Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Guru-guru istimewaku

16 Komentar

Guru adalah orang-orang yang mempunyai andil besar dalam kesuksesan kita. Kita pasti sepakat dengan hal ini. Ya, guru kita merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup kita.

Hari ini, 25 Nopember adalah Hari Guru Nasional. Selamat kepada semua Bapak-Ibu Guru, dan terima kasih tak terhingga khususnya bagi semua guru-guruku. Di hari istimewa ini, izinkan aku untuk mengenang kembali guru-guru istimewaku.

Guru pertama yang kukenal adalah orangtuaku sendiri. Bukan saja karena merekalah pendidik pertamaku, namun juga karena keduanya berprofesi pendidik / guru.

Alm Bapak mengawali karirnya sebagai guru olahraga SMA sebelum akhirnya berkarir di jabatan struktural. Selain menerapkan disiplin dan nilai-nilai sportifitas, beliau juga mewajibkan putra-putrinya menekuni salah satu jenis olahraga sesuai minat. Yah, setidaknya pada masa kecil hingga masa remaja kami, masing-masing mempunyai olahraga pilihan, karena setelah dewasa tak diwajibkan lagi, sebagian besar kami memilih jadi penonton saja..hihi..

Sedangkan ibu kami adalah guru Biologi -eh, duluuuu… Ilmu Hayat namanya- SMP sampai beberapa tahun sebelum beliau purna tugas sebagai Kepala Sekolah. Kami selalu suka bila ibu sedang mempersiapkan bahan-bahan praktikum, eh kecuali dalam hal bedah-membedah, itu aku tidak suka..hehe..

Meskipun bapak-ibu kami guru mata pelajaran tertentu, tapi sebagaimana orangtua pada umumnya, beliau berdua menjadi guru segala bidang studi di rumah. Hehe.. Ah, aku ingat, ada papan tulis besar di rumah kami yang selalu berganti isi tulisan dengan cepat, tergantung siapa yang sedang belajar saat itu, tapi sering juga hanya berisi gambar dengan kapur warna-warni hasil ‘seni’ salah seorang dari kami.

Menginjak masa SD, guru favoritku adalah Wali kelas sejak kelas 1 – 6. Ya, jaman SD-ku masih sistem guru kelas, bukan guru bidang studi seperti saat ini 🙂

Bu Warti, itulah nama guruku itu. Beliau selalu sabar dan tidak pilih kasih, meskipun salah seorang dari kami adalah putri beliau. Aku mulai merasa dekat dengan beliau sejak aku merasa nyaman di saat-saat pertamaku menjadi murid baru di kelas 3. Sebagai murid pindahan dari kota kecil ke Ibu kota Provinsi itu, tentu saja aku sempat merasa kecil hati, minder dan takut tidak diterima. Namun alhamdulillah, beliau bisa membesarkan hatiku dan membuatku merasa nyaman hingga mampu beradaptasi dengan baik. Sejak itu beliau menjadi guru kesayanganku! 🙂

Guru spesial lainnya adalah salah seorang guru di SMA.  Pak Sus, itu nama guru Fisika ku saat itu.  Beliau sudah sepuh, dan sebagai guru salah satu mata pelajaran yang ditakuti murid, pada awalnya kami pun merasa takut pada beliau. Apalagi ditunjang penampilan fisik beliau yang pendiam. Bisa dimengerti bila saat pertama beliau mengajar, kelas menjadi sepiiii…

Kemudian beliau memulai perkenalan dengan menanyakan nama dan cita-cita masing-masing kami. Lalu bertanya, menurut kami, apa cita-cita beliau saat kecil? Kami mulai melontarkan jawaban seputar guru dan ahli fisika, dan ternyata semua itu salah! Apa cita-cita kecil beliau yang ketika beliau sebutkan membuat kami semua tertawa??

Pensiunan.

Ya betul, itu kata beliau. Gara-gara selalu melihat kakek beliau yang nyaman dengan kehidupannya sebagai pensiunan, Pak Sus kecil pun ingin menjadi pensiunan : enak sekali, tinggal ongkang-ongkang kaki, dapat duit tiap bulan! Haha… Suasana agak tegang, langsung cair saat itu 🙂

Rupanya, Pak Sus bukan guru galak. Beliau suka bercanda, mengajar dengan kalimat-kalimat yang mudah dimengerti, memberi contoh dengan jelas dan mau menjawab apapun pertanyaan kami, sehingga kami tidak merasa takut dengan pelajaran fisika. Yang paling berkesan bagiku, beliau mempunyai pendekatan yang khusus dengan murid-murid tertentu.

Adalah Dede -sebut saja begitu- salah seorang kawanku yang terkenal bandel.  Dia suka jahil, tidak hanya kepada sesama murid namun juga ke guru-guru. Membolos adalah hobinya, hehe.. Dan beberapa guru bahkan sering menganggap dia seolah tak ada, karena sudah super jengkel dengannya. Namun tidak dengan Pak Sus.

Beliau lebih perhatian kepada Dede, melibatkannya dalam proses belajar mengajar, beberapa kali memberi kesempatan untuk tampil, dll.  Dan ternyata, si Dede ini memang menjadi lulut bila dengan Pak Sus. Tidak pernah membolos, mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan karena sebenarnya memang dia bukan anak yang bodoh, dia bahkan tampak ‘bersinar’ di pelajaran ini! Cara mengajar dan pendekatan terhadap murid yang dilakukan oleh Pak Sus inilah yang membuat beliau menjadi guru spesial bagi sebagian besar kami.

Ya, itulah sedikit kenangan atas beberapa guru istimewaku. Sekali lagi, terima kasih untuk semua guru-guruku… Tanpamu, tak akan aku jadi seperti apa adanya aku saat ini. Tiada dapat terbalas semua jasamu, semoga Allah SWT yang akan memberikan balasan terbaik bagimu.. Aamiin..

Bagaimana denganmu, teman.. Adakah guru favorit yang memberikan kenangan tersendiri bagimu? Yuuk, bagi ceritanya di sini yaa…

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

16 thoughts on “Guru-guru istimewaku

  1. Ada banyak waktu masih SMP. Dan pernah juga mengecewakan guru yg sudah begitu mempercayai muridnya ini hiks.

  2. Saya anak bandel macam dede. Dan terus terang saja tidak ada guru yang istimewa. Bagi saya sama saja. Klo sekali bolos atau tidak mengerjakan pr pasti udah dianggap nakal. Jadi malas pergi sekolah atau ingat2 sekolah.

    Klo ada guru terbaik dalam hidup saya itu pasti orang-Orang di sekitar saya yang sering menasihati saya. Walaupun terkesan saya tidak menghiraukan sebenarnya saya senang klo dinasihati dengan baik. Bukan dituduh yg macam2 yg terkadang saya tidak pernah seperti yg mereka katakan.

  3. Wah siapa ya guru favorit saya selain orang tua, karena beliau semua sudah begitu berjasa kepada saya. Bahkan guru-guru tergalak ternyata memberikan kenangan yang paling tak terlupa. Selamat hari guru buat bapak dan Ibu guru kita.

  4. Guru favoritku yo ibuku
    Enam taun di SD diajar ibuku, di rumah dihajar ibuku juga, hehe

  5. banyak bangeet. kayaknya smeua jenjang pendidikan memiliki kesan.

  6. Untung hampir semua guru yg pernah membimbing saya dekat sama saya hahahhaa! Jadi kesannya banyakk! Dari sd pernah dibonceng guru bareng pacarnya, smp pernah kesurupan bareng guru, hingga sma pernah jadi nyamuk pas guru saya sedang sama suaminya di mobil! Hahahhaha! Miss that moment really 😦

  7. aku selalu ingat guru tercinta saat SD..yang mulai mengajar dari dasar dan sabaar banget 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s