Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Oil drop speck method

14 Komentar

Tadi pagi, saat membuka dasbor blog ini, kutemukan komen dari Pakde yang makjleb banget : ‘sudah 5 hari kok masih mimpi ‘  Buat yg kurang faham, itu sindiran Pakde untuk tulisanku yg panceeet ae, padahal hari telah 5x berganti… hihi… ampuuun, Pakde…, ponakan njenengan satu ini memang sering angot-angotan nulisnya.. hehe…

Nulis 1 tema…macet di tengah jalan…simpan di draft.  Nulis tema lain, macet lagi… parkir lagi di draft… akhirnya tempat ngedraft penuuh, sedangkan berandanya sawangen alias penuh sarang laba-laba… *tidak untuk ditiru!🙂

So.., setelah tertohok komen Pak Kumendan itu, akhirnya akupun ngubek-ubek simpanan draft, dan menemukan salah satu diantaranya, yaitu tentang metode rembesan tetesan minyak.  Apakah itu?

Kemarin, saat mendampingi dalam pelatihan fasilitator untuk kegiatan KRPL, aku mendengar tentang metode tersebut, dalam pembahasan strategi penumbuhan Kawasan Rumah Pangan Lestari. Nah, apa pula hubungan antara tetesan minyak dengan salah satu program untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga itu?

Teman, apakah teman pernah memperhatikan proses yang terjadi ketika setetes minyak menetes di sebuah kertas?  Kertas koran misalnya, maka yang terjadi adalah perembesan atau mbleber (bahasa jawa nya).

Nah, seringkali dalam memperkenalkan suatu inovasi atau program yang relatif baru, masyarakat baru mau mengadopsi hal itu tanpa keraguan setelah menyaksikan keberhasilan kelompok masyarakat yang lain.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam melaksanakan implementasi inovasi teknologi KRPL ini hendaknya kita mendahulukan kelompok masyarakat yang potensial untuk menjadi contoh.

Kelompok yang bagaimana?

Sebaiknya kelompok / organisasi yang dipilih sebagai contoh ini merupakan organisasi yang masih aktif, karakter administrasinya tertib dan transparan, baik pula bila menganut sistem herarki.  PKK, Militer, Organisasi Religi, adalah beberapa contoh organisasi yang dapat dijadikan sasaran awal program agar dapat dicontoh masyarakat sekitarnya.

Tentunya, metode rembesan tetesan minyak atau oil drop speck method  ini tak hanya bagus untuk program pemerintah. Bisa juga untuk sosialisasi program perorangan / organisasi masyarakat.

Bahkan mungkin para caleg pun ada yang menerapkan metode ini, mendekati / merangkul tokoh tertentu untuk menarik simpatisan dari masyarakat yang menjadikan tokoh itu panutan mereka. Wajar saja. bukan?

Nah, itu sedikit cerita tentang metode rembesan tetesan minyak  ini. Omong-omong, pernah mencoba menggunakan metode ini, teman? bagi ceritanya ya…🙂

Cabe dan Selederi muda

Cabe dan Selederi muda

Ngomong-omong, ini 2 bibit yg saya dapat dari Bu RT untuk meramaikan program KRPL dilingkungan kami. Pertanyaannya, akan sampai berapa lama umurnya? hihi…

Oya, bagi yang ingin mencoba bertanam Seledri, silahkan cek tulisan saya di rumah sebelah yaa…

14 thoughts on “Oil drop speck method

  1. Sedang mencoba melakukan itu Mba Mechta untuk penyebaran informasi financial planning melalui teman-teman blogger biar nanti bisa disebarkan ke teman/keluarganya. Hahaaa sok iyes bener saya inih.

    siip… siap2 dapat banyak klien hasil rembesan minyak eh info ya Dani🙂

  2. Bagus juga ya konsepnya, rembesan tetesan minyak. Semoga semua hal yang positif cepat tersebar ke seluruh lapisan masyarakat, hehehehe

    Aamiin… mulai dari diri sendiri dan dari sekarang…begitu ya Mas Gie?🙂

  3. Baru sepasar alias 5 hari Jeng, kalau dikebun bisa selapan hingga sewarsa diberakan…..
    Oil drop speck method sudah Diajeng lakukan melalui buku BPM dan Harmoni, mari nikmati bleberannya….
    Salam

    hehe… saya juga sering menikmati bleberan tetesan minyak dari Bu Prih lho.. alhamdulillah, saling menyemangati, nggih bu… Dospundi Salatiga, terdampak abu Kelud juga kah?

  4. Belum2..nah ini perlu dicontoh..dan berharap bnget KRPL ini berjalan terus..bukan sekedar angin semusim. Istri saya setiap bulan bikin laporan KRPL dari organisasinya..tapi kayaknya belum maksimal…nah,..dengan artikel ini bisa dong saya ref buat dia😉 sekali lagi trima kasih yach

    Silahkan, Bli… sharing juga perkembangan KRPL tersebut ya…siapa tahu bisa menginspirasi teman2 lainnya🙂

  5. Mungkin dalam konsep sederhana yang saya pikirkan adalah, kita sebagai pribadi bisa memberikan kemanfaatan untuk orang-orang di sekitar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang kita miliki

    setuju Pak… kita mulai hal-hal baik dari diri sendiri & keluarga kita, Insya Allah akan memberi manfaat baik sekitar kita🙂

  6. Di kampungku koq gak ada KRPL ya Mbak… Ayo bleberi aku dengan inovasi teknologi yang satu ini😉

    Ayo, Dik… Dimulai dari menanam beberapa bibit dari tanaman sayur yang digemari keluarga, minimal bermanfaat bagi keluarga, dan kalau ada kelebihan bisa bermanfaat bagi orang lain🙂

  7. Seledrinya tampak sehat Mbak.. Jika ada yang sukses dengan berkebun seledri hasil anak pinak dari bibit Bu RT… mungkin nantinya jadi tetesan minyak yang baik untuk tetangga kiri kanannya Mbak.. he he

    apdet setelah dua bulan berlalu, Cabenya makin gagah sementara Selederinya kebalikannya… hiks.. Mudah2an begitu ya Mbak Dani🙂

  8. Kalau orang swasta bilang …
    ini semacam Role Model …
    atau Control Group …
    atau Opinion Leader …
    atau simply … informal trend setter …

    Ini yang biasa “digarap” duluan … agar bisa mendapatkan efek domino … efek “getok tular” yang cepat

    salam saya Mechta

    (15/2 : 8)

    betul… seperti itulah, Pak Her…🙂

  9. sepertinya kudu di coba ni,

    sok atuuh…

  10. Mending lah, Bu. Gue aja baru 8 hari. Bhahaha, kirain ngedrop gara2 telat ganti oli. B-)

    ayoo…ndang diteruske le dadi detektip…aja malah sengaja nggladrah kaya sinetron2 saiki loo..hihi…

  11. aku juga mau mulai menyemaikan biji bijian nih mbak buat musim tanam pertengahan nanti, sdh siap byk bungkus nih biji bijiannya karena cuaca sdh mulai menghangat 🙂

    aah…, halaman mbak Ely pasti akan makin semarak ya… senang ya mbak, jenis tanamannya bergantian sesuai musimnya..🙂

  12. asyik juga bun nanam sledri sendiri ya

    Iya…tapi suka gemes kalau tumbuh gak sesuai harapan, hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s