Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Yuk, bantu kembangkan UMKM di sekitar kita…

30 Komentar

http://www.ceritadandelion.com/2016/11/giveaway-ukm-sebagai-roda-penggerak.html

Sebenarnya, UMKM -atau sering juga disebut UKM- itu apa sih?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jadi UMKM adalah usaha produktif milik perorangan dan atau Badan Usaha, yang memenuhi persyaratan / kriteria tertentu.

Nah, untuk mengetahui kriteria usaha produktif apa saja yang bisa disebut usaha MIKRO, KECIL dan MENENGAH dapat membuka kembali UU No 20 th 2008 khususnya di Pasal 6, yaitu :

  • Usaha MIKRO mempunyai kekayaan bersih maksimal 50 juta, tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha, dan hasil penjualan tahunan maksimal 300 juta.
  • Usaha KECIL mempunyai kekayaan bersih lebih sari 50 sampai dengan 500 juta, dan hasil penjualan tahunan lebih dari 300 juta sampai 2,5 M.
  • Usaha MENENGAH mempunyai kekayaan bersih lebih dar 500 juta smpai dengan 10 M dan hasil penjualan tahunan lebih dari 2,5 M sampai dengan 50 M.

Nah itu dia kriteria tentang UMKM dan tentunya ada banyak UMKM yang ada di sekitar kita, ada yang berproduksi makanan, minuman, hasil kerajinan, pakaian, dll. Di Kota Pekalongan misalnya, menurut data BPS sampai dengan th 2014 ada 19.615 UMKM yang terdiri dari 13.602 usaha mikro, 5.326 usaha kecil dan 687 usaha menengah.

Untuk sentra UMKM sendiri di Kota Pekalongan ada 14 sentra, a.l Kampung Batik, Kampung Canting, Furnitur, Barang jadi tekstil bukan pakaian, pakaian jadi, tenun ATBM, sablon, tahu, tempe, kerupuk, pekerjaan logam, pemindangan ikan, penggaraman ikan,dll.

Salah satu UKM di Kota Pekalongan adalah RULY SNACK, sebuah usaha produktif di bidang makanan -terutama makanan ringan / snack- yang dikembangkan oleh Bp dan Ibu Ali Mundhofar dari Yosorejo Kota Pekalongan. Pada awalnya (sekitar tahun 2009) usaha produktif ini dimulai setelah beliau mengikuti Program Desa Vokasi, yang antara lain memberikan pelatihan ketrampilan memasak / membuat snack bagi ibu-ibu rumah tangga. Modal awalnya hanya Rp. 300.000,- untuk membuat 1-2 jenis snack yang telah diajarkan, lalu dititipkan di warung & toko-toko sekitar rumah. Lambat laun usaha itu berkembang, karena keuletan keduanya dalam memperluas pasar (menembus mini market & super market lokal), melakukan inovasi (selalu mencoba resep-resep baru) dan juga karena mau bekerjasama dengan pihak-pihak lain ( menjadi anggota Koperasi usaha sejenis, bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk inovasi produk, dll). Alhamdulillah, saat ini omzet usaha rumahan ini telah berlipat-lipat dibandingkan modal awalnya, namun mereka masih terus berjuang untuk hasil yang lebih baik lagi, agar tidak hanya mampu mensejahterakan anggota keluarganya, namun juga dapat membuka lowongan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

rulisnack1

Pak Ali (berbatik coklat) -pemilik Ruly Snack- tengah menerima studi banding UKM dari luar kota

rulysnack

Aneka snack hasil produksi Ruly Snack. Wortel stick, Semprong eggroll dan Onde Ketawa nya, juaraaa… 🙂

Jangan anggap remeh bisnis UMKM. Gubernur BI Agus Martowardoyo menyampaikan peringatan itu dalam salah satu artikel di Majalah Dana Bergulir edisi 85 th 2016. Kenapa begiru? Ya, karena ternyata sektor ini mampu menyumbang produk domestik bruto hingga 70%, berkontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 60,3% dan UMKM terbukti dapat meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

Cerita menuju sukses UKM Ruly Snack ini mungkin hanya satu dari sekian banyak cerita sukses UKM di sekitar kita, namun masih ada lebih banyak lagi UKM-UKM yang masih berjuang untuk meraih sukses. Siapa yang harus membantu mereka?

Pemerintah dari tingkat Pusat sampai daerah sudah melakukan berbagai program untuk mendorong perkembangan UMKM agar benar-benar bisa berperan sebagai roda penggerak perekonomian rakyat, antara lain melalui :

(1) Fasilitasi pembinaan kelembagaan

Pembinaan kelembagaan bagi UMKM merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh dinas / instansi terkait, melalui aparat pemerintah maupun oleh tenaga pendamping UMKM yang direkrut oleh pemerintah khusus untuk mendampingi UMKM yang ada di masing-masing daerah.

pemb_ukm

Pendamping UKM sedang memberikan pembinaan pada pertemuan Kelp KSP UWKM (koperasi yang beranggotakan UKM-UKM kuliner) Kota Pekalongan

(2) Fasilitasi peningkatan SDM

Fasilitasi ini dilakukan antara lain melalui pelatihan-pelatihan, tidak hanya pelatihan ketrampilan sesuai kebutuhan UMKM namun juga penunjang kegiatan usaha misalnya pelatihan administrasi, komputer akuntansi, dll. Pelatihan ini dilakukan baik di daerah maupun tk Provinsi, dengan anggaran dari pemerintah daerah maupun dari dana provinsi maupun pusat.

Selain melalui pelatihan, peningkatan SDM juga dapat dilakukan melalui kegiatan studi banding. Dinas terkait dapat memfasilitasi pelaksanaan studi banding dengan peserta UMKM ke daerah lain yang mempunyai program unggulan untuk benchmarking.

(3) Fasilitasi akses permodalan

Memang belum semua pemerintah daerah bisa mengalokasikan APBD untuk membantu permodalan UMKM, namun dapat memfasilitasi dengan cara memberikan rekomendasi pada UMKM untuk mendapat pinjaman lunak dari Lembaga Keuangan yang ada, antara lain melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, Kredit Usaha Produktif (KUP) dari Bank Jateng, juga program terbaru dati Bank Jateng yaitu Mitra Jateng 25, yaitu pinjaman maksimal 25 juta untuk UKM dan pinjaman maksimal 2 juta untuk usaha mikro. Bagi koperasi dan UKM yang sudah mampu juga dapat mengajukan pinjaman modal kepada LPDB.

(4) Fasilitasi pemasaran

Pemerintah daerah juga dapat mengadakan pameran-pameran berskala regional maupun nasional sebagai kegiatan-kegiatan rutin yang memberi kesempatan kepada UMKM untuk memasarkan produknya, misalnya diselenggarakannya Pekan Batik Nusantara di Kota Pekalongan. Dalam acara ini, tidak hanya UKM Batik saja yang dapat memasarkan produknya, namun juga UKM produk lain, misal craft, makanan, minuman, dll.

Selain itu, pemerintah juga dapat memfasilitasi pertemuan antara UKM daerah dengan pengusaha besar di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya untuk mengembangkan pasar dengan membuka toko di Mall / pusat perbelanjaan modern di sana.

tinjauan-lokasi

Keg pendampingan perluasan pasar bagi UKM Batik Kota Pekalongan

Oya, para pendamping UKM Jawa Tengah sedang menyiapkan web (www.ukmjateng.com) untuk membantu pemasaran produk UMKM di Jawa Tengah lho… Insya Allah akhir Nopember ini akan launching. UMKM di Jawa Tengah bisa mengirimkan foto dan spesifikasi produknya melalui pendamping UKM di daerah masing-masing, untuk dapat dimuat / ditawarkan melalui web tersebut. Asyik kan? Atau bisa juga unggah foto produknya di Instagram dan tag @ukmjateng , biasanya akan di-repost juga.

Itulah beberapa upaya dari Pemerintah untuk mengembangkan UMKM. Lalu, apakah kita sebagai masyarakat biasa juga bisa ikut serta membantu pengembangan UMKM?

Tentu saja bisa!

Bukan hanya pemerintah dan lembaga-lembaga besar saja yang bisa membantu mengembangkan UMKM, kita juga bisa turut berpartisipasi antara lain dengan cara :

(1) Membantu nglarisi

Ya, dengan ikut nglarisi atau membeli hasil produksi UKM yang ada di sekitar kita, berarti kita telah membantu mengembangkan UKM tersebut. Untuk berbelanja kebutuhan kita sehari-hari, dari pada pergi ke minimarket-minimarket atau supermarket, kenapa kita tidak berbelanja di warung / kios tetangga kita saja? Bila sedang membutuhkan tas / pakaian / asesori / masakan dll, sebelum pergi ke toko / belanja online, coba ingat-ingat dulu adakah di antara teman / tetangga kita yang memproduksinya? Kenapa kita tidak membeli dari mereka saja?

 (2) Membantu promosi

Selain ikut nglarisi, kita juga dapat membantu dengan cara ikut mempromosikan produk UKM yang ada di sekitar kita. Ada banyak cara untuk promosi bukan? Misalnya dengan memajang foto produk dan sebaris testimoni di akun medsos atau memperkenalkan UKM / produknya lewat blog atau melalui berita dari mulut ke mulut… Ya, ada banyak cara promosi dari yang soft selling sampai hard selling, hehe…

(3) Membantu mengedukasi

Maksudnya, kita membantu memberikan pelatihan pada mereka?

Ya, kalau memang kita mempunyai kemampuan untuk itu, kenapa tidak? Ohya, salah satu motto dari UKM Ruly Snack adalah “Jangan takut berbagi ilmu”, Pak Ali tak pernah segan untuk berbagi pengetahuan ataupun ketrampilan yang dimilikinya kepada siapapun yang membutuhkan, karena ia yakin, salah satu kunci suksesnya adalah barokah dari berbagi ilmu tersebut.

Namun yang saya maksud di sini tidak harus mengedukasi dengan cara seperti itu. Minimal kita membantu menyampaikan informasi yang berguna untuk mereka. Misalnya, saat bersilancar di dunia maya kita menemukan informasi -tentang kemasan produk yang baik / tips pemasaran / syarat-syarat produk makanan sehat, dll- Nah…kita bisa meneruskan informasi-informasi itu kepada mereka.

Itulah beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk membantu mengembangkan UMKM di sekitar kita. Semoga saja dengan partisipasi semua pihak, UMKM benar-benar dapat berkembang dengan baik sehingga mampu menjadi roda penggerak perekonomian rakyat.

Yuuk…bantu UMKM di sekitar kita untuk maju…

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway UKM Sebagai Roda Penggerak Perekonomian Rakyat yang diadakan Agustina D.J

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

30 thoughts on “Yuk, bantu kembangkan UMKM di sekitar kita…

  1. Ulet akhirnya sukses….kalo di desaku lagi gencar program pembinaan budidaya ikan lele

  2. Semoga masyarakat Indonesia makin kreatif, kuat dan mandiri lewat UMKM ya mbak aamiin…sebagai blogger kita bantu promosikan..

  3. Mbantu nglarisi itu jane apik nek pas banyak doku yaa mbak..

    Sukses buat umkm jateng.. Ntar kalo launching.. Dishare juga di mari yaa mbak

  4. Paling ga bantu ngelarisi dan promoin lewat akun socmed kita ya mbaaa

  5. Peran pemerintah juga sangat penting untuk lebih memajukan UMKM ya mbak Mechta. Dukungan pemerintah dari segala bidang sangat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas UMKM di Indonesia 🙂

    Semoga hasil UMKM kita bisa bersaing dengan produk impor ya mbak, aamiin 🙂

  6. Semoga bisa diekspor stick wortel dan semprongnya y mbak, aku juga suka tuh stick dan semprong ☺

  7. Aku seneng mba nek melu nglarisi hihiii.. kudune aq yo mulai usaha dewe juga ya mba ben dilarisi kanca2ne 😉

  8. Komplit plit.pingin ikutan tapi ndak punya bahan gudluck y mbak.

  9. Alhamdulillah ada UMKM ya mbak utk mengangkat ekonomi rakyat, sdh gitu product snack2ya kreatif & inovatif… siapa nyangka misal kangkung yg biasa ditumis bs jd olahan snack… Pekalongan gk kalah deh urusan cemilan n comotan… tinggal packagingnya nih disesuaikan tergantung tujuan “ekspor”, secara lokal aja atw meluas ke kota2 besar lainnya. Nah gmn spy produk yg sama bs beda dan tampil cantik…

    • Betul mbak.. Rata2 yg berhasil meniti sukses adalah mereka2 yg ulet, mau berinovasi dan bekerjasama dg pihak lain..
      Smoga dg dukungan banyak pihak, UMKM benar2 mjdi roda penggerak ekonomi masy..

  10. Sukses mbk…smoga jadi pemenang…

  11. Industri yg awalnya kecil bs tumbuh mjd besar dgn kreafitas, keuletan dan inovatif.

    Go mba Mechta,…kandidat pemenang nih

    • Trims supportnya… Sing penting melu ngrameake hajate kanca, mumpung pas duwe bahan2 kari ngolah..hehe..
      Ayok Cii..melu juga laah.. Men ramee…crita ttg produsen tas handmade sing kae boleh juga lhoo..hehe..

  12. Keren mba, umkm dipekalongan nembus angka 19.000 lebih, MasyaAllah. Aku selalu suka dg kota ini, kalau lewat pasar batik rasanya pengen berhenti tapi jarang kesampaiannya. Semoga semakin menyejahterakan masyarakat yaa mba..Aamiin

  13. sebagai anak kost, sehari-hari saya juga suka berhubungan langsung dengan pelaku umkm ini Mba (hubungannya tentu saja dalam bentuk membeli produk yang dijualnya, hehe)

  14. Manteb wes pokoke, Mugo tambah maju usaha dan para pelakune. (y)

  15. Terimakasih atas partisipasinya, good luck :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s