Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Warna-warni Si Kembang Bokor

16 Komentar

Sudah agak lama aku penasaran dengan nama bunga cantik ini…  Pertama kali tertarik dengan keindahannya ketika jalan-jalan di Pagilaran-Batang pada th 2011 lalu…   Di halaman villa yang kami sewa saat itu banyak ditanam bunga ini dan saat itu sedang bermekaran dengan cantiknya.

Ini si cantik Hydrangea yang kujumpai di Pagilaran kala itu..

Ini si cantik Hydrangea yang kujumpai di Pagilaran kala itu..

Mungkin teman-teman sudah menebak, warna biru keunguannya itulah yang menarik hatiku pertama kali… Tebakan yang sama sekali tak salah.. maklum, aku kan mata ungunen… hehe…  Setelah tanya sana-sini, ternyata bunga itu bernama Kembang Bokor  atau Hidrangea macrophilla dan warna bunganya bisa beragam dari biru, ungu hingga merah muda 🙂

Ketika kemarin jalan-jalan ke Telaga Warna – Dieng, akupun berjumpa kembali dengan tanaman perdu berbunga cantik ini yang dijadikan penghias kanan-kiri jalan masuk ke lokasi wisata itu. Memang daerah-daerah berhawa sejuk merupakan tempat tumbuh yang pas bagi perdu berbatang kayu dengan tinggi maksimal 50 cm dan bisa diperbanyak dengan stek batang atau cangkok ini.

Yang ini warna warni si Kembang Bokor di Dieng

Yang ini warna warni si Kembang Bokor di Dieng

Warna bunga Kembang bokor dipengaruhi oleh unsur aluminium pada tanah tempat tumbuhnya,  dan ketersediaan unsur aluminium tergantung dari kadar keasaman tanahnya.  Pada tanah asam—dengan pH kurang dari 5,5—aluminium mudah diserap oleh tanaman dan Kembang bokor yang ditanam pada tanah jenis ini akan menghasilkan bunga berwarna biru.    Sedangkan pada tanah netral dengan pH 5,5 – 6,5 unsur aluminium agak sulit diserap oleh tanaman, karena sebagian sudah membentuk ikatan dengan senyawa kapur di dalam tanah dan  si kembang bokor yang ditanam pada tanah jenis itu akan menghasilkan bunga berwarna lembayung muda (keunguan).  Dan pada tanah basa dengan pH 7 atau lebih, unsur aluminium akan diikat erat oleh kapur, sehingga tidak bisa diserap oleh si kembang bokor dan  akan menghasilkan bunga berwarna merah muda. ( Sumber dari tulisan ini )

Dari tulisan tersebut di dapat pula triks bagi yang mempunyai Kembang bokor berbunga biru dan ingin ‘menyulap’ warna bunga nya menjadi merah muda, yaitu dengan menaikkan pH tanah dengan menambahkan kapur pertanian / dolomit dengan dosis 0,5 – 1 kg dolomit/meter persegi tanah. Atau bisa juga dengan menyiramkan larutan kapur tembok yang dicampur/dilarutkan dalam air, dengan konsentrasi 50 gram kapur per liter air/meter persegi tanah.

Nah, itu dia sekilas tentang si cantik Kembang bokor atau Hydrangea yang dalam bahasa bunga  digambarkan sebagai lambang emosi tulus. Hal ini dapat digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur atas dipahami. Dalam arti negatif hydrangea melambangkan frigiditas dan heartlessness.

Teman, suka juga kah  dengan Kembang bokor yang bisa salin rupa ini ?

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

16 thoughts on “Warna-warni Si Kembang Bokor

  1. namanya aneh bokor hehehe tapi warna bunganya bagus

    mungkin karena besar dan bundar seperti bokor..hehe… mungkin ada nama daerah lain ya? kalau ga slh di malaysia namanya Bunga 3 bulan…

  2. bunganya cantik-cantik banget mbak, tapi namanya itu yang agak kurang pas ya hehe.. saya pernah lihat tapi yang putih.. sama ngelihatnya juga pas ke Dieng 😀

    nama yg pas apa menurutmu, ‘Ne? iya, memang banyak di dataran tinggi ya..

  3. baru tahu ini namanya kembang bokor Mba Mechta. cantik y yang warna ungu. dan baru tahu bisa berubah warna tergantung keasaman tanah.

    aku juga baru tahu setelah tanya sana-sini… tentu aku bilang ungu yg cantik Dan, hehe…

  4. Ukuran jumbo dan variasi warna warninya mencerahkan hari ya Jeng. Salam kembang bokor ….

    Betul Bu Prih… ceria hati melihat warna warni nya… wah, kalau di Salatiga mungkin banyak ya bu, kan disana udaranya juga sejuk? 🙂

  5. Cantik banget deh bunganya mba:-)

    Rada mirip kembang soka gak sih mba?

    Aku mah ngurus rumput di taman depan aja belum becus nih mba…hihi…

    susunan bunganya yg ‘ngumpul’ gitu memang seperti soka, namun ukurannya jauh lebih besar Ry.. eh, di Bandung mungkin banyak ya.. kan disana dataran tinggi juga 🙂 eh, ngurus rumput? panggil pak becak saja… haha…

  6. oh namanya kembang Bokor. Sering melihat di Puncak Mechta . Ada juga di halaman rumah ibuku di kampung. pernah pula memotretnya. Tapi baru tahu kalau ini bernama bokor…hehehe…payah benar akuh…

    saya juga baru tahu mbak.. itupun hasil tanya sana sini + nggoogle.. mungkin ada nama daerah lainnya mbak… 🙂

  7. duh kok itu kata Mbak hilang diujung nama ya. Maaf ya Mbak Mechta…haha..ini bw dr hp mbak, layarnya cilik nian.jadi kurang koreksi

    hehe… ndak papa lah mbak Evi… saya juga sering2 salah.. eh , ini dari HP baru itu bukan? hehe…

  8. owh namanya Kembang Bokor ya mbak Mechta.. disini kayaknya saya pernah liat

    katanya sih gitu… mungkin ada yg tahu nama lain? eh, berarti ditempatmu hawanya sejuk ya.. secara ini bunga tumbuhnya di dataran tinggi berhawa sejuk.. 🙂

  9. Mechta, saya menyebutnya kembang kertas…nggak tau kenapa, mungkin karena helaian-helaiannya yang mirip-mirip kertas itu kali ya, agak kemripik-kemripik gimanaaaa gitu 😀

    kmresek seperti kertas ya mbak? hehe… mungkin juga banyak nama daerah lainnya ya.. 🙂

  10. Mamahku pernah punya kembang ini auntie, tapi yg warnanya putih, waktu kecil suka aku jadiin bahan masak2an dipetikin kecil2 huahahahah

    begitulah.. saat kecul tak ada bunga yg aman dari tangan kita ya Rin… anehnya setelah dewasa malah jarang masak beneran, hehe…

  11. Saya baru tahu namanya nih, padahal sudah sering melihat bunga ini.

    ah.. ternyata bukan cuma saya yg ga tahu nama bunga ini (pada awalnya) hehe…

  12. bunganya cantik, jadi pingin petik 😆

    kalau dipetik cepat layu… ditanam saja… biar awet bunganya.. hehe…

  13. yee,….baru mampir udah disuguhin bokor….hmm cobain…*lho koq 😀

    dan… gimana rasanya? #eh..

  14. Warnanya cantik….sayapun penyuka tanaman hias yang mempunyai bunga.Untuk bunga Bokor sayangnya saya belum memiliki

    karena bunga ini tak cocok tumbuh didaerah pantai..maka saya pun tak mempunyainya mas… untung masih bisa nyawang keindahannya ditempat lain.. hehe

  15. mba di sekolah kami ada bunga ini kenang2n dari alumni angkatan 11/12. Tapi sepeninggal mereka bunga ini belum berbunga lagi sampai sekarang. Bagaimana ya caranya untuk merangsang munculnya bunga?

    hm, sudah dicoba dengan pupuk yg merangsang pembungaan? biasanya ditukang jual tanaman hias kan ada tuuh… maaf sy gak bisa kasih info spesifik karena sudah agak lama tak menekuni hal itu… mungkin bisa di search di google… 🙂

  16. namanya kayak nama Kota Bogor, tapi bunganya cantik. waktu ke telaga warna aku pengen metik tapi ga boleh

    tampilannya cantik yaa… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s