Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Wijayakusuma : nama sama penampilan jauuuh beda

15 Komentar

Bunga Wijayakusuma

Bunga Wijayakusuma ( Epiphyllum oxypetalum ) Foto koleksi dari Teh Is – Tangerang

Saat mendengar atau melihat Bunga Wijayakusuma, maka di anganku tergambar kenangan-kenangan indah masa kecil di Jetis – Salatiga, yang selalu tak bosan untuk ku putar-ulang di benakku : berfoto bersama pada malam hari,  di bawah janjangan pohon hias Wijayakusuma yang sedang lebat berbunga. Atau saat ikut begadang bersama kakak-kakak, nungguin mekarnya Sang Ratu Malam ini, terkantuk-kantuk tapi tak mau menyerah dan merasa ‘jago’ ketika akhirnya menjadi saksi keindahan yang hanya berusia semalam itu.  Ya, esok harinya, kelopak kembali menutup dan tangkai bunga pun lunglai…nah, saat itu si bunga cantik pun kupotong untuk jadi ‘daging ayam’ saat main pasaran.

Itu sebabnya, ketika beberapa waktu lalu seorang sahabat mengunggah foto mekarnya Bunga Wijayakusuma ini, langsung aku izin untuk ikut menyimpannya, dan ketika beberapa hari lalu seorang teman lain mengunggah keindahan yang sama di dinding FBnya, akupun buru-buru setor jempol di sana 🙂

Pernah pula kudengar, bahwa Bunga Wijayakusuma adalah bunga yang dikeramatkan di Kasunanan Surakarta, saat itu kukira bunga yang dikeramatkan itu adalah sama dengan bunga kenangan masa kecilku ini. Ternyata aku salah besar!

Bunga Wijayakusuma keramat itu nama latinnya Pisonia Grandis var Silvestris, yang hanya tumbuh di daerah-daerah tertentu dan konon yang bisa berbunga hanya yang tumbuh di pulau Karang Bandung Nusakambangan, Karimunjawa dan Bali ( ini menurut tulisan di Blog KEMBANG KERAMAT ).

Meskipun bernama lokal sama, baik bentuk pohon maupun bunga dari kedua Wijayakusuma ini sangatlah berbeda, jauuuh! Aku baru tahu perbedaan itu ketika mendapat stek pohon Wijayakusuma keramat dari salah satu eyangku yang cukup akrab dengan dunia paranormal.  Pohon itu sangat mirip dengan pohon Kol Banda / Kolbandang (begitu kami menyebutnya) salah satu jenis tanaman hias yang mempunyai daun-daun muda berwarna kuning kehijauan.

Sempat tak yakin apakah setekan yang diberikan eyang itu benar-benar Wijayakusuma keramat, karena setelah bertahun-tahun tak juga pernah berbunga! Namun setelah membaca artikel di Blog KEMBANG KERAMAT itu, dan melihat penampilan Wijayakusuma yang Pisonia Grandis var Silvestris  di sana yang persis plek dengan Wijayakusuma pemberian eyang akupun akhirnya cukup yakin, namun masih tetap berharap semoga dalam waktu dekat pohon Wijayakusuma keramat ini akan berbunga, agar dapat kubandingkan dengan gambar di artikel itu…

Wijayakusuma keramat ( Pisonia Grandis )

Wijayakusuma keramat ( Pisonia Grandis ) – Gambar dipinjam dari kembangkeramat.blogspot.com

Tapi, bila disuruh memilih diantara 2 jenis Wijayakusuma itu, aku dengan mantab akan memilih si cantik Epiphyllum oxypetalum, bunga kenangan masa kecilku!

Bagaimana menurutmu, teman ?

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

15 thoughts on “Wijayakusuma : nama sama penampilan jauuuh beda

  1. iya aku pernah baca duluuu kisah pangeran yang cari bunga keramat wijaya kusuma di Nusa Kambangan,
    makanya rada nggak percaya ketika pernah punya wijaya kusuma Epiphyllum..
    yg keramatnya aku baru tau lho bentuknya, trims ya Mechta

    saya juga baru lihat bentuk bunga yg keramatnya sekarang mba…karena yg dirumh baru dauuun saja…haha…. sama2 mbak Monda 🙂

  2. Mechta, saya pernah melihat langsung bunga wijayakusuma yang sedang berbunga di rumah teman atau saudara, saya lupa…tapi yang pasti bunga itu indah dan harum sekali…eh, bener kan bunga wijayakusuma itu harum?

  3. Di depan rumahku masih ada kembang wijayakusuma, Mba. .
    Kalau sedang mekar, ambuune wangi bangeet. . .

    penampilan Wijayakusuma (yg kembang hias) malah mirip bunga Naga ya Idah.. hehe…

  4. mba Mechtaaaaaaa…
    maapkanlah daku baru mampir lagi yaaaaah…kangen deh…hihihi…
    *umpetin remote dipidi*

    trus, trus, kenapa dikasih istilah kembang keramat yah mba?
    apakah ada cerita seram dibaliknya? yang mengandung misteri mungkin?
    atau mungkin karena berusia semalam dan hanya mekar di malam hari kali yah mba?
    *selalu aja mencari drama*…hihihi…

    etapi poto yang dibawah kok mirip kembang soka yah mba?

    Erry…. kangen juga oi… silahkan..silahkan *gelar tikar ngluarin minuman*
    naah…masalah perdramaan kuserahkan padamu, say… hayu atuh coba dicari kenapa begitu…hehe… dan aku malah belum pernah lihat aslinya bunga yg keramat itu lho Er…cuma dari gambar doang…

  5. Dulu dirumah nenek ada bunga wijayakusumah ini

    yang mana Teh, yang bunga hias atau yang keramat ? 🙂

  6. Aw aw aw … Kenangan yg indah! Di kota kenangan, di kota yg bikin gue pengen pulang. Menyusuri jalan protokol dg pasar loak buku di kanan kirinya. Majalah dan novel th. 90-an, banyak bertebaran di sepanjang jalan.

    Ketika gue dan Wulan lagi asyik nyari buku tabel matematika bekas, mata gue tertuju ama gambar bunga Wijayakesuma yg tercover di majalah TRUBUS (majalah flora dan fauna). Gue mengambilnya dan menyelempitkannya di balik seragam gue.

    Saat gue dan Wulan mulai jalan lagi, gue bilang ama Wulan, “Wul! Gue mo kasih elo bunga … ”

    “Hah! Bunga apaan?”

    Gue pun ngeluarin majalah TRUBUS bercover Wijayakesuma pada Wulan sambil bilang, “buat eloh!”

    “Hei! Lu nyolong di loakan, ya? Balikin gak!”

    Gue lari, Wulan ngejar2 gue sambil ngacung2in es cendolnya siap buat dilempar ke gue.

    Bhahaha

    Salatiga…. Kota penuh kenangan…dan InsyaAllah akan terus menciptakan kenangan2 baru.. 🙂

  7. Aku baru kali ini lihat bunga Wijayakesuma Mba..kayaknya kudu ke Salatiga nih biar tahu hehe

    waah yg di Salatiga sudah habis tuuh.. hehe… coba cari di nursery saja, Nal 🙂

  8. wanginya kuat menguar hingga rumah kami Jeng…
    Nah sekarang kita semua dapat membedakan wijayakusuma harum yang mirip bunga buah naga dan wijayakusuma keramat, Terima kasih Jeng.
    Salam

    Masing-masing indah dengan keunikannya nggih Bu … Terima kasih kembali, Bu Prih 🙂

  9. Jauh lebih suka yg pertama Mba Mechta. Hihihi. Ada juga di rumah surabaya. Baguuus pas mekarnya.

    Aku juga suka yg Wiku hias Dani * toss dulu… Gak keramat gak appa deh.. hehe… Di Surabaya masih ada Dan?

  10. wah . .. aku malah belum pernah melihat bunga di atas mbak, yg pertama itu cantik sekali ya bunganya 🙂
    kebayang mekarnya tengah malam dan sebentar

    iya mbak… jadi bener2 ditungguin momen mekarnya..walau terkantuk-kantuk hehe…

  11. yg Ephypiilium itu ada yg bunga gede ada yg kecil juga lho.. biasanya yg kelopak gede lebih wangi…
    kayaknya di rumah masih ada 2-2nya… mau beli yg warna pink di pameran bunga, tp kok ya mahal..

    yg warna-warni nilai lebihnya bukan pada wanginya itu ya mbak… dan saya juga pernah melihat bunga Wiku hias yg kecil-kecil digantung di penjual bunga hias 🙂

    • yang bunganya kecil2 banyak di tanam di halaman sekolah anakku …*nimbrung .. hehehe

      hm… ikutan ‘mbibit’ boleh nggak ya Teh? *monggo…nimbrung gak dilarang kok… malah gayeng… 🙂

  12. Aku belum pernah lihat wijayakusuma mekar mbak, nggak kuat nahan kantuknya hehehe…
    wijayakusuma keramat, kok kayak bunga lima warna yang saya kenal disini ya. Bunganya ngrumbul kayak kembang kol, dan warnanya bisa beda-beda.

    apakah Panca warna / hydrangea yg perdu itu mbak… yg warna bunganya dipengaruhi kadar keasaman tanahnya?

  13. wijayakusuma yg putih bunga kenangan masa kecilku juga, dan masih menanamnya sampe aku punya anak. Tapi sayang, beberapa tahun kemarin tanaman itu di buang saat membersihkan halaman rumah.

    Yang keramat itu aku belum pernah liat.

    waah.. sayang sekali sampai dibuang ya Teh.. apa salah buang? gak papa..mudah2an nanti bisa nanem lagi lebih banyak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s