Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

[BeraniCerita#03] Terhempas

41 Komentar

Aku menatap bayangan yang dipantulkan cermin panjang yang ada di salah satu dinding ruangan mungil ini.  Lampu terang di ruang ganti itu menampilkan dengan jelas sosokku di cermin itu.   Cantik.. bisikku puas.  Ya, aku puas menyadari pilihanku tak salah.  Gaun malam merah marun itu membalut indah tubuhku, menonjolkan bahu mulus dan leher jenjangku…

Hm, syukurlah aku memutuskan mampir ke sini untuk menukar seragam kerja formal yang kupakai seharian tadi, demi menyambut malam yang istimewa ini.  Aku kembali memandangi bayangku di cermin itu.  Meraih tas dari tumpukan baju di atas kursi kecil itu dan mengeluarkan lipstik merah, menyempurnakan penampilanku.

Sempurna.. ya, penampilanku malam ini haruslah sempurna, karena kurasa inilah malam yang telah kutunggu-tunggu selama ini.  Setelah berkali-kali tertunda, makan malam kali ini haruslah sukses dan tolok ukur kesuksesan itu adalah  cincin berlian yg akan segera melingkari jari manisku malam ini. Menandai selangkah maju dalam komitmen kami…

Suara telepon memecah kesunyian ruangan mungil itu.  Nada khusus yang kupilih untuk panggilan dari pangeranku! Bergegas kuraih HP menjawab panggilannya.

“Ya mas… Aduuh…, mas sudah sampai ya?”

…..

“Iya, aku masih di atas… sebentar lagi ke situ.  Ke sini? Lho, mas nggak nunggu di bawah saja?”

…..

“Ooh.. sudah di eskalator? Ya..ya.. baiklah, aku segera keluar…  Hm, dari eskalator itu kearah kiri, mas… ya.. di salah satu ruang pas di ujung itu…” aku bergegas membereskan setelan kerja yang kupakai sebelumnya, menjejalkannya di tas plastik besar yang tadi membungkus gaun baruku, sekilas melirik cermin memastikan kerapian penampilanku sebelum membuka korden pembatas untuk  menyongsong arjunaku yang sudah tak sabar menemuiku itu…

“Papaaa…..” suara melengking kekanakan menghantam pendengaranku begitu kubuka pintu ruang pas itu.  Di depanku sesosok tubuh mungil berlari untuk kemudian memeluk erat kaki pria yang kulihat berjalan mendekat dengan telepon di genggamannya… “Kok papa tahu sih, kami ada di sini? Mama bilang papa ke luar kota…” sayup kudengar celoteh riang gadis kecil itu, namun tak sanggup kudengar jawaban dari lelaki yang kupanggil arjuna…

Ruangan meredup…raga melemas seiring dengan impianku yang terhempas…

***

Note : 325 kata

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

41 thoughts on “[BeraniCerita#03] Terhempas

  1. Hayooooo.. sudah punya anak istri ya mas Arjunanya? 😀

  2. Harus mikir dulu nih mbak 😛

  3. manis ceritanya Mba Mechta. Meskipun sedih di sisi perempuan yang berganti pakaian paling ga jadi peringatan buat si laki-laki..

  4. jadi sebenarnya menunggu siapa ya mbak?sepertinya bukan menunggu sang suami

  5. aku kok bingung ya? >.<
    dia nunggu siapa mbak?

  6. Wuiihhh….auntie tambah kece lho nge-fiksinya. Lanjutkan auntieeee hohohoho

  7. bagus banget mba, ternyata si arjuna? uhg, salam kenal,

  8. Yah begitulah nasib jadi selingkuhan ya 🙂 sukses yaaaa ( ^^ )d

  9. Wih, jadi baju merah marunnya itu udah dibayar yah? Aduh, kasihan 😦 Udah ngeluarin duit buat acara yang gak bakal ada.
    #Aih, saya kok mikirnya ke situ xixixixi… ^^

    Gpp, mumpung tahunya sekarang

  10. Mirip cerita pendek ya hehehe. Ternyata yang di ruang pas itu selingkuhan si papa, oh tidak.

  11. yaaahh.. suami orang,, kasiaaannn 😦

  12. mas arjuna memang istrinya bnyk

  13. Based of true story kah ini??
    bacanya sambil nahan sesak nafas, seakan aku yang berada di sisi si cewek.
    wuaa…. aku ga trima.. kwkwkkw

  14. loh loh, udah punya anak si arjuna?

  15. Luar biasa jeng, dari satu setting ruang ganti, dua fiksi beda karakter cerita lahir.duuh pandainya melahirkan ide dan mengeksekusinya dengan cantik. Terhempas dalam fakta. Salam

  16. terharu…. ^;^, tapi keren…!

  17. sedikit mikir waktu baca, tapi ternyata si papa ini selingkuh.
    jangan diterima papa, kasihan anak istrimu 🙂
    good job 🙂

  18. gagal deh kencannya 😀

  19. Ah, lagi-lagi ending yang tak terduga!
    Pria itu ternyata sudah ada yang punya, Mechta…dan terhempaslah sang wanita 😦

    mengingatkan untuk selalu chek n richek, mbak.. hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s