Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Bertanam Terong dalam pot

24 Komentar

Masih meneruskan informasi yg kudapat melalui leaflet yg dibagikan saat pelatihan pendamping KRPL kemarin dulu yaa…. kalau kemarin sudah menulis tentang bertanam seledri, kali ini tentang Budidaya Terong dalam pot.

Siapa yang belum mengenal Terong? Hm, tampaknya sebagian besar dari kita sudah mengenal salah satu jenis sayuran ini ya, atau bahkan mungkin menjadikannya sebagai sayuran kegemaran. Ya, Terong memang sudah umum dikonsumsi di masyarakat kita.

Selain dikonsumsi sebagai sayur, ada pula yang mengkonsumsinya sebagai obat wasir, bahkan karena kandungan senyawa solasodinnya, terong dikenal juga sebagai pencegah kehamilan.

tabulapot4

Bertanam terong tak harus pada lahan yang luas, karena ternyata terong ini dapat ditanam juga dalam pot / polybag, sehingga pekarangan / teras sempit pun dapat digunakan untuk bertanam terong.

Syarat tumbuh

  • Dapat tumbuh di dataran renda maupun dataran tinggi
  • Suhu udara 22 – 30 derajat celcius
  • Jenis tanah yg paling baik lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan mempunyai keasaman / pH antara 6,8 – 7,3
  • Media tanam : tanah, pupuk kandan dan pasir / sekam
  • Mendapat sinar matahari yang cukup
  • Waktu tanam yg cocok pada awal musim kemarau

Pembibitan

  • Rendam benih dalam air hangat kuku selama 10-15 menit, disarankan tambah dengan POC NASA dengan dosis 2 cc / liter air
  • Bungkus benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama sekitar 24 jam hingga nampak mulai berkecambah
  • Sebagrkan benih diatas tempat persemaian menurut barisan. Jarak antar barisan 10-15 cm
  • Tutup benih dengan lapisan tanah tipis
  • Siram persemaian 2x sehari yaitu pada pagi & sore hari
  • Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap untuk dipindahkan ke polibag / pot kecil

Penanaman

  • Pilih bibit yang telah tumbuh subur dan normal, berumur 1-1,5 bulan atau telah berdaun minimal 4 helai
  • Cabut bibit dari persemaian secara hati-hati agar akar tidak rusak
  • Tanam bibit di lubang tanam secara tegak, lalu tanah disekitar lubang tanam dipadatkan

Pemeliharaan

  • Penyiraman secukupnya
  • Lakukan penyiangan gulma
  • Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal / mati / terserang penyakit
  • Pemasangan turus bambu berukuran 80-100 cm dan lebar 2-4 cm, dipasang lebih awal agar tidak mengganggu perakaran, ditancapkan secara individu dekat batang, kuatkan dengan ikatan
  • Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan pupuk organik. Jika diperlukan pupuk kimia, disarankan dilakukan dengan cara dikocor sebanyak 3,5 gr / liter air, kocorkan larutan pupuk sekitar 250 cc / tanaman
  • Lakukan pemangkasan tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama, agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh

Pengendalian hama

1.Kumbang daun (Epllachnaspp.)

  • Gejala serangan : adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah. Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun & tinggal tulang-tulang daun saja.
  • Pencegahan : semprot dengan Pestona atau Pentana + Aero 810 setiap 1-2 minggu sekali.
  • Pengendalian : kumpulkan & musnahkan kumbang & lakukan pengaturan waktu tanam.

2.Kutu daun (Aphissp)

  • Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada pucuk atau daun-daun muda
  • Gejala : daun tidak normal, keriput / keriting / menggulung
  • Pengendalian : mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, sebagai pencegahan semprot dengan Pentana + Aero 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali

3.Ulat tanah (AgrotisipsilonHufn)

  • Bersifat polifag, aktif pada senja / malam hari
  • Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga tanaman akan terkulai & roboh
  • Pengendalian : kumpulkan & musnahkan ulat yg ada.
  • Pencegahan : semprotkan Pestona atau Pentana + Aero810

4.Ulat Grayak (Spodopterailtura,F.)

  • Bersifat polifag
  • Menyerang dengan cara memakan daun hingga berlubang-lubang
  • Pengendalian : atur waktu tanam & pergiliran tanaman
  • Pencegahan : semprot dengan Natural Vitura

5.Ulat Buah (HeilcoverpaarmigeralHubn)

  • Bersifat polifag
  • Menyerang buah dengan cara menggigit / melubangi
  • Pengendalian : lakukan pergiliran tanaman, waktu tanam & sanitasi tempat tanam

Pengendalian penyakit

1. Layu bakteri

  • Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum.
  • Bisa hidup lama dalam tanah
  • Serangan hebat pada suhu cukup tinggi
  • Gejala : terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak
  • Pengendalian : gunakan pestisida alami atau bila serangan sangat berat dapat gunakan pestisida kimia yang dianjurkan

2. Busuk buah

  • Penyebab : jamur Phytophthorasp, Phomopssvexans, Phytiumsp.
  • Gejala : bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah membusuk
  • Pengendalian : gunakan pestisida alami atau bila serangan sangat berat dapat digunakan pestisida kimia yang dianjurkan

Panen

  • Petik buah pertama setelah berumur 3-4 bulan (tergantung jenis yg ditanam)
  • Terong dapat berproduksi hingga umur 5-6 bulan
  • Petik buah bersama tangkainya dengan tangan atau alat tajam
  • Waktu panen yg tepat pagi / sore hari
  • Pemetikan buah selanjutnya rutin tiap 3-7 hari sekali untuk buah yang siap petik.

Bagaimana…, mau mencoba menanam terong juga? 🙂

Sumber : Leaflet “Teknologi Budidaya Terong Dalam Pot” – Kantor Ketahanan Pangan – Kota Pekalongan.

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

24 thoughts on “Bertanam Terong dalam pot

  1. Beberapa bulan yg lalu aku sempat beli bibit terong di Trubus… sayang banget, kayanya aku ketinggalan entah di mana, krn setelah itu sempat jalan-jalan.
    Kayanya ntar aku mau cari bibitnya lagi deh..

    Naah…itu rejekinya orang yg nemu bibit itu, mbak hehe…

  2. Auntiiieeee…itu jenis ulatnya banyak bangeeettt -____-”

    Dan….mudah2an ngga nyerang bareng2…hiii… *aku lihat satu saja sdh ngeri..hehe…

  3. wah baru tahu klo terong bisa buat obat wasir.
    mesti konsumsi banyak-banyak nih, biar nggak kumat lagi.
    makasih informasinya mbak…

    aku juga baru tahu setelah baca leafet itu mbak Nanik… biar lebih pastinya coba cari info lebih banyak mbak..hehe…

  4. Makasih Mba Mechta… Beli bibit-bibit gitu itu pasti ada di toko bunga ya Mba? Belom pernah nemu toko trubus di sekitar rumah.. 😦

    Coba di toko / kios Tani, Dan.. eh, di Kota besar ada gak ya, Kios Tani? hehe…

  5. Yg suka berkebun bapakku dan udah pernah tanam terong, sampe bosan akhirnya di babat habis, hehehe
    Padahal skr aku hampir sedid terong buat sayur krn bapakku cuma bisa makan yg empuk2 .

    ayooo..nanem lagi, Teh… bisa dimasak macem2, kan ? 🙂

  6. Dulu di Jombang juga suka nanam macem2 di pot, ada terong, lombok, sledri,dll
    Sekarang di tanam di tanah biasa
    Terima kasih tipsnya Jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    nanam di pot hanya untuk mensiasati kekurahan lahan, Pakde… lha kalau pekarangannya jembaaar…yo lebih asyik langsung ditanah… lak nggih ngoten, Dhe.. 🙂

  7. Belum pernah nanam tanaman sayur dalam pot, Mbak. Di teras ada tanah sedkit, kami tanami beberapa batang kunyit. Subur banget. Ayo siapa yang mau bikin rendang dan sate Padang? Daunnya lebar2. Haha… Sisanya rumput yang lebih banyak.

    Btw, kok hamanya banyak banget ya terong ini? 😦

    rimpang kunyit juga bermanfaat obat ya… ayoo mas, dicoba nanam sayuran kesukaan keluarga dalam pot… mudah2an sih nggak keserang hama 🙂

  8. keren mbak, aku blom pernah sih nanam terong mbak, menarik juga ya jika bisa tumbuh di pot, buat yg nggak ada lahan buat nanam bisa jadi alternatif ya mbak 🙂

    begitulah maksudnya, mbak Ely… tanaman sayur sekaligus tanaman hias, hehe…

  9. Kalau buah kan istilahnya tabulampot, tanaman buat dalam pot. Kalau tanaman sayur kayak terong gini, namanya apa ya? Tayurlampot? 🙂

    hihi…mungkin juga, mas 🙂

  10. Menikmati terong ungu pating grandhul, pikiran jadi seger, jatah belanja sayur masuk celengan ah…
    Terima kasih Jeng berbagi pengetahuan dan pengalaman.
    Salam

    yang utama, sebagai catetan bagi diri sendiri, ibu..karena klo nyimpen leaflet seringnya ketlingsep..hehe.. selamat menikmati sedepnya terong ungu, Bu.. 🙂

  11. Di Jepang sono, terong Indonesia katanya paling enak. Di dalam negeri ini sendiri juga banyak penggemarnya,
    Ternyata tanamnya juga gampang seperti ini, kalau bisa dikerjakan secara massal bisa membuat pemiliknya kaya raya 😀

    hehe… ayo ayoo..naman terong rame2… 🙂

  12. Aku belum pernah tanam terong. Sekarang ini pot-pot plastik di belakang penuh oleh tomat. Sepertinya layak dicoba ya, tanam terong di pot..

    naah.. klo ntar sdh jadi semuanya asyik tuuh mau bikin balado terong, tomat & terongnya tinggal metik 🙂

  13. ini cocok buat dirumah yang gak punya tanah ya bun

    betul mbak Lidya, demikianlah maksudnya…

  14. Mechta,
    Ibu-ibu di lingkungan kompleks ku sebagian besar mengubah tanaman hias di rumahnya menjadi tanaman sayur dan buah. Dan setelah ditata menyenangkan sekali melihatnya.
    Ada terong, gambas, sledri, tomat dan buah naga.
    Ini karena pak RW yang lama dari Fak Pertanian, dan penggantinya juga senang menanam.

    Saya mau ikutan belum sempat…..karena sibuk acara lain….
    Senang Mechta menulis tentang bercocok tanam ini dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami…..
    Kapan-kapan mau coba ah.

    alhamdulillah bila ada manfaat yg dapat diambil ya Bu… tapi ini tulisa nyontek sumbernya kok bu… gak berani jauh2 takut salah hehe… Mudah2an nanti sempat mencoba ya Bu… 🙂

  15. mo tny donk…terong saya blm prnh brbuah..soalny klo sudah bungany mekar habis itu layu trus gugur deh alias g jdi…pdhl bunga bakal terongnya bnyk dan rajin skli brbunga…blh donk d share knp bisa bgtu y? sy jg tanam dlm pot..trmksh

    waah… maaf Whie.., saya gak berani ngasih saran teknis niih… bgmn kalau menghubungi PPL setempat?

  16. mosok seh terong bisa buat cegah hamil ?
    Terongnya “diapain” ..? hehehee

  17. Pohon Terong Panjang Umur menggunakan Rekayasa Ginetik agar mendapatkan bibit unggul

    • Untuk menanan terong perlu adanya rekayasa ginetik, karena pohon terong biasanya akan mencapai masa produksi hanya beberapa musim saja.
      untuk itu kami mencari cara agar masa produksi pohon terong yang panjang alias panjang umur.
      selain itu buah banyak dan lebih dahyat jika panen terong tersebut bisa tahan lama.

  18. Jenis terong yang menguntungkan dengan harga mahal, apa ya mas?

    Maaf saya tak berkompeten memberikan jawaban atas pertanyaan ini, silakan menghubungi dinas pertanian / penyuluh pertanian terdekat 🙂

  19. saya gk pernah nanam pohon terong, tapi saya pernah nanam kacang panjang,
    sangatz bagus saya nanam nya

    naah… kacang panjang juga sayur yg saya suka… 🙂

  20. terong jenis apa ya ? yag bisa bikin cegah hamil.. hehe….

    wah maaf sy tdk punya info ttg itu, silakan kalau tmn lain ada yg tahu bisa bantu jwb pertanyaan ini yaa..

  21. tolong bro aku butuh jawaban segra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s