Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Topengnya Ragil

8 Komentar

Masih cerita tentang aksi ragilnya mbakku.

Suatu sore, Yangti sedang menyiram tanaman di pekarangan, ketika ada seorang tamu yang menanyakan Si Ragil. Yangti pun kemudian menemani ragil menerima tamu itu, yang ternyata seorang kurir pengantar barang pesanan ragil yang dibelinya secara onlen.  Si mas kurir itu sempat kaget ketika yang tahu yang memesan barangnya seorang anak SD bertubuh mungil.  Oya, barang apakah itu?

Ternyata sebuah topeng.

Yangti sempat agak marah ketika tahu harga topeng itu, merasa eman uang sejumlah itu untuk membeli barang yang -menurut Yangti- kurang berharga.  Sedangkan ragil dengan percaya dirinya bertahan bahwa  itu karya seni yang bagus. Lagi pula ia merasa tak bersalah karena membeli barang itu dengan uang tabungannya sendiri.  Akhirnya Yangti pun mengalah, meskipun masih merasa tak mengerti indahnya topeng itu..hehe…

Beberapa hari kemudian, si Ragil tiba-tiba keluar rumah setelah mendapat telepon.  Ketika pulang, ia menenteng sebuah bungkusan yang ternyata berisi topeng yang hampir sama dengan yang pertama.  Lho… apa dia beli lagi? kenapa nggak diantar ke rumah seperti kemarin?

Ternyata betul, ia memang memesan topeng lagi, dan kurir itu minta ketemu di luar rumah karena ‘takut’ dimarahi Eyang lagi… haha…. ada-ada saja si mas itu..padahal kan Yangti juga gak marah-marah sama dia waktu itu…

Sebelum si Eyang marah lagi karena dia membeli barang yang sama, si Ragil menjelaskan kepada Eyang bahwa itu bukan untuk disimpannya.  Itu pesanan seorang temannya yang tertarik melihat topengnya kemarin, sehingga minta dibelikan. Dan jiwa bisnis si Ragil mulai tumbuh rupanya, karena ia sudah menaikkan sedikit harga topeng itu…

“Berapa keuntungannya, De’?” tanya Yangti.

Diapun senyum-senyum saja… “Lumayan, Yang… Bisa buat beli pulsa…” begitu jawabnya enteng kepada Eyang.

Yangti pun urung marah, berganti menjadi geli karena ternyata cucu ragilnya  menuruni bakat dagangnya, hehe…

Suatu pagi, mobil keluarga mogok lagi.  Ini sudah yang kesekian kali.  Lalu si Sulung tiba-tiba nyeletuk, “Yah, ati-ati lho… Jangan-jangan, besuk-besuk ada yang datang karena mobil tua itu diiklankan Ragil di Toko Begus…”

Semua tertawa… tapi…. siapa tahu juga ya?😀

Ini dia pose Si Ragil dengan topeng barunya…

8 thoughts on “Topengnya Ragil

  1. Dari marah Yangti berubah jadi bangga. Dan dakupun turut bangga. Semoga tiap anak-anak Indonesia punya jiwa entrepreneur seperti ini. Sehingga Indonesia cepat jadi negara maju. Ayo Ragil mari kita jualan🙂

    Yangtinya heran… lha wong msh klas 6 SD kok sdh akal2 begitu.. lha kakaknya yg SMA saja nggak… memang masing2 anak itu unik ya mbak…

  2. keren jg ya mbak bisa dpt keuntungan krn ada pesan topeng serupa yg dimilik Ragil

    btw, lihat Foto bertopeng itu jadi langsung tersenyum aku mbak🙂

    gayane kaya cah gedhe ya mbak… eh, emang pengennya dibilang udah gedhe.. hehe…

  3. Wahahahahaha. Heibat euy mba si ragil. Karena nurunin bakat yangti jadi gak jadi dimarahin ya. Seru.

    Yangtinya gemes2 gimanaaa… gitu… hehe….

  4. hahaha,…ragil…kecil2 udh pinter bisnis. lanjutkannn😀

    lanjutkan secara terarah ya naak… jangan apa2 trus dibisniskan..haha…

  5. bhahaha, nuruni sopo jal nek koyo iku yen gak niru sing tuwo? *lhah

    sing dituruni gak krasa… hehe…

  6. Waw topengnya Guy Fawkes😀

    itukah namanya? aq ga tau…. hehe…

  7. topengnya biar agak seram tapi tetap tersenyum🙂

    senyum seram berarti… hehe…

  8. Keunikan pribadi ragil, berkembang terarah dan smart. nDherek bingah tuk Yangti, mbakyu dan diajeng yang mendampingi ragil. Selamat menikmati pergantian tahun.

    Maturnuwun, Bu Prih… Sugeng warsa enggal ugi kagem Bu Prih & kelg… Mugi tansah sukses nggih buu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s