Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Trip to Batu Malang (2)

35 Komentar

*Museum Angkut*

“Lhah, wong kadar angkot wae kok yo ndadak dilebokke museum?”

“Hah? Angkote sinten, Eyang?”

“Lha kuwi jare cah-cah arep nonton museum angkot?”

“Oalaaah… Museum Angkut, Eyaaang… Sanes, angkot..hehe”

Itu sekelumit percakapan kami dengan si Eyang dalam perjalanan ke Museum Angkut. Rupanya beliau salah sangka, dikiranya yang mau dilihat adalah ‘angkot’ / angkutan / transportasi umum dalam kota itu..hehe..

Kota Batu sudah mulai terasa panas ketika kami meninggalkan Batu Secret Zoo menuju ke lokasi Museum Angkut di suatu siang pada akhir Bulan Desember tahun lalu. Berdasarkan informasi, Museum alat transportasi yang berlokasi di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Batu Malang itu mulai buka jam 12.00 WIB hingga jam 20.00 WIB, namun belajar dari pengalaman di Jatim Park II yang sudah penuuuh pengunjung sebelum jam buka, maka kami pun bergegas meninggalkan lokasi jatim Park II sebelum pukul 12  di siang itu.

Betul saja, karena sedang high season, lalu lintas menuju lokasi-lokasi wisata di Kota Batu siang itu padaaaat oleh aneka kendaraan, baik bus-bus wisata maupun aneka jenis kendaraan pribadi.  Walhasil sampai di lokasi Museum Angkut sekitar jam 13, sehingga setelah mencari parkir dan antri tiket masuk kami pun langsung menuju zona Pasar Apung untuk mengisi perut dulu.

Museum Angkut

Horee… setelah bermacet-macet-ria, sampai juga di Museum Angkut Batu Malang

Museum Angkut adalah salah satu wahana rekreasi yang dikelola oleh Jawa Timur Park Group, yang diresmikan pada 9 Maret 2014 lalu.  Museum ini memamerkan koleksi alat-alat transportasinya secara outdoor  maupun indoor pada lahan seluas 3,8 Ha dengan dibagi dalam beberapa zona. Jadi semacam theme park ya… Beberapa zona itu antara lain :

  • Zona utama ( main hall ) seluas 900 meter persegi untuk memamerkan koleksi alat transportasi, baik dari daerah-daerah di negeri sendiri maupun dari manca negara.
Becak1_MuseumAngkut

Becak. Beragam model dari beragam daerah

Becak2

Ini jenis Becak yg paling bikin heran…

At Musem Angkut

Mangga, mau pilih motor, mobil atau kapal ? 🙂

Alat Transp KAYU

Bukan hanya kapal yg bisa dibuat dari KAYU, sepeda bahkan mobil juga bisa 🙂

  • Zona edukasi ( education zone ) merupakan zona yang memberikan banyak informasi tentang alat-alat transportasi dan sejarahnya masing-masing.
animal_transp

Alat2 transportasi dengan hewan sebagai penggeraknya

QUADRACYCLE

Apa itu Quadracycle ?

  • Sunda Kelapa & Batavia Warehouse Zone , di zona ini dapat dinikmati suasana Jakarta tempo dulu lengkap dengan  jenis-jenis alat transportasi nya .
ZonaBatavia_MuseumAngkut

Sta. Jakarta Kota, Menara Syahbandar & Kantor Pelabuhan Sunda Kelapa, icon Zona Batavia

Alat Angkut Usaha

Lagi nyobain beberapa alat angkut Jadul di Zona Batavia

  • Gangster Town & Broadway Street Zone, di mana pengunjung diajak untuk merasakan suasana era 70-an dan alat-alat transportasi yang terkenal pada masa kejayaan Al-Capone itu
BroadwayStreet_MuseumAngkut

Mejeng dulu di Broadway Street 🙂

  • Europe Zone ; Buckingham Palace Zone ; Las Vegas Zone dan Hollywood Zone. Di masing-masing zona tersebut pengunjung tidak hanya disuguhi koleksi-koleksi alat transportasi yang terkenal di wilayah itu, namun juga seolah diajak untuk berkunjung langsung ke sana, dengan suguhan suasana dan tata letak yang khas di masing-masing wilayah itu.
London

Salah satu pojok di zona eropa

Narsis di Z. Eropa

Capai jalan? Rehat dulu sambil mejeng 🙂

Taman_MuseumAngkut

Ehm… ngga bisa lihat taman bunga nganggur deh.. Hehe..

  • Zona Pasar Apung ( Floating Market Zone ).  Di sini pengunjung bisa melepas lelah sambil menikmati camilan ataupun makan besar, atau sekedar menikmati sensasi belanja suvenir khas Museum Angkut di pasar apung.

Memang sungguh menyenangkan menikmati semua koleksi yang ada di sana, sambil mendapatkan tambahan pengetahuan tentang sejarahnya dan bonus suasana di berbagai penjuru dunia, seolah kita sedang benar-benar berkeliling dunia dalam satu kesempatan saja 🙂

Sayangnya, saat itu pengunjung amat sangat padat, sehingga di beberapa lokasi lebih terasa seperti nonton pasar malam saja, hehe… Senggol-senggolan, Oy… Belum lagi antrean foto pada beberapa koleksi yang keren ataupun lokasi yang memang ‘fotoabel’ . Huaaah…., terasa betapa Indonesia benar-benar padaaat…hahaha..

Museumangkut1

Uhuy…. ruameeeenyaaa… 🙂

Tata4

Ambil fotonya sih cuma sebentar, tapi ngantrinya ituuuu… Hehe…

Oya, ada sedikit kekurangan dari loka wisata ini, yaitu letak / lokasi satu-satunya mushola yang nylempit di ujung area wisata serta luasnya yang tak seberapa, sangat tidak nyaman untuk beribadah! Jadi, pastikan anda sholat di awal waktu ( agar tidak kehabisan waktu sholat gara-gara antrean yang lamaaaa… ) dan lebih baik bawa peralatan sholat sendiri.

Nah, itu dia beberapa catatan momen kebersamaan kami di Museum Angkut waktu itu.  Oya, bagi yang berminat mengunjungi wisata ini, tiket masuknya seharga Rp. 60.000 untuk Senin – Kamis dan Rp. 80.000 untuk Jumat – Minggu & hari libur lainnya. Bisa juga memilih tiket terusan Museum Angkut & D’Topeng, Rp. 70.000 untuk Senin-Kamis dan Rp. 90.000 untuk Jumat-Minggu / hari libur.

Bagi yang membawa kamera ( DSLR, Polaroid, Handycam, kamera digital, dsb ), jangan lupa beli tiket kamera Rp. 30.000 yaa…agar bebas melenggang masuk dengan kamera itu. Kalau tidak, ya hanya bisa mengandalkan kamera HP saja 🙂

Yuuk…berwisata sambil belajar tentang alat-alat transportasi…

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

35 thoughts on “Trip to Batu Malang (2)

  1. Museum Transportasi ini emang keren banget ya Mbak Tanti. Betah berlama-lama di dalamnya. Sayang aja kalau bawa DSLR mesti bayar hehehe..

  2. Waduhh, enggak cuma numpang foto yang antri, shalat pun mesti antri kalo long weekend ya

  3. foto aja antre mbak?aku males tuh yang antre2 he..he..tp bagus ya pemandangannya

  4. Jatuh cinta banget deh sama museum angkuy. Keren banget ya mbak. Andaikan museyum2 lain di indonesia laya gini pasti bakalan rame deh

    • Nah, aku sebenarnya sangat tertarik pas di zona edukasi itu.. Banyak informasi yg bs kita dapat di sana, sayang ruangnya lebih sempit (atau hanya perasaanku sj ya?) sehingga sangat terganggu dg membludaknya pengunjung..

  5. Baru maret kemaren saya datang ke sana untuk ke dua kalinya heheh

  6. Wiih..kayaknya rame banget ya pengunjungnya. Pengen deh, suatu hari bawa anak-anak kesini…

  7. Iyaa sebel bangeet, kameranya kena charge sendiri.. Mending bawa hengpon aja. Amaan 😄

  8. Wah boleh naikin?
    Kalau di museum mobil sentul..ga bisa..dan di sana kurang terawat, sayang banget

    • Ada beberapa yg boleh dinaiki, Nay.. Jadi deh yg ngantri banyak, hehe… Museum ini relatif msh baru ya, mg2 sj ttp terawat mskpn sdh lama nantinya..

  9. Itu yang ada dalam renkek waloh beneran ya, Mbak?

  10. Wah, ternyata bayar tiket kamera lagi ya, mba? Aku rencana mau ke sana senin, tapi ga tahu nih jadi ga. Huhu

  11. Jadi tahu mengapa pengunjungnya membludak ya mbak, keren begitu museumnya. Tertarik sama zona pasang mengapungnya mbak, belum pernah soalnya 🙂

    Maaf ya mbak baru sowan ke blognya mbak Mechta.

    • Sayang kmrn g sempat foto2 pas di zona pasar apung mb.. Zona itu dibuat semacam bangunan kios2 di tengah danau, begitu.. Mboten napa, mba Ely..saya juga sdg blm bs bnyk BW ni..hehe..

  12. duhhh kapan aku bisa kangen2an sama ngalam, wes suweee ndak ke sana

  13. Wah… Saya juga pernah ke museum angkut ini September lalu.. Tapi karena lelah baru turun dari Bromo, jadinya gak semangat… :mrgreen:

  14. Ping-balik: Trip to Batu Malang (3) | Lalang Ungu

  15. Pengunjung umpel-umpelan ya Jeng, kami berkunjung pk 17an, jelang tutup dan tidak panas. Banyak spot poto-potoan ya Jeng. Salam

  16. Saya sudah beberapa kali ke Batu tetapi belum pernah melihat-lihat kecuali Selekta.
    Salam hangat dari Jombang

  17. ini museum angkut keren banget, ya. Pengen kapan-kapan bisa ke sana 🙂

  18. aku sudah pernah kesana sama ayah
    tapi lupa foto foto
    hehehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s