Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Di dalam kurungan kecil itu…

19 Komentar

burung2

Di dalam kurungan2 kecil itu :

ada kebebasan yang terampas,

ada jeritan pilu yang disalahartikan sebagai nyanyian merdu,

ada warna-warni palsu yang dipaksakan,

Di dalam kurungan2 kecil itu :

tak tersisa ruang untuk rasa iba pada sesama mahkluk-NYA

uang menghalalkan segala cara!

ah… betapa serakahnya manusia

😦

19 thoughts on “Di dalam kurungan kecil itu…

  1. Ah suka banget deh mbak, ini seperti suara hatiku kalau melihat penjual2 itu.. kasihan hewan2 itu.. tapi manusianya juga mungkin butuh makanya🙂

    iya ‘Ne.. alasan kebutuhan membutakan mata hati & melegalkan segala cara ya..😦

  2. moga penjual burung itu kelak tidak dimintai pertanggungjawaban atas apa yg dia jual..

    hm… kita memang harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita, bukan?..

  3. sediiih bayanginnyaa Mba Mechta.. Burung0burung kecil itu,,

    dan ketika mereka menjeritkan pilu hatinya…pemiliknya tersenyum mendengar ‘dendang’ merdu mereka😦

  4. gak enak ya mbak liatnya binatang2 yg di jual seperti itu.. *sedih

    terkurung ditempat super sempit dan… diwarnai pula!😦

  5. suara hati para penghuni kurungan2 kecil itu, tertangkap dan terucap sempurna lewat puisinya mba Mechta! Bener juga ya mba… kasian para burung kecil itu…. hiks…

    sebesar apapun kurungan..tetap menyedihkan bg yg ingin bebas.. apalagi kurungan nan mungil seperti itu… dan tubuh mereka dicat warna-warni yg sangat tidak alami!😦

  6. Ah, ikut prihatin dengan makhluk-makhluk tak berdaya di dalam kurungan itu…nggak pernah tega lihat binatang mungil itu terkurung, Mechta…😦

    doble derita deh mbak… sudah terkurung, sekujur tubuhnya di cat sembarangan! ish.. kasiaaan…😦

  7. aku pernah marah pada istriku karena membelikan anakku burung itu… padahal anakku kan ga bisa memeliharanya. Akhirnya burungnya saya lepas.

    mudah2an burung yg dilepas itu akhirnya bisa hidup dg baik di alam liar ya Pak…

  8. emang manusia itu serakah ya, payah dah..

    payah-payah-payaahh… *ipin-upinmodeon*

  9. Iya auntie…ga berapa lami makhluk cantik itu akan mati😦

    kasihan ya…

  10. Kasihan ya Mba Burung2 itu……

    iya Wan.. sungguh tegangya..teganya..teganyaaaa.. *dangdutstyle*😦

  11. Kayla suka tergoda buat beli yang kayak gitu tuh mba..
    dan gak pernah aku bolehin…
    gak tegaaaa😦
    *dan males ngurusnya juga sih*..hihihi..

    mending sering2 diajak nonton burung2 di alam bebas saja Ry.. *dan dimanakah itu??* hehe…

  12. burung kecil, anak ayam, kadal, umang2 .. cuma jadi obyek ekonomis aja ya…

    betul mbak… mungkin mereka lupa kalau mahkluk2 mungil itu juga berhak hidup damai & bebas…

  13. Pembelajaran cinta sesama mahkluk yang dimulai dari keluarga kecil. Perdagangan burung diwarnai ternyata menggobal ya. Salam

    iya Bu.. dan seperti kata mbak Monda, tak cuma burung… kuthuk, keong2an dll juga…😦

  14. Dilema sebenarnya… Harus ada solusi dibalik kritik🙂

    Trimakasih masukannya mas… solusinya? silahkan… siapa yg mau usul solusinya….🙂

  15. hhee.. biasanya juga ada yang dituker barang bekas (rongsokan) ya bu😀
    salam

    hah? ada juga to? setahuku tuker barang rongsokan dengan garam… *eh,cerita thn kapan itu yak? hihi…

  16. Gak suka melihara binatang, termasuk ikan. Anak2 pun dilarang melihara binatang kecuali siput yang memang ada di halaman rumah hehehe

    menikmati binatang di habitatnya saja ya Bang🙂

  17. banyak ditemuin di parti😀

    parti, fenomenal banget yak di kota kita. anak ayam jg senasib dengan teman kecil dlm sangkar😦

    betul… juga keong2an / pong2an.. semua dicat!😦

  18. saya kadang ketemu penjual burung itu dan beli satu trus saya lepaskan, misal sy ada duit banyak pasti saya beli semua😦

    begitu ya… trus saat dilepas mereka masih bisa hidup dg baik kah? mudah2an ya…

  19. Saya pernah melepas burung yang dimiliki keponakan saya.Saya kasihan melihat burung yang terkungkung dalam sangkar kecil.Ga tega rasanya…

    iya kasian ya mas.. terkungkung… bayangkan klo kita yg musti diam dikamar sempit ga boleh kemana-mana..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s