Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Tips berwisata ke Curug Muncar

13 Komentar

CURUG MUNCAR

Inilah Curug Muncar , keindahan tersembunyi di Petungkriyono Kab Pekalongan.

Melihatnya, terasa hilang semua lelah (dan stres) yang terasa selama perjalanan menuju lokasi ini. Ah, benar juga kata pepatah, untuk menemui keindahan biasanya memang harus bersusah-payah dahulu … dan keindahan itu akan terasa makin indah ! 🙂

Oya, sebelum sampai di Desa Curugmuncar ini, kami terlebih dahulu melewati beberapa desa yang juga mempunyai Curug indah lainnya, yaitu :

  1. Curug Si Bedug, di Desa Kayupuring

    Si Bedug

    Curug Sibedug yang ada di pinggir jalan raya

  2. Curug Lawe di Desa Kasimpar
  3. Curung Bajing di Desa Tlogopakis
    Jalan masuk ke lokasi Curug Bajing

    Jalan masuk ke lokasi Curug Bajing

     

Kembali ke cerita di Curug Muncar yaa….

Kami sampai di lokasi curug ini sekitar waktu dhuhur, namun rupanya kami masih termasuk pengunjung awal.  Belum banyak pengunjung di sana, sehingga kolam yang ada di bawah air terjun itupun seolah milik sendiri.. hehe…

Tak menunggu lama, anak-anak segera ciblon dengan asyiknya, dan kami? tak ketinggalan laaah … hehe …

Asyiknya ciblon di Curug Muncar

Asyiknya ciblon di Curug Muncar

Waktu berlalu tak terasa sudah sejam lebih di sana. Rasanya tak mau mentas dari keasyikan itu, namun pengunjung lain sudah mulai berdatangan, dan langit pun mulai mendung, membuat kami dihinggapi rasa was-was mengingat ‘sedapnya’ perjalanan pulang yang harus kami tempuh dalam hujan. Maka kami pun bergegas ngoyak-oyak anak-anak untuk mentas, ganti baju kering dan menyantap mie panas di warung yang ada di lokasi itu. Setelah siap semua, perjalanan pulang di mulai …

Sayangnya, hujan akhirnya benar-benar turun sesaat setelah kami meninggalkan lokasi Curug Muncar. Dan kekhawatiran kami terbukti, sempat terjadi drama menegangkan di salah satu ruas jalan pulang.

Ruas jalan lokasi drama mendebarkan sore itu ...

Ruas jalan nan hancur, lokasi drama mendebarkan sore itu … (difoto dari dalam mobil sehingga tak terlalu terlihat menanjak).

Di ruas jalan yang hancur dan diperparah dengan hujan lebat saat itu, mobil sempat gagal naik beberapa kali karena ban selip dan memaksa kami terjebak di pinggir jalan nan sepi di tengah itu, sambil terus berdoa semoga Allah menolong kami.

Alhamdulillah, setelah hampir 1 jam dalam kekhawatiran, pertolongan-NYA datang melalui seorang pencari rumput. Bapak itu bersedia membantu membawakan batu pengganjal ketika adikku mencoba (lagi) menaiki tanjakan jalan rusak itu, kali ini dengan kondisi mobil tanpa penumpang. Kami menunggu di pinggir jalan sambil berpayung-ria dalam deras hujan, serta tak putus akan doa. Satu kali .. dua kali .. dan akhirnya pada percobaan ketiga mobil berhasil naik melewati rintangan itu. Terus mencoba rintangan kedua beberapa meter di depan dan kami pun mengikuti berjalan kaki dalam hujan itu, sebelum akhirnya bisa bergabung kembali di atas.  Alhamdulillah ya Allah …

Nah, itu lah pengalaman perjalanan ‘ngeri-ngeri sedap’ ke Curug Muncar. Alhamdulillah selamat sampai di rumah kembali dan anak-anak tidak kecewa meskipun sempat harus berhujan-hujan ria & deg-degan beberapa kali …

Oya, bagi yang akan ke lokasi ini, pastikan beberapa hal sbb :

  1. Gunakan mobil yang kondisi siap menempuh medan berat (lebih baik jenis yang double gardan, kalau kata adikku..)
  2. Jika bermotor, pastikan pula kondisi motor benar-benar baik, kami sempat menemui beberapa motor mogok saat jalan menanjak (dan rusak).
  3. Pastikan membawa payung, jaket, bahkan siapkan juga jas hujan meskipun menggunakan mobil. Siapa tahu ada kondisi yang mengharuskan keluar mobil dalam keadaan hujan, seperti yang kami alami. Oya cuaca di pegunungan memang sering berubah drastis …
  4. Pastikan menggunakan pengemudi yang trampil dalam medan berat dan menguasai kendaraan yang digunakan (baik mobil maupun motor).
  5. Siapkan fisik untuk jalan kaki menuju dan kembali dari Curug Muncar. Terutama perjalan mendaki pulang dari Curug ini, lumayan melelahkan bagi anak-anak, manula ataupun mereka yang jarang berolah raga (*nunjuk diri sendiri)
  6. Jika perlu, sebelum masuk ke jalan masuk (setelah Gapura Curug Muncar), tinjau dulu kondisi jalan tersebut. Pastikan kendaraan anda mampu mendaki cukup terjal di gang sempit tersebut ! Jika tak berani, parkir saja di sekitar gerbang tersebut, dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki…

Demikian beberapa tips hasil pengalaman melakukan perjalanan ‘ngeri-ngeri sedap’ ke Curug Muncar kemarin. Mudah-mudahan di waktu yang akan datang, dinas pariwisata setempat dapat meningkatkan akses jalan ke sana …

Yuuk… ke Curug Muncar 🙂

Tulisan sebelumnya :  Perjalanan ‘ngeri2 sedap’ ke Curug Muncar

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

13 thoughts on “Tips berwisata ke Curug Muncar

  1. catet semua Mbak Mechta. Sepertinya memang medannya lumayan berat ya Mbak..

    dg kendaraan yg tepat & pengemudi trampil, insya Allah medannya dpt dilalui dg baik, Dani 🙂

  2. Ping-balik: Perjalanan ‘ngeri2 sedap’ ke Curug Muncar | Lalang Ungu

  3. klo ke curug pasti jalannya naik baru turun deh, tapi perjuangannya sebanding dengan keindahan yang didapat

    betuuul…dan berat tdknya medan jg relatif ya Ev… Klo bagi para pendaki mah..medan kmrn enteeeng..hehe…

  4. Ikut deg-degan membacanya Jeng, dan tips ini pasti sangat berguna bagi calon penikmat Curug Muncar.
    Begitu kayanya negeri kita dengan keelokan alam eksotis ya Jeng.
    Salam

    Leres, Bu Prih … Keelokan alam ibu pertiwi menanti utk kita jelajahi.. 🙂

  5. mbak, iku daerah ngendi yo? kok apik… CURUG MUNCAR…nampak seger ciblon nok kono

    Daerah Petungkriyono, Kab. Pekalongan… 🙂

  6. indah banget ya sob panorama alam di curug muncar, kapan ya ane bisa kesana 😉

    semoga bisa ke sana juga yaa… Memang indaah 🙂

  7. sayang ya mbak tempat wisata yang begitu indahnya tidak disertai dengan akses jalan yang baik untuk ke sana, tapi benar memang melihat keindahannya jadi lupa rasa sakit saat menujunya

    semoga kelak jalan ke sana bs lebih ‘bersahabat’ lagi..hehe.. Oya, maaf saya gagal terus komen di blog njenengan… Nanti deh saya coba lagi lewat PC yaa…

  8. Wahh … pasti perjalanannya seru tuhh … mantapp … 😛

    seru plus deg-deg-siiir…hehe..

  9. aku selalunya lbh memprioritaskan wisata ke air terjun kalo sdg traveling… beruntung bgt indonesia punya banyk macam2 air terjun ya mba… dan cantik2 ^o^.. sayangnya curug muncar ini blm prnh aku dtgin… next time kalo ada waktu keliling jawa, curug ini bkl kita singgahin deh. Tapi ke curug ujan2 itu emg sereeemmmmm. Aku prnh sekali pas ke air terjun watu ondo di mojokerto… waduhhh, utk ga terjebak longsor kita..-__-

    waah..aku baru dengar tuh air terjun Watu Ondo…jadi penasaran niih 🙂

  10. pengen kesana.. hehe

    silakaaan 🙂

  11. Haduh… klo medannya kayak gitu, klo naik ojek ke sana mesti pada minta bayaran mahal ini >.<

    wah, blm tahu tuuh… etapi klo ojek sana mestinya sudah akrab banget dg medannya kan, jd mungkin ‘cucuk’ bayarannya 🙂

  12. wah, keren curugnya 🙂 semoga jalanannya segera diperbaiki ya mba. Beruntung tinggal di tempat yang banyak objek wisata alamnya ^^

    Aamiin.. Betul, patut disyukuri negeri kita kaya dg bentang alam nan indah…. Semoga ada rizki menjelajahinya satu persatu 🙂

  13. Ping-balik: Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono (2) | Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s