Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

2 Ilustrasi

18 Komentar

Ilustrasi #1

Seorang Batita cantik ikut ibunya arisan. Pada suatu kesempatan, si mungil itu memandang penuh rasa ingin pada sepiring kue yang ada di depannya.  Tanggap akan situasi itu, nyonya rumah mengangkat piring dan menyodorkannya pada si Batita.

“Ayo De’… dipundhut ( diambil) kuenya..” begitu ia menawarkan sambil tersenyum manis.

Setelah mengerling pada ibunya, si mungil itupun malu-malu mengulurkan tangannya, mengambil kue yang diinginkannya itu.  Sang ibu pun tersenyum sambil berbisik pada putri kecilnya, ” mature pripun (bilang gimana), De’ ?”

“Uwuun, Tante..” dengan bahasa cadelnya si mungil mengucapkan maturnuwun untuk berterima kasih pada si Tante yang telah memberinya kue … 🙂

***

Ilustrasi #2

SMS dari A :  ” Mbak, aku lagi kepepet butuh nih. Tolong aku dipinjami sebesar…. untuk keperluan…. yaa.”

Balasan B : “Insya Allah… aku transfer besok..”

SMS A pada keesokan paginya : “Mbak, jadi transfer hari ini kan?”

Balasan B : “Insya Allah nanti jam 9”

Setelah mentransfer, si B mengirim SMS pemberitahuan pada si A.  Setelah itu, tak ada SMS  lagi dari si A, tapi si B berbaik sangka bahwa transferan sudah diterima dan si A hanya ‘lupa’ mengabarinya.

SMS dari A beberapa bulan kemudian : “Maaf mbak, aku mau ngrusuhi lagi…, karena aku butuh biaya untuk  … dan … Mbak bisa tolong pinjami aku lagi? Besok aku kerumah ya mbak…”

Balasan si B : “Besok aku ke luar kota, tapi akan kutitipkan ke orang rumah.. Atau kalau mau ketemu aku tunggu beberapa hari lagi…”

Balasan A : “Aku ambil besok saja ya mbak..”

Keesokan harinya sebelum pergi si B menyiapkan dan menitipkan kepada adiknya di rumah, dengan pesan bahwa si A akan mengambilnya siang itu.  Si B baru tahu bahwa si A sudah datang & mengambil titipan itu ketika ia bertanya pada adiknya malam harinya, sedangkan dari si A sendiri rupanya kembali lupa untuk memberitahukannya…

Si B hanya bisa mbatin : mudah-mudahan bermanfaat bagi A dan keluarganya…

***

T-e-r-i-m-a-k-a-s-i-h.  Satu kata yang hanya terdiri dari sebelas huruf.  Tidak susah untuk diucapkan. Sayangnya, meskipun banyak dari kita yang sejak kecil diajarkan untuk  mengejanya namun masih ada orang dewasa yang ‘lupa‘ cara mengucapkannya.. 😉

***

Selamat hari Jum’at, teman-teman….

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

18 thoughts on “2 Ilustrasi

  1. Whoaaaa…
    Terima kasih udah diingatkan lewat postingan ini yah mbaaaaaa…
    hal itu juga lah yang selalu aku coba untuk tanamkan ke anak anak sedari kecil supaya mereka terbiasa mba…
    perkataan “tolong-maaf-terima kasih”

    magic words 🙂

    Selamat hari jumat yah mbaaaa 🙂

    4 magic words.. setuju, Erry 🙂 Trimakasih yaa…

  2. Dulu saya juga sering mengatakan itu. Tapi sekarang saya memilih menghindari kalimat “bilang apa?”, karena kesannya anak2 harus disuruh untuk mengucapkan kata itu. Saya lebih memilih untuk membiasakan diri mengucap “terimakasih” kalau anak2 membantu atau memberi sesuatu untuk saya. mengucapkan “tolong” kalau meminta bantuan mereka. Mengucap “maaf” jika saya salah. Alhamdulillah, akhirnya anak2 meniru.

    alhamdulillah ya mbak… penteladanan memang penting… maturnuwun sharingnya, mbak Nanik 🙂

  3. Iya Mechta, saya juga suka memberi ilistrasi ini sama ibu-ibu Persit.
    Kalo ke anak kecil kita rajin mengingatkan buat bilang terima kasih, eh, giliran kita yang sudah dewasa justru sering sekali mengabaikan kata-kata ini…kata sederhana yang maknanya membuat orang lain senang luar biasa 🙂

    iya ya mbak.. masa kalah sama anak keciil… hehe… Haturnuhun mbak Irma.. 🙂

  4. Mechtaaaa…tlisipan komen kitaaaa…..
    😀

    haha… rupanya begitu mbak… gak papa deh… yg penting sama2 nyampe.. 😀

  5. Kasus yang ke dua itu banyak banget terjadi …

    Dan di beberapa kasus yang menimpa saya pribadi …
    kebetulan saja dilakukan oleh generasi yang sama … umurannya kurang lebih sama …
    yaitu generasi reformasi …
    (ini kebetulan saja lhooo …)

    Salam saya

    hehe… kebetulan yg tak dapat digeneralisir ya Pak ? 🙂 Trimakasih, Pak Her..

  6. faktor usia berpengaruh bu…
    daya ingat orang tua kan beda tidak setajam anak anak lagi
    heheh

    hehe… klo sering diulang-ulang jadinya kebiasaan baik kan ya? 🙂 Trims komennya, Mas..

  7. Ketika kecil memang alangkah lebih baik diajarkan those magical words tapi ketika sudah dewasa banyak hal yang terjadi sehingga lupa akan kata2 tersebut.
    Btw terima kasih mbak, sudah menyegarkan kembali ingatan masa kecil dan manfaatnya… 😀

    jadi… harus sering2 diulang biar tetep ingat ya Asmie.. Trims komennya, Asmie 🙂

  8. Ping-balik: Buah Lho…? | Kisahku

  9. krn kebiasaan ya mbak, baik dr keluarga maupun lingkungan sekitar, kl di sini kata terima kasih biasa aku dengar puluhan kali mbak, baik di tempat umum maupun di rumah 😛

    itulah mbak.. kebiasaan kata kuncinya… hm, kalau pada hal2 ‘berat’ saja kata itu susah terucap..apalagi pada kasus2 kecil ? 😦 yaah…setidaknya kumulai dari diriku sendiri saja deh.. hehe.. trims, mbak Ely 🙂

  10. Terima kasih Jeng, postingan pengingat ini menyegarkan kembali makna kebiasaan berterimakasih.
    Terima kasih pula postingan di sini sering mengurai kemacetan dan menyisihkan keengganan menulis.
    Salam di hari Minggu, Salatiga hujan deras.

    Sami-sami ibu.. wah, Salatiga kebes nggih bu? pekl panaaas..hehe

  11. namanya juga orang lupa, orang lupa tu gak inget bU!!!

    dan tugas kita adalah saling mengingatkan, bukan ?! Suwun komene yo.. 😉

  12. minta tolong, terimakasih dan maaf, sepertinya memang musti sering dibiasakan dan diingatkan terus ya bun… terimakasih sudah mengingatkan, semoga saya selalu ingat untuk mengucapkannya dan mengajarkannya pada anak-anak 🙂

    salam 🙂

    dan utamanya tulisan ini adalah pengingat bagi diri sendiri, Oyen.. terima kasih juga sudah mampir lagi disini .. salam utk si kecil cantik ya.. 🙂

  13. Terima kasih sudah diingatkan

    trimakasih kembali… saling mengingatkan ya… 🙂

  14. terimakasih banyak telah diingatkan, Mechta 🙂

    salah satu magic words yg sebenarnya sangat luar biasa maknanya
    dan……semoga menjadi kebiasaan yang selalu tak terlupakan , aamiin

    apa kabar Mechta?
    semoga selalu sehat ya…
    bunda sdh lama gak bewe kemari

    salam

    Alhamdulillah, kabar baik, Bunda… Trimakasih sdh mampir lagi.. semoga Bunda Ly selalu sehat ya…

  15. hiks, iya
    Dija juga masih suka lupa bilang terima kasih

    Ga papa, Dija… kan ada Tante Elsa cantik yg akan mengingatkan Dija… tapi, mudah2an besok2 gak lupa lagi ya sayang… Trimakasih sdh maen ke sini, Dija cantik 🙂

  16. Saya juga kadang lupa bilang terima kasih. Paling sering sih pas minta dikirimin nomer hape teman ke teman yang tau. 😦

    begitu teringat, langsung di TL bgt mungkin solusinya ya Aki.. hehe… Trims komennya… 🙂

  17. yups sangat susah sekali ya orang bilang makasih.. padahal dia sudah diberikan apa yang dia inginkan ..

    terimakasih, kata yang mudah dieja tapi mudah pula dilupakan.. hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s