Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Oleh-oleh haji

7 Komentar

Musim haji usai sudah, para jamaah sudah kembali ke rumah masing-masing, disambut haru dan bahagia keluarga dan kerabat, dan tentunya membawa 1001 kenangan selama menjadi tamu Allah…

Di daerah kami, sebelum calon haji berangkat biasanya akan kedatangan tamu baik itu keluarga, sahabat, kerabat, kenalan maupun tetangga.  Semua mendoakan keselamatan, kesehatan, kelancaran & kemudahan menjalankan ibadah haji dan tentunya doa semoga menjadi haji / hajjah mabrur.  Para tamu itupun tak hanya datang melenggang tangan saja, namun biasanya membawa sesuatu entah itu barang ataupun makanan, bisa digunakan sebagai bekal maupun sebagai upaya membantu tuan rumah dalam menyambut tetamu itu.  Tahukah teman, ada yang menyebut kebiasaan itu sebagai ‘ mancal kaji ‘ maksudnya mengantar haji lho… bukan mancal dalam arti menendang.. 😉

Nah, setelah pulang haji, para tamu juga tak kalah banyaknya… Kalau sebelumnya mereka yang mendoakan si calon haji, maka pada kesempatan ini gantian mereka yang nyadhong donga atau mengharap doa dari Sang Haji… Seusai pembacaan doa biasanya dilanjutkan dengan bersama-sama minum air zam-zam yang sudah disediakan dan tentu saja nanggap cerita pengalaman selama beribadah di tanah suci itu.  Kalau sebelum keberangkatan haji yang dihidangkan adalah aneka cemilan yang biasa kita temui di waktu-waktu lain juga, maka setelah kepulangan haji piring-piring / toples-toples yang ada didominasi oleh kurma, kacang arab, kismis, dll 🙂

Dan sebagai ungkapan terima kasih dari tuan rumah, biasanya untuk tamu-tamu dibagikan pula oleh-oleh haji untuk dibawa pulang ke rumah.  Jenis & jumlahnya tentu beragam sesuai dengan kemampuan masing-masing, dan itupun bukan sebuah kewajiban bukan?

oleh2haji

Oya, yang bener tuh ‘oleh-oleh’ atau ‘kenang-kenangan’ haji ya… karena masih ada yg berpendapat bahwa yang namanya oleh-oleh itu kan harusnya dibawa dari tempat yg didatangi, sementara oleh-oleh haji itu biasanya memang sudah dipersiapkan sebelumnya di tanah air.  Tapi, apa salahnya kalau memang begitu? Tak mungkin membawa semua  langsung dari mekah / medinah, bukan? Lagi pula, membeli di sini berarti membantu perekonomian bangsa sendiri..hehe…

Apapun namanya, lihat saja dari keikhlasan pemberiannya : tanda terima kasih & kenang-kenangan untuk handai tolan, begitu bukan ?

Selamat datang kembali, para jamaah haji… Semoga menjadi haji mabrur… Aamiin…

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

7 thoughts on “Oleh-oleh haji

  1. Oleh2 haji sekarang mmg sdh banyak dijual di tanah air. Tapi mnrt saya sih ga ada salahnya kalau membeli di tanah air.
    Kebiasaan/tradisi haji spt itu kdg dekat dgn kesyirikan, sb byk yg beranggapan bahwa haji barulah yang membuat doa mrk terkabul. Padahal doa akan lbh baik bila kita panjatkan sendiri kepada Allah. Sb doa adalah hub pribadi kita kepada Allah.

    iya mbak…sebaiknya lebih kepada menyambut kepulangan mereka dengan rasa syukur dan bukan mengagung-agungkannya ya…

  2. Clingak clinguk… Lho..pertamax thooo…

    hehe…betul mbak.. disini cari pertamax mah gampil… 🙂

  3. kalau beli banyak2 di sana, akhirnya banyak yang disita petugas dan nggak bisa dibawa pulang ke tanah air
    yang penting kan ibadah, oleh2 mah nggak harus lah…

    iya mbak… ada juga lho yg banyak mendapat titipan dari sanak saudara hingga mengurangi kekhusukan ibadah… 😦

  4. Mungkin sebutannya adalah tanda mata Mbak Mechta, sejumput benda yang mengingatkan tamu bahwa kerabat mereka sudah naik haji.Aku pikir kalau memang ada di tanah air dan kebanyakan oleh-oleh haji yang di Mekah banyak juga berasal dari Tanah Abang, yah mending beli disini saja..Namanya kan tanda mata..:)

    ya.. tanda mata.. itu sebutan yg lebih pas ya mbak.. sebagai tanda syukur & terimakasih juga 🙂

  5. mba’yu yg ungu2 tu opo……*penasaran 😀

    itu kerudung say… dikemas dalam silinder transparant jd kelihatan makin cantik ya… kebetulan beliau sang pemberi tanda mata tahu banget aku pecinta ungu…jadi deh dipilihin yg ungu 🙂

  6. oleh oleh haji nya sekarang mudah didapat dimana2 ya Mechta
    jadi gak merepotkan bpk/ibu haji yg kembali ketanah air

    disana waktunya benar2 dimaksimalkan hanya utk ibadah saja ……….
    semoga haji/hajjah tahun ini semuanya mabrur/mabruroh…aamiin
    salam

    Aamiin.. semoga demikian adanya ya Bunda.. 🙂

  7. Amiiin…
    Saya juga dapet kiriman yang persiiis banget dengan foto ini, Mechta 😀

    alhamdulillah… eh, klo dipakai barenag bisa kembaran dong kita? hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s