Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Bercermin dari Sebuah Renungan

14 Komentar

Musing Religion

Judul Buku : MUSING RELIGION (Sebuah Renungan)

Penulis : Bunda Lily

Editor : Catur Sukono

Layouter : Anang Subchana

Desain Cover : Dani Sulistyanto

Tebal Buku : vi + 192

Penerbit : Halaman Moeka Publishing

Cetakan : Juli 2013

***

Memaknai Penderitaan.  Itulah judul ‘bab’ pertama dari buku yang menurut Bunda Lily -penulisnya-  berisi perenungan yang beliau simpulkan dari saat-saat kebersamaannya dengan Ibunda tercinta – Sang Guru Kehidupannya.

Membaca ke-57 hal yang dituliskan di buku ini, buatku seakan melakukan perjalanan untuk menilai hati dan kehidupanku sendiri.  Menghayati hal-hal yang dibahas di buku ini, membuatku mempertanyakan penerapannya dalam kehidupan pribadiku : sejauh mana hal-hal itu telah menjadi bagian dari hidupku? Seolah aku disodori cermin besar dan melihat masih begitu banyak hal yang harus kuperbaiki !

Judul bab yang unik

Yang juga membuatku terkesan saat menyusuri halaman demi halaman dari buku cantik bercover  sederhana namun penuh makna ini, adalah pemilihan kata-kata judul dari beberapa ‘bab’ atau bahasannya.  Coba saja tengok beberapa judul-judul bab di bawah ini :

~ Lelah itu nikmat ( Hal 22 )

~ Siapa perampok kebahagiaan? ( Hal 46 )

~ Manusia di Cangkang Telur ( Hal 78 )

~ Aroma Dosa? ( Hal 108 )

~ Doa dan bungkusan yang ruwet ( Hal 154 )

Unik bukan? Menurutku, pemilihan judul-judul itu sangat menarik, menggugah minat kita untuk penasaran tentang materi apa yang akan dibahas di bab itu.

Kisah inspiratif

Renungan-renungan yang ada disampaikan penulis melalui pembahasan yang ringan dan bertele-tele (rata-rata 2-3 halaman), dengan contoh-contoh sederhana, namun tak melupakan ayat-ayat suci yang tepat untuk menguatkan perenungan itu.

Dan beberapa diantaranya disuguhkan dengan kisah-kisah yang inspiratif sebagai ilustrasinya.  Misalnya kisah tentang seorang muda yang sedang dalam masa jaya kehidupannya dan harus menerima vonis dokter bahwa kehidupannya akan segera berakhir ( Setentang Manusia – Hal 65 ).  Atau kisah tentang penyesalan seorang pemuda yang salah mengartikan kasih sayang ayahnya ( mengapa kita harus bersyukur? – Hal 39 ).

Kutipan keren

Terakhir, ini adalah kutipan-kutipan yang ingin kusimpan dari buku ini :

Sebuah berkat kebahagiaan mungkin saja dikemas melalui keadaan yang kurang menguntungkan, atau bahkan bencana.  ( Hal 42 )

Kita seringkali melewatkan berkah dari Tuhan karena kemasannya tidak sesuai yang kita inginkan. ( Hal 42 )

Hal terpenting bukanlah tentang kapan dan dengan cara apa kita menutup lembaran kehidupan kita di dunia ini. Tapi bagaimana akhir kisah yang kita ukir dalam lembaran itu. Hal terpenting adalah, tak ada penyesalan ketika kita meninggalkan dunia ini.( Hal 68 )

Itulah kesan singkatku tentang Buku MUSING RELIGION ( Sebuah Renungan ) karya Bunda LilyBunda, terima kasih sudah membagi renungan-renungan hasil kebersamaan Bunda dengan Sang Guru Kehidupan Bunda yaa…..

Bagaimana denganmu, teman… Sudahkah membaca buku ini? 🙂

 

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

14 thoughts on “Bercermin dari Sebuah Renungan

  1. Juzdulnya sangat menarik..

    Sudah baca buku ini, Ajo? 🙂

  2. Bunda Lily produktif banget. Dan tulisannya selalu membuat orang berpikir 🙂

    Setuju, mbak Evi 🙂

  3. Alhamdulillaah………………Terimakasih banyak Mechta untuk saran, kritik dan masukannya 🙂

    Semoga ada manfaat yang bisa diambil…..

    salam

    terimakasih Bunda, sudah berbagi renungan ini… in sya Allah banyak hikmah yg bisa saya ambil 🙂

  4. Bunda Lily ini termsuk yg produktif juga menerbitkan buku 🙂

    daan….semestinya itu memicu kita untuk produktif juga ya? hehe…

  5. wah buku baru lagi dari bunda Lily

    terbitnya 2013…tapi aku baru baca, mbak.. hehe…

  6. Makin salut sama Bunda Lily yang begitu produktif membuat buku. Dari kesemua buku-buku Bunda Lily saya malah belum sekalipun membacanya hehe..
    Judulnya begitu menarik hati, begitupun judul-judul babnya. Lama-lama saya kalah sama Bunda Lily yang apik dalam merangkai kata 😀
    Ngomong-ngomong buku, kayaknya Mbak Mechta bakal seproduktif Bunda Lily deh 😀

    aku baru baca 2 Yun… hehe… eh, aamiin untuk doanya, semoga menjadi pemicu semangat… 🙂

  7. Tentu saja belum mbak 🙂

    segera merapat ke Bunda Lily mbak El… hehe…

  8. makasih Mba Mechta infonya. kapan-kapan saya cari. 🙂

    siip… 🙂

  9. Saya suka yang ringan tapi mentes kayak gitu Jeng
    Kalau ulasannya terlalu berat bisa termehek-mehek je
    Terima kasih reviewnya
    Salam hangat dari Surabaya

    yang ringan2 memang asyik ya Dhe…hehe… *nglirik toples isi criping hampir habis

  10. Beluuum Jeng, tulisan Bunda Ly sungguh elok cara penyampaian maupun isinya.
    Salam hangat

    Leres, ibu…. kados seratanipun Bu Prih… enteng nanging mentes.. 🙂

  11. iya, kadang kemasan yang dikasih sama Allah ga sesuai sama yang kita harapkan. padahal mungkin itu yang terbaik buat kita ya, mba.

    kemasan yang tak sesuai dengan yg kita inginkan kadangkala membuat kita berburuk sangka pada NYA… Astaghfirullah….

  12. review nya bikin naksir bukunya 🙂

    iya kah? silahkan langsung merapat ke penulisnya ya.. 🙂

  13. reviewnya singkat tapi ngena banget …bikin penasaran pengen baca juga nih jadinya 😉

    suwun, Muna… 🙂 naah, silahkan merapat langsung pada Bunda Lily … 🙂

  14. Ping-balik: 4 Buku Inspiratif Bagiku | Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s