Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Dibuang sayang…

11 Komentar

buahmangrove

Buah Kapidada ( sonneratia sp )

Ketika melihat buah-buah itu pertama kali dalam pameran inovasi yang lalu, aku sama sekali tak tahu buah apakah itu, dan apakah bisa dimakan?   Setelah tanya jawab dengan petugas  di stand DPPK itu, barulah aku tahu bahwa buah yang menyerupai buah Apel namun agak gepeng , ber’hidung’ mancung serta pada pangkalnya ada semacam kelopak berbentuk bintang itu adalah buah dari pohon bakau / mangrove, khususnya dari jenis sonneratia.

Kalau ini gambar sonneratia sp yg kupinjam dari Google

Kalau ini gambar sonneratia sp yg kupinjam dari Wikipedia, sama kah?

Dan perbincangan lebih lanjut dengan petugas di sana aku mendapat informasi bahwa buah mangrove dari jenis sonneratia atau yang biasa disebut Kapidada itu bisa diolah menjadi makanan & minuman lho…  Untuk meningkatkan nilai ekonomis dari buah yang selama ini dibiarkan jatuh bertebaran begitu saja dan terbuang percuma, saat ini sudah mulai banyak warga di kotaku yang  telah mengembangkan pengolahan buah mangrove, diantaranya adalah ibu-ibu PKK Kelurahan Degayu – Pekalongan Utara, dibawah bimbingan petugas DPPK Kota Pekalongan.

Nah... ini produk2 buah mongrove yg dipamerkan saat itu...

Nah… ini produk2 buah mangrove yg dipamerkan saat itu…

Salah satu olahan buah mangrove yang mulai dikembangkan adalah sirup mangroveYang dipakai untuk sirup adalah daging buah mangrove yang sudah masak. Caranya, daging buah mangrove Kapidada dikupas, lalu digiling hingga halus dalam blender. Kemudian sari buahnya di saring, direbus dicampur dengan gula untukmendapatkan rasa manis dan ditambah pewarna alami makanan berwarna hijau.  Untuk mendapatkan dua botol sirup, dibutuhkan ¼ buah mangrove, dan 1 kilogram gula.

Bagaimana rasanya?

Kata teman-teman yang sudah mencoba, rasa sirup buah mangrove ini asam manis dan sedikit ada rasa sepet.  Tapi aku sendiri belum pernah merasakannya langsung, karena saat pameran itu, salah satu olahan buah mangrove itu laris manis hingga tinggal contoh & tak boleh dibeli  😦

Oya, selain diolah sebagai sirup, buah mangrove juga dapat diolah menjadi jenang / dodol dan juga kerupuk.  Selain itu, mangrove jenis Lindur ( Bruquiera gymnorrhiza ) dapat diolah menjadi kue, cake, dicampur dengan nasi atau dimakan langsung dengan bumbu kelapa.  Untuk lebih jelasnya bisa membaca artikel di BlogKeSEMat yg membahas tentang mangrove.  Pengolahan buah mangrove merupakan salah satu upaya untuk mempopulerkan tanaman ini ditengah masyarakat, disamping sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat, namun tentunya bukan untuk mengeksploitasinya secara berlebihan ya…

Mangrove... Sang penjaga pantai...

Deretan mangrove… yang tak hanya berfungsi sebagai penjaga pantai…

Ngomong-omong….adakah teman yang sudah merasakan olahan buah mangrove ini?

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

11 thoughts on “Dibuang sayang…

  1. Baru tahu Mba Mechta. Bentuk buat dipohonnnya lucu ya.
    Ternyata masyarakat juga bisa memanfaatkan buah pohon mangrove ini ya selain untuk penahan abrasi laut..

    iya bentuknya lucu ya Dan.. meni mancung gitu..hehe… semoga bisa sedikit menambah kesejahteraan para nelayan 🙂

  2. aku sering denger tentang buah ini…
    tapi baru melihat bentuknya sekarang ini di blog ini lho…hihihi…

    penasaran juga pengen cobain rasanya sih mba 🙂

    ntar klo dah ngerasain, crita2 ya Erry.. hehe…

  3. satu lagi buah yang baru sy tau mbak 🙂

    iya Chi.. aku juga baru lihat itu..mana blom semapt ngicipi lagi 😦

  4. mirip terung lalap tapi berduri 🙂

    terung ‘bobsadino’ itu? 🙂

  5. mungkin ada yg kurang ketik?
    1/4 buah ditambah i kg gula…, 1/4 kg buahkah..?
    info baru buatku nih buah mangrove bisa benilai konsumsi…trims ya

    sebentar mbak… tak chek lagi ke sumbernya duluuu… 🙂
    Hasil checking menyatakan bahwa memang ada kurang ketika : yg benar 1/4 kg buah… 🙂

  6. baru tau buah ini, terimakasih infonya

    terima kasih juga sdh mampir sini ya… 🙂

  7. Lucu ya auntie buahnya, belom pernah nyoba dan kepengen nyicipin..

    iya Rin… unik ya bentuknya.. dan sama.. aku juga penasaran pengen ngicipi..hehe..

  8. Belum …
    Saya belum pernah merasakan buah mangrove …

    Dulu waktu ke Bintan … saya pernah ditawari untuk Tour ke Hutan Mangrove pake perahu …
    saya karena waktu dan cuaca … waktu itu panitia membatalkan acara ini …

    Salam saya

    waalaikumsalam.. iya..biasanya tour mangrove pake prahu ya.. *itu yg saya takut, hehe..* tapi katanya ada pula yg dibuat semacam jembatan puanjaaaang gitu… dan, saya juga blom ngicipi kok pak, baru lihat doang..hehe…

  9. Aku berlum pernah, Mba.
    Dan aku baru tahu buah tersebut dari sini.

    Buahnya kayak terong yang mini bulet itu. bhuhuhuh
    Kalau bener rasanya , kayaknya gak doyan aku. bhuhuhuhhu

    gak suka yang asem2 ya say… makannya sambil lihat aku… dijamin manis deh… wkwkw.. *narsis-akut*

  10. Inovatif sekali diajeng ibu-ibu PKK Kelurahan Degayu – Pekalongan Utara. Konservasi pesisir yang berdampak ekonomi langsung.
    Belum mencicipi babar blas ….
    Pengin ikut wisata bakau dengan jembatan panjangnya ….
    Salam

    klo di daerah kami belum ada wisata mangrove nya Bu… kalau gak salah pernah lihat foto ttg wisata mangrove dengan ‘jembatan’ panjang begitu di salah satu blog teman… hm, di tulisan Ari Tunsa / Yuniari…ya??

  11. baru tau dari sini buah dari pohon mangrove ini ,Mechta
    ternyata bukan hanya utk menahan abrasi saja tapi juga bisa dikonsumsi….
    luar biasa kekayaan nabati negeri kita ya Mechta 🙂
    salam

    waalaikumsalam, Bunda… betul Bunda, kita mensyukuri dengan cara memeliharanya dengan baik ya Bun.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s