Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Belanja Tenun Pekalongan, yuuk…

29 Komentar

“Kota Batik di Pekalongan, bukan Jogja bukan Solo… ” demikian sepenggal lirik lagu SLANK yang sudah sering kita dengar.

Ya, Pekalongan dan Batik memang sepertinya tak terpisahkan. Bahkan sesanti Kota Pekalongan juga BATIK yang merupakan akronim dari Bersih – Aman – Tertib – Indah – Komunikatif. Bicara batik, langsung teringat Pekalongan, demikian juga bila bicara Pekalongan, yang pertama dikaitkan adalah batik. Konon, belum sah berkunjung ke Pekalongan kalau belum belanja batik, hehe…

Namun sebenarnya, potensi / produk unggulannya Kota Pekalongan tak hanya batik lho…

Menurut data di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan, ada 6 jenis produk unggulan Kota Pekalongan, yaitu :

  1. Batik
  2. Tenun ATBM
  3. Tenun ATM
  4. Konveksi
  5. Pengolahan Ikan
  6. Kerajinan enceng gondok dan serat alam

Tuuh, ada banyak kan, yang bisa diborong kalau sedang berada di Kota Pekalongan. Selain di pusat perbelanjaan dan toko-toko yang tersebar di Kota Pekalongan, masing-masing produk unggulan itu dapat ditemukan di sentra-sentra usaha, misalnya di Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Pesindon, Kampung Tenun ATBM Medono, Kampung Canting Landungsari, Sentra Tempe di Pekalongan Selatan, dll.

Nah, kali ini, aku ingin kenalkan TENUN ATBM Pekalongan ya…

Menurut Wikipedia, TENUN itu sendiri adalah teknik pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip menggabungkan benang secara memanjang dan melintang, atau bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian.  Tenun ATBM dikerjakan secara tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Banyak daerah di Indonesia yang menjadi penghasil kerajinan tenun dan masing-masing mempunyai ciri atau corak yang khas. Kota Pekalongan adalah salah satu diantaranya.

medono

Kelurahan MEDONO Kecamatan Pekalongan Barat, merupakan sentra tenun ATBM di Kota Pekalongan.  Susuri saja sepanjang Jl. Karya Bakti, maka selain kita temui showroom-showroom batik, juga banyak showroom-showroom hasil tenun ATBM.

Kain-kain tenun ini diproduksi di rumah-rumah penduduk ataupun rumah produksi dari yang berskala kecil sampai besar.  Di wilayah Medono, banyak ditemukan rumah-rumah produksi ini, sehingga selain melihat dan berbelanja di showroom-showroom yang ada, kita dapat melihat proses pembuatan / penenunannya. Salah satu pengrajin tenun yang cukup besar adalah PT Asritex, yang berlokasi di Jl Karyabakti Gg V No 24.

Bila hanya ingin melihat produk jadinya saja, bisa langsung menuju toko / showroom yang banyak terdapat di sana, salah satu diantaranya adalah showroom ROSA, yang berlokasi di Jl. Karyabakti 96. Medono.

rosa

Suasana showroom ROSA di Medono

Ya, jangan heran. Produk hasil tenun ATBM ini tidak hanya berupa lembaran kain saja, atau berupa sarung tenun Pekalongan -yang sudah terkenal adem dipakai itu- atau keperluan sandang lainnya ( baju lurik, kerudung, syal, dll ) saja lho…

Kain tenun ATBM ini juga telah dibuat sebagai bahan dasar berbagai jenis keperluan perlengkapan rumah tangga, antara lain :  home set (taplak meja, tirai, sarung bantal, tutup dispenser), tikar, hiasan dinding, tas, dompet, dll.  Dipadukan dengan aplikasi kain batik, aneka perlengkapan rumah tangga dari kain tenun ini pun tampil cantik! Dan yang tak kalah penting, harganya tak akan membobol dompetmu! 😀

Selain corak motif dan warnanya yang beragam, kerajinan tenun Pekalongan ini juga menarik karena tidak hanya terbuat dari benang berbahan dasar kapas ataupun sutera, namun juga ada yang terbuat dari serat alam : serat nanas, eceng gondok, mendong, akar wangi, dll. Oya, seiring dengan upaya-upaya pemanfaatan limbah, telah dibuat juga tenun dari kertas koran lho!

Medono memang sudah ditetapkan sebagai Kampung Tenun ATBM Kota Pekalongan, namun bukan berarti produksi tenun ini tidak ada di daerah lain di Kota Pekalongan lho… Masih ada pula tempat-tempat produksi tenun lain di luar Medono yang dapat disinggahi juga, salah satu diantaranya adalah Pusat Kerajinan RIDAKA.

Berawal dari home industri dan telah berdiri sejak tahun 1940, saat ini RIDAKA dikenal sebagai Pusat Tenun dan Kerajinan Kreatif.  Lokasi usaha ini di daerah Klego, tepatnya Jl H Agus Salim Gg VI no 4, berupa sebuah rumah kuno yang ditata apik menjadi showroom produk / hasil tenun ATBM.

ridaka

Suasana showroom RIDAKA

Di tempat ini kita juga bisa melihat hasil karya tenun dari bahan serat alam, yaitu : serat daun Nanas, pelepah Pisang, Eceng gondok, Mendong, akar wangi, tanaman Lidah mertua, dll.  Tak ketinggalan hasil kerajinan tenun dari kertas koran, kertas majalah, lidi, dll.  Semuanya diolah dengan apik menjadi barang-barang dekorasi interior maupun busana dan perlengkapannya.

selendang

Selendang Rewoven ( hasil 2x proses tenun manual )

topi_enceng

Topi cantik dari Enceng Gondok

tenunkoran

Topi dan Baju dari Kertas Koran

Bila penasaran ingin melihat proses penenunan, dapat langsung melihat di bagian belakang rumah yang khusus sebagai tempat kerja para penenun. Sebagian besar pekerja di sana sudah sepuh dan menurut Manajer Ridaka, mereka telah bekerja berpuluh tahun sejak masa muda mereka.

workshop_ridaka

Ruang kerja penenun ada di bag belakang Showroom

ruang_tenun

Melihat langsung para penenun bekerja

pemintal

Ibu sepuh pemintal benang untuk tenunan

prosestenun

Ada banyak ketekunan dan ketelitian dibalik selembar kain cantik…

Nah, bagaimana, teman… Memang cantik-cantik kain & produk TENUN PEKALONGAN ini, bukan? Hayu deeh, segera saja ke Kota Pekalongan, untuk melihat langsung keindahannya, dan…mborong tenun-tenun cantik ini tentunya…

Kutunggu di Pekalongan, yaa… 🙂

***

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog “Wisata & Budaya Kota Pekalongan”. Lomba Blog ini diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Pariwisata dan Budaya Kota Pekalongan, Badan Promosi Pariwisata Kota Pekalongan dan PKK Kota Pekalongan.

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

29 thoughts on “Belanja Tenun Pekalongan, yuuk…

  1. Jadi pingin ke pekalongan mb.dah lama ndak kesana.terakhir th 98

  2. Aku kemaren juga barusan dari medono & terkaget2 dg harganya,,, kain yg sama bisa dibawa pulang dg separuh harga dari harga jual di semarang. Kayaknya bakal sering balik situ lagi deh

  3. Itu yg dijadiin kain gorden kereen, deh.

  4. Sekarang sudah mulai sepi, dulu belakang rumahnya temenku di medono banyak yang jadi pengrajin tenun tapi sekarang sudah gulung tikar entah apa sebabnya.

  5. Asyik ya kalau bisa lihat langsung prosesnya mba 🙂
    lidbahaweres dot com

  6. wah seru banget kalo liat pembuatannya secara langsung 🙂 kapan ya saya bisa ke pekalongan ?? hihihi

  7. ridaka, legend banget yaa mba…
    dan produknya terkenal awet

  8. Aku kok blm.pernah punya kain tenun pekalongan yaa.
    Hehe

    Kemana sajaaaaa aku ini?

  9. Moga sukses mbk jdoenenang

  10. Suka banget sama batik Pekalongan yang kaya motif dan warnanya cerah. Tidak kaku.
    Apalagi memakai batik saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
    Semoga suatu hari bisa eksplor Pekalongan dan hasil karya ekspresi warganya.

    Salam kenal dari bumi Borneo yaa…

  11. wah waktu ke pekalongan sudah sore waktu itu jadi gak banyak yang bisa dilihat, nah perlu ke sana alagi deh

  12. Tenun Pekalongan yg memikat, kangen dolan trus blusukan di industri ini, sekalian jumpa Diajeng.

  13. padahal tenun itu kliatan mahal ya, tapi belum trelalu dibrandingkan atas nama pekalongan

  14. Selamat ya mba tanti, tulisan ini juara satu.

  15. Lewat tiap hari di medono.. tapi baru tau klo ada tenun Pekalongan hee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s