Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Langkah baru

20 Komentar

Padamu negri… kami berjanji…

Padamu negri… kami berbakti….

Padamu negri… kami mengabdi…

Bagimu negri… jiwa raga kami….

***

Lagu nasional gubahan Kusbini yang hanya terdiri dari 4 baris lirik itu, masih sering kami nyanyikan, setidaknya sebulan sekali pada apel bersama tanggal 17.  Namun, pada Kamis pagi kemarin lagu itu terasa ‘lain’ bagiku.  Ada rasa nggregel di hatiku saat bersama-sama menyanyikan lagu itu dalam acara resmi yang melibatkan diriku saat itu.

Jika lagu Indonesia Raya dikumandangkan setiap awal acara resmi, maka Lagu Padamu Negeri merupakan lagu penutup sebuah acara resmi, seperti juga pagi itu.  Kata-kata sumpah yang baru saja kami ucapkan sebelumnya makin membuatku menghayati lagu sederhana namun bermakna dalam itu.  Betapa masih sangat sedikit yg sudah kuberikan pada negri tercinta selama ini… betapa masih buanyaaak hutangku pada tanah kelahiran ini..😦

Selain lagu itu, hal lain yang kucatat pagi itu adalah sebuah kalimat motivasi yang disampaikan Pak Wali pada sambutannya, yaitu kita memang selalu membutuhkan orang lain, namun jangan menjadi tergantung pada seorang manusia…seberapa hebat atau mulianya dia… hanya kepada Allah lah kita patut bergantung.

Kita memang tidak bisa melakukan segala hal sendiri… kerjasama yang baik akan mempermudah tugas yang semula dirasakan sulit.  Membangun kerjasama yang baik di lingkungan kerja  akan menjadi salah satu kunci sukses kita.   Selain itu diatas segalanya, ada DIA yang Maha Kuasa.   Aturan main- NYA lah yang paling utama bagi kita.   Sumpah-janji yang diucapkan saat itu, tidak hanya diketahui oleh para saksi  yang hadir, namun lebih lagi ada DIA yang Maha Mendengar dan mencatat segala sesuatunya…  Itu yang harus selalu kita ingat dalam setiap langkah kedepan…

Satu langkah telah terayun, satu tanggung jawab baru telah terletak di pundak… Bismillah, semoga Allah meridhoi dan membimbing  setiap langkahku berikutnya… Aamiin…

20 thoughts on “Langkah baru

  1. lagu ini juga selalu sukses bikin aku berkaca2

    begitulah, mbak Monda..

  2. Amiiiiin… Semoga setiap langkah kita selalu dapat ridhoNya ya Mba Mechta.
    Lagu ini juga sesuatu banget buat saya Mba..

    sederhana tapi membekas ya Dan..🙂

  3. Walaupun lagu ini cuma 4 baris tapi bikin semangat bergelora. Yuk bikin yang terbaik bagi semua.

    Yuuk.. mareee..🙂

  4. Iya, Mbak, bismillah…. semoga lancar dan berkah.

    Ohya, Mbak, hadiah buku telah saya kirim tadi pagi via Pos Indonesia. Bila sudah sampe, kabar2 ya… agar tak khawatir hati ini.

    Aamiin…. trims mas..Insya Allah begitu buku sampai tak inbox njenengan, hehe..

  5. Padamu Allah… kami berjanji…
    Padamu Allah… kami berbakti….
    Padamu Allah… kami mengabdi…
    Bagimu Allah… jiwa raga kami….

    Harusnya syairnya begitu selaras dengan doa iftitah tiap kita mengawali shalat, Inna sholati… wanusuki… wa mahyaya… wa mamati… lillahi rabbil’alamiin. Sesungguhnya sholatku… dan sembelihanku… dan hidupku… dan matiku… hanya untuk Allah Rabb semesta alam.

    terima kasih masukannya mas..🙂

  6. mba Mechta…
    Kayla sekarang juga lagi seneng buka buka youtube denger lagu lagu nasional kayak gini lho mba…
    Dan Fathir juga jadi suka jadi ikutan bersenandung🙂

    Kita memang harus selalu bergantung pada Allah mba, setuju dengan pak Wali🙂

    syukurlah kalau anak2 masih mendengarkan lagu Nasional dan tidak hanya lagu2 pop dewasa ya… Betul, hanya Allah lah tempat kita bergantung ya…

  7. manis banget kata2 pak wali nya mbak.
    kita pasti bergantung satu sama lain, tapi semuanya diserahkan ke Allah SWT : )

    karena tak ada manusia yg sanggup menjalankan semuanya sendiri ya…tapi juga tak ada tempat bergantung yg paling tepat selain pada-NYA🙂

  8. ah elah…
    jadi inget jaman pramukaan
    sering banget nyanyiin lagu ini kalo lagi ada acara kemah…

    klo aku ingetnya nyanyiin lagu api unggun pas kemah, hehe…

  9. ini lagu memang bikin terharu mbak.. walopun dlm hidup yg sebenernya hy kpd Allah kita bergantung🙂

    sepakat Chi… memang hanya pada Allah kita pantas bergantung.. namun lagu itu selalu sukses membuatku malu hati akan apa yg sdh kuberi pada negri…

  10. kalau aku, ada perasaan damai aja di hati ketika lagu ini diputer..seperti terbawa pada masa dahulu.. nyeesss bgt.

    dan ada cerita apakah di masa dulu? hehe.. *kepo*

  11. lagu inilah yang dinyanyikan teman2 suporter dari solo sebelum dan sesudah pertandingan.. lagu kedua setelah Indonesia Raya yang berhasil membuat air mata menetes ketika menyanyikannya secara serempak.. salam.

    memang menyentuuuuh….🙂

  12. Selamat mengemban tugas baru yang dipercayakan nggih Diajeng, senantiasa diiringNYA dalam karya. Salam

    aamiin… maturnuwun Ibu, nyuwun pangestunipun…🙂

  13. Selamat menduduki posisi baru Mechta …
    semoga tetap amanah !!

    Amiiinn

    salam saya

    Aamiin… terima kasih Pak… semoga sukses juga utk Pak Her dg newjob nya…

  14. selamat ya mbak. kadang menyanyikan atau mendengar lagu ini kalau tanpa dihayati gak tau maknanya

    mungkin karena lagunya pendek, jadi bablas gitu saja.. haha… thx Jeng…

  15. kak memangnya kerja dimana kak? uni juga tiap tgl 17 ada upacara, tapi ga pernah ikut😀
    indah sekali kata2 pak wali, setuju bergantunglah hanya pada Sang Maha Kasih🙂
    klo bergantung pada sesama manusia suatu saat pasti akan merasa kecewa, karena manusia itu makhluk terbatas dan penuh keterbatasan🙂

    jadi pelayan masy, Uni… Eh, knapa ga ikut upacara? asyik lho… ingat2 masa sekolah, hehe…

  16. Selamat mengemban amanah baru

    Maturnuwun, mbak Nanik..🙂

  17. Amiin.., selamat menduduki jabatan, semoga senantiasa menjadi amanah.

    Kata Pak Wali memang selalu manis dan ramah, begitulah keistimewaan beliau yang selalu bisa menempat sesuatu pada tempatnya.

    Salam..🙂

    Insya Allah… aamiin… maturnuwun dan salam kembali..🙂

  18. Amin, lagu penutup ini memang biasa untuk penutupan acara resmi, di lingkungan kerjaku juga seperti itu, dan masih tetap merinding setiap kali menyanyikannya..

    karena itu adalah sebuah janji….yg menunggu tuk ditepati ya…

  19. Amiiiin…
    Mudah-mudahan Mechta bisa menjadi abdi negara yang baik, yang membawa manfaat bagi masyarakat.
    Apel pagi yang betul-betul memberi motivasi🙂

    aamiin…. maturnuwun supportnya mbak Irma🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s