Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Suatu pagi di sekitar Brug Loji Pekalongan

12 Komentar

Brug Loji

Pagi belum beranjak siang, ketika kami beristirahat setelah bersama-sama mengikuti acara kerja bakti -di lahan bekas lokasi Pasar Sentiling Pekalongan- yang merupakan salah satu kegiatan pada puncak acara Bulan bakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM) di Kota Pekalongan pada akhir bulan lalu.

Sambil beristirahat di tepi Kali Loji, pandangan kami tertuju pada lalu lintas yang sudah mulai ramai melintasi kedua jembatan di atas sana. Ya, saat ini memang terdapat 2 buah jembatan yang melintang diatas Kali Loji / Kali Kupang dan menghubungkan Kawasan Jetayu (alun-alun utara Kota Pekalongan) dan Jl. Sultan Agung Pekalongan. Nah, tahukah teman, salah satu dari kedua jembatan tersebut, merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Pekalongan, lho….

Tepatnya adalah jembatan yang tampak lebih ringkih dan berada di sebelah kanan ( dari arah Lap Jetayu ). Konon, Brug Loji ( Jembatan Loji ) tersebut dibangun pada sekitar tahun 1908 pada masa kolonial Hindia-Belanda, merupakan sarana penyeberangan sepanjang sekitar 90 m yang menghubungkan kawasan pemerintahan saat itu dengan kawasan Loji ( Lodge ) yang terletak berseberangan dibatasi Kali ( sungai ) Loji / Kali Kupang tersebut.

Jembatan tua itu memang sudah mengalami beberapa kali renovasi namun pagar dan tiang-tiangnya masih dipertahankan. Untuk menjaga kelestarian cagar budaya ini, jembatan masih difungsikan namun hanya boleh dilewati oleh Becak, sepeda dan sepeda motor saja.

Adapun mengenai kondisi sungai nya itu sendiri, memang jauuuuh dari kondisi yang sering diceritakan generasi terdahulu. Air sungai yang konon pernah jernih dan bersih sehingga sering digunakan untuk berenang / bermain oleh anak-anak di masa lalu, saat ini telah berubah warna karena pencemaran yang terjadi.  Sayang sekali..

Untuk mengembalikan keindahan dan kebersihan sungai Loji ini, memang telah banyak dilakukan kegiatan gotong-royong bersih sungai oleh masyarakat melalui komunitas-komunitas, a.l Komunitas Peduli Kali Loji ( KPKL ) -dipimpin Ibu Titiek Nuraeni- yg secara berkala rutin mengadakan kegiatan bersih sungai, tidak hanya di Kali Loji namun juga di sungai-sungai lain di Kota Pekalongan.

Jumat pagi di akhir Bulan April yang lalu, kembali terlihat kegiatan resik-resik kali yang dilaksanakan oleh para relawan KPKL bekerjasama dengan aparat setempat. Bravo, KPKL…. !!!🙂

Relawan KPKL bersiap melakukan keg Resik-resik Kali

Relawan KPKL bersiap melakukan keg Resik-resik Kali Loji

Semoga, aktivitas yang patut diacungi jempol ini menginspirasi seluruh masyarakat Kota Pekalongan -tidak hanya penduduk sekitar sungai- untuk terus aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar sungai dan menjaga sungai dari pencemaran baik oleh sampah, limbah rumah tangga maupun limbah industri. Semoga …

12 thoughts on “Suatu pagi di sekitar Brug Loji Pekalongan

  1. Suka ngenes ya mba klo liat sungai kotor dan cuma tau keindahan jaman dulunha dr cerita. Salut sm PKPL yg bertindak nyata…

    bgtlah….smoga keindahan sungai2 dpt kembalu yaa…

  2. Istilah brug, alias kreteg penegas jembatan, ngangeni Jeng.
    Apresiasi untuk relawan gerakan kali loji bersih. Salam

    ah, jd ingat Bu… Duluu..’buk’ Sungai Jetis di Jl Osamaliki Salatiga mrpkn penanda msk ke kampung kelahiran kami.. Trnyata terakhir kami ke sana kmrn, suasana sdh jauh beda.. Buk itu msh ada, namun sungainya menyedihkan😦 *ups malah curhat hihi..

  3. ini sungai yang ujungnya di kabupaten pekalongan bukan ?

    sebuah sumber menyatakan bhw sungai ini berhulu di bwh Pegunungan Ragajembangan..🙂

  4. Kalau setiap minggu ada gotong royong bersih-bersih, dalam waktu satu tahun saja, kesadaran bersih lingkungan mudah2an akan tertanam dalam hati warga Pekalongan ya Mbak Mechta..

    Aamiin…semoga demikian adanya, mba Evi🙂

  5. Kegiatan yang bagus Mechta….membersihkan sungai.
    Mungkin air kali tak sejernih dulu, tapi bersih dari sampah.

    setuju Bu Enny…selaras dg slogan ‘bersih sungaiku’ semoga akan terwujud..Aamiin…

  6. Di kampung saya, istilah brug jadi buk loch
    Saya suka mandi di buk grujuk karena airnya berbunyi grujuk…grujuk
    Salam hangat dari Jombang

    sami Pakde…konon mmg istilah ‘buk’ berasal dr kata ‘brug’ ini… Salam hangat dr Kota Batik, Pakde…

  7. semoga makin banyak warga yang sadar untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai Loji🙂

    Aamiin..🙂

  8. Masih ada brug jadul begitu ya..?
    Jadi inget di dekat rumah dulu ada yang begitu sayang udah lama dibongkar diganti beton. Sama kaya disini banyak jembatan kayu sekarang mulai diganti beton. Bikin sebal sisi eksotisnya hilang…

    kadang2 modernisasi mmg bersebetangan dg sisi eksotis-romantis ya Kang..hehe…

  9. Love it, kegiatan yang bermanfaat banget yah hehehe

    begitulah🙂

  10. semoga sungainya makin bersih, penduduk juga makin sadar pentingnya menjaga keberhian lingkungan aamiin

    Aamiin… Trims mba Dedew🙂

  11. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Mechta…

    Usaha yang baik untuk membersih sungai yang menjadi nadi kehidupan. Amat rugi jika kita tidak melestarikan sumber alam untuk generasi kemudian. Menjaga kebersihan alam perlu diasuh pada anak-anak sejak umur dini lagi, ya mbak agar bila dewasa nanti akan menjaga persekitarannya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.🙂

    Waalaikumsalam…Aamiin..semoga ya Kak… Salam manis dari Kota Batik Pekalongan🙂

  12. Brug Loji penh kenangan hehehe. Btw kemari sempat ngomongin soal limbah pencucian batik yang bermuara di kali atau sungai di wilayah Pekalongan dengan salah satu tokoh. Miris sih sebenarnya lihat kali yang airnya makin lama makin menghitam.

    betul mbak..sedih melihat air di sungai2 itu menghitam karena limbah batik / pencucian jins😦 sejauh ini blm ada solusi yg pas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s