilan di layar-layar laptop pun berganti, dengan form rencana anggaran yang akan kita praktekkan.  Tapi, ternyata tidak semua lho…  Dua orang peserta yang duduk di samping kiriku tetap sibuk dengan tampilan FB di layar laptop mereka!

Dan ‘sedihnya’… itu mereka lakukan sepanjang pelatihan siang itu! Mereka sama sekali tak mengacuhkan sang fasilitator yg sibuk membagi ilmunya, mereka sibuk sendiri membalas komen maupun chatting, dan sesekali diskusi berdua membahas asesori apa yg akan mereka pesan secara online 😦

Ketika seorang peserta lain menanyakan pada cah ayu di sebelah kiriku kenapa dia nggak membuat tugas itu, dengan enteng dia menjawab, ” nggak mudeng… ‘ntar aja di rumah..”   Ealaaah…gimana mau mudeng kalau mereka asyik sendiri begitu ???

Perilaku mereka itu membuatku tertarik mengamati dan menemukan bahwa mereka masih muda-muda (mungkin baru 1-2 th dinas), cantik -cantik dengan penampilan khas anak muda… sayang, mereka menyia-nyiakan kesempatan menimba ilmu dan melalaikan tugas… kurang bisa menempatkan diri dan bertindak sesuai situasi – kondisi.  Wis, pokoke ora empan papan blas!

Menurutku, itu patut disayangkan… 😦

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

11 thoughts on “Empan Papan

  1. betul , sayang sekali tidak memanfaatkan waktu yang ada ya, dari muda harusnya lebih giat 🙂

    itulah… padahal diantara peserta banyak yg lebih berumur, namun tetep serius mengikuti pelatihan itu…

  2. Sayang benar padahal sudah diberi kesempatan untuk mendapatkan ilmu… tapi tidak digunakan dengan semestinya… paling nanti juga bingung sendiri dengan tugasnya itu… :d

    yaah..coba deh nanti saat asistensi kulihat lagi…bgmana hasil PRnya.. 🙂

  3. Mungkin dari rumah niatnya memang hanya ingin dolan saja…

    mungkin niatnya sekedar menggugurkan kewajiban (memenuhi undangan) saja..hehe…

  4. cape dehhh…pdhl yg spt itu ga usah diajakin pelatihan segala auntie, pasti banyak yg betul2 kepengen belajar kan ya 😦

    semua ditugaskan dari dinas masing2 Rin..sesuai job-nya, jd mungkin menurut dia kalau sdh absen ya sdh menjalankan tugas dari atasannya..hehe…

  5. Sayang sekali diajeng, kesempatan berharga menimba ilmu tidak dioptimalkannya. Empan papan bagian dari kecerdasan sikap memilah prioritas dan kepatutan. Selamat terus menimba dan berbagi ilmu Jeng. salam

    ‘kecerdasan sikap memilah prioritas dan kepatutan’ maturnuwun Bu Prih… selalu bisa mendefinisikan dengan kata2 yang pas banget… 🙂 Salam, Ibu…

  6. ya, sayang banget ya mba. Harusnya mereka memanfaatkan kesempatan emas yang diberikan pada mereka. Bukan hanya itu mba, terkadang, mereka hadir di tempat pelatihan hanya mengejar SPPD aja, tanpa keinginan untuk menyerap materi yang diajarkan dan berkontribusi pada SKPDnya akan ilmu yang diajarkan itu…. sungguh sayang beribu sayang.

    begitulah mbak…sungguh sangat disayangkan 😦

  7. Klo gak mudeng dan ga ngikutin pelatihan, apa gak nantinya mereka itu ngasal dlm bekerja..
    sayang bgt yah bund..

    entahlah Mel… ada yg salah dalam penentuan prioritas mereka 😦

  8. Wahhh,.. eman2 yo mbak, gak semua orang bisa ikut pelatihan gitu. mreka yang bisa ikut malah menyia2kan,…

    eman-eman sekali… padahal mereka akan jadi penerus nantinya… yah..semoga saja segera sadar mereka..

  9. dr cara jawabnya aja kok udah terkesan nyepelein bgt ya mbak.. sayang bgt dhl masih muda

    sayang sekali…padahal disekitarnya banyak peserta yg jauh sudah senior & tetep serius…kok ga ngrasa malu…gitu lho…

  10. Aih, mestinya dilaporin aja Mba Mechta. Soalnya mereka di sana kan demi tugas negara ya. Sangat disayangkan Mba Mechta kelakuan mereka.

    bukan kapasitasku disitu utk ngelaporin mereka coz mereka tak merugikan peserta lain… kecuali kalau aq sedang bertugas jadi tutornya..hehe…

  11. aakh, sayangnya….
    kesempatan yg mereka dapat bukannya dimaksimalkan.
    padahal khan masih banyak orang lain yg ingin belajar
    ini mereka kok , beruntung dapat kans ini , malah disia2kan …. 😦

    salam

    iya Bunda…asli sampe kesel sendiri ngeliatnya..lha yg sdh mo pensiun saja msh semangat menimba ilmu kok..yg msh kinyis2 malah semangatnya FBan saja..haha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s