Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Di bawah lampu sorot (lagi)

8 Komentar

” …  Berhasil menorehkan suatu prestasi -betapapun kecilnya itu- adalah suatu hal yg membanggakan. Apalagi bila ada rewardnya, entah itu ucapan selamat ( lesan maupun tertulis – piagam misalnya ) atau materi tertentu…itu semua akan menambah semangat untuk maju :D

Namun, dilain sisi, ada juga perasaan bahwa dengan penghargaan / predikat tertentu yg kita terima itu, seolah kita ditempatkan ‘di bawah lampu sorot’. Perhatian lebih akan kita dapatkan, baik positif maupun negatif….

Itulah petikan dari tulisanku Desember tahun lalu di blog lamaku, yang kutuliskan  setelah -alhamdulillah- mendapat suatu nikmat dari-NYA, yang selain sebagai pemacu prestasi selanjutnya, juga kucoba maknai sebagai suatu amanah yang harus dijaga & dipertanggung-jawabkan.  Nah…kenapa pula tahun ini aku teringat tulisan itu?

Karena sebuah prestasi pula, meskipun kali ini bukanlah prestasi pribadiku.  Ini prestasi kota kami.  Kali ini aku sebagai salah satu warga kota merasa bangga ketika Kota Pekalongan menjadi salah satu dari 3 Kota Teladan di Indonesia hasil pilihan Badan PBB UN-Habitat.  Tiga kota ini berhasil membuktikan bahwa mereka mampu melakukan perubahan dan membuat kotanya menjadi lebih baik,” kata Bruno Dercon, Human Settlements Officer di UN Habitat Asia Pasifik kepada Yahoo! di Fukuoka, Jepang, 29 November 2012. Banjarmasin, Pekalongan dan Solo dianggap sebagai kota dengan tata kelola yang baik, kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang pro terhadap warga miskin. (sumber : Yahoo!News Indonesia).

Mungkin akan ada pro-kontra terhadap predikat yang diberikan itu, mungkin banyak juga yang akan menganggap itu hanya sebuah prestasi kecil.  Namun bagi kami tetaplah itu sebuah prestasi ataupun penghargaan atas hasil jerih payah yang telah dilakukan bersama-sama oleh pemerintah & warga kota kami.  Sebuah prestasi yang haruslah disyukuri dan patut dibanggakan, namun tentunya tidak dengan kebanggaan berlebih yang pada akhirnya melahirkan kesombongan.

Demikianlah, posisi ‘di bawah lampu sorot’ memang seringkali menjadikan kita serba salah.  Segala yang kita lakukan akan selalu dinilai kesesuaiannya dengan predikat yang disandang.  Menjaga amanah yg terkandung dalam predikat keteladanan yang melekat -atau dilekatkan- pada kita, merupakan suatu tantangan tersendiri.  Tantangan yang cukup sulit, namun bukan berarti tak mungkin, bukan ?!

… kami sudah coba apa yang kami bisa… tapi kerja masih belum selesai…   

* kalau yang itu,  kutipan puisi siapa, hayooo  🙂 *

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

8 thoughts on “Di bawah lampu sorot (lagi)

  1. wah hebat jadi kota teladan. salut salut

    trimakasih… mempertahankan lebih berat daripada meraih, bukan? 🙂

  2. Yang sedang berada di bawah lampu sorot patut berbangga bahwa mereka terpilih untuk diperlihatkan tentang prestasi nya. Selamat untuk kota pekalongan, semoga istiqomah dan tak lupa memperbaiki diri terus menerus

    trima kasih… aamiin..semoga tak terlena dan bisa mempertahankannya 🙂

  3. selamat untuk kota Pekalongan ………….
    semoga kian meningkat prestasinya terus menerus ………

    salam

    walaikumsalam.. trimakasih dan insyaAllah terus berusaha untuk mempertahankan yg baik2 & menambah yg kurang2.. 🙂

  4. disosot agar lebih baik ya 🙂

    hehe.. di sorot mungkin ya maksudnya… iya, semoga lebih baik dari sebelum2nya..

  5. Selamat untuk prestasi Pekalongan yang didukung kontribusi dari setiap warganya.

    Terima kasih Bu… namun mempertahankan biasanya lebih sulit dari meraihnya… jadi tetep harus kerja keras 🙂

  6. selamat, semoga jadi contoh bagi kota2 lain 🙂

    trimakasih… semoga 🙂

  7. Whoa…
    Selamat yah mba Mechta untuk Kota Pekalongan 🙂
    Semoga bisa mempertahankan prestasinya yah mba 🙂

    Dan gak perlu merasa ‘serba salah’ mba
    Selama kita yakin bahwa telah melakukan yang terbaik 🙂

    trimakasih Erry… bukan serba salah sih tepatnya.. hanya memang harus terus berupaya membuktikan & mempertahankannya hehe…

  8. Hoaa….senangnyaaa… selamat ya auntie, semoga bisa dipertahankan *taripompom* 😉

    trimakasih… insyaallah..aamiin… *nyooting yg nari pompom* 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s