Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Tamba pingin

10 Komentar

Ketika memasuki kawasan Imogiri dalam perjalanan menuju Kebun Buah Mangunan di minggu lalu, langsung teringat olehku minuman khas Imogiri yang ingin kucicipi terutama setelah membaca tulisan mbak Evi yang ini.

Ya, Wedang Uwuh, itulah nama minuman khas Imogiri itu.  Wedang adalah kata dalam bahasa jawa yang berarti minuman, sedangkan Uwuh berarti sampah.  Bukan berarti minuman yang berasal dari sampah lho…. Yang lebih tepatnya adalah minuman yang berbahan rempah & dedaunan yang tampaknya seperti sampah.

Beberapa kali mendengarnya namun belum pernah berkesempatan mencicipinya, membuatku mengusulkan mencari minuman itu saat memasuki Imogiri kemarin itu, namun sayangnya sebagian besar kakak-kakakku menolak…alasannya itu minuman yang nikmat di pagi ataupun malam hari, sedangkan saat kami sampai di sana adalah siang hari!  Yo wis…. kalah deh… (padahal mungkin juga minuman itu disajikan dingin kan, mbak Evi? ) akhirnya pada kesempatan itu akupun gagal mencicipi Wedang Uwuh di tempat asalnya…😦

Tapi… ternyata itu bukanlah akhir cerita.  Tuhan Maha baik mengabulkan keinginanku.  Keesokan harinya, ketika mencari oleh-oleh di salah satu toko pusat oleh-oleh di Jl. Aip II KS Tubun Jogja, aku menemukan minuman yang kucari! Ya, memang bukan yang ‘asli’  namun Wedang Uwuh instan yang disajikan dalam kemasan-kemasan kecil berisi 5 sachet itu cukuplah jadi tamba pingin alias mengobati keinginanku untuk mencicipi minuman tradisionil yang konon menyehatkan itu…

Tombo pengen itu bernama Wedang Uwuh Instan

Tamba pingin itu bernama Wedang Uwuh Instan

Oya, dalam kemasan itu disebutkan juga tentang ‘sejarah’ adanya minuman itu, yaitu dari kebiasaan masyarakat tempo dulu untuk memanfaatkan daun-daun cengkeh yang berguguran untuk menjadi minuman dengan menambahkan bahan-bahan berkhasiat lain seperti jahe, kayu manis, pala, sereh, kapulogo dan tak ketinggalan kayu secang yang memberikan warna merah ceria pada wedang ini.

Keterkenalan Wedang Uwuh sebagai minuman yang berkhasiat ini rupanya menginspirasi para kreatif untuk menyajikannya secara instan, dan bahkan katanya wedang uwuh celup juga sudah ada lho.. hehe…

Apakah kini aku sudah tak penasaran lagi dengan Wedang Uwuh itu ? Hm…. jangan salah! Ternyata, setelah merasakan yang instan aku tetap ingin merasakan yang asli, karena menurutku yang segar tentunya lebih berkhasiat dibanding yang instan bukan?

Bagaimana denganmu, teman… penasaran juga kah dengan si Wedang Uwuh itu ?

10 thoughts on “Tamba pingin

  1. Kepengen Mba Mechta. Mbayangin rasanya sepertinya seger rempah banget ya. Anget-anget gimana gitu kayaknya ya Mba.

    Iya Dan… anget di tenggorokan & di perut… apalagi klo yg segar alias bukan instan… wuih…tambah sehat pastinya🙂

  2. Aku setuju Mbak Mechta. Yang segar lebih baik dari yg instant untuk kesehatan kita. Apa lagi kalau direbus sendiri. Jadi suka juga ya Mbak pada rasa wedang uwuh? Toss dulu ah..:)

    Iya mbak Evi..tadinya agak takut2 klo pedes seperti serbat & sejenisnya…ternyata tidak terlalu pedas dan warna merahnya menyemangati untuk srupat-sruput terus.. hehe… *Toss sama mbak Evi🙂

  3. iya ..aku jadi tambah penasaran dengan wedang uwuh..nyarinya jauuh..

    Kata mbak Evi lebih maknyuss ngrebus sendiri mbak Monda… cuma bahan2nya gak tahu mudah / sulit nyarinya, terutama kayu secangnya ya…

  4. Betul Mbak, sama seperti STMJ, beli langsung asli sama STMJ bubuk rasanya beda jauh, pasti enakan yang asli soalnya pke susu cair asli.
    Wedang uwuh? baru dengar saya Mbak, kok kmrn pas ke Jogya saya gak nemu warung wedang uwuh, ya..

    Besok2 lagi klo ke Jogja nyari ya Yun… biar tahu nikmatnya Nguwuh.. hehe…

  5. ah elah
    perasaan baru aku ceritain kemarin kalo musim buah di mangunan baru saja lewat
    nemu apa disana bu..?

    iya nih…kami kurang info… jadinya cuma nemu rambuat doang..haha… eh, pete juga masih banyak ding.. mau??😉

  6. saya pernah dikasih wedang uwuh ini

    dan…suka / tidak dengan rasa Wedang itu ?

  7. Mba Mechta…
    ternyata wedang itu artinya minuman yah…
    selama ini tau nya cuman wedang jahe ajah…

    minuman nya terlihat nikmat sekali deh mba🙂
    enakan mana ama coca cola mba ?*kemudian ditendang*
    *abaikan*…hiihi…

    yang namanya wedang biasanya disajikan hanat Ry.. seperti Wedang Ronde, Wedang Alang-alang, dll… coca cola?ga suka tuuh… klo yg satunya suka.. haha…

  8. wah .. sdh beberapa kali baca postingan ttg wedang ini mbak, jd pengen jg merasakan kayak apa nikmatnya😛

    Hangatnya semacam Wedang Ronde / serbat mbak Ely… eh, kmrn aq ke sana kok ga bisa masuk ya… coba mo kesana lagi ah, mudah2an kali ini lancar..🙂

  9. Menambah koleksi minuman hangat ya Jeng, warna merah muda dari kayu secang. Minuman senadanya adalah bir plethok (yang bukan bir) Jeng, mangga dipun kedhapi. salam

    Lha… bir plethok niku kula nggih dereng nate ngicipi buu… ‘dos pundi raosipun, bu?

  10. Ahaa…saya pernah dikirimin wedang uwuh ini sama Ais, Mechta…tapi sekarang udah lupa rasanya…hehehehe…kapan-kapan, kita cari wedang uwuh yang asli yuk!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s