Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Beri aku waktu…

13 Komentar

” Kok pesan2 dariku banyak yang ga dibales…. dah bosan ya?”

Itu tulisan yang kubaca ketika kubuka sms darimu barusan, membuatku mengernyit dan mencoba mengingat-ingat, berapa banyak pesan darimu yang belum kubalas…

Ah, maaf…ternyata memang lebih dari satu-dua….khususnya yang terkirim beruntun kemarin-kemarin itu…

Sebenarnya, bukan maksudku mengabaikanmu atau sengaja tak mau membalas pesan-pesan itu…tapi terus terang saja, aku kehabisan kata untuk membalasnya.

Ketika awal-awal kau sampaikan kisahmu, membuncah rasa simpati kurasakan untukmu, membuatku mudah merangkai kata menanggapinya : menenangkanmu, menguatkanmu, dll…

Namun ketika kemudian seolah tak ada habisnya keluhan yang kau ceritakan padaku -berulang-ulang dengan garis besar cerita yang senada- aku benar-benar kehabisan kata untuk menanggapinya.Β  Rasanya sudah kugunakan setiap kosa kata penghiburan untukmu dan aku tak sanggup lagi mengulang-ulang kata-kata itu.

Sungguh…. bukan aku bosan berteman denganmu…. atau tak mau lagi menjadi teman curhatmu, aku hanya sedang meneguhkan hati agar tak tertular rasa pesimismu sambil mencari kosa kata baru yang sekiranya paling tepat untuk menanggapi keluhan terbarumu…

Tolong, beri aku waktu… Insya Allah aku akanΒ  menjadi teman curhat yg lebih baikΒ  untukmu… πŸ™‚

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

13 thoughts on “Beri aku waktu…

  1. bingung ya kalau dicurhati tapi tidak mau mendengarkan saran kita

    mungkin dia cuma cari ‘pendengar’ saja.. tapi lama2 cape juga..hehe…

  2. Bales saja smsnya gini… silakan buka jawaban smsku yang kemarin-kemarin… gitu aja…

    disetting juga biar ga nulis2 lagi ya mas.. hehe… idenya boleh juga.. πŸ™‚

  3. Hehehe..Emang capek berteman dengan tukang pengeluh ya Mbak. Gara-gara yang kayak gini aku kayaknya kehilangan satu teman deh. Tapi biarin deh..aku capek, rasanya terkuras jika terus menerus mendengar tentang keluh-kesahnya…:)

    ah…iya mbak… mungkin benar juga klo ada yg bilang teman pesimis menularkan kepesimisannya..jadi sebaiknya kita berteman dg yg optimis2 saja ya.. haha…

  4. salah kali pesennya pesen pasir, semen…
    haha…

    itulah..padahal ditempatku kan adanya gendeng, seng, dll… hehe…

  5. idem mba…..aq jg sering keabisan kata2….palagi klo menanggapi apa2 yg berbau keluhan gitu πŸ˜€

    walaah..kehabisan juga di situ? padahal aku baru mo kulakan ketempatmu lho Yun.. hehe..

  6. Suka sekali dengan alinea terakhirnya Jeng, virus pesimis lebih cepat menular daripada aura semangat. Beri aku waktu … sungguh tepat, (tersirat juga pesan beri waktu untukmu … pengirim sms tuk menata hati). Salam

    ah… Bu Prih selalu bisa merangkai kata hingga yg sederhana jadi terpulas manis dibuatnya… maturnuwun ibu.. πŸ™‚ Oya, maturnuwun sdh suka tulisan sederhana ini, ibu…

  7. Luapan perasaan yang manis dan dirangkai dengan kalimat-kalimat indah πŸ™‚

    Mechtaaa, saya juga pernah ngerasain dicurhatin dengan masalah yang sama berulang-ulang, awal-awalnya masih semangat menghibur plus membesarkan hati. Tapi lama kelamaan saya juga kok malah ketularan emosi jiwa ya…
    😦

    virus pesimis memang mudah menular ya mbak…makanya kita cepet cape klo denger keluhan terus, hehe…

  8. aku juga bakal diamkan sms begitu…., pasti ceritanya ntar diulang2 deh…
    ya udahlah ke laut aja

    hihi…disabar2kan lama2 mentok juga ya mbak… πŸ™‚

  9. jadi ikutan cape ya kalo dicurhatin hal yg sama dari orang yang sama untuk waktu yang lama.

    iya mbak..cape…jadi mesti istirohat sebentar..hehe…

  10. iyaaa…. sebel sm tipe pengeluh begini ya auntie, kek dia yg paling menderita aja hidupnya *ish…kenapa esmosi begini ya aku* hihihihi

    diamkan saja lah auntie… smbl tetap mendoakan yg terbaik untuknya..

    hihi…ketularan virus itu kali Rin… nggak enak juga klo didiemkan terus, ntar deh klo dah legaan tak hubungi dia lagi..*kalau dia msh mau…hehe*

  11. hedeh…mudah2an aku gak termasuk orang yg curhatnya gak klaar2 , yg akhirnya bikin jengkel dan gemas temanku …. 😦

    dan, curhat yg paling aman dan pastinya gak kenal bosan, hanya pada Sang Pemilik Segalanya ya Mechta
    dan, pasti juga terjamin kerahasiaannya….heheheee…..

    salam

    betul Bunda, hanya DIA yg paling sabaaaar dengan segala keluh kesah ummat-NYA… tapi Bunda, curhatnya Bunda di blog malah menginspirasi saya untuk lebih& lebih bersyukur dalam hidup lho… πŸ™‚

  12. hmm,,sepertinya aku juga pernah ni mbak, mengalami hal tersebut.. πŸ˜€
    tapi sering nggak enak juga sih, ngomong nggak ngomong kayaknya serba salah…
    but, biar orangnya lega, aku dengerin aja ceritanya. hee… πŸ™‚
    salam kenal dari aku, mbak..
    izin tukeran link yaa… πŸ˜‰

    kalau ketemu langsung ya di dengerin, tapi klo tak langsung misalnya via sms gitu jadi bisa diiemin dulu kan? hehe… salam kembali, trims sdh mampir… etapi aq nyasar mo kerumahmu…ada link lain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s