Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Syawalan di Kota Pekalongan

17 Komentar

Suara petasan sudah terdengar sejak pagi.. Baik yang dibunyikan dari sekitar rumah kami maupun suara petasan besar yang seperti suara meriam itu… terdengar menggelegar dari arah atas rumah kami.

Arah atas? Ya betul… dari langit tepatnya.. karena langit di atas Kota Pekalongan pagi tadi disesaki noktah-noktah hitam..yang melayang-layang sebelum satu persatu meletus dengan bunyi yang cukup menggetarkan hati.

Ya.. noktah-noktah hitam di langit kota kami seharian tadi sebenarnya adalah balon-balon besar yang sengaja dibuat dan diterbangkan oleh sebagian (besar) warga untuk merayakan Syawalan , yang jatuh pada hari ini : hari ke-8 di bulan Syawal.

Balon raksasa

Kesibukan warga menyiapkan Balon Raksasa

Foto di atas menggambarkan kesibukan warga membuat balon besar yang akan diterbangkan, tak ketinggalan rentengan petasan sebagai ekor dari balon udara itu…  Oya, foto diatas hasil bidikan adik di lingkungan rumahnya, Kel Panjang Wetan Kota Pekalongan.

Selain banyaknya balon-balon besar yang beterbangan di langit Kota Pekalongan, perayaan Syawalan di kota kami ditandai juga dengan tradisi Lopisan, yaitu pembuatan & pemotongan Lopis raksasa, yang berpusat di daerah Krapyak.

Lopis 2014

Inilah salah satu Lopis raksasa Krapyak di tahun 2014 ini. ( Foto ini hasil bidikan Ibu Sri Wahyuni )

Tahun ini, lopis yang dibuat ada 2 buah.  Salah satunya setinggi 213 cm, lingkar luarnya 232 cm dan beratnya 1.123 ton.  Lopis raksasa ini telah dimasak sejak hari Kamis ( 31 Juli 2014 ) lalu dengan bahan baku pembuatannya 5 kwintal beras ketan. Pembuatannya juga membutuhkan 33 batang bambu, 300 lembar daun pisang dan 15 ikat kayu bakar, dengan petugas pemasak 35 orang ( sumber info : Suara Merdeka ).

Setiap tahun dilakukan pemotongan lopis oleh Walikota Pekalongan, kemudian potongan-potongannya dibagikan kepada masyarakat yang sudah menunggu di sana. Bukan hanya masyarakat sekitar saja, namun bahkan banyak pengunjung dari luar kota yang khusus ingin melihat tradisi ini & mencicipi lopis itu.  Saking banyaknya pengunjung, tak terelakkan adegan rebutan potongan lopis itu.. 😦

Kalau yg ini... bukan hasil rebutan lhoo.. Sueer.. hehe..

Kalau Lopis yg kami nikmati pagi ini… bukan hasil rebutan lhoo.. Sueer.. hehe..

Demikianlah tradisi syawalan di Kota Pekalongan, bagaimana dengan tradisi syawalan di daerahmu, kawan?

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

17 thoughts on “Syawalan di Kota Pekalongan

  1. Wow …. keren ya mbak acara Syawalannya di sana, jadi pengen juga berlebran di sana buat ikut rebut lopis 😀

    Ayo mbak Ely… lebaran di sini yuuk.. tapi jangan ikut rebutan lopis ah… sereeem..hehe…

  2. Mak… lopisnya mana? Aku pengen nyicipin nih…

    Selamat Idul Fitri 1435H, maaf lahir batin ya Mak…

    Lha itu yg raksasa lagi mejeng di panggung, klo yg sdh dipotongin ada di piring di bawah itu..hehe…

  3. Selamat Idul Fitri 1435H, maafkan salah dan khilafku ya Mak..

    Trims mbak Reni.. Selamat Idul Fitri n maaf lahir batin juga yaa… 🙂

  4. Syawalan dengan tradisi menerbangkan balon? Waaah…, ini keren banget, Mbak, ngangeni dan khas tentunya. Apalagi lopis raksasanya itu, mantaps…

    Sayangnya balon2 itu diberi petasan, Pak Ustadz.. jadi agak berbahaya… Dan, Lopisnya memang sedap..meskipun blm pernah nyobain lopis raksasanya.. ehhe…

  5. Liat balon raksasa jadi ingat kabupaten sebelah, Mba. Tiap ulang tahun ada hajatan menerbangkan balon2 gedeee.
    Mesti dalan ndadak macet yo, Mba? 😆

    Aku suka lihat balon2 gede beterbangan, tapi sebeeel kalo dicantolin petasan 😦 Iya, macet byanget jalan Krapyak pas syawalan..dan memang ga boleh ada mobil / motor lewat..semua jalan kaki desak2an hehe…

  6. itu kuenya… kayanya enak *salahfokus wkwk

    Namanya, Lopis… kudapan tradisional dari beras ketan…

  7. Tradisi Syawalan yang unik antar kota ya Jeng.
    Wow pengin ikutan rebutan lopis di Syawalan Kota Batik….belok Pasa Jetis dulu ah beli lopis

    katuran pinarak, ibu… 🙂

  8. Seru kegiatannya. Penasaran sama lopis raksasanya…

    Mangga… silahkan mampir syawalan tahun depan 🙂

  9. Subhanallah lopisnya guede sekali..
    Mbarai pengen Mbak Mech haha
    Aku baru tau tradisi ini Mbak. Ternyata selain tumpeng masih ada ya yang bikin makanan unik, salah satunya lopis ini. Padahal cara pembuatan lopis susah lho.. selain tenaga, daun pisang juga sulit sekarang

    Pak Wali juga ‘wanti2’ agar tradisi ini hanya menjadi upaya pelestarian makanan tradisional bukan mengkultuskan lppis itu, Yun.. karena ada juga yg sengaja rebutan utk nyari lopis dg niat yg salah…

  10. wah tradisi syawalan nya seru gitu ya. Habis lebaran rame, eh masuk syawal bisa lebih rame lagi itu ya, hebat itu. Kalau di daerah saya ya cuman halal bi halal aja. Syawalan baiknya juga yang puasa 6 hari itu ya mbak 🙂

    Kalo ga salah… adanya tradisi Lopisan -sebagaimana tradisi Bada Kupat / Kupatan di daerah lain – adalah juga untuk merayakan selesainya puasa Sunah 6 hari di bulan Syawal 🙂

  11. Wah meriah sekali ya tradisi syawalan di Pekalongan. Kalau di Jawa Timur adanya lebaran ketupat, saat setelah orang melakukan puasa sunnah setelah lebaran, nanti ada semacam lebaran kedua dengan makan-makan ketupat, opor ayam dll…
    Salam kenal 🙂

    Betul mba Farida… Syawalan dg
    lopisan ini ide dasarnya seperti Kupatan di daerah njenengan itu… Salam kembali.. Trims sdh mampir yaa…

  12. meriah ya acara syawalan-nya…
    Maaf lahir batin ya…

    Iya mbak.. meriaah.. Bagaimana syawalan di tempat mbak? Maaf lahir batin juga mbak Santi..

  13. .masih syawalan aja, Bu! mohon maap lair batin ya, Bu … maap juga baru sungkem. 🙂

    Heeh nih.. blom sempat nulis baru… Sama-sama yaa… Maaf lahir batin juga 🙂

  14. meriah ya mbak kalo syawalan… jaman kecil suka diajakin nonton juga. tapi karena berdesakan itu jadi males juga.. mending bikin lopis sendiri aja hehehe

    sama, Muna… makan Lopisnya masih suka, tapi uyel2annya sing males…jadi ya ngadang Lopis dari teman2 saja..haha…

  15. Ping-balik: Balada TAHU : Cerita (ringan) saat Lebaran kemarin. | Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s