Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Tea-walk @ Medini

20 Komentar

Pada liburan 1 Muharam yang diteruskan dengan cuti bersama dan libur akhir pekan kemarin itu, kami berkumpul di rumah keluarga di Semarang untuk mengadakan pengajian dalam rangka khol/ peringatan wafatnya Eyang ( 16 th ) dan Bapak ( 14 tahun ).

Alhamdulillah, acara di tahun ini bisa lengkap diikuti oleh semua anak ibu, sayangnya hanya 1 cucu yang bisa hadir karena keempat cucu lainnya hanya libur 1 hari saja sehingga tak bisa kumpul bersama 😦

Setelah acara selesai -saat kumpul-kumpul- seperti biasa kami bertukar cerita yang banyak berisi nostalgia masa kecil kami.  Diantara banyak kisah itu, ada cerita-cerita keasyikan kemping pramuka yang sering kami (terutama aku & mas-ku ) ikuti semasa SMA, tempat-tempat kemping yang sering kami datangi…hingga entah bagaimana tercetus rencana mendadak untuk mendatangi kembali salah satu tempat itu, pada keesokan harinya.

Perkebunan teh Medini, itu nama tempat perkemahan yang akhirnya menjadi pilihan untuk kami datangi, karena lokasinya di wilayah Kab. Kendal relatif dekat dari rumah kami.  Awalnya kami akan berboncengan motor saja, namun kemudian si Eyang kok ingin ikut, demikian juga salah satu mbakku dan suaminya, sementara kakak sulungku & adikku serta istrinya tak bisa ikut karena harus pulang pagi-pagi ke kota masing-masing.

Begitulah, akhirnya pada Jum’at pagi -setelah nyekar ke makam Almh. Eyang & Alm. Bapak, serta mengantar mbakku  sulung ke pemberhentian bus yang akan membawanya pulang ke Yogja- kami berlima pun meluncur menuju lokasi perkebunan teh dengan lokasi ketinggian 1500 DPL di lereng Gunung Ungaran itu.

Setelah perjalanan  sekitar 1,5 jam dari Semarang, menuju ke arah Gunungpati lalu kearah Nglimut Boja, melewati Gonoharjo yang ada pemandian air panasnya itu, terus saja melalui jalan perkampungan ke arah Desa Promasan (pos terakhir sebelum puncak Gn. Ungaran ), sampailah kami di batas perkebunan teh itu.  Oya, semakin mendekati lokasi, jalan menuju kebun teh ini adalah jalan berbatu (makadam) khas jalan di perkebunan teh, jadi kami menikmati perjalanan relatif perlahan dan bergoncang-goncang…. ah, ingatan kembali lari ke waktu lampau,ketika kami menikmati ‘goyangan’ itu di atas truk pengangkut para pramuka nan ceria 🙂

Ketika lapor pada petugas penjaga pintu masuk perkebunan, saat itu jam menunjukkan pukul 10.15.  Kami dianjurkan untuk tidak langsung berkendara ke Gua Jepang di Promasan itu, namun sebaiknya mobil parkir dulu di dekat mesjid Al Ikhlas sambil menunggu truk pabrik yang mengangkut hasil petikan teh dari perkebunan bagian atas.  Hal itu dikarenakan jalan makadam sempit diantara pepohonan teh itu tidak bisa untuk simpangan 2 mobil dan itu berbahaya!

Si petugas sempat heran juga melihat ibu kami di dalam mobil…” Wah..simbahe yo nderek to..” demikian katanya.  Lhah, memang sih ibu kami yang berusia 76 th dan berperawakan kecil itu seringkali membuat orang salah sangkadan mengira beliau Lansia yang lemah… Hm,belum tahu mereka.. si Eyang ini masih rajin senam Lansia tiap sabtu pagi dan alhamdulillah masih trengginas lho.. 🙂

Nah.. ini dia beberapa foto kenangan kami ketika jalan2 di perkebunan teh Medini – Boja – Kendal, kemarin itu.  Meskipun siang hari dan matahari juga tak pelit dengan sinarnya, tapi suasananya tetep adem…sehingga bahkan Yangti yang sudah sepuh  pun dengan nyaman berkeliling di sana 🙂

Hangatnya sinar mentari berpadu dengan sejuknya angin di kebun teh siang itu…

Kombinasi hijau-biru yang menyejukkan hati…

Pose-pose di Kebun Teh Medini

Biarpun sudah sepuh… Yangti tak kalah semangat dg putra-putrinya lho….

Nikmati juga sedapnya teh hangat & cantiknya si putih mungil bunga teh

Sebenarnya, di lokasi ini tidak hanya hamparan kebun teh dan hawa sejuk nyaman yang dapat kita nikmati.  Kita dapat memilih beberapa tempat lain yang ingin dikunjungi.  Air terjun Curug Lawe adalah salah satu diantaranya, lokasi air terjun ini sebelum perkebunan teh dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Goa Jepang, adalah lokasi lain yang bisa dikunjungi, yang terletak di Desa Promasan, bagian perkebunan teh yang lebih tinggi dari Medini.  Konon, goa ini dibuat oleh tentara Jepang di jaman perang dulu.  Dengan berbekal senter dan berombongan dengan teman-teman, perjalanan memasuki goa ini dapat ditempuh sekitar 15 menit.

Pada kunjungan kami kemarin itu,kami hanya berjalan-jalan di antara pohon2 teh di sekitar camping ground Medini itu saja, tidak ke lokasi air terjun maupun goa jepang. Untuk teman yang penasaran, bisa melihat di sini.

Semoga lain kali bisa ke sana lagi ah, terutama ke Air Terjun Curug Lawe itu… Ada yang mau ikut?  🙂

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

20 thoughts on “Tea-walk @ Medini

  1. wah, bagus banget nih mbak mechta kebun tehnya

    saya pernah ke PT Sido Muncul yang ada di Ungaran mbak, jauh nggak mbak dari situ???

    meskipun ini di lereng ungaran, tapi klo dari Ungaran ‘kota’nya ya agak jauh karena ini lebih dekat ke Boja -Kendalnya…

    • wah, ternyata masih jauh ya mbak dari Ungaran kota, terima kasih mbak referensi tempat liburannya, kayaknya sejuk banget ya disana, hehe

      silahkan lihat link yg terakhir itu…info nya lebih lengkap di sana 🙂

  2. Modis amat yangti-nyaaaa!!!

    ah..maca ciiih ??!! hehe…

  3. pemandangannya indah , dah lama gak jalan2, jadi gatel nih kaki xixixi
    senang ya mbak bisa jalan2 sama keluarga …
    pajang lagi mbak fotonya, yang lucu2 pasti ada kaaan hehehe

    alhamdulillah Ni… klo ga direncanain malah bisa kumpul..giliran direncanain nemen2 malah adaa..aja yg alangan, hehe… eh..yg dipajang yg aman2 saja lah..yg lucu2 buat konsumsi sendiri..hehe…

  4. Bisa membuat acara seperti ini bersama keluarga komplit tentu menyenangkan ya jeng
    mana sih peampakan pemilik blog ? Bagi donk
    Di kampung saya jarang ada yang menyelenggarakan khol/haul ?
    Salam hangat dari Surabaya

    alhamdulillah Pakdhe.. jaraaang banget bisa ngumpul kumplit kaya kemarin… tuh waktu jalan2 saja sdh gak kumplit lagi..hehe… pemilik blog bagian moto2 saja kok Dhe… 🙂
    eh.. mungkin sebutannya saja yg beda ya Pakdhe.. peringatan tiap tahun wafatnya anggota keluarga… Salam kebul2 dari Kota Batik, Pakdhe..

  5. aku bisa nebak tuh segelas teh hangatnya pasti manis ya hehehe. kalau kebiasaan aku disini teh hangat tanpa gula

    teh hangat tanpa gula? naah…itu yg aku blom bisa… etapi gulanya dikiiit kok…hehe.. *ngeles*.. waktu lihat seduhan teh penjualnya agak geli Jeng…ternyata isi tekonya adalah dedaunan teh dikemas dalam kantong plastik yg dilubangi kecil2…trus diseduh air panas…haha… asli sepetnya! 🙂

  6. Asyik jalan-jalan nostalgia…Senang deh lihat bundanya Mbak Mechta masih sehat dan bisa ikut jalan-jalan begini. Semoga beliau diberi kesehatan prima dalam menikmati hari tuanya ya Mbak. Amin

    Aamiin… trimakasih doanya mbak Evi.. 🙂

  7. bunga teh nya cantik, belum pernah lihat…
    asyik ya rencana dadakan malah nisa langsung terlaksana

    itulah ‘aneh’nya keluarga kami mbak… yg ndadak2 malah biasanya lancar..hehe…

  8. wah..
    asyik acara jalan jalan nya mba…

    pengen juga sih, tapi sekarang lagi musim ujan euy *banyak alesan*

    dan Eyang keren banget euy…
    masih kuat ternyata 🙂
    *kagum rada minder*

    hehe…pengennya sih jalan2 sampe korea Erry…apa daya cuma sampe situ doang… yo alhamdulillah wis.. 🙂 iya dong… si Eyang hobbynya senam Lansia kok…

  9. medini…
    duh jadi inget duapuluh tahun lalu pernah dapat cewek di sana

    #jadi pengen malu dari rumah pamit pramukaan malah pacaran

    ehm..ehm..nostalgila ya…haha… eh, sama dong tempat pramukaan kita…. jangan2 kita pernah ketemu duapuluhtahunan yg lalu? 🙂

  10. teh ternyata berbunga juga ya mbak.. sy baru tau.. 😀

    saya juga baru memperhatikan itu kemarin..hehe….

  11. Loh Medini tidak terlalu jauh saya belum pernah berkunjung Jeng, catet lagi nih. Acara kumpul keluarga yang selalu menghangatkan ya. salam hormat katur ibunda Jeng Mechta. Salam

    Monggo bu… bisa jadi salah satu alternatif kumpul2..hehe… Maturnuwun salamipun Bu Prih, mangke dalem aturaken ibu…

  12. Sejuk kelihatannya… biasanya saya lewat kebun teh ketika ke banjarnegara, lewat di Tambi itu lho… suasananya juga menyenangkan

    ah ya… kami juga pernah kemah di area perkebunan Tambi itu… yg paling terkenang ya tempe kemulnya hehe…

  13. Huwaaa…Yangti keren banget auntieee….

    Trimakasih sayang… Semoga kelak kita juga akan sekeren beliau di masa tua 🙂

  14. Mbak Nita & mas Walank.. trims sdh menyukai post ini.. 🙂

  15. Mauuuuuuuu…
    Pemandangan yang indah kayak begini, seandainya aja ada di deket rumah saya, pasti tiap hari saya datengin, Mechta. Keren abis!
    Salam hormat kagem ibu nggih, smoga selalu sehat dan bisa jalan-jalan ke banyak tempat.
    Amiiin.

    aamiin… matutrnuwun, mbak Irma… ih..kangeeen 🙂

  16. Ping-balik: Giveaway Senangnya Hatiku : Jalan-jalan keluarga ke Dieng « Lalang Ungu

  17. Ping-balik: Nunut urip | Lalang Ungu

  18. Ping-balik: Ada apa dengannya? | Lalang Ungu

  19. Ping-balik: Agro wisata Pagilaran, Medini dan Kaligua | Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s