Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Prompt #57 – Lorong Kenangan

18 Komentar

Lorong itu sepi lagi.  Sesudah sesiang tadi ramai dengan kemeriahan hari pertama sekolah.  Selalu senang menikmati keceriaan adik-adik yang baru saja resmi menjadi murid SMA Ternama ini dan sedang mengikuti MOS.

Rasa bangga terlukis jelas di wajah-wajah ceria mereka.  Seragam putih-biru masih mereka kenakan, dilengkapi atribut khas masa yang dulu sering disebut masa perploncoan itu. Ah, melihat mereka mondar-mandir ceria di lorong kenangan itu, membangkitkan rasa haru di hatiku.

Ya… lorong itu, memang lorong kenangan bagiku.  Kenangan ketika keadaanku persis sama dengan mereka : siswa baru SMA Ternama.  Masih kuingat jelas rasa bahagia yang memenuhi dadaku ketika pertama kali menapakkan kaki menyusuri lorong itu, menuju ruang kelas X-C, yang akan menjadi kelasku.

Satu lagi kenangan indahku, di sudut lorong itu, dekat Mading. Tempatku pertama kali berkenalan dengan gadis manis berkuncir lima berpita ungu, yang sama-sama dihukum berdiri di sana.

“Hai… siapa namamu?” tanyaku

“Lolita. Eh, salah apa kau sampai dapat hukuman ini?”

“Itu… Kacang Panjang di Oseng-osengku tak semua pas 3 cm. Kau?”

“Seharusnya aku pakai lima warna, bukan hanya ungu…” jawabnya menunjuk pita di kuncirnya.

“Warna kesukaanmu?”

“Iyalaah…” jawabnya centil. Kami pun tertawa tertahan, takut dibentak lagi.

Sejak itu, hari-hari di masa MOS itu terasa cepat berlalu, dengan kedekatan kami : Oki dan Lolita, yang seolah tak terpisahkan. Namun pada akhirnya hal itu memancing kecemburuan dari teman lain. Bahkan tak hanya teman-teman seangkatanku, juga beberapa senior kami.  Tentu saja, karena Lolita tak hanya cantik dan selalu ceria, ia pun pintar dan pandai bergaul.

Ah.. mengingat kecemburuan itu, membuyarkan semua kenangan indahku dan mengungkit kenangan pahitku di lorong itu. Ya, kenangan terakhirku di lorong itu begitu pahit : saat kelemahan fisikku tak sanggup menerima kebrutalan kakak-kakak senior dan nafas terakhirku terpaksa kuhembuskan di ujung lorong itu!

Hanya satu doaku selalu, semoga peristiwa MOS kelabu itu tak pernah terulang. Cukup aku saja korbannya…

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

18 thoughts on “Prompt #57 – Lorong Kenangan

  1. Endingnya ngenes mbak

    hehe… mudah2an bs dibilang nge-twist, mbak Ely..

  2. Ternyata eh ternyata.. malang sekali ckck.
    Ohiya, kaka kalau ga salah nafas itu bakunya napas. Dan hembus itu embus. Mohon dikoreksi kalau salah, lagi belajar juga hehe Salam kenal 😀

    Oh ya… Trims koreksinya yaa… Salam kembali 🙂

    • Emm, itu maksudnya “Mohon dikoreksi kalau aku yang salah.” Iya 🙂

      hihi.. iya.. sayangnya aq jg ga tahu yg betul.. Jadi, teman2 lain mungkin bs bantu? 🙂

  3. Iya bener. Stop Plonco2an.. 🙂

    Setuju… 🙂

  4. hapus MOS!

    😀

    setujuuu.. 🙂

  5. masih ada yang senior2 kejam saat MOS

    mudah2an tak ada lagi yaa…

  6. Aduh akhir cerita yang kurang enak ya. Mudah2an anak saya nanti tdak ada MOS-MOS kayak yang sekarang sering kejadian..

    Aamiin.. mudah2an ke depan semakin baik penanganannya ya..

  7. endingnya….nafas terakhir di lorong itu…ups…benar-benar mengagetkan….luarbiasa…
    keep happy blogging always,,,salam dari makassar 🙂

    ah, terima kasih apresiasinya, Pak Hari.. Jd semangat utk terus belajar miksi niih.. 🙂

  8. Peri pita ungu menyeru halus kepada pengelola sekolah
    Jan luar biasa ngetwistnya.

    naah…komen Bu Prih mmg selalu mbombong ati… Suwun, ibu…

  9. Hiks. sedihnya… 😦

    *nyodorin tisu…

  10. ceritanya kalau itu pas masa MOS dulu raupanya,tapi saya yakin pasti ada kenangan lain,yang pasti lebih manis,..hehehe

    klo batasan katanya 3000 kata, mgkn semua kenangan manis itu bs terungkap 🙂

  11. Nice 😀

    Trims mbak Carra 🙂

  12. Endingnya horor 😦
    Ssaya termasuk yang sangat setuju harus dihapuskan. Hampir tak ada manfaatnya.

    Horor?..perasaan si oki ga nakut2in deh.. Malah ngedoain yg baik kan? Hehe…

  13. Balik, Jang! Elu puasa2 malah keluyuran, pake nostalgia segala! *kepalamalaikat

    #twisteryouare

    upps.. konangan pak bos niih.. siap, bos… sy mah cuma terkenang-kenang sajaaa…

  14. Oh, sedih sekali 😦 Tulisannya singkat, tapi pesannya dapet. Pas banget ya sama situasi sekarang. Semoga gak ada lagi MOS yang pakai kekerasan fisik. Amen…

    duniakecilindi.blogspot.com

    Aamiin.. Trims apresiasinya, Indi 🙂

  15. MOS nya aneh banget, kacang panjang kok harus 3 cm. haaduuuw..

    klo ga aneh bukan MOS namanya hehe… iya, disuruh bawa oseng2 / tumis kacang panjang tapi harus dipotongi @ 3cm -an… biar seragam gitu..hehe…

  16. Endingnya begituuu

    hehe..

  17. korban MOS, trus jadi hantu gentayangan, ya 🙂

    hehe..kira2 begitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s