Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur

28 Komentar

Desa Bahasa Borobudur

Desa Bahasa Borobudur.  Apa dan di mana itu? Dua kata itulah yang terlintas pertama di benakku ketika mendengar rencana Blogger Gandjel Rel Semarang akan berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur.  Terus terang, itu kali pertama aku mendengar namanya.

Informasi yang kudapat dari teman-teman di grup IIDN Semarang & Gandjel Rel, bahwa itu adalah sebuah lembaga pembelajaran bahasa inggris yang menerapkan konsep “Belajar bahasa inggris secara mudah, cepat dan menyenangkan”.

Hm..menarik, bukan? Maka akupun segera mendaftarkan diri untuk ikut acara yang dikemas sebagai : “English Revolution for IIDN Semarang & Blogger Gandjel Rel” itu, agar bisa tahu lebih banyak tentang Desa Bahasa Borobudur itu. Dan inilah cerita kunjungan kami ke sana, tepatnya pada hari Sabtu, 24 September 2016 lalu.

Sabtu pagi sekitar pukul 6, kami berangkat bersama-sama dari meeting point di Simpang Lima Semarang.  Dengan ceria, rombongan kami yang terdiri dari 30 orang peserta pun berangkat menuju Borobudur, Magelang.

Alhamdulillah, perjalanan lancar dan sekitar pukul 10-an kami sampai di depan salah satu hotel  di kawasan wisata Borobudur, dan dari sana kami dipandu oleh Mas Tri dari Penerbit Indonesia Tera, untuk menuju lokasi Desa Bahasa Borobudur, tepatnya di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kec. Borobudur, Kab Magelang.

Akhirnya kami pun sampai di lokasi tempat acara, bergegas para peserta turun dari bis, disambut Mas Tri beserta crew Gradien juga tentunya tuan rumah : Mr Hani dan staf Desa Bahasa Borobudur, dengan senyum hangat dan sapaan ramah.  Kami pun menuju Kedai Tiga Bahasa -tempat acara berlangsung- sambil sebelumnya menikmati suasana nyaman & asri di lingkungan sekitarnya, diiringi alunan suara musik dan lagu-lagu berbahasa Jawa yang menyambut kami, dimainkan & dilantunkan oleh staf Desa Bahasa Borobudur sendiri.. Kreatif…

Horee...sampai di Desa Bahasa Borobudur...

Horee… IIDN Semarang & Blogger Gandjel Rel sampai di Desa Bahasa Borobudur…

Di sambut musik dan lagu... Terima kasih... :)

Di sambut musik dan lagu… Terima kasih… 🙂

sudut2-desa-bhs

Sudut-sudut cantik yang memanjakan mata

Sajian istimewa ...

Sajian-sajian maknyuss di acara itu…

Setelah beristirahat sejenak sambil menikmati aneka snack lokal yang memanjakan lidah, acara pun dimulai dengan launching buku “6 Hari Lancar Cas cis cus Bahasa Inggris ala Desa Bahasa Borobudur” karya ke-6 dari Mr. Hani Sutrisno –founder Desa Bahasa Borobudur- yang diterbitkan Indonesia Tera. Buku pertama yang telah ditandatangani Mr. Hani kemudian diserahkan kepada Mba Dewi Rieka -pimpinan rombongan- dan masing-masing peserta pun mendapatkan buku tersebut. Horee… Selanjutnya kami pun mendengarkan penjelasan Mr. Hani tentang Desa Bahasa Borobudur itu.

materi

Materi pembuka dari Mr Hani Sutrisno, founder Desa Bahasa Borobudur

Ternyata, Desa Bahasa Borobudur ini sudah ada sejak tahun 1998, dirintis oleh Mr Hani. Beliau yang asli lahir di Magelang pada 4 Agustus 1974 ternyata pernah menjadi seorang pedagang asongan di kompleks Candi Borobudur.  Mr Hani kecil dan teman-teman seusianya memang mengais rejeki di kompleks wisata yang bertaraf internasional itu, dan dengan banyaknya turis-turis manca yang menjadi sasaran mereka, mau tak mau mereka harus bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris meskipun seadanya. Keinginan untuk membantu masyarakat di lingkungannya itulah yang awalnya menyemangati Mr Hani untuk membuka kursus gratis bahasa inggris, dengan peserta dari 7 dusun yang ada di sekitarnya. Namun, sempat mengalami ‘mati suri’ di tahun 2007-2011, dan mulai bangkit kembali dengan menerapkan manajemen yang lebih baik sejak 11 MEI 2011.

Saat ini peserta didik terbagi dalam 2 kelompok, yaitu peserta gratis (warga Desa Ngargogondo) dan peserta yang membayar (Kategori Biaya murah dan kategori Biaya profesional).  Adapun program-program yang ada di Desa Bahasa Borobudur, a.l :

  • Paket Reguler (English conversation regular program).  Lama Pendidikan : 20 hari. Durasi : Senin s/d Jumat (15.00 – 17.00). Level : First, Second, Third.
  • Paket Eduwisata. Edukasi dan Wisata. Lama pendidikan : 6 hari. Durasi : 08.00- 17.00. Extra durasi : 19.00 – 21.00.

Setelah materi dari Mr Hani, kami diajak berjalan-jalan untuk melihat lingkungan dan suasana pembelajaran di sana, diantar oleh Mas Miftah, salah seorang staf pengajar.  Belajar bahasa inggris dengan mudah, cepat dan menyenangkan, menjadi konsep yang diterapkan dalam metode-metode pembelajaran yang ada di Desa Bahasa Borobudur.  Praktek, praktek dan praktek. Itu juga penekanan dalam metode pembelajaran yang dilakukan di sana.  Peserta didik didorong untuk berani dan tidak takut salah berbahasa inggris. Nyanyian dan gerakan-gerakan juga digunakan untuk memudahkan menghafal serta memahami materi yang disampaikan.

jalan-jalan

Melihat-lihat lingkungan Desa Bahasa Borobudur

Salah satu rumah tempat belajar

Salah satu rumah tempat belajar

casciscuskelp

Mengamati kelp yang sedang belajar. Jangan takut salah saat cas cis cus yaa…

Usai jalan-jalan, makan siang sudah menanti. Nasi hangat berkolaborasi dengan Trancam, Mangut Beong dan kerupuk serta lauk2 lain + segelas teh manis hangat, sukses memanjakan lidah dan perut kami di siang nan mendung itu.  Lebih nikmat lagi karena diiringi lagu-lagu persembahan kelompok pengajar & staf Desa Bahasa… Uenak tenaaan…

photogrid_1474971132821

Nyam-nyaam… abaikan porsi yg besar itu yaa… uenaak jee.. 🙂

Selesai makan siang ternyata hujan akhirnya turun, maka kami pun boyongan dari Kedai Tiga Bahasa ke pendopo yang ada di sebelahnya. Setelah rehat ishoma acara pun dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh staf pengajar yang masih muda (baru lulus SMA th kemarin) namun mampu menyampaikan materi dengan baik.. Jempol…

materi2

Dengan gerakan & nyanyian, menghafal 16 tenses dan pronouns jadi lebih mudah ya..

Setelah hujan reda, kami pun sampai di sesi terakhir, yaitu permainan-permainan untuk memperlancar kemampuan cas cis cus tentunya.. Seruuu… penuh gelak tawa, ketika kesalahan-kesalahan terjadi -yang diganjar coretan lipstik di wajah- dan alhamdulillah grup kami (aku, Kitty & Inna) di salah satu permainan menjadi pemenang dan mendapat tambahan buku sebagai hadiahnya. Horeee… 😀 (Dan  kuyakin kemenangan itu atas andil besar kedua rekan yang masih kinyis-kinyis itu. Yang manula ini nderek mulyo saja..hehe.. Suwun ya, Kitty & Inna… )

theklek

Trims, Kitty & Inna… Juaraa.. (Foto : Archa Bella)

Oya, tentang buku yang dilaunching pada acara kemarin, sedikit kuberikan ‘bocoran’ yaa… Ini buku yang cocok bagi pemula yang ingin melancarkan kemampuan berbahasa inggrisnya, dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Di dalamnya terdapat 6 Bab yang mencakup materi 6 hari pembelajaran lancar cas cis cus bahasa inggris a la Desa Bahasa Borobudur. Mulai dari ‘The First Day’ sampai dengan ‘The Sixth Day’. Salah satu kutipan dalam buku ini adalah “Your goal is not to speak ‘perfectly’. Your goal is to communicate ideas, information, and feelings in a clear and understandable way“.

Naah… gimana, tertarik untuk belajar casciscus di Desa Bahasa Borobudur ini? Silakan pilih program yang diminati, lalu kontak ke desabahasa@gmail.com atau http://www.desa-bahasa.com yaa…

Atau lebih tertarik dengan buku yang baru dilaunching itu? Mangga, silakan merapat ke Gramedia terdekat, sudah tersedia di sana kok… Psst, di dalamnya, ada kupon undian jalan-jalan gratis ke Singapura tahun 2018 lhoo… Ayooo, buruan belii… 🙂

Belajar bahasa inggris dengan mudah, cepat dan menyenangkan? Yuuk, mareee…

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

28 thoughts on “Berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur

  1. Assalamu’alaikum mba mechta, seneng banget yaa mba kemarin kita bisa dapet banyak hal disana.ndak rugi ya mb jauh2 dr pekalongan *eh bener ndak yaa lupa* he..
    Salut sm mb mechta yg semangat 🙂

  2. Desa bahasa ini apakah satu desa berbahasa Inggris kayak di Pare Kediri atau sekadar nama saja, Mbak? Bagus nih Mr. Hani berbagi ilmu buat daerahnya. Salut. Bisa memajukan wisata dan pendapatan lokal. Jadi pengin main ke Desa Bahasa dan menyantap mangut beong hehe. Senang aneka mangut. hehe…. Cocok nih bukunya bagi yang pengin lancar bahasa Inggris.

  3. Waaah, ada fotoku dengan pose lucu, hihiii
    Asik ya seseruan kemarin, belajar sambil have fun dan ngakak bareng. Bener-bener bikin hepiii 🙂

  4. Piknik yg seru dan bergizi banget ya mbak sayang aku ga bisa ikutan. Udah ga sanggup jalan2 jauh

  5. Baru tau juga desa Bahasa Borobudur ini. Salut buat Mr.Hani, memajukan penduduk sekaligus melihat peluang ya.

  6. Jadi pengen kesana…terakhir k borobudur jaman SD…pasti belum ada beginian

  7. Njumput mangut beong dulu ah….
    Jalan2 keren Diajeng, apresiasi dengan para penggagas dan pengajar yang mendorong siswanya aktif berbahasa Inggris.
    Senangnya kembali menikmati postingan di sini. Salam

  8. tempatnya asyik ya mbak sejuk, sayang g bs ikut

  9. Yey… Seru ya mbak kemarin
    Kayak sehsri kurang deh… Suasanya menyenangkan disana.
    Alambya, metodenya juga.
    Nyaman

  10. Berkesan banget bu, berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur.
    Bikin nagih ingin kesana lagi.
    Apalagi mangut beongnya…bikin termimpi2..huhu

  11. Pingin yang 1 bulan di desa Bahasa..ngumpulin uang dulu

  12. Maturnuwun sudah berpartispasi di acara kemarin mbak. Semoga ke depan kalo ada program-program yang seru-seri dari Gradien atau Indonesia Tera bisa kami aja gabung lagi ya, hehehehehe………Oya, kita malah belum tukar kontak ya mbak, hahahaha…..Ini kontak WAku mbak 081328094274. Sukses selalu.

  13. Ping-balik: Jejak jalan-jalanku di 2016 | Lalang Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s