Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Apakah ini yang namanya ‘Kepel’ ?

19 Komentar

KEPEL

Hari kamis lalu kami berkesempatan melakukan studi banding ke Kab. Sleman Jogjakarta.  Acara berlangsung di salah satu ruangan di Sekretariat Kabupaten Sleman.  Nah, setelah acara selesai dan kami bersiap untuk pulang, rombongan sempat terhenti di halaman parkir kantor tersebut. Rupanya tukang foto jalanan yang tadi pagi sibuk ceprat-cepret memotret para peserta studi banding sejak turun dari bis hingga ke pintu masuk kantor itu, sudah menggelar dagangannya berupa foto2 hasil hunting mereka pagi itu.

Sambil menunggu teman2 yang sibuk memilah-milih foto2… aku memilih berjalan-jalan di area parkir yang cukup adem dengan adanya deretan pepohonan yang ditanam di sana.  Dan rupanya bukan sembarang pohon yang dijadikan pohon peneduh di area parkir itu…  Aku sangat tertarik dengan pohon-pohon yang sebagian besar sedang berbuah pada batangnya itu.  Hm… tanaman apa itu?

KEPEL-2

Hampir sebagian besar teman dalam rombongan kami tak tahu apa nama pohon berbuah bundar berwarna coklat yang menempel di batang itu, namun kemudian ada salah seorang yang memperkirakan bahwa itu adalah Pohon Kepel.  Waah.. aku langsung mengamati lebih dekat pohon-pohon itu…  Aku memang pernah mendengar tentang Pohon Kepel – yang konon sudah langka itu  dan berkhasiat pula- namun belum pernah melihat langsung (apalagi merasakannya..hehe..)

Sepulang dari Sleman akupun mencari-cari informasi tentang tanaman Kepel itu… Ah, rupanya Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol) itu adalah flora identitas Provinsi DIY.  Konon buah yang rasanya manis ini merupakan kesukaan para putri kraton, dapat mengharumkan badan dan juga berfungsi sebagai sarana kontrasepsi alami…   Selain itu bentuk tajuknya yang mengerucut dan daun-daunnya yang tumbuh serentak alias rimbun juga menjadikan pohon ini sebagai pilihan penghias taman yang cukup indah… Lihatlah deretan pohon yang ada di sebelah kiri jalan menuju Pendopo Kab. Sleman ini…tak kalah cantik dengan deretan cemara gimbal yang berbaris di seberangnya, bukan ? 🙂

100_9939

Hm, kalau benar pohon-pohon yang ada di halaman Sekretariat / Pendopo Kab. Sleman ini adalah Pohon Kepel, maka upaya PemKab Sleman melestarikan pohon yang mulai langka ini dengan menanamnya sebagai pohon peneduh di halaman Sekretariat kabupatennya patut dipuji…. 🙂

Sayangnya, kemarin itu kami tak cukup waktu untuk menanyakan apakah itu memang benar-benar pohon Kepel..dan akupun tak cukup nekat untuk mencuri buahnya untuk dirasakan.. hehe… jadilah hanya sebatas menduga-duga saja…

Eh, adakah diantara teman yg tahu tentang Pohon / Buah Kepel ?  Apakah Pohon yang terlihat di foto2 ini memang benar Pohon Kepel ?

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

19 thoughts on “Apakah ini yang namanya ‘Kepel’ ?

  1. Saya belum pernah melihat apalagi merasaka buah kepel ini jeng.
    Kok mirip duku ya
    Mungkin di kampung jaman dulku ada dengan nama lain ya
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Surabaya

    kula nggih dereng nate nyobi, Dhe… dados nggih tasih penasaran.. hehe… Luwih ageng dibanding duku.. niki sak kepelan tangan (bayi) 🙂

  2. sering denger namanya
    tapi baru lihat gambarnya sekarang

    *padahal bolak balik lewat sleman, hehe

    lha… padahal blom pasti juga itu yg namanya Kepel lho… hehe… ayo, klo lewat Sleman lagi mampir ya… tolong ditanyain kepastiannya hehe..

    • hehe ga pernah ada urusan ke kabupaten soalnya
      tar cari cari pohon kek gitu deh kayaknya di jogja banyak

      mungkin juga…kabarnya itu pohon identitas prov DIY 🙂

  3. sering dengar nama burahol nya itu lho… rupanya dari nama spesies ya, kirain bahasa Sunda
    tapi nggak tau juga bentuknya …
    nggak kasih solusi he..he..

    eh iya… burahol memang terdengar seperti bahasa Sunda ya mbak… kalau ‘Kepel’ mungkin dari bahasa jawa karena buahnya sebesar kepalan…

  4. Selamat pagi sahabat,Semoga kesehatan,kesejahteraan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan untuk anda sekeluarga.Semoga hari ini lebih baik dari kemarin. Amiiin

    Saya sampaikan kabar gembira bahwa anda termasuk salah satu pemenang dalam Giveaway Misteri di Balik Layar.
    Silahkan menyimak pengumumannya di BlogCamp.
    Selamat dan sukses selalu.

    Salam hangat dari Surabaya

    Sampun ke TKP Pakdhe… maturnuwun… 🙂

  5. mungkin di daerah lain sebutannya bisa beda. mirip duku dan sawo. pernah denger tapi belum pernah merasakannya. coba lain waktu ke situ lagi dan coba meminta satu yang sudah matang, jadi tidak penasaran lagi ^_^

    Kalau dari blognya Mas Alamendah, nama2 lain buah ini : kecindul, cindul, simpol, burahol, dan turalak. Dalam bahasa Inggris tumbuhan langka ini dikela sebagai Kepel Aple. Iya…kapan2 pengen minta langsung hehe…

  6. Belum tau tentang si kepel ini mna Mechta…

    Bentuknya mirip lengkeng tapi rada gedean yah:-)

    Ah, payah nih mba Mechta mah kurang nekaaaad *penghasut*…hihihi..

    Jauh lebih besar dari Lengkeng, Ry.. sekepalan tangan kita… (mungkin krna itu disebut ‘Kepel’).. iya…blom ketularan nekatnya Erry..hehe…

  7. Aku malah gak ngerti soal buah-buahan mbak..
    Soalnya dulu pas pelajaran biologi, keseringan gak masuk

    Idih kenapa Mbak gak minta ke Pak Satpam aja, bilang kalau saya blogger gitu pasti dikasih *mekso* 😀

    entah kenapa… siang itu parkiran sepiii… pak satpamnya lg makan siang kali.. hehe…. Udah ngrencanain klo lewat sana lagi mo maksain minta.. haha…

  8. Di daerah saya ada sebuah desa namanya Kepel mbak Mechta.. Hmm ada hubungannya gak ya dengan pohon kepel?

    hm… coba ditelusuri, Uncle… jangan2 itu desa dulunya kebon Kepel..hehe…

  9. Leres Jeng si kepel nempel di batang. Apresiasi tuk Pemda Sleman menjadikannya komponen taman.

    Naah… dapat konfirmasi dari salah satu ahlinya…. Maturnuwun, Bu Prih… 🙂 Dan mudah2an banyak yang mengikuti upaya Pemda Sleman melestarikan tanaman2 yg mulai langka …

  10. Saya juga belum pernah lihat pohon dan buah ini, Mechta…unik ya!

    hehe.. iya mbak… sebenernya gatel pengen metik.. tapi gak ada yg dimintain..jadinya difotoin saja 🙂

  11. Baru tahu Mba Mechta, yang namanya Pohon Kepel ini ada. Hihihihi.
    Baru kali ini loh saya lihat pohon yang berbuah di pohonnya begitu. Pengetahuan saya cetek banget ya soal tanaman. Hihihi

    lhah..sebelas dua belas lah sama aku… itu juga baru pertama kalinya lihat je.. hehe…

  12. Ping-balik: Antara Tanaman Namnam dan Kepel | RyNaRi

  13. Ping-balik: Sepaket kasih dari Salatiga | Lalang Ungu

  14. Nggih mbak leres sanget, itu kepel, rasanya manis enak. Waktu saya sekolah SMA di yogya sering beli di pasar Lempuyangan, agak mahal , tapi enak manis dan bikin keringat dan Bak wangi..

    sayangnya daging buahnya agak tipis ya mbak… jadi agak ‘kurang cucuk’ maeme..hehe…

  15. Ping-balik: Pohon Kepel di Panjang Jiwo Resort, Sentul | Berbagi Kisahku

  16. Ping-balik: Pohon Kepel di Panjang Jiwo Resort, Sentul – Berbagi Kisahku

  17. kepel koq kayak duku to pak??? kepel itu sebesar sawo,warnanya juga mirip sawo rasa daging buahnya enak tapi bijinya besar2 banget. daging buahnya sedikiiiittt
    gitu aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s