Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Kopdar Surabaya : dari bundar ke kotak…

14 Komentar

Ketika beberapa waktu lalu mengetahui bahwa lokasi kegiatan benchmarking to best practise yang menjadi salah satu bagian kegiatan Diklatku adalah di Sidoarjo, maka akupun mengabarkannya kepada Diajeng Muna Sungkar, rekan blogger yang bertindak sebagai PJ buku antologi “11 Warna Pelangi Cinta” dan berdomisili di sana. Dan kami pun sepakat untuk bertemu antara tanggal 24 – 27 Maret itu.

Lalu dalam perjalanan menuju Sidoarjo, aku pun memberanikan diri kontak Pakde Cholik, karena ternyata kami menginap di Surabaya dan sudah lama aku berharap bisa sowan  Pakde dan Bude di Galaxy.  Alhamdulillah, gayung bersambut, Pakde berkenan menerimaku dan kami pun menentukan waktu kopdarnya.

Senin (24 Maret 2014) lepas maghrib aku pun minta izin pembimbing untuk keluar hotel, menggunakan taksi menuju RM Bu Cokro yang dipilih Pakde sebagai lokasi ‘Kopdar Meja Bundar’ itu.  Karena bertepatan dengan waktu pulang kantor, jalanan cukup padat merayap sehingga perjalanan ke sana lebih dari waktu yang diperkirakan.  Setelah sempat mencari-cari dan tanya sana-sini, akhirnya akupun sampai di lokasi, dan kata-kata Pak sopir begitu sampai di sana adalah : “Wooo… kalau rumah makan sugeng rawuh ini sih saya tahu, lha tadi ibu nyebutnya rumah makan bu cokro…” sambil mengucapkan terima kasih, aku keluar taksi dan tersenyum kecut memperhatikan tulisan “SUGENG RAWUH” besar yang terpampang di luar rumah makan itu 😦

Di dalam sudah rawuh Pakde, Bude, Kang Yayat, Yuni dan Mas Rinaldi suaminya.  Dan pertemuan nan gayeng itu pun segera dimulai setelah aku minta maaf karena keterlambatanku malam itu. Alhamdulillah…. aku serasa menemukan keluarga baru dengan sambutan hangat beliau-beliau itu. Akhire, kelakon juga sowan Pakde-Bude + ketemu kanca-kanca Suroboyo iki, rek…masiyo gak kumplit tapi tetep wae sueneeeng…  😀

Cerita tentang Kopdar Meja Bundar beserta foto-foto lengkapnya tentu sudah teman-teman ketahui dari tulisan Pakde kan yaa…  di sini aku hanya ingin menekankan rasa bahagiaku bisa bertemu dan merasakan kehangatan sambutan mereka.  Belum lagi pulangnya diantarkan oleh Pakde-Bude dengan ditemani Yuni karena aku sama sekali gak mudeng jalan kembali ke hotel di lingkungan kampus PETRA  itu..hehe… Maturnuwun sanget, Pakde….

Kehangatan berikutnya kurasakan pada hari Rabu (26 Maret 2014) malam ketika Diajeng Muna menyempatkan waktu untuk mampir ke The Square menemuiku.  Itu pertemuan pertama kami.  Sebelumnya kami hanya berinteraksi lewat chatting di grup Proyek Monumental itu.  Tapi, melalui tulisan-tulisannya ataupun obrolan di grup itu, aku menduga bahwa kami tak akan sulit berkomunikasi nantinya.  Dan alhamdulillah, perkiraanku terbukti. Jeng Muna Sungkar yang cantik dan sumeh itu memang supel sehingga obrolan kami terasa mudah dan hangat.  Belum lagi kehadiran si cantik Nadia yang menyegarkan pertemuan malam itu.  Muna, Si Abang dan si cantik Nadia…terima kasih sudah mampir & menemani ngobrol-ngobrol di bawah atap bak langitnya The Square…

Kopdar Meja Bundar (Foto pinjaman dari Pakde & Kang Yayat)

Kopdar Meja Bundar (Foto pinjaman dari Pakde & Kang Yayat)

Di RM 'Sugeng Rawuh' itu... :)

Di RM ‘Sugeng Rawuh’ itu… 🙂

Bertiga ...

Bertiga …

Ekspresi Si Cantik Nadia makin menyemarakkan malam di The Square

Ekspresi Si Cantik Nadia makin menyemarakkan malam di The Square

Sekali lagi, terima kasih Pakde, Bude, Kang Yayat, Yuni, Mas Rinaldi, juga Muna & keluarga kecilnya…. terima kasih untuk pertemuan nan hangat di Kota Pahlawan… meminjam kata-kata Om NH : this is the beauty of blogging… 🙂

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

14 thoughts on “Kopdar Surabaya : dari bundar ke kotak…

  1. Ini kopdar kedua kita ya Jeng
    Senang bisa bertemu lagi di Surabaya
    Sukses diklatnya
    Keep blogging
    Keep smiling
    Salam hangat dari Surabaya

    inggih Pakde… senangnya bisa bertemu Bude juga… maturnuwun pandonganipun Pakde.. 🙂

  2. rasa kebersamaanya pasti kuat dan solid yang tetap harus di jaga agar tak renggang

    salam kenal

    setujuuu… 🙂 trims sdh mampir, salam kembali…. 🙂

  3. Terima kasih jg sudah menyempatkan ketemu kami di tengah kesibukan mb Mechta.. Kpn2 kopdar lg ya Mbak 🙂

    Insya Allah… oya bagaimana cerita kopdar Semarangnya, jadi kah?

  4. senengnya yg bisa kopdaran dengan byk Blogger dr kota lain ya mbak 🙂

    iya mbak… masih belum lengkap sebelum ketemu mbak Ely 🙂

  5. Serunyaaa…
    Kapan ketemu aku Mbaaa?

    Insya Allah, Una… iya nih, aku penasaran dg dirimuuu.. 🙂

  6. asyik ya mbak dari duni amay aakhirnya beisa bertemu di dunia nyata

    Betul, Jeng… asyiiik… semoga suatu saat ketemu Lidya & jagoan2nya juga yaa… Aamiin 🙂

  7. alhamdulillah dari tulisan bisa menjalin persaudaraan dan bertatap muka

    alhamdulillah…dan semoga suatu saat berjodoh ketemu mbak Nanik juga yaa… 🙂

  8. Semoga suatu saat nanti saya diberi kesempatan bertemu njenengan Mba Mechta. 🙂

    Aamiin…. dan akupun menunggu kesempatan bertemu dengan Dani, nyonya dan jagoannya 🙂

  9. Auntiiiiee. kapan kopdar sama akuuu? 😀

    Insya Allah… segeraaa…. *aamiin.. 🙂

  10. kehangatan kopdar di Surabaya terasa di Salatiga nih Jeng Mechta, Diklat membawa aneka berkah nggih.
    Salam hangat
    inggih Ibu… berkah diklat tambah teman 🙂

  11. Serunya KopDar memang selalu memberi sensasi bahagia yang luar biasa, ya Mba Mechta. Kapan nih bisa ketemu dirimu?

    betul, mbak Al.. serasa dapat suntikan semangat utk makin rajin ngeblog..hehe… Insya Allah ya mbak.. akupun ingin bisa ketemu Srikandi yang cantik & aktif ini.. 🙂

  12. Wau wau, ibu kopdar trus! Kapan nang Kendal kiyeh?

    wis nglewati terus kok, Nang.. hehe…

  13. Ping-balik: Kenang2an saat Benchmarking ke Sidoarjo | Lalang Ungu

  14. Sayang sekali saya lagi nggak ada di Surabaya, Mechta…tapi ikut seneng bacanya, dan senyum-senyum sendiri pas baca rumah makan Bu Cokro disamain dengan rumah makan Sugeng Rawuh…ada-ada aja deh!
    😀

    itu bukti bahwa arek suroboyo pinter ngeles, mbak Irma… hehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s