Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Etika peminjaman buku

13 Komentar

Bbrp_bukuqAda yang bilang : ” Buku itu seperti halnya berlian… tidak untuk dipinjamkan.”

Hm, apakah kau setuju dengan pernyataan itu, teman?

Kalau aku, setengah setuju.  Lho…setuju kok setengah-setengah? nanggung amaat… hehe…

Maksudku, aku setuju bahwa buku sama berharganya dengan berlian. Namun bukan berarti tidak untuk dipinjamkan. Sayang kan, kalau hanya numpuk saja tanpa ada yang mengetahui apalagi memanfaatkan ‘isi’nya? Mungkin -bagiku- lebih tepatnya adalah boleh dipinjamkan, dengan syarat dan ketentuan berlaku. #eh, kok jadi mirip iklan yaa? 🙂

Hehe, jelasnya… kita harus pilah-pilih teman yang bisa dipinjami buku – barang berharga kita – itu. Kenapa harus demikian?

Ya, tentunya agar jangan sampai kita berniat baik … tapi berujung pada penyesalan : buku yang dipinjamkan rusak, lama kembali… atau malah tidak kembali sama sekali! 😦

Sedih? Ya… pastilah sedih bila hal itu terjadi.  Barang yang kita sayang-sayang, dirawat dengan baik dan hati-hati, ternyata mendapat perlakuan buruk bahkan tak dapat kita temui lagi.  Itu mimpi buruk tentunya!

Kok, tahu? Sudah pernah mengalami?

Sudaah… Beberapa kejadian tak mengenakkan di waktu lampau telah membuatku lebih memilih-milih teman yang akan kupinjami. Tapi…ternyata aku masih kurang hati-hati dalam memilih (mungkin karena lebih mengedepankan faktor kasihan), sehingga saat ini pun aku sedang kangen dengan  3 buah buku yang belum jelas nasibnya.

Sudah beberapa bulan lalu aku meminjamkannya pada seorang teman yang kala itu sedang membutuhkan bacaan perintang waktu… namun entah dia tipe ‘pembaca super duper lambat’ atau  ada alasan lain yang tak kumengerti, nyatanya sampai saat ini belum satu pun dari 3 bukuku itu  yang kembali.  Hiks…

Menurutku, perlu ada etika khusus peminjam buku, antara lain :

  1. Menjaga keutuhan & kebersihan buku.
  2. Memperkirakan waktu membaca & menyepakati waktu peminjaman
  3. Segera mengembalikan buku pinjaman setelah selesai di baca
  4. Memberitahukan kepada pemilik bila belum selesai membaca namun waktu peminjaman yang disepakati telah lewat
  5. Please…, jangan lipat halaman.. pakai pembatas buku yaa…. ( ini tambahan dari Bu Prih )
  6. Jangan dipinjamkan lagi pada orang lain tanpa memberitahu / seizin pemilik buku (yg ini tambahan dari Mbak Nanik Nara )
  7. …..

Hm…, ada yang mau menambahkan lagi? Mangga lhoo…. 🙂

***

Catatan : Oya, tulisan ini sudah tayang sebelumnya di Blog IIDN Semarang.

 

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

13 thoughts on “Etika peminjaman buku

  1. Hahaha yang ngomong buku itu untuk tidak untuk pinjamkan pelit banget yah, Mbak Mechta. Belum tercerahkan

    pelit?? saya kok ga yakin, mbak Evi….bukti2 menunjukkan sebaliknya, dan tak hanya 1 org yg berpendapat bgt… siapa tahu itu karena trauma? hehe… *lirik2 yg ngomong biar mau cerita… 🙂

  2. Jangan jual buku! Apalagi dibuat mercon. 🙂

    weleeh.. aja mateni penguripan liyan.. gak ilok, Nang.. hehe… tapi setuju nek bab mercon iku…

  3. pinjammmmmmm dong….buku-bukunya…:)

    sudah baca tatibnya mbak? hehe….

  4. lah kalau pinjam buku dari persewaan atau perpustakaan ada ‘tata tertibnya’ begitupun kalau pinjam pada teman meski tatibnya tak tercatat. please jangan lipat halaman nggih pakai pembatas halaman saja..
    Selamat berakhir pekan Jeng

    “jangan lipat halaman…, pakai pembatas halaman.” terimakasih tambahannya, ibu… 🙂 Selamat berakhir Pekan, Bu Prih…

  5. Pelit meminjamkan buku nggak papa terutama kalo yg mau pinjem itu punya track record buruk dalam hal: ketepatan waktu pengembalian buku (it’s not JUST a book, hargai pemiliknya dong). Dan terutama jika si peminjam nggak merawat buku pinjaman dengan baik, apalagi sampe hilang dan nggak mau ngganti.

    Adalah hak kita untuk memutuskan: kita mau meminjamkan barang kita atau tidak. Buku termasuk diantaranya. Karena buku sering dianggap remeh. Kalo hilang, peminjam gak mau mengganti. Kembali dalam kondisi tak sebagus awal, dianggap biasa.

    setuju… pilih2 peminjam tetap haruuus… trims sdh berbagi opini, Tyka 🙂 Oya, nggak nambahi etika peminjaman ?

  6. Kalau saya asal tidak memberi tahu penulis bukunya jika meminjam ke saya. Bukan apa, terkadang saya malu sama penulis buku jika bukunya daku pinjamkan meski dengan alasan bukunya lebih bermanfaat. Di sisi lain aku ingin berbagi manfaat yang aku mkliki sisi lainnya aku juga ingin menghargai karya penulisnya.

    eh, ada juga lho mbak yg setelah baca trus jadi beli sendiri karena benar-benar terpikat buku itu.. hehe…

  7. Tambah satu lagi, jangan dipinjamkan lagi ke orang lain tanpa pemberitahuan pada kita sebagai pemilik.

    Siip… suwun, tambahannya Mbak Nanik 🙂

  8. Baca postingan ini jadi teringat kalau saya lupa, pinjam buku dari perpus sudah 3 minggu belum sempat saya kembalikan. Padahal bacanya udah selesai. hehe

    Ayo, Miftah.. segera dikembalikan bukunya yaa… biar teman2 lain bisa gantian membaca & memperoleh manfaat dari buku itu.. 🙂

  9. dulu aku pelit meminjamkan buku mbak, karena pada gak suka mengembalikan bukunya 🙂

    nah itu dia…. harus pilih2 peminjam yg punya etika peminjaman buku ya… 🙂

  10. Sepertinya semua sudah tertera di atas mbak, mungkin banyak orang yang menggunakan alasan lupa mengembalikan buku ya mbak?

    hm, jadi etika berikutnya adalah… “jo nganti laliii… ” hehe…

  11. Ping-balik: 3 Alternatif berbagi bacaan | Lalang Ungu

  12. karena dari pengalaman, kalau meminjamkan buku, jarang kembali
    atau malahan tak kembali sama sekali…
    maka, sekarang kalau mau meminjamkan…. ya sudah saja, tak mengharap untuk dikembalikan….
    hitung hitung sedekah buku saja … 🙂

    salam

    jadi, sekalian diniatin sedekah saja ya Bunda.. biar gak jengkel n insya Allah berpahala 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s