Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Jarak antara menanam dan memanen..

20 Komentar

” Hindari budaya quick fix, berfikir jangka pendek, cepat beres dan tidak sabar. Untuk sukses ada jarak antara saat menanam dan panen,inallah maa shabirin..”

***

Itu adalah status yang tertulis di wall FB Muhammad Syafii Antonio yang kubaca kemarin, yang kurasa sangat tepat mengingat kondisi yang banyak kita temui pada saat ini, oleh karena itu ku kutip di sini untuk kujadikan catatan tersendiri.

Tak sedikit pula yang menyebut masa kini adalah masa jaya ‘Budaya Instan’ :  semua serba dicari mudahnya atau cepatnya, tidak hanya pada sarana prasarana yang melengkapi kehidupan kita, namun sampai juga ke perwujudan suatu keinginan ataupun cita-cita.

Ingin kaya, ingin sukses, ingin terkenal ….. semua ada cara instannya, begitu promosi yg seringkali kita jumpai -entah terang-terangan ataupun umpet-umpetan …  Dan sebagaimana biasanya iklan, yang dikedepankan adalah sedikitnya upaya yg dikeluarkan dan besarnya hasil yg didapatkan…tak disinggung mengenai benar-tidaknya proses yang akan dilakukan, sesuai atau justru bertententangan dengan norma-norma yang ada, dsb.

Ada jarak antara menanam dan memanen.  Itu kalimat yang aku suka, menjelaskan bahwa ada proses yang harus dilalui dengan sabar, dan harus dilakukan dengan benar.  Bila cara menanam salah..belum tentu kau akan panen sesuai harapan…  Nikmati prosesnya.. cermati tahapan-tahapannya, mungkin dengan demikian kau bahkan akan melihat satu dua hal yang dapat diperbaiki sehingga akan meningkatkan kualitas hasil akhirnya…

Ah, itu hanya sebuah status pendek memang, namun bagiku bisa membawa ke pemikiran yang panjang… Bagaimana pendapatmu, teman?

20 thoughts on “Jarak antara menanam dan memanen..

  1. Berproses …. dan berproses …. dalam segala hal, sangat menarik Jeng. Terima kasih, nyambung dengan topik pembelajaran sore ini tentang peningkatan kualitas diri hehe. Salam

    Dan peningkatan kualitas diri memang perlu proses yg puanjaaaang nggih bu… hehe…. Selamat berakhir pekan dg keluarga, Ibu…

  2. Blogger pemula kadang sudah ingin mendapatkan 100 $ dari kegiatan monetize blognya. Begitu bulan pertama di akunnya terdapat angka 0.75$ langsung mutung dan malas ngeblog lagi.
    Ketika blognya tak kunjungi meningkat jumlah pengunjungnya juga menggerutu he he he he. Kalau BW saja malas bagtaimana blog kita mau ramai pengunjung.
    Ada yang pasang status di FB ” Salam kenal, newbie nich. Kunjungi,komentari dan follow blog saya ya ”
    Weleh-weleh arek iki.

    Apik artikelnya jeng
    Matur nuwun
    Salam hangat dari Surabaya

    maturnuwun pengingatnya Pakdhe… kadangkala kita sering kemrungsung kepingin segera berhasil hingga lupa bersabar menikmati prosesnya… Salam manget2 saking Kutho Batik, Dhe..🙂

  3. ‘ Terkadang dalam hidup, banyak orang yang ingin bergegas sampai ke tujuan. Akhirnya segala cara dihalalkan. Padahal seperti bunga, semuanya memiliki waktu untuk tumbuh dan berkembang sempurna. Ada saat menanam, memupuk, menyiangi dan kemudian mekar. Alangkah indahnya bila semua jalan dilewati. Memotong jalan, umumnya hanya akan mengantarkan kita pada kenikmatan sejenak ‘.

    Ini adalah kutipan sepotong kertas yang selalu ada di dompet saya, Mechta. Sekedar pengingat bila sewaktu-waktu saya lupa dan terburu-buru ingin mencapai sesuatu…🙂

    wah.. kutipan yg apik mbak Irma..pantas disimpan terus… terima kasih sdh membaginya di sini dan saya izin ikut mencatat kutipan itu ya mbak..🙂

  4. Gimana?
    Pasti lagi seneng ya karena besok libur dan bisa menikmati hari yang berbeda dibandingkan hari kerja…selamat berakhir pekan, Mechta…😀

    betoool…. jumat nan ceria karena 2 hari kemudian adalah hari merdekaaa… hehe… Semoga akhir pekannya juga ceria, mbak Irma..

  5. Mba Mechtaaaaa… bener banget Mba. jangan terlena dengan budaya instan. Makanan instan meski enak juga ga terlalu sehat kan ya Mba Mechta.
    Aih andaikan semua orang memahami prinsip ini pasti ga ada tuh yang mau korupsi, nipu dan semacamnya…

    pemahaman tanpa penerapa juga gak akan ada hasilnya ya Dan.. hehe.. eh, iya..utk makanan instan tuu..masih susaaah tuk ninggalin.. *nglirik onggokan mi instan di sudut dapurr*😉

  6. filosofi negeri agraris yg sederhana tapi sulit dibantah mbak Mechta. Bahkan sekarang ada lho yg tak mau nanam tapi pengen metikhasil🙂

    mau enake gak mau ‘ngrekoso’ne… hehe…

  7. Ini memang filosofi yang simpel dan katanya sih mudah.
    Namun tergantung masing-masing pribadi saat menjalankannya…. Tapi saya setuju, bahwa proses itu memang wajib dilewati….

    betul Zizy.. semua tergantung pada kita kan… trims sdh mampir ya..🙂

  8. Keren sekali filosofinya mba…
    Emang sih kalo dipikir2 si instan ituh emang gak pernah tahan lama…

    Liat aja nasibnya si para idol, afi dan imb itu *kebanyakan nonton tipi*
    Hanya beberapa dari mereka yg sangup bertahan yah mbaa…

    dan bila dicermati lagi.. mereka yg bertahan adalah mereka yg benar2 tertempa proses dan tak sekedar instan… BTW, klo tu artis2 korea banyak yg instan juga kali ya? hehe…

  9. yg instan, daerah kidulan banyak jarene mba…😀

    trus kmrn tuh dpt kbr ada tkg bakso mati mendadak di PGS, asumsi warga sekitar bwt tumbal…hewdeh😦

    iih… sereeem…. baru denger kabar ttg itu…😦

  10. intinya harus sabar dan percaya ya..🙂

    berusaha semaksimal mungkin, lalu bersabar & berserah pada NYA.. itu yg namanya tawakal kata pak kyai sebelah rumah.. hehe…

  11. Benar Mba Mechta, menikmati proses bisa memberikan pelajaran dan hikmah tersendiri… 🙂

    begitulah…hanya saja kita (baca:saya) masih sering kalah dengan rasa tak sabar itu.. hehe…

  12. Setuju mbak.. kl sy pernah denger aa gym katanya kenikmatan yg sebenarya itu adalah saat proses. Semakin panjang biasanya semakin nikmat..

    semoga kitapun bisa juga menjadi org yg bisa bersabar & menikmati proses hidup itu ya Chi… Insya Allah.. Aamin..

  13. aku setuju… segala sesuatu harus ada proses.
    dan menikmati proses itu justru bagiku yang paling indah dari kehidupan

    betool… trims sdh mampir di sini ya..🙂

  14. dengan proses Insya Allah akan mendapatkan hasil yang maksimal

    Insya Allah..🙂

  15. merasa tertampar baca postingan ini. Tapi gimana ya mbak biasanya yang instan-instan yang rasanya enak seperti makan KF*, Ind*mie yang anget-anget dikala suasana hujan begini hihi

    untuk ind*omie nya sama Ry… masih susah dilepasin.. hehe…. tapi instan2 yang lain, mikir lagi deeh…

  16. Justruuuuuuu…
    Mba Mechta, kalo boyband/girlband korea itu biasa direkrut ama managemen nya di usia 12 atau 13 tahun terus mereka di training selama 5-7 tahun…
    Jadi mereka biasa mulai debut sekitar usia 17-18 tahun…gila banget kan yah..

    Dan masa training itu keras banget hampir militer lho mba, gak cuman diajarin nyanyi dsn dance doang tapi juga etika ngadepin pers, acting, siapin mental psikologis kalo udah beken…pokoknya persiapan yang mateng banget deh…

    Aku pernah beberapa kali nonton reality show boyband sebelum debut, mereka bener2 kerja keras banget deh…jadi menurutku mereka emang pantes deh dapetin ketenaran kayak sekarang…

    Tuh kan kalo dipancing pake korea komen nya jadi panjang…hihihi…

    horee… pancinganku berhasil..😉 eh Ry, coba di share deh pengetahuanmu ttg itu.. siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi remaja2 ataupun siapa saja yg pengen sukses, agar tak tergiur yg instan2…

  17. Hasil yang bagus didapat tanpa meninggalkan proses. Sementara jaman sekarang banyak yang maunya instan dengan meninggalkan proses sehingga hasilnya pun seringkali tak memuaskan.

    ketidaksabaran utk mendapat hasil secepatnya.. itu dia biang keladinya ya..🙂

  18. Justru mengikuti prosesnya itulah yang luar biasa rasanya.

    begitulah🙂

  19. ketidaksabaran seringkali justru mendatangkan lebih banya masalah … TFS

    haha… betul juga… klo org jawa bilang, Ojo kemrungsung..🙂 Thx juga ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s