Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Ketika satu nikmat terangkat…

10 Komentar

Siang beranjak malam dan hari akan segera berganti, sudahkah kau hitung dan syukuri nikmat-nikmat dari NYA untukmu hari ini, teman?

Nikmat sehat, adalah salah satunya… Ya, saat sakit begini..baru terasa betapa indah nikmat sehat itu dan betapa seringkali kita lupa mensyukurinya.

Selain itu, ada begitu banyak nikmat lain yang telah kita terima -dan pantas untuk kita syukuri- bahkan hal-hal yang tampaknya sepele bagi kita. Kemampuan lidah mengecap rasa, misalnya.

Ya, hal itu tampaknya sepele dan selama ini aku telah mengabaikannya, lupa mensyukurinya. Ah, apa istimewanya? kemampuan lidah membedakan aneka rasa, memang sudah sewajarnya, bukan? Itu yang tadinya ada di benakku.

Namun ketika beberapa hari ini lidahku agak tak normal -mungkin karena badan sedang tak sehat- aku baru merasakan, bahwa sungguh tak nyaman tak bisa membedakan rasa dan hanya merasakan tawar saja…

Lalu aku teringat kegalauan seorang kerabat yang curhat atas efek kemoterapi yang sedang dijalaninya.  Aku mengenalnya sebagai seorang ibu yang selalu tegar, maka ketika menjadi tempat curhatnya kali itu, aku turut bersedih untuknya.

Ketika efek kemo menjadikan mahkotanya berguguran hingga habis, dia masih bisa tersenyum menghadapinya.  Ketika mual-mual selalu menderanya tiap kali usai kemo, dia masih bertahan. Namun, ketika akhirnya efek kemo itu menjadikan lidahnya mati rasa, ia galau. Sangat sedih karena merasa tak lagi bisa menyajikan masakan nikmat untuk suami dan kedua puteranya.

Aah… sungguh khas seorang ibu yang baik. Ketika efek itu hanya berdampak pada dirinya, ia mampu menerimanya…namun ketika keluarga yang disayanginya terimbas pula oleh hal itu, kesedihannya berlipat ganda.. Yah.., saat itu aku hanya bisa menguatkan hatinya untuk bersabar atas ujian ini. Sambil terus mendoakan kesembuhan baginya…

Kembali kepada kemampuan lidah untuk merasakan…memang itu tampak sebagai sebuah nikmat kecil saja…, namun ketika nikmat kecil itu dicabut baru akan terasa betapa pentingnya ia…

Bagaimana bila yang dicabut NYA adalah kemampuan mata untuk melihat? atau kemampuan hati untuk merasa?

Astaghfirullahadzim…. Ampuni semua lalaiku selama ini, Ya Allah… Ampuni ketakpandaianku mensyukuri tiap nikmat yang kukecap dari Mu…

Ketika satu nikmat Kau angkat, terima kasih untuk teguran kecil ini, Ya Rabb…kian menyadarkanku untuk lebih bersyukur atas segalanya…

Bagaimana denganmu, teman? Nikmat apa yg paling kau syukuri hari ini ? 🙂

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

10 thoughts on “Ketika satu nikmat terangkat…

  1. Mbak Mechta sedang kurang sehat ya. Insya Allah dengan menata hati seperti ini segala sakit mudah dilalui dan sehat kembali. Tersenyum nggah, Mbak 🙂

    Malam sabtu hingga minggu benar2 harus istirahat total.. Alhamdulillah hari ini sudah bisa beraktivitas kembali… Terima kasih mbak Evi… Yuuk senyum bersama kita… 🙂

  2. Semoga segera diberikan kesehatan nggih Mba Mechta. Maturunuwun sudah diingatkan Mba. Hari ini saya bersyukur sekali bisa menemani dan bermain dengan anak saya..

    Trims Dani.. Alhamdulillah sdh bisa beraktivitas lagi ini… Betul Dani, syukuri dan nikmati kebersamaan dengan keluarga tersayang..karena kesempatan begitu cepat berlalu… jangan sampai menyesal, bukan ? 🙂

  3. Iya ya Aunty …
    Sesungguhnya kita itu sedang dikaruniai banyak sekali nikmat
    Tapi kita …take it for granted …
    Tidak ahli bersyukur

    Semoga kita semua bisa selalu mensyukuri nikmat dari NYA yang tiada tara

    Salam saya Aunty
    (19/1 : 2)

    Begitulah, Om.. kadangkala setelah hilang / pergi baru kita rasakan betapa kita butuh akan hal itu… Aamiin…semoga kita senantiasa dimudahkan utk bersyukur & bersabar ya Om…

  4. Nikmat masih sempat membaca tulisan ini mbak,
    tetap semangat dan kembali sehat ya *badan saya juga sangat ringkih mbak.

    Alhamdulillah… sudah bisa beraktivitas kembali, Uni… Semoga Uni juga sehat selalu yaa…

  5. memang selalunya begitu. kaya tertulis di satu novel jadul yang lupa judulnya
    …cinta seringkali terasa lebih indah setelah dia pergi

    begitulaah… 🙂 Makanya jangan sampai menyesal kemudian, bukan ? …

  6. Moga cepat sembuh ya Diajeng. Terima kasih diajak untuk belajar mengingat bersyukur atas nikmat karunia-Nya.
    Salam syukur

    Aamiin… maturnuwun, Ibu…. 🙂

  7. Salah satu nikmat yang lagi gue syukurin baru-baru ini adalah: gak taunya gue tentang kapan gue mati. Itu nikmat banget! Karna gue gak bisa ngebayangin gimana perasaan orang yang tau kalo esoknya dia bakal dieksekusi mati. 🙂

    Nah..mestinya nikmat satu itu jg disyukuri dg mempersiapkan bekal ke sono, bukan ? 🙂

  8. terkadang kita sebagai manusia lalai dalam meng-syukuri atas segala nikmat yang kita terima,
    baru tersadar saat salah satu nikmat itu mulai hilang satu persatu,…..padahal itu baru kenikmatan se-ujung lidah…..
    betapa begitu banyak nikmat yang kita abaikan sebagai tanda kasih sayang Sang Khaliq kepada hamba-NYA…
    dan nikmat mana lagi yang akan kita dustakan…
    semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua…
    keep happy blogging always..salam dari Makassar 🙂

    terima kasih tambahannya, Pak Har… salam semangat ngeblog dr Kota Batik 🙂

  9. Nikmat diberikan waktu untuk merefresh pikiran mellaui BW

    Alhamdulillah ya mbak Lidya… silaturahmi lewat BW memang indah 🙂

  10. Sakit to Mbak, cepat sembuh ya
    Aq pilek aja sambate ra karuan mbak 😦

    Aamiin… alhamdulillah sdh baik mbak… Iya, klo sakit itu memang rasane ra karuan… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s