Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Ketika ‘sungai-sungai dadakan’ muncul lagi…

11 Komentar

Hujan yang turun cukup deras di kota kami sejak sebelum subuh tadi, membuatku sempat was-was ketika bangun tidur. Langsung melongok ke halaman depan…. dan benar saja : kembali jalan di depan rumah telah berubah menjadi ‘sungai dadakan’ seperti kemarin dulu😦

Sungai dadakan di depan & samping rumah kami

Sungai dadakan di depan & samping rumah kami

Jadilah perjalanan ke kantor pagi tadi kembali kutempuh dengan bantuan Pak Becak yang mangkal di prapatan sebelah rumah, dan sepanjang perjalanan ke kantor itu, iseng-iseng aku sempat memotret kondisi sepanjang jalan dari depan rumah hingga ke kantor yang sudah berubah lagi menjadi sungai kecil…

Pantauan dari atas becak...hehe...

Pantauan dari atas becak…hehe…

Kondisi depan kantor kami (Jl Sriwijaya)

Kondisi depan kantor kami (Jl Sriwijaya)

Rupanya pagi tadi tak hanya wilayah Pekalongan bagian utara (daerah pantai) yang kembali terendam, namun juga daerah-daerah lainnya secara cukup merata.  Walhasil banyak warga yang kembali mengungsi di beberapa pos pengungsian dan dapur-dapur umum kembali di buka, antara lain dapur umum Sekretariat Pemkot Pekalongan bekerjasama dengan Kodim 0710 Pekalongan.

Kebetulan lokasi dapur umum di kantor Kodim 0710 itu di seberang kantor kami, sehingga cukup dekat untuk mengangkut peralatan masak dan kamipun tinggal menyeberang jalan untuk bergabung di sana.  Sekitar pukul 9 pagi aku mulai bergabung di sana bersama teman-teman lainnya.

Aku masak? tentu tidaaak… hehe…  Maklum, aku kan gak pinter masak, apalagi masak untuk orang buanyaaak begitu, maka akupun membantu sesuai kemampuanku saja, yaitu membungkus hasil masakan bapak-bapak dari Kodim itu..hehe…

Eh, ternyata membungkus nasi + lauk-pauknya itu tidak mudah lhoo… Apalagi buat kami yang tak biasa.  Tapi tak apa, bisa langsung dipelajari di situ trik-trik membungkus dengan (cukup) rapi dan cepat.  Ya, harus cepat karena nasi bungkus itu sudah ditunggu di pos-pos pengungsian.

Hiruk pikuk di dapur umum

Hiruk pikuk di dapur umum

Masak nasi pakai dandang besar...dan ngambilnya dengan...sekop! hehe... (sekop khusus nasi lho..)

Masak nasi pakai dandang besar…dan ngambilnya dengan…sekop! hehe… (sekop khusus nasi lho..)

Syukurlah, acara bungkus-membungkus itu berjalan dengan lancar dan sampai sore menjelang maghrib tadi sekitar 1000-an nasi bungkus sudah dapat terdistribusi kepada pos pengungsian yang dituju.  Mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara-saudara kami yang sedang mendapat musibah itu…

Nasi bungkus siap didistribusikan...

Nasi bungkus siap didistribusikan…

Nah, itu ceritaku hari ini.  Pulang dari dapur umum sore tadi, alhamdulillah sungai dadakan di sekitar perumahan kami sudah berangsur menghilang, menampakkan kembali ruas jalan yang berlobang-lobang akibat seringkali tergenang & tergerus air.  Semoga saudara-saudara kami di bagian lain Kota Pekalongan juga sudah dapat bernafas lega karena banjir sudah surut…

 Bagaimana di kotamu, teman? mudah-mudahan tidak banjir juga yaa…

11 thoughts on “Ketika ‘sungai-sungai dadakan’ muncul lagi…

  1. Semoga cepat surut banjirnya ya! dan diganti dengan banjir kebahagiaan, banjir rizki,banjir ilmu, banjir hadiah, aammiinn!

    Aamiin… trimakasih doanya, mbak Aisah… mudah2an mbak sekelg dibanjiri kebahagiaan juga ya….🙂

  2. OOh disana kebagian banjir juga ya

    iyaa..pemerataan tampaknya, hihi… semoga di tempat mbak Lidya sdh ngga banjir lagi yaa…

  3. Alhamdulillah di sekitar kompleks saya aman dan terkendali Jeng.
    Saya juga terkejut, dimana-mana banjir.
    Semoga saudara-saudara kita tetap sabar dan tegar sambil terus berdoa dan berusaha agar banjir dan lain-lain segera berlalu. Amin
    Salam hagat dari Surabaya

    Aamiin… semoga demikian adanya, Pakde… Salam kagem kelg di Galaxy🙂

  4. banjir dan genangan kok merata gini ya….., alhamdulillah cepat surut ya

    kalau di kota kami, kabarnya karena salah 1 pintu air di bendungan yg di Kab Pekl dibuka agar krna sdh agak bahaya di sana… sehingga air datangnya cepat & cepat pergi pula.. kelewatan saja, istilahnya hehe…

  5. Pagi ini di depan rumahku sungai dadakannya sepaha auntieeee hihihihi

    Aduuh…trus gimana ngantornya, Rin? Masuk rumah gak? Si skupi aman? eh..nanyanya meni beruntun ya..hihi… Pokoke mudah2an aman terkendali ya Say..🙂

  6. Salut Mba Mechta ikutan jadi relawan bantu-bantu. Pagi ini di jalan yang kami lewati biasanya tidak banjir tadi sampe bikin mobil pada mogok. Semoga saudara kita yang kena banjir sabar dan segera surut ya Mba.

    Eh, itu sih karena ada waktu & kesempatan saja, Dani… Aamiin..semoga semua / di mana2 segera aman terkendali ya…

  7. horeeeee….*teriak anak2 depan rumah….xixixi

    huaduuuh…..keluh ibu-ibu sambil nawu banyu…. hehe…

  8. Kendati Salatiga aman dari banjir, kiranya kami juga semakin belajar mengelola air agar sahabat kerabat di pantura tak keblabaran air.
    Mari bersama bahu membahu menangani pmasalahn banjir. Syukur sungai dadakan di perumhn Diajeng sdh surut. Salam

    sedang terinspirasi biopori dari tulisan Bu Prih..langsung ngoyak2 adik untuk bikin..naah saaat ini lagi nyari bor utk itu buk..hehe…(lebih baik terlambat daripada tidak..)🙂

  9. Banjir dong, Mec! Masa gak? Kendal malah belum surut karna kali meluap.

    hihi…solider nii…sesama koeban banjie dilarang saling mendahului (makan ransum..) qiqiq…

  10. semoga lekas surut yah mbak banjirnya, dan semoga yang mengungsi diberi kesabaran dan ketabahan,,

    Aamiin… kesabaran, memang itu sedang sangat diperlukan di musim penghujan yang cukup lama ini ya… mudah2an kita semua dikuatkan…

  11. sekarang bgmn mbak ? semoga sdh surut ya banjirnya.

    di kampungku sana juga kebanjiran mbak😦

    alhamdulillah sudah surut mbak… tapi kalau hujan semalaman (yg masih sering terjadi) yaa…muncul lagi deh sungai dadakannya..hehe… Semoga keluarga mbak di kampung halaman selamat semua yaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s