Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Suatu sore di Lawang Sewu

19 Komentar

Tangga ke lantai teratas

Tangga ke lantai teratas

Deretan anak-anak tangga itu seolah mengajakku ke atas … Sepertinya, hanya ada kegelapan di atas sana. Tapi … desakannya cukup kuat terasa. Hm, siapa -atau apa- kah yang menungguku di sana? …

***

Jam menunjukkan pukul 16.30 ketika kami sampai di pelataran Lawang Sewu Semarang. Bangunan tua bersejarah yang terletak di Jl. Pemuda Komplek Tugu Muda Semarang yang dibangun pada tahun 1904 – 1907 M oleh arsitek C. Citroen itu.

Bangunan 3 lantai itu dahulu merupakan kantor NIS ( Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij ) atau Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) yang juga pernah digunakan untuk Kanwil Kementerian Perhubungan Jateng.

Bangunan yang saat ini difungsikan sebagai museum perkeretaapian ini juga merupakan saksi sejarah Pertempuran 5 Hari di Semarang pada 14-19 Oktober 1945, yang melibatkan Angkatan Muda Kereta Api ( AMKA ) dengan Kempetai & Kidobutai Jepang.  Oleh karena itu, melalui SK Walikota No. 650 / 50 / 1992 bangunan ini dinyatakan sebagai salah satu dari 102 bangunan bersejarah di Kota Semarang yang wajib dilestarikan.

Lawang Sewu juga akrab dengan kisah-kisah mistis. Oleh karena itu, sempat agak was-was juga ketika kemarin diajak untuk jalan-jalan ke sana sore hingga jam 18.30 WIB ( jam buka Lawang Sewu adalah jam 07.00 – 22.00 WIB ). Haah, lepas magrib ke sana..? hiii…

Tapi ternyata, sore itu tak ada kejadian ‘aneh-aneh’ ketika kami ke sana. Yaiyalaah… masih sore, Bo🙂

Lawangsewu_3

Mbak Ratri dari Disparbud Jateng sedang ngurus tiket masuk

Sebelum masuk... pose duluuu... :)

Sebelum masuk… pose duluuu…🙂

Yuuk... masuknya lewat sini, temaan...

Yuuk… masuknya lewat jalur sebelah sini, temaan…

Dengan didampingi oleh mas pemandu yang berseragam putih-putih, kami pun mulai tour keliling gedung tua yang sebagian sedang dalam renovasi oleh Unit Pelestarian Benda & Bangunan Bersejarah PT KA Persero itu. Dimulai dari penjelasan tentang sejarah perkeretaapian Kota Semarang hingga fungsi-fungsi dari ruangan-ruangan yang ada di sana. LAWANGSEWU-1

View dari halaman tengah

View dari halaman tengah

Mas Pemandu sedang menjelaskan sejarah perkeretaapian di Semarang

Mas Pemandu sedang menjelaskan sejarah perkeretaapian di Semarang

Ada yg masih ingat tiket KA yg lama ini ?

Ada yg masih ingat tiket KA yg lama ini ?

Asyik menonton video perkembangan perkeretaapian di Semarang

Peserta asyik menonton video perkembangan perkeretaapian di Semarang

Satu demi satu langkah kami menapaki lorong-lorong yang ada di gedung tua itu … Oya, salah satu lorong di lantai pertama dengan deretan pintu kayu terbuka rupanya menjadi tempat favorit untuk para narsismania berpose di sana.

Lawang Sewu

Ikon Lawang Sewu

Di lantai kedua, ada lorong yang tanpa penerangan yang salah satu sisinya ( sebelah kiri ) dulu digunakan sebagai perkantoran dan sisi seberangnya sebagai aula besar / ballroom.  Kebayang bila jalan-jalan di lorong iitu lepas magrib… wow… *senter jadi kebutuhan utama pastinya🙂

Lorong yg sudah dipercantik

Lorong yg sudah dipercantik

Ni lorong di lantai 2 yg tanpa penerangan

Ni dia lorong di lantai 2 yg tanpa penerangan ituu…

Lalu… di ujung lorong lantai ke dua itulah terdapat anak tangga yang menuju ke lantai teratas yg membuat deg2an itu… ( lebay… )  Ada apa di atas sana?

Hiii....

Hii… remang-remang memang, tapi tenaaang…ternyata gak ada yang aneh kok..

Ternyata hanya sebuah ruangan luas dan kosong yang dulu digunakan sebagai gudang & sekarang dibiarkan kosong begitu saja… Adakah ‘sesuatu’ di sana? Entahlaah…

Turun kembali dari lantai 3 langsung ke lantai pertama dan kami menuju ke pelataran belakang, dimana ada para penjual cendera mata, kami terus berjalan ke arah samping … foto-foto lagi.. ( hihi..) lalu memutar kembali ke arah depan.

Di halaman samping, pose lagi.. :)

Di halaman samping, pose lagi..🙂

Di ujung halaman samping itu dipajang sebuah Loko Uap, yaitu kendaraan rel yang dapat bergerak sendiri dengan mesin uap yang digerakkan oleh ketel uap hasil pembakaran kayu bakar. Loko C 2301 buatan tahun 1908 itu mulai beroperasi tanggal 5 Maret 1908 sampai dengan tahun 1980, yang melayani rute Semarang – Jatirogo dan Semarang – Blora. Tentu saja … Loko Uap ini juga menjadi tempat ber-narsis-ria🙂

Loko Uap C2301 di lawang Sewu

Loko Uap C 2301 yang beroperasi dari Th 1908 – 1980.

Genta Perlintasan

Yang ini Genta Perlintasan, alat komunikasi antara stasiun dg penjaga pintu perlintasan

Akhirnya kami tiba kembali di halaman depan Lawang Sewu, duduk-duduk di sana sambil menunggu rombongan lain yang belum selesai keliling. Menikmati semilir angin sore yang mengusir kepenatan setelah seharian mengikuti sesi-sesi materi di hari pertama TravelNBlog 3 di Semarang ini, menikmati lalu lintas di seputar Tugu Muda dan langit senja yang mulai merona, menyiapkan energi untuk hari kedua…

Senja di Tugu Muda di depan Lawang Sewu

                           Senja di Tugu Muda di depan Lawang Sewu

Teman, itulah cerita jalan-jalan kami di Lawang sewu sore kemarin. Nggak ada serem-seremnya, bukan ? Tips untuk yang tidak ingin ‘parno’ di Lawang Sewu.. datang saja saat hari masing terang …🙂

Yang belum pernah mampir, yuuk rame-rame ke sana…

19 thoughts on “Suatu sore di Lawang Sewu

  1. Mbak Mechtaaaaa. Saya barusaaaan aja bakalanngetik soal Lawang Sewu ini.. Hihihihi. Bagus bangunannya memang Mbak😀

    sdh ditulis blm Dan? Ntar ke TKP aah… Eh, Dani hbs dr Lawangsewu jg kah?

  2. Lawang sewu memang megah dan artistik tapi sedikit serem karena cerita cerita mistik. Ada wisata tour menyusuri lawang sewu ini sejak kapan ya mbak? Dari dulu saya hanya lewat lewat saja dan engga tahu kalau boleh masuk.

    setahu saya sdh lama kok Mas Edi.. Dan klo datang pagi / siang yg terlihat keartistikannya..bkn keseramannya hehe…

  3. Yang kelantai ke tiga belum Jeng, kalau ada yang nyamber-nyamber temannya kelelawar
    Turun ke instalasi pengelolaan air limbahnyakah?
    Salam kangen tuk yang bergaun biru di pintu lawang sewu

    Di lantai tiga itu.. rupanya jadi tempat banyak kelelawar juga bu..ditandai dari ‘hasil karya’ mereka & aroma yg kurang nyaman di hidung.. maka buru2 turun deh saya.. Yang bergaun biru?? haduuh…saya kok mrinding bu? Untung kemarin lihatnya cuma yg berseragam putih-putih…yaitu para pemandu itu …

  4. TAPI melihat gambar pertama itu sih serem yaaaa….
    memang urban legend itu suka memberi kesan spooky saat dengar namanya saja.

    terus terang..saya agak deg2an juga Mbak Zizy, saat menapaki anak tangga itu.. apalagi mas pemandunya juga nyebut2 bgtu… (enatah cuma guyon atau beneran) hehe…

  5. mau banget mampir sini
    sekalinya ke Semarang pas Lawang Sewu lagi renovasi, jadi cuma foto dari jauh aja

    mudah2an saat ke Semarang lagi..renovasi sudah selesai ya mbak Monda.. aku yakin pasti mbak suka melihat-lihat arsitektur gedung tua ini…

  6. Peninggalan sejarah yang tetap anggun walau banyak cerita mistiknya🙂

    semakin tak terawat, akan semakin serem tampaknya ya mbak Evi.. lha wong sudah cantik saja masih agak2 gimanaa..gitu..hehe…

  7. Aku gak berani masuk sampai dalam mbak, paling di kereta dan museum itu juga bagian depan aja. Maaf fotonya pun di postingan ini saya sroll buru-buru cuma baca tulisan aja🙂 takuuuuut

    eh, klo tidak malam mah ga keliatan serem kok, mbak Lidya… ada / tidak ‘sesuatu’ nya.. gak kelihatan..hehe… (kecuali bagi yg peka…hehe..)

  8. ahh, wis tepar aku mba kalau mau ikutan kesini, tapi seru juga yaaa..huhuhu….

    iya.. kasian Jagoannya ya mbak Dedew, sdh seharian begitu… sebaliknya yg hari kedua aku sebenarnya pengen ikut ke Galery..tapi kabotan tas! haha…

  9. pengen ke situ, sering denger aja tempatnya….. nampaknya agak seram2 dikit ya mbak…

    saya sendiri yg lama di Smg n msh sering bolak-balik ke Smg baru kali ini berkesempatan main ke LS ini mbak hehe.. Pilih waktu pagi-sore mbak..insya Allah ga terasa seram blas!🙂

  10. Sayang banget ga ikut seseruan di tempat ini, tugas negara sudah memanggil je hehehe… Ntar kapan2 sama anak2 ah ke sini, sekalian naik semarjawi juga🙂

    Sdh betul itu : utamakan yg utama, Dinda..🙂 Rasanya anak2 akan tertarik melihat ubarampe perkeretaapian di sana .. Apalagi dilengkapi naik Semarjawi.. Asyiiik.. *nunggujawilanjugak🙂

  11. Aku dulu pernah sampe bawah mbak katanya si sekarang ngaak boleh lagi masuk terlalu dalem. Udah lama jg ga mampir padahal tiap hri lewat -_-

    Betul Diajeng.. Skg basement-nya ditutup..kata pemandu sdh makin tinggi rob (?) di sana … Tp klo pun kmrn boleh dimasuki…aku milih ga masuk! Hehe… Kpn2 klo pas lega bareng, temani aku ke Sam Po Kong saja yaa?🙂

  12. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Mechta…
    Tempat mistik memang selalu membuat bulu kuduk kita meremang pada hal hanya cerita-cerita sahaja. Bagus juga jalan-jalan di sini kerana ada pemandunya yang bisa menceritakan sejarah dengan memuaskan. tidak perlu kita membaca tulisan yang dicatatkan di sana.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.🙂

    waalaikumsalam Kak Siti.. Iya dg adanya pemandu kita jd lbh mengenal tempat2 yg kita datangi ya… Salam hangat dr Kota Batik.

  13. Jaman sma dulu aku sering kesini, jaman msh gratis dan tidak seangker berita yg beredar sih. Biasa aja ya mbak, heheee

    iya ya mbak Hidayah..kadangkala ada yg dilebih-lebihkan juga berita serem biar banyak yg penasaran hehe…

  14. Belum pernah kesana, mba. Mungkin kapan-kapan, tapi rame-rame. :’D

    Berapa harga tiketnya, mba?

    iya rame2 lebih asyik… Klo tdk slh 10rb..🙂

  15. lawang sewu itu memang beneran ada seribu pintunya ?hehehe maklum belum pernah jadi penasaran

    biasalaah..ungkapan utk menyangatkan *eh bahasa aoa pula ituuh hehe* sesuatu… Yg jelas memang pintunya lbh dari 10..hihi..

  16. gimana ya rasanya ke lawang sewu tengah malam😀 sepertinya lantai teratas yang kosong bekas gudang itu seruh tuh dikunjungi tengah malam hihihi

    entahlah…dan aq jelas g mau nyobaaa..hehe *jiriih🙂

  17. Iya Mechta, kegelapan selalu aja nyeremin…kenapa ya?
    Saya belum pernah kesana, tapi mau ngikutin tips-nya Mechta ah, datang selagi hari masih terang…hihihihi😀

    datang saat hari terang + rame2… Lebih asyik tentunya, mb Irma🙂

  18. hihihi ntah kenapa, dari dulu ga pernah jadi kalo mau mampir ke sini, selalu cuma ngelewatin doangan😀 ehehehehehe

    hayu atuuh..disengajain mampir ke sini kapan2..🙂

  19. Mechta, ini juga mesti saya catat…karena belum sempat ke sini.
    Makasih infonya…ternyata buka sampai jam 10 malam ya…serem2 penasaran?

    buat saya yang penakut ini… ngga penasaran blas, Bu Enny..hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s