Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Mendulang ilmu di ambang senja

15 Komentar

Aku memang seorang pemimpi.

Ya, aku sadar banget akan hal itu. Jangan-jangan, bahkan sejak kecil aku sudah suka bermimpi, hehe …

Ketika waktu terus bergulir, kusadari telah banyak mimpiku yang sudah terwujud -alhamdulillah- namun masih saja banyaaak mimpi baru yang muncul … Haha … emang dasarnya tukang mimpi kali yaa ..🙂

Mempunyai impian juga membuatku lebih bersemangat untuk maju, terus berupaya agar dapat meraih mimpi-mimpi itu.  Tak peduli betapa saat itu tampaknya impianku tak akan terwujud, tak peduli cibiran orang kanan-kiri, aku terus bermimpi, bermimpi dan berusaha berjuang mewujudkan mimpi.

Saat awal memimpikan kesempatan bertamu ke tanah suci, aku sempat gamang.  Kondisi saat itu terasa tak memungkinkan terwujudnya mimpi itu. Ada memang yang seolah mentertawakan mimpiku, tapi alhamdulillah banyak juga yang mendukung terwujudnya mimpiku.  Aku menguatkan tekad, mulai mencanangkan mimpi dan mendisiplinkan diri menabung untuk mewujudkan mimpi itu.  Alhamdulillah, Allah memberi begitu banyak kemudahan hingga akhirnya aku dapat mewujudkan mimpi itu. Bahkan perwujudan mimpi itu kemudian menjadi jalan bagi terwujudnya mimpiku yang lain, ketika dengan menuliskan pengalaman tersebut berhasil terwujudlah mimpiku menerbitkan buku!🙂

Mimpi lain yang sudah lama terpendam adalah meneruskan sekolah.

Ah, mungkin bagi orang lain ini hal kecil dan bukan sebuah mimpi yang harus diperjuangkan… Namun bagiku, ternyata keinginan itu tak mudah terwujud dan hanya menjadi impian semata selama ini.

Seingatku, sejak tahun terakhir kuliah di Kota Hujan dulu, sudah terbentuk suatu mimpi untuk kelak memperdalam ilmu sesuai dengan bidang studiku saat itu.  Rasanya masih banyak yang dapat kupelajari di bidang itu hingga kelak aku dapat lebih bermanfaat bagi lingkunganku maupun orang lain.

Namun sayang, keterbatasan dana membuatku tak mampu langsung mewujudkan keinginan itu.  Alhamdulillah lulus kuliah aku langsung masuk dunia kerja, namun hal itu tak membuatku lupa dengan mimpi itu. Sempat berburu beasiswa setelah masa dinas minimal terpenuhi, namun sayangnya jurusan-jurusan yang ditawarkan tak sesuai dengan bidang yang kuminati.  Untuk apa kuliah lagi jika di jurusan yang tak ada hubungannya dengan latar belakang pendidikan / tupoksiku? Mungkin ada yang menyebutku sok idealis, tapi biarlah … aku tetap bertahan dengan pendirianku, tak mau sekolah lagi jika hanya untuk gagah-gagahan, syarat kenaikan pangkat, dll.

Waktu berlalu, kesibukan di dunia kerja semakin membelengguku, batas usia menerima beasiswa terlampaui sudah, dan biaya sekolah mandiri belum juga berhasil terkumpulkan.  Ya sudahlah … aku mencoba untuk tetap menerima kenyataan itu dengan lapang dada, mungkin memang belum rezekiku untuk sekolah lagi.

Namun, mimpi itu masih saja ada, meski memang sudah terdorong jauuuuh hingga ke sudut hati.  Tetap bertahan meskipun beberapa kali telah terkalahkan oleh prioritas yang lebih tinggi.  Tetap bertahan hingga kini …

Dan beberapa waktu lalu, keinginan untuk mewujudkan mimpi itu kembali muncul.  Hasil obrolan dengan teman lama yang saat ini sedang sekolah lagi, memunculkan mimpi itu ke permukaan kembali.

Kenapa tidak sekarang saja sekolah lagi?

Ya, tanya itu muncul di hatiku, namun segera sesudah tanya itu muncul, bantahan segera pula muncul di sudut hati yang lain  : untuk apa sekolah lagi sekarang? tak ada keharusan untuk itu, usia juga sudah tak muda lagi … nggak malu dengan yang muda-muda??

Aku sempat ‘maju-mundur cantik‘ *eh .. Menimbang-nimbang lagi … Mengingat-ingat lagi tujuan awalku dulu ingin sekolah lagi … Dan akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kesempatan ini.  Mungkin memang inilah saat yang paling tepat bagiku untuk mewujudkan mimpiku satu ini.  Sedikit kelapangan dana dan waktu yang ada saat ini, adalah kesempatan emas yang harus kugunakan sebaik-baiknya.

Ya, terutama adalah waktu.  Beberapa kali kesempatan hadir untuk dapat mewujudkan mimpi itu, namun tanggung jawabku di pekerjaan tak dapat ditinggalkan.  Maka ketika akhir tahun lalu mendapatkan tambahan patner kerja yang mumpuni, kupandang itu sebagai salah satu jalan dari-NYA bagiku. Yaah, meskipun nantinya memang harus terkurangi waktu istirahat karena kuliahnya di akhir pekan, namun aku optimis -insya Allah- semua akan terkendali! Man Jadda Wajada …

Maka minggu lalu aku membulatkan tekad untuk mewujudkan mimpi yang lama terpendam, dengan secara resmi mendaftar di sebuah PTS di Semarang, di jurusan yang masih berkaitan dengan jurusan S1-ku dan sesuai tupoksi tentunya ….

Hari-hari yang akan datang memang tak akan mudah bagiku, kusadari benar hal itu. Aku akan harus kembali belajar menyesuaikan diri dengan kondisi baru ini, harus belajar membagi waktu dengan sebaik-baiknya agar perwujudan mimpiku ini tak mengganggu kewajiban utamaku, juga tak membuatku terhenti dari kegiatan menyalurkan hobby-ku … Oya, aku juga harus mulai mengencangkan ikat pinggang agar tabungan -yang tak seberapa itu- tak terkuras habis di akhir masa belajar nanti … hehe …

Bismillah, semoga Allah meridhoi langkah yang kuambil ini, memberikan kemudahan dan kelancaran hingga kelak aku dapat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.  Aamiin …

Tekad sudah bulat, langkah sudah diayunkan, pantang surut ke belakang … Belajar, bukan hanya hak mereka yang muda-muda saja. Mendulang ilmu di ambang senja, siapa takut?🙂

Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu

15 thoughts on “Mendulang ilmu di ambang senja

  1. Aamiin…🙂

    Terima kasih🙂

  2. Saya juga mau sekolah lagi mbak…

    Siip … semoga lancar ya Pak Edi🙂

  3. dua pulauh jari mengacung kepada Mbak Mechta. Hebat Mbak..Semangat belajarmu bikin aku iri..Ikut mendoakan dari jauh agar Mbak Mechta diberi energi berlimpah sehingga belajar dengan mudah dan kuliah selesai tepat waktu. Sukses juga dengan GA-nya🙂

    Aamiin .. terima kasih supportnya, mba Evi … Jempol juga buat mba Evi yang tulisan2nya sering menginspirasi saya🙂

  4. Semangaaat mbak Mechta, semoga ilmunya semakin barokah

    Aamiin … terima kasih supportnya, Fenny🙂

  5. Aahh keren deh mbakku. Semoga sukses kuliahnya mbak. Seneng deh bakalan sering ketemu mb.mechta nih kayanya ^^

    aiih … Diajengku ini jauh lebih keren dengan tulisan2nya yg menginspirasi … Aamiin , semoga bisa sering2 ketemu ya, biar saya ketularan ilmunya Bu Dosen🙂

  6. Ping-balik: Daftar Peserta #evrinaspGiveaway | Evrina Budiastuti

  7. Teouk tangan, peluk erat sekaligus puji syukur atas kesempatan dan daya juang Diajeng. Mendulang ilmu di ambang senja sudah saya lakoni Jeng, saya yakin Jeng Mechta ‘ngglender’ mengalir deras ditopang pengalaman kerja tinggal menuangkan di kertas…
    Salam pembelajar

    Maturnuwun, Bu Prih … support dari ibu selalu membesarkan hati … Kepareng nyuwun tips2nya Bu, agar usaha saya mendulang ilmu di ambang senja saged sukses sebagaimana yg sudah ibu jalani🙂

    • weleh saking semangatnya beberapa typo…tepuk tangan maksudnya. Belajar sepanjang hayat yook..

      hihi … kula nggih biasa ngaten buu… *tutupan kacu … Mangga Ibu, sesarengan sinau🙂

  8. Ah belum ambang senja kok. Kalo soal menimba ilmu mah tak pernah ada kata tua atau muda. Semoga diberi kekuatan baik dari segi penguasaan materi maupun kecukupun rezeki. dan tentunya ilmunya nanti bermanfaat untuk banyak orang. Salam hormat!

    Hehe… sudah jauh lewat tengah hari, mas Rudy… sudah dekat2 senja kan?🙂 Aamiin & terima kasih supportnya ..🙂

  9. Semangat menikmati masa-masa sekolah kembali Tanti..
    Berarti proses kita terbalik, ya…
    Aku kembali sekolah di usia 32 tahun, namun belajar menulis belakangan…
    kamu nulis duluan, sekolah menyusul..
    Kayaknya kita bisa bertukar pikiran…

    Trims, Sondha … Hehe.. proses belajar menulis juga baru berjalan kok Son… untuk masa2 sekolah lagi, bagi tips2 nya ya…🙂

  10. Setuju. Belajar tak kenal umur… sekarang ini chancenya udah lebih banyak jadi kalau ada kesempatan belajar lagi, kenapa tak diambil ya kan?

    begitulah .. meski memang harus sedikit kewalahan di awal2 ini … makluum sdh terlalu lama tak belajar hehe …

  11. mbaaaak…
    gak ada kata terlambat untuk belajar dan menimba ilmu yah mbak🙂
    Semangat terus yah mbaaaaak🙂

    Trims Erry … iyaa… lagi memompakan semangat di semua nadiku niih.. hehe…

  12. Ping-balik: Selapanan Wijikinanthi | Wijikinanthi

  13. saya gak takut mendulang ilmu diambang senja hehe, saya juga mau lanjut lagi mbak, mungkin tahun2 mendatang, aamiin. semoga jalan kita untuk menuntut ilmu di mudahkan oleh Allah SWT aamiin, terimakasih atas partisipasinya mbak

    Aamiin … Semoga lancar rencananya ya Ev.. gak perlu menunggu senja utk mendulang ilmu hehe… Trims kembali & semoga sukses GA nya🙂

  14. Ping-balik: Alhamdulillah, Toga kedua di hidupku | Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s