Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Asyiknya jalan-jalan di Kaligua

16 Komentar

Teman, sudah pernahkah mendengar tentang Perkebunan Teh Kaligua ?

Kaligua adalah kawasan agro wisata yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara Wilayah IX Jawa Tengah dan terletak di Desa Pandansari, Kec. Paguyangan Kab. Brebes  provinsi Jawa Tengah.

Sabtu ( 7 Peb 2015 ) kemarin kami berkesempatan jalan-jalan asyik di perkebunan teh Kaligua yang lokasinya terletak sekitar 10 km dari Kec Paguyangan Brebes, melalui jalur Pekalongan – Comal – Slawi – Bumiayu – Paguyangan – Kaligua.  Berangkat jam 7 pagi, dan ternyata sampai lokasi sudah jam 11.30! Wow.. cukup lama juga…

Dari pertigaan setelah pasar Paguyangan ke arah Kaligua

Dari pertigaan setelah pasar Paguyangan belok ke kiri ke arah Kaligua

Perjalanan cukup lancar sejak dari Pekalongan hingga pasar Paguyangan, lalu di pertigaan itu kami belok ke kiri … dan mulailah perjalanan naik-turun dan berkelok-kelok menuju lokasi perkebunan itu.

Mulai berkelok-kelok...

Ruas jalan  relatif sempit

jalan3

banyak jalan mendaki dan berkelok tajam

Kondisi jalan yang relatif sempit dan rusak di beberapa ruas jalan itu rupanya membuat etape akhir perkalanan kami seolah merambat … Untung saja pak sopir cukup menguasai medan sehingga meskipun beberapa kali sempat deg-degan ketika berpapasan kendaraan besar di jalan sempit yang menanjak dan berkelok itu, tak terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Tidak hanya naik-turun & berkelok-kelok... beberapa ruas jalan yg rusak pun menghambat perjalanan ke Kaligua

Tidak hanya naik-turun & berkelok-kelok… beberapa ruas jalan yg rusak pun menghambat perjalanan ke Kaligua

Dan untungnya lagi, pemandangan di kanan-kiri jalan sangatlah memanjakan mata kami : hijaunya sawah ladang berlatarkan langit biru cerah dengan sekali-sekali berhiaskan aliran sungai daerah pegunungan dengan ciri khasnya yaitu air yang bening deras mengalir di antara bebatuan besar yang bersebaran… Subhanallah, indahnya…

Alhamdulillah... Pemandangan langit cerah yg menaungi ladang & sawah.. sungguh indah...

Alhamdulillah… Pemandangan langit cerah yg menaungi ladang & sawah.. sungguh indah…

Semakin kami naik, pemandangan semakin indah berselang-seling antara hutan pinus dan ladang sayur aneka rupa.  Lalu tampak kabut yang sudah mulai turun perlahan  menyelimuti bentangan sawah ladang itu, meskipun jam tangan baru menunjukkan pukul 11 lebih…

Bahkan kabut pun tak membuat keindahan menjadi surut...

Bahkan kabut pun tak membuat keindahan menjadi surut…

Akhirnya, setelah sempat sport jantung di beberapa tanjakan tajam, pada pukul 11.30 sampailah kami di lokasi Perkebunan Teh Kaligua, perkebunan teh di lereng Gunung Selamet  dengan ketinggian 1200 – 2500 m dpl itu.

Horeee... kita sampai di Kaligua...

Horeee… kita sampai di Kaligua…

Aiih… sejuknya… Kami disambut udara sejuk dan gerimis yang mulai turun meskipun tidak cukup deras untuk menjadikan kami terganggu menikmati keindahan alam di sana.  Di depan kafe yang merupakan salah satu fasilitas yang ada di sana, kami beristirahat sebentar sambil menunggu truk yang akan mengangkut kami menuju ke gardu pemandangan & Goa Jepang.

Oya, ada beberapa paket wisata yang bisa kita nikmati di perkebunan teh Kaligua ini, antara lain :

  • Wisata edukasi : memaparkan seluk beluk pengolahan teh dari bahan dasar hingga bahan jadi
  • Wisata rekreasi keluarga : Tea walk, dan terdapat taman bermain untuk anak dengan kolam renang air hangat.
  • Wisata petualangan : mengeksplorasi lingkungan perkebunan teh, termasuk ada area outbound, track ATV maupun motor trail.
Pemandangan di Kaligua

Pemandangan di Kaligua

Karena keterbatasan waktu, kami hanya mengunjungi lokasi gardu pemandangan ( puncak tertinggi Kaligua ) dan Goa Jepang, dan untuk perjalanan ke sana kami menggunakan truk perkebunan, melewati jalan-jalan di area perkebunan yang naik-turun,berkelok-kelok,  sangat sempit, sebagian besar terdiri atas tatanan batu-batu namun ada juga yang batu-batunya sudah lepas meninggalkan jalan tanah yang …  wow! sangat mendebarkan ketika dilalui!!

Hiii.... jalannya hanya cukup dilalui 1 truk saja.. * episode deg-degan tiap kali papasan atau naik turun dg kelokan tajam

Hiii…. jalannya hanya cukup dilalui 1 truk saja.. * episode deg-degan tiap kali papasan atau naik turun dg kelokan tajam

Syukurlah… rasa deg-degan itu terbayarkan dengan keindahan yang tersaji di lokasi yang kami tuju. Perhentian pertama adalah di gardu pemandangan yang ada di puncak tertinggi perbukitan di perkebunan Kaligua ini.

Naik...naik... ke puncak bukit...

Naik…naik… ke puncak bukit…

Berlatar belakang langit berkabut, di puncak bukit Kaligua

Berlatar belakang langit berkabut, di puncak bukit Kaligua

Hamparan hijau berpayungkin putih kelabu ... Pemandangan dari puncak bukit Kaligua

Hamparan hijau berpayungkan langit putih & berselimut kabut … Pemandangan dari puncak bukit Kaligua

Dan saya paling sukaaa... memandangi pohon besar itu, entah kenapa...

Dari gardu pandang, aku paling sukaaa… memandangi pohon besar itu, entah kenapa…

Perhentian kedua adalah di lokasi Goa Jepang. Goa peninggalan jaman penjajahan jepang sepanjang 850 m yang dibangun oleh para romusha di waktu itu.  Menurut pemandu, tujuan awal dibangunnya goa ini adalah untuk persembunyian tentara jepang, terdiri dari banyak lorong-lorong yang menghubungkan bilik-bilik sempit dengan berbagai kegunaan : bilik pembantaian, bilik tahanan, bilik dapur, bilik sidang maupun bilik ritual.

Suasana di dalam goa terasa sejuk, tidak pengap karena kata pemandu ada banyak dibuat ventilasi udara, namun juga terasa singup / mistis, mungkin karena penerangan yang remang ditunjang penuturan pemandu tentang goa tersebut. Kondisi dinding gua terlihat kokoh meski hanya tanah yang dikeraskan, namun banyak genangan air di lantai dan atap yang rendah & tidak rata sehingga pengunjung harus berhati-hati di dalam goa buatan ini.

Meski dengan deg2an... kami tetap masuk & menyusuri Goa Jepang siang itu..

Meski dengan deg2an… kami tetap masuk & menyusuri Goa Jepang siang itu..

Nah, setelah dari Goa jepang kami pun kembali ke halaman kafe yang menjadi titik awal perjalanan keliling kebun teh siang itu, tentunya setelah kembali senam jantung saat melewati jalan-jalan sempit dan naik turun itu…

Setelah menikmati menu makan siang yang alhamdulillah nikmat tentunya ditemani teh panas khas Kaligua, kami beristirahat sebentar dan tidak lupa membeli oleh-oleh Teh Kaligua sebelum kemudian bergegas kembali ke kota kami karena jam sudah menunjukkan pukul 16.00 .  Jalan-jalan di Kaligua, memang asyiiik 🙂

Tak ketinggalan beli Teh Kaligua untuk oleh-oleh...

Tak ketinggalan beli Teh Kaligua untuk oleh-oleh…

Oya, beberapa tips jika akan ke Kaligua :

  1. Sebaiknya jangan di musim penghujan, karena tak dapat menikmati keindahan Kaligua dengan maksimal di kala hujan
  2. Gunakan kendaraan yang tepat dan sopir yang handal karena jalan menuju Kaligua cukup spesial 🙂
  3. Usahakan sampai di sana sebelum tengah hari sehingga puas menikmati fasilitas yang ada di sana, karena tak seperti Guci yang dapat dikunjungi hingga malam hari, lokasi wisata di Kaligua ini lebih tepat dikunjungi pagi hingga lepas tengah hari
  4. Bila ingin memasuki Goa Jepang, gunakan pemandu setempat (tarifnya sukarela kok) karena banyak lorong-lorong yg rawan menyesatkan jika sendiri.
  5. Lebih baik berbekal lampu / senter jika ingin masuk Goa jepang itu, karena penerangan minim.
  6. Gunakan alas kaki yang anti selip jika ingin jalan-jalan ke kebun teh atau masuk ke goa, karena -terutama di musim hujan- tanah relatif licin (dan di dalam gua banyak genangan) sehingga harus ekstra hati-hati.

Nah, demikianlah cerita tentang jalan-jalan kami di perkebunan teh Kaligua Brebes, mudah-mudahan pengelola & yang berwenang di bidang pariwisata setempat lebih meningkatkan fasilitas lokasi wisata ini, termasuk akses jalan menuju Kaligua sehingga ke depan lokasi ini tepat menjadi tempat tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Oya, hampir kelupaan… saat menuju lokasi perkebunan Kaligua ini, kami melewati lokasi wisata lain yaitu Telaga Renjeng. Sayang tidak sempat mampir, mudah-mudahan lain waktu bisa ke sana.. 🙂

Tulisan ini wujud partisipasiku dalam Lomba Blog Visit Jawa Tengah (Periode 1)

1 Banner Jan-Feb 2015

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

16 thoughts on “Asyiknya jalan-jalan di Kaligua

  1. Wah….aku belum kesini 😦

    ayoo…kapan2 ke sini juga yaa… 🙂

  2. Wow..baru pertama mendengar Kebun Teh Kaligua ini, Mbak Mechta. Tempatnya cantik…:)

    meskipun sudah beberapa kali ke perkebunan teh (berbeda lokasi) tapi saya gak pernah bosen, mbak Evi… Dan kebun teh Kaligua ini tak kalah cantik dengan kebun teh lainnya… sayang kemarin waktu terbatas jadi belum sempat menjelajah sudut2nya… 🙂

  3. Wah cantik ya pemandangannya. Asik nih kalo kesini, mata puas, perut kenyang dan seger.

    asal jangan pas hujan… kurang asyik buat jalan2.. hehe…

  4. pemandangan yang jarang saya temui di siini

    asyik buat cuci mata n ngademin pikiran 🙂

  5. Harus kesini kalo ada waktu dan rejeki buat jalan-jalan lg 😀

    yuuk…realisasikan.. Isna 🙂

  6. keren tempatnya
    sukses lombanya ya mbak

    Seperti di malang yg hawanya sejuk ya mbak…. 🙂 terima kasih supportnya mbak Nanik…

  7. Baru menikmati seduhan teh kaligua Jeng, wow fantastik mencapai puncak kaligua
    Sukses dalam lomba blog ini Jeng….
    Salam

    Hmm…Teh Kaligua jempool.. 🙂 Maturnuwun dukungannya, Ibu… yg penting sdh berpartisipasi… Mangga lho Bu Prih juga berpartisipasi, kan sekitar Salatiga buanyaaak…wisata alam yg eksotis.. 🙂

  8. Baru pertama kali dengar namanya..
    L;o waktu tempuhnya 4.5 jam.. Berarti klo mo kesana memang di-khususkan ya, Tan…

    Iya Sondha, belum terlalu terkenal rupanya… Kalau kapan-kapan jalan ke Tegal / Brebes silakan mampir di sana, Sondha… Kalau dari Tegal tak sampai 4,5 jam tentunya 🙂

  9. Pemandangannya cantik ya .. apalagi yang dari gardu pandang itu.

    apalagi klo Teh Dey yg motret pasti makin cantiiik 🙂

  10. lama sekali nggak ke sana 😀

    Hayuk atuuh ke sana lagi 🙂

  11. Ahh suka tuh dengan pemandangannya, apalagi kalo sambil makan jagung hihii *nyari yang kagak ada mbaaa 🙂

    Waa… jagung rebus anget2 maem di sana emang uenaaak…. Hayuk mbak ke sana rame2 bekal jagung buat direbus 🙂
    BTW, aku menuju blog mbak, tapi kaya’nya nyasar deeh… isinya ttg bible..hihi…

  12. Kebun Teh…..? mau buanget mengunjunginya….

    Ayo Mas Edi .. kapan2 ajak keluarga ke sana yaa … tempatnya asyik banget lho 🙂

  13. Wah patut dicoba ini tempat pariwisata di Brebes. Gak nyangka ada tempat seindah ini di Brebes….

    Ayooo … serbu Kaliguaaa 🙂

  14. kalau berwisata ke tempat seperti ini, rasanya gak pengen pulang 🙂

    Iyaa… benar2 memanjakan mata, hehe …

  15. Ping-balik: Agro wisata Pagilaran, Medini dan Kaligua | Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s