Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

COPAS oh COPAS

43 Komentar

copas

Sumber gambar : Pixabay

” Rin, kenapa sih muka lo jutek amat sama si Bunga?”

Gue sebel sama dia!”

“Iya gue tahu… Muka lo gak bisa bohong… Tapi kenapa? Bukannya kemarin-kemarin kalian sohiban?”

“Gue remidi di MaKul Pak Ali. Nah dia, yang jelas-jelas nyontek ke gue, justru dapat B. Gimana gue gak sebel?”

“Wah, pasti persis banget tuh jawaban kalian… Pak Ali kan sudah bilang kalau ada jawaban sama persis, salah satu pasti dapat nilai D, terlepas dari betul tidaknya jawaban itu…”

“Nah itu dia… Gue sudah bilang ke Bunga, boleh nyontek jawaban gue, tapi tulis lagi pakai kata-kata sendiri. Eh, rupanya dia nyontek plek-ketiplek sama persis, apesnya lagi lha kok punya gue yang dapat D. Huuh…”

Kisah di atas – dengan nama-nama pelaku berbeda- betul terjadi, suatu saat di masa lalu.  Dan rekaman percakapan dalam memoriku itu terputar lagi di benak saat ini, ketika kejadian contek menyontek -kalau di dunia maya kita kenal dengan istilah copas alias copy-paste – kualami sendiri.

Beberapa waktu lalu ada pemberitauan via email untuk persetujuan sebuah backlink ke beberapa tulisanku. Kusetujui, tapi sambil heran karena kok persis sama dengan internal backlink yang baru kubuat kemarin untuk mendukung tulisan baruku.

Akhirnya kuperhatikan lagi, dan ternyata itu bukan internal link yang kubuat, tapi berasal dari blog lain. Penasaran aku pun berkunjung ke blog tersebut, dan di sana terkaget-kaget lah aku… *lebaymodeon

Blog itu rupanya blog jualan, tapi artikel-artikel yang tertulis di sana tak ada -atau setidaknya hampir tak ada- hubungannya dengan dagangannya. Macam-macam artikel mulai dari cerita tentang lembaga pendidikan, cerita jalan-jalan hingga post yang jelas-jelas merupakan entry event lomba, ada di sana. Dan di antara banyak artikel itu, nangkring dengan manisnya beberapa tulisanku, masing-masing full tulisan dari atas sampai bawah, lengkap dengan foto-fotonya. Oya, di bagian bawah tiap artikel ditulis nama yang nge-link ke blog penulis asli. Jadi semacam tulisan kontributor.

Aku merasa tak pernah dimintai izin untuk berperan sebagai kontributor, apalagi terima apapun dari pemilik blog itu. Tapi mungkin itulah yang akan dipikirkan orang-orang bila melihat / membaca blog itu. Aku bahkan tak tahu siapa di balik blog jualan itu, mungkin bahkan hanya robot, yang mencomot beberapa tulisan begitu saja dari ribuan bahkan jutaan blog yang ada di dunia maya itu.

Sebelnya lagi -melihat dari tanggal post artikel- rupanya tulisan-tulisanku nangkring di sana hanya selang beberapa hari setelah tiap artikel itu tayang di blogku. Otomatis? Mungkin juga, itu pendapat beberapa rekan yg kutanya tentang hal itu.  Tampaknya itu perbuatan robot yang digunakan untuk blog-blog semacam itu. Apa ya istilahnya? AGC atau Auto Generated Content , konon merupakan sebuah trik ‘hitam’ yang dapat membuat content ( generated ) dari hasil search Google/Yahoo/Bing atau search engine (SE) lainnya (sumber : stopagc[dot]wordpress[dot]com).

Ketika kuceritakan di salah satu komunitas yang kuikuti, ada banyak tanggapan yang kudapat. Ada yang prihatin dan menyayangkan, ada yang menyarankan untuk menelusuri dan bersikap keras pada pelakunya, tapi ada pula yang menganggap remeh karena itu hal biasa di dunia maya, menyarankan agar tidak baperan dan harus bisa berlapang dada, berbagi tak akan rugi, dll…

Hei, aku sih bukan tak mau berbagi, baik di dunia nyata maupun maya. Tapi aku sangat tidak suka dengan caranya itu lho! Terserah saja dianggap baperan ataupun lebay-surebay dengan ketaksukaanku itu. Saking jengkelnya aku bahkan sempat jadikan status di FB dengan menyertakan SS akun itu dan kata-kata yang jarang keluar dari kamusku (tapi akhirnya status itu kuhapus karena nggak tega akunku dikotori hasil kemarahanku itu, dan jangan-jangan malah makin mempopulerkan blog itu..huh..ogaah..).

Kenalan lain -yang kuanggap pakar di dunia maya- menyarankan untuk menghubungi yang bersangkutan dan meminta baik-baik untuk menghapus konten-konten itu jika aku keberatan tetap ada di sana, dan itu lah yang akhirnya kulakukan, ketika teman lain (yang juga salah satu korban AGC ini) akhirnya berhasil melacak alamat email sang pelaku. Terima kasih, Detektif Innayah… 🙂

Akhirnya, setelah berbalas email dengan pelaku tersebut, dia minta maaf dan menghapus tulisan-tulisanku dari blognya -yang memang isinya semua copasan- itu. Oya, rupanya blog itu hanya salah satu dari ternak blog miliknya.

Salah satu alasan yang dikemukakannya untuk membenarkan apa yang dilakukannya adalah bahwa dia menyertakan link blog asli di tiap artikel, jadi dia justru memberikan manfaat bagi blog yang diconteknya. Hm… entahlah, aku tetap tidak setuju apalagi respek dengan cara ini.

Bagaimana menurutmu, teman? Apakah memang copas yang rupanya sudah membudaya saat ini harusnya memang diikhlaskan saja? Tak perlu baper menanggapinya? Tak perlu menegur orang yang mendapat keuntungan dari memanfaatkan orang lain? Apakah copas seluruh artikel menjadi legal hanya dengan menyertakan link tulisan asli?

Ah, sudahlah… Minimal ini sebuah pembelajaran yang kudapat dari interaksi di dunia maya -yang seringkali juga berimbas di dunia nyata- dan semoga juga menjadi pembelajaran buat teman-teman lainnya..

Selamat berakhir pekan, teman-teman… Salam kreatif!

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

43 thoughts on “COPAS oh COPAS

  1. Tag line blog saya adalah
    Tidak bohong-tidak jorok-tidak nyontek.
    Menurut saya menyontek itu tidak baik.

    Kalau masalah menyertakan link dsb?
    Mmm … Saya kurang tau. Kalau mengcopy semua tulisan tanpa izib rasanya kok juga tidak pada tempatnya.

    Salam saya Aunty

  2. Jika copas bkn utk uang, saya tdk masalah. Tp memang tdk boleh dibiarkan

  3. Aku blm nemu org yg ngopas tulisanku, tulusan curhat ini, hehehe. Kalaupun ngopi, baiknya dimodif bkn plek. Tp tetep lbh baik karya sendiri

  4. mbak tulisanku yg terakhir di wp.com juga kena hal yg sama
    memang dia kasih link makanya aku tau, tapi soal copas 100% itu lho
    aku udah tulis komentar supaya dihapus, tapi belum ada tanggapan

  5. apapun alasannya menurut saya, namanya copy paste tulisan full seperti itu harus seizin penulisnya

  6. Bukan baper lah mba klo misal kita enggak setuju dengan hal ini. Meski seringan apapun tulisan kita di blog, jika memang itu konten origin dari kita, bikinnya kan ya pake mikir dan konsentrasi. Rasanya pasti ga enak banget klo dicopas gitu ya. Ini soal etika lah. Udah bener itu mba dikontak ybs dan minta diturunkan artikelnya.
    Aku catet nih nama detektifnya uka sewaktu2 butuh advis soal ini 😉

    • Iya Dik.. Terus terang aku sempat sakit hati saat dibilang baper & mestinya bangga dan ikhlas saj.. 😦
      Iya, mangga dcatet tuh ID Detektifnya 🙂 Klo gak dia yg menelusuri + ngontak & ngancam2..kaya’nya bakalan diem juga tuh si pelaku..

  7. Apapun tindakan lebih lanjut yg hendak diambil, hendaknya dilakukan dgn cara yg baik. Tsaaah… aer mana aer…. *kemudian ndutyke disiram aer kelapa*

  8. ahahah aku bahagia baca postingan ini

  9. copas untuk kebaikan dan atas ijin sang empunya, jane nggak papa yo mba
    tapi nek udah niatnya nggak baik ya perlu ditindak lanjuti.
    semangat selalu mba Mechta :hug:

  10. Saya mah gak pernah nyontek, kecuali emang harus menjelaskan tentang produk dan baclink mengenai soft selling itu mah copas tentang produknya ke website resmi tentang produk, kalaupun ngulas tempat dan kuliner walau udah pernah diulas di blog orang lain, saya ulas berdasarkan sudut pandang saya aja heuheu

  11. Temenku juga dicopas statusnya ke banyak blog. Bener2 ga kreatif. Ditulis ulang kek ya. Tp mmg ternak blog model ga beradab kl copas2 aja gtu harus dkasi pelajaran

  12. Do you mind if I quote a couple of your posts as long as
    I provide credit and sources back to your blog?
    My blog site is in the exact same area of interest as yours
    and my visitors would really benefit from a lot of
    the information you provide here. Please let me know if this alright
    with you. Many thanks!

  13. Di mana-mana kalau copas tanpa ijin terlebuh dahulu apalaginplek keteplek kok ya keliru sih Mbak menurutku.

  14. Berasa kaya ga ada yg salah ya mbak co-pas ini saking mungkin terlalu banyak dibiarkan. Mo gimana pun co-pas tetep perbuatan yg menyebalkan n salah besar. Moga2 ga kejadian lg ya mbak

  15. Duh miris banget ini, cari gampang dapat duit dengan curi artikel orang..salah-salah blog kita dibanned gugel dikira jiplak..Alhamdulillah masalahnya selesai ya Mbak, keep shating, keep inspiring..

    • Ya mbak… itu sebabnya saya nulis ini, selain untuk melegakan ati karena sudah mengeluarkan uneg2 juga karena mungkin hal yang sama terjadi juga pada teman-teman lainnya ya.. bahkan mungkin ada yg lebih parah…

  16. salut ma mba’qu yg satu ini,…usut sampe tuntas….

  17. Kalau yang menyertakan link, masih mending mbak.
    Lha kalau copas tapi ga memberikan link balik, mana dipajang di web tempat jualan. Hanya bisa narik nafas, salut buat mbak yg bisa menuntaskannya. Saya pernah curhat soal ini juga 😀 *emang banyak yg bilang baper, mbak?*

  18. Beberapa postingan blog kebun juga dicopas bulat-bulat Jeng, kalau di reblog jelas tautan postingan aslinya. Tak hanya itu bbrp makalah yg dipaparkan di event seminar yg prosidingnya dianggap perpustakaan juga sukses dicopas dg manis dipotong subtopik nangkring di blog sobat muda. Yg gemes para sobat kebun, mereka kenal dg gaya tulisan emak kebun Hehe. Tetap menulis Jeng, si pengcopas nggak dapat kepuasan karya tulis dari copas nya. Salam hangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s