Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Antara aku dan Indonesia

17 Komentar

Indonesia tanah air Beta

pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

tetap dipuja-puja bangsa

Reff :

Di sana tempat lahir Beta

dibuai dibesarkan Bunda

Tempat berlindung di hari tua

tempat akhir menutup mata

Sungguh Indah tanah air Beta

tiada bandingnya di dunia

Karya indah Tuhan Maha Kuasa

bagi bangsa yang menujanya

Reff :

Indonesia Ibu Pertiwi

Kau kupuja Kau kukasihi

Tenagaku bahkan pun jiwaku

Kepadamu rela kuberi

Mudah-mudahan, masih banyak teman yang tahu dan bisa menyanyikan lagu indah yang syairnya kutuliskan di atas. Ya, itu lagu Nasional berjudul Indonesia Pusaka buah karya Ismail Marjuki.

Selain lagu Padamu Negeri, itulah lagu wajib yang kusuka dan seringkali bikin  hati nggregel saat mendengarkan atau menyanyikannya.  Terus terang aku lebih familiar dengan bait & reff pertama, dan seringkali memang hanya 2 bait pertama itu saja yang kudengar dinyanyikan secara umum. Namun ketika mencari lirik lagu ini di ‘Lirik Lagu Wajib Nasional’ aku baru menemukan 2 bait terakhir yang melengkapi lagu ini.

Mendengarkan lagu ini, seringkali membuatku merasa malu.

Malu menjadi warga negara bernama Indonesia ini?

Bukan. Tentu saja bukan malu karena hal itu!

Lagu ini membuatku merenung akan hubungan antara aku dan Indonesia.  Mestinya, hubungan itu adalah saling memberi, setara dan bukan timpang seperti sekarang ini.

Ya, aku lahir di tanah Indonesia. Dibesarkan dalam keluarga dengan kekerabatan khas Indonesia.  Sekian belas tahun difasilitasi dalam belajar di lingkungan Indonesia, dan akhirnya bermata pencaharian pun masih di wilayah Indonesia.

Aku ikut bangga ketika nama Indonesia berkibar di dunia lewat kiprah putra-putri terbaik Bangsa. Ikut sakit hati ketika ada yang mengolok atau menghina negeri ini.  Ikut sedih ketika carut-marut bangsa diperbincangkan sana-sini. Tapi aku tak mau ikut larut dalam caci-maki bangsa sendiri.  Karena aku sadar, aku belum bisa memberikan solusi. Mencaci-maki negeri sendiri menurutku  sama dengan peribahasa menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Begitu banyak yang sudah kudapat dari negeri ini, sebaliknya apa yang telah kuberikan pada negeri tercinta ini?

Nah… di sinilah aku selalu merasa malu. Ya, malu, karena belum banyak yang bisa kuperbuat bagi negeri ini.

Tahun ini, sudah lebih 2 Dasa Warsa kumengabdi pada negeri ini.  Namun rasanya baru seujung kuku saja sumbangsihku dibandingkan dengan apa yang telah kunikmati.

Bersama rekan-rekan, kami membantu keluarga-keluarga meningkatkan kesejahteraan melalui upaya peningkatan penghasilan & pengurangan pengeluaran keluarga. Membantu para perempuan belajar mandiri dan tak hanya berhenti sebagai konco wingking suami dalam mengelola rumah tangga. Membantu masyarakat mengenali & membedakan antara ‘kebutuhannya’ dengan ‘keinginannya’ serta bersama-sama merencanakan serta melaksanakan kegiatan-kegiatan pemenuhan kebutuhan itu. Membantu masyarakat belajar menjadi pelaku pembangunan dan tidak berhenti sebagai obyek pembangunan semata.

Pelatihan pengolahan ikan

Pelatihan pengolahan ikan

KRPLSOKOREJO

KRPL di KWT ‘Mugi Minulyo’  Sokorejo

Aku malu, karena baru mampu berperan kecil seperti itu, namun kerapkali telah merasa senang atas keberhasilan-keberhasilan kecil kami.

Ketika  beberapa ibu peserta pelatihan menceritakan rasa senangnya karena tak ‘gaptek‘ lagi setelah mengikuti pelatihan singkat mengenalkan internet & kegunaannya, terbit bahagia di hatiku. Ketika kelompok usaha wanita berhasil memproduksi dan memasarkan produk unggulan mereka, sekerlip bangga singgah di hatiku.  Ketika menemui banyaknya ibu-ibu di suatu kampung yang agak terpencil dengan kesadaran sendiri beramai-ramai membawa Balitanya untuk mendapat  pelayanan kesehatan di Posyandu rasanya hilang capai akibat berjalan kaki menuju lokasi itu.  Ketika masyarakat mau menerima sebuah program baru yang sesuai kebutuhan mereka, merasa memiliki dan akhirnya bersama-sama mengelola serta mengembangkannya… terbayar lunas semua waktu & tenaga yang ‘hilang’ saat mensosialisasikannya…

 Ya, aku dan Indonesia memang masih jauh dari sempurna.

Tapi aku percaya pada sebuah proses.  Aku masih dan akan terus berproses menjadi salah satu anak negeri yang berguna, begitu pula Indonesia ini juga sedang berproses menjadi sebuah negeri yang akan menjadi tempat berlindung & tempat akhir menutup mata yang terbaik bagi rakyatnya. Semoga kami mendapatkan kelancaran mewujudkannya. Insya Allah …

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Aku dan Indonesia.

Saya Dan Indonesia

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

17 thoughts on “Antara aku dan Indonesia

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan :Aku Dan Indonesia di BlogCamp
    Dicatat sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    Maturnuwun Pakde… mudah2an Pak Juri suka, dan Samsungnya berjodoh dg saya… hehe… Aamiin…

  2. berasa lg KKN mbak. bikin program trus diterima masyarakat. wah senaaang bgt. sukses ya mbak. ya programnya ya ngontesnya.

    Dalam keseharian kita memang tak bisa lepas dari upaya mewujudkan KKN – Kinerja Karya Nyata – ya.. hehe… Trima kasih.. sukses bersama yaa.. 🙂

  3. Tertunduk malu jauh di belakang Jeng Mechta, begitu banyak kuterima…apa yang tlah kubri….
    Sekaligus bangga dengan jejak tapak yang telah Diajeng sematkan melalui pemberdayaan masyarakat
    Selamat berderap dalam pelayanan Diajeng. Sukses ya di GA-nya Pakdhe, Samsung Galaxy menghampiri.

    aih ibu…selalu membesarkan hati… 🙂 saya yakin, jejak yg panjenengan buat lebih panjaaang berderet, melalui beragam upaya mencerdaskan anak bangsa maupun pemberdayaan masy lainnya.. Semoga kita semua diberi kemudahan & kelancaran dalam menjalankan tugas kewajiban kita nggih Bu.. Aamiin… Suwun untuk support dan doanya, Bu Prih 🙂

  4. lagu Indonesia pusaka itu syahdu banget, Mbak. Saya suka terharu dengernya

    Ikutan GA saya juga, yuk, Mbak 🙂
    http://www.kekenaima.com/2014/06/4th-giveaway-honestly-tunjukkan-lumia-mu.html

    Iya.. suka mrinding mendengarkan lagu ini yaa… eh, aq ga punya Lumia tuuh, jd gak PD ikutan kontesnya.. klo yg Tanakita itu sdh usai ya?

  5. Whoaa…
    mba Mechta cepet banget ikutan kontes Pakde nyaaaa…

    Aku pun merasa malu mbaaa…belum sanggup ngasih apa apa sama negri ini 😦

    Eeh.. gak boleh gitu… pasti ada deh, meski blom sebanding dg apa yg sdh kita dapat dr negeri ini… Hayu atuuuh… ngebut ngikut kontesnya Pakde.. 🙂

  6. banyak banget yang aku dapat dari Indonesia bun

    Iya ya…sampai susah menghitungnya… Insya Allah, biarpun baru sedikit adalah yg bisa kita berikan buat negeri.. minimal bagi lingkungan terdekat kita, bukankah begitu Mbak Lidya? Yuuk.. meramaikan kontesnya Pakde 🙂

  7. Gudlak ngontesnya auntiiiiie, semoga Indonesia jg bangga ya punya warga seperti kita 🙂

    Insya Allah.. Aamiin… Pa kabar, Orin? Sudah ikut di kontesnya Pakde ini? 🙂

  8. Alhamdulillah mbak sudah berbagi ilmu dan mencerdaskan sekitar mbak. Ga putus-putus pahalanya mbak #Barokalloh. Salam Kenal 😉

    Insya Allah…Aamiin… Terima kasih mbak.. salam kembali dari saya… 🙂

  9. mendengarkan lagu itu terasa haru sekali…

    yups.. *tos sama Joe 🙂

  10. Keren keren ya mbak kegiatannya 🙂

    Semoga sukses kontesnya 😛

    aish.. kegiatan biasa2 saja mbak.., msh buanyaaak yg lbh OK 🙂 Trims supportnya Mb Ely 🙂

  11. wah, tanamannya bikin Indonesia adem 🙂 blognya seru sudah saya follow mak, dinanti folbacknya ya mak “untuk memperat silaturahim’

    Terima kasih, mbak Dame… Insya Allah 🙂

  12. Antara aku dan Indonesia ada cinta yang mempersatukan sebagai rakyat dan negara, begitu juga teman2 yg lain pasti punya rasa cinta itu pada Indonesia.

    Siip… Cinta memang harus ada antara kita dg Indonesia.. karena Cinta kan memulai hal-hal baik antara kita 🙂

  13. Diantara minus, sejatinya jauh lebih banyak plus nya tentang Indonesia, karenanya bersyukur sekali kita terlahir menjadi warga Indonesia.

    minusnya kita upayakan untuk digerus dan plus nya kita upayakan untuk ditingkatkan.. Begitu, ya Abi.. 🙂

  14. jangan tanyakan apa yang kau dapatkan dari negaramu, tapi tanyakan apa yang kau berikan pada negaramu….kata-kata legendaris ini cocok banget dengan artikel ini……
    selamat berlomba..semoga menjadi salah satu pemenang…..
    salam dari Banjarbaru, Kalimantan selatan

    Terima kasih supportnya, mbak.. salam hangat dari Kota Batik 🙂

  15. sama dong mba, kalo dengar lagu tsb, saya suka terharu

    toss dulu dg mbak Santi 🙂

  16. Keren tulisannya, sangat menginspirasi. Sukse juga untuk kontesnya.
    Salam balik http://gebrokenruit.blogspot.com/2014/07/merajut-asa-di-indonesia.html

    terimakasih.. sukses juga untukmu yaa.. 🙂

  17. Semua merupakan proses yang terus menerus dan makin lama makin baik ya Mechta.

    Seuju Bu Eny… Mudah2an kita semua bisa berproses menuju lebih baik nggih.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s