Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Aku, Lily & Impian…

25 Komentar

“Reee….lihat deh… Bagus, ya?” tanya Lily tiba-tiba sambil meletakkan sebuah majalah dengan halaman terbuka di atas meja yang kuhadapi.

“Rumah lagi? “

“Iya lah…. Tapi yang ini bener-bener keren lho, Re.. Tuh lihat penampilan depan, samping ataupun belakangnya.. Mantap, kan?”

Kupasang muka serius sambil membolak-balik halaman salah satu majalah yang memuat gambar-gambar rumah cantik yang dikagumi Lily.  Memang bagus rumah itu, tidak mewah namun sangat tepat seperti rumah impian Lily. Tapi..

“Iya, aku tahu…pasti kamu mau bilang : mahal! Iya kan?” Lily pasang wajah cemberut.

“Buat referensi saja sih gak papa, Ly… “

Yo wis, pokoke kamu dah lihat rumah impianku…”  sambil meninggalkan senyum manisnya, ia pun berlalu menuju ruang kerjanya di divisi sebelah.

***

“Aku kirim gambar bagus yang pasti kau suka” itu sms dari Lily yang kubaca siang ini.  Hm, rumah lagi kah? Bergegas kubuka emailku mencari kiriman gambar darinya.

Ternyata kali ini sebuah gambar MOGE gagah  yang sudah lama kuimpikan, lengkap dengan latar belakang pemandangan yang menawan. Sebentar kemudian sms nya masuk lagi ke HPku.

“Gimana… apik to?”

“Iyaa…. Uapik, cah ayuuu… Pemandangannya juga mantap.  Dapat dari mana?

“Biasalah… hasil browsing sana-sini… Pas banget dengan impianmu kan, Re?”

“Heeh… kamu memang paling tahu apa yang kumau, Ly..”

“Ya iyalah… Lily, gitu looh…”

Hahaha…. Tak sadar kutertawa lepas membaca balasan pesan dari si kocak itu.  Terbayang mimik mukanya seolah dia mengucapkan kata-kata itu langsung di hadapanku, dan bukannya dari Ibu Kota tempat dia dinas dua hari ini.  Ah..Lily memang ngangeni..

***

“Mas Lare, kata Kak Lily undangannya yang cantik itu hasil disain njenengan, to?” kata Nuning yang tiba-tiba saja masuk ke ruanganku.

“Kenapa, mau pesen juga?” selorohku.

“Mau juga sih, kalau mas nggak keberatan… Eh tapi mas, awalnya kukira kalian itu berpasangan lho.  Wong sak kantor ini, pasti kaget ketika menerima undangan Kak Lily dan tak ada nama mas di sana..”

Ah…ada yang tercubit di hati ini mendengar kata-kata Nuning, tapi alhamdulillah aku terhindar dari keharusan merespon perkataannya itu ketika suara melengking Pak Agus -Bos Nuning- memanggil si centil yang langsung kabur kembali ke habitatnya itu.

Yang tersisa hanya senyum kecut di bibirku.  Ah, Lily…banyak impian kita yang sama, namun kita tak berhak menjalaninya bersama….

 ##

Sebenarnya fiksi ini ingin kuikutsertakan pada proyek menulis buku yang diprakarsai Pakdhe pada kategori  Kumpulan Cerpen bertema MIMPI  yang DOnya Neng Orin tea… tapi, karena belum sampai 500 kata sudah mentok idenya, jadi batal deh… Biar hasil belajar nulis fiksi ini ngga mubazir, kupajang saja di sini.. hehe…  Sekalian woro-woro, buat teman-teman yang berminat ikutan, langsung merapat ke TKP  sebelum DLnya tgl 31 Mei 2013 ya… 😀

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

25 thoughts on “Aku, Lily & Impian…

  1. Bagus Mba Mechta. Kasihan si Lare.

  2. Salut sama yang gampang nulis cerpen , aku belum mampu berimajinasi dalam menulis mbak 🙂

  3. Ih, bagus banget, Mechta…kalimat-kalimatnya mengalir, endingnya juga nggak ketebak…apik tenan pokoke, saluuuut!
    😀

  4. jadi ada hati sama Lily nih sebetulnya ? 🙂

  5. Yaah.. kenapa gak dicukupkan 500 kata?
    Padahal udah bangus banget tuh. Mengalir ceritanya.

  6. Pdhl tinggal dimodif lg dikit auntie, tambahin sms2an lagi atw apaaa gitu lho biar ada 500 kata *maksa* hihihihihi

  7. Ih cantik cerpennya mbak..

  8. L&L menggapai mimpi masing-masing, FF cekli peni Jeng. Jan-jane daharnya apa sih koq pada lihai membuat cerpen …. Selamat terus berbagi karya.

  9. Aku belum ada ide nih buat nulis cerpen impian ini.
    yg ini keren kok, bu..

  10. bagus sekali ceritanya… kalo saya sulit sekali untuk bisa membuat cerita fiksi

  11. apik fiksine, ceritanya bisa mudak diikutin alur ceritanya sama punya pemilihan nama karakter yang mudah diingat .. aku suka ceritanya 🙂

    salam kenal deera

  12. kadang pikiran orang tak sesuai dengan kenyataan yang sebenernya hehe.. hampir mirip dengan kisahku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s