Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Yuk, jepret Kuliner Nusantara dengan smartphonemu

80 Komentar

Sudah lama aku suka menikmati karya-karya foto yang indah. Bukan hanya foto-foto pemandangan atau yang bersifat alami semacam bunga ataupun binatang-binatang unik ataupun indah..tapi juga foto benda-benda sederhana yang sering kita temui di sekitar kita, bahkan hasil masakan pun bisa tampil cantik menarik dalam foto dan bikin ngeces..hehe..  Apalagi setelah punya instagram… Wah, aneka foto indah bertebaran di lini masaku, menerbitkan keinginan untuk bisa menghasilkan foto-foto indah juga…

Apa yang kulakukan kemudian?

Banyak motret tentunya.. Kan ada pepatah practice makes perfect.. Nah, jadi akupun berusaha belajar dengan lebih sering memotret aneka hal di sekitarku, termasuk kuliner yang kutemui atau kucoba. Sampai-sampai seorang teman berkomentar, keburu dingin makanannya ntar kalau kelamaan potret-potret dulu..hihi..

Selain rasa kagum sebagai hasil pengamatan atas foto-foto keren tersebut, aku juga jadi tahu bahwa melalui aneka foto itu kita bisa memperkenalkan atau mempromosikan banyak hal. Salah satu di antaranya adalah ikut berpromosi tentang daerah kita, melalui foto-foto tempat wisatanya, ragam budayanya, ataupun kuliner daerahnya.

Naah, itu pula yang coba kulakukan bersama teman-teman komunitas Blogger Pekalongan, membantu mempromosikan all about Pekalongan melalui tulisan, dan tentunya tulisan-tulisan itu akan makin mengena bila ditambah foto-foto ciamik bukan?

Alhamdulillah, teknologi semakin banyak membantu dan mempermudah kita. Tak perlu harus siap sedia nenteng-nenteng kamera canggih kemana-mana agar selalu bisa standby setiap saat mengambil foto yang kita kehendaki. Atau nunggu tabungan cukup untuk membeli kamera canggih. Cukup dengan smartphone saja!

Smartphone saat ini semakin canggih dan banyak mendukung aktivitas kita, juga dalam melakukan pemotretan. Ingin mempromosikan kuliner daerahmu lewat foto-foto keren? Jepret saja kuliner daerahmu dengan smartphonemu!

Apalagi kalau ada ASUS ZenFoneWis tah..gak ada matinya aksi klak-klik pepotoan dengan smartphone satu ini!

Seperti ASUS ZenFone 2 kami yang mempunyai resolusi 13 mp untuk kamera utama (belakang) dan 5 mp untuk kamera depannya. Sangat mudah digunakan dan hasilnya OK punya!

Tentu saja, itu karena semua Zenfone juga dilengkapi dengan fitur fotografi terbaru yaitu PixelMaster Camera yang merupakan algoritma khusus dari ASUS yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja perangkat keras dan lensa untuk mengoptimalkan kualitas foto yang diambil. Naah, pantas saja hasil jepretan Zenfone selalu keren, bukan?

Memotret kuliner dg ASUS Zenfone 2

Dengan Zenfone 2, memotret kuliner di manapun jadi mudah dan mengasyikkan bagi kami.

Ngomong-omong tentang kuliner daerah Pekalongan, kuliner apa saja yang sudah kau kenal, kawan?

Megono. Pasti itu jawaban yang paling banyak. Haha…memang, Pekalongan tak bisa dipisahkan dari kuliner satu ini. Megono yang berbahan utama nangka muda -cecek , begitu sebutannya di daerah kami- yang dicincang kasar kemudian dikukus dan dicampur dengan bumbu-bumbu dan kelapa muda -yang semuanya juga sudah dikukus- ini tampaknya memang sudah menjadi trade mark kuliner Pekalongan.

segamegana

Sepincuk Megana & gorengan pelengkapnya

Padahal, selain Megono, masih banyak lho, kuliner khas Pekalongan lainnya. Nih kusebutkan beberapa diantaranya yaa :

1.Tauto

Tauto ini adalah sajian soto khas Pekalongan, yang menggunakan Tauco sebagai salah satu bumbunya. Bahan-bahannya selain tauco adalah mi putih (soun), irisan daging (kerbau / sapi / ayam) dan taburan daun bawang yang sudah dicincang halus.

tauto

Tauto Pekalongan

2. Pindang Tetel

Nah, meskipun Pekalongan salah satu daerah penghasil ikan, namun yang disebut Pindang Tetel ini bukanlah kuliner berbahan ikan / pindang lho..

Pindang tetel adalah sajian kuliner berkuah yang penampilannya mirip rawon, berisi irisan tetelan daging sapi dan irisan daun bawang.

pindang-tetel

Pindang tetel & Krupuk Usek

Sajian pelengkapnya adalah kerupuk warna-warni yang digoreng pasir (krupuk usek) yang diremas dan dimasukkan ke dalam mangkuk bersama bahan lainnya lalu diguyur kuah yang berwarna kecoklatan itu. Dan lebih mak nyuus bila Pindang Tetel ini dimakan bersama nasi putih hangat + Megono… Hm, nyam-nyaam..

3.Kluban Bothok / Kluban Pindang Tetel

Nah, kalau di daerah lain yang namanya Kluban / kuluban / gudhangan adalah merupakan sayuran yang direbus lalu dicampur dengan kelapa muda berbumbu, maka beda halnya dengan Kluban yang menjadi makanan khas Pekalongan ini.

Klubannya memang sama : urap sayuran, tapi cara makannya adalah disajikan dalam satu mangkok dengan sayur bothok (sayur lodeh kental dengan bahan utama tahu dan bongkrek -sebutan untuk gembus di daerah Pekalongan) atau pilihan lain adalah kluban + pindang tetel dalam satu mangkok.

Kluban Bothok & Kluban Pindang tetel

Kluban Bothok & Kluban Pindang tetel

Hm, makan kluban a la Pekalongan memang beda ya..

4.Garang asem

Bagi teman-teman yang sudah familiar dengan menu Garang asem dari daerah lain yang penampilannya berbungkus daun pisang,  jangan kaget kalau pesan Garang asem di Pekalongan dan mendapatkan semangkuk sajian berkuah mirip rawon.

Ya, Garang asem di Pekalongan merupakan kuliner berbahan utama irisan daging sapi yang disajikan dalam kuah berbumbu rempah yang khas. Berbeda dengan Garang asem dari daerah lain yang kuahnya bersantan, Garang asem Pekalongan ini kuahnya bening dan gurih meski tanpa santan.

yunis-gr-asem

Garang asem + telor a la Pak Rusbat Noyontaan. Foto by Cii Yuniaty

Bumbu kluwak yang digunakan menyebabkan tampilannya menyerupai Rawon dengan kuahnya yang kecoklatan, namun rasanya jelas beda karena ada rasa asam segar dari belimbing wuluh yang menjadi salah satu bumbunya. Selain itu, rebusan cabe rawit yang pating krampul pada kuahnya dan taburan bawang goreng membuat semangkuk Garang asem Pekalongan makin mak nyuuus dan menggoda untuk segera disantap.

Ya, itulah beberapa kuliner khas Pekalongan. Masih banyak yang lain tentunya. Ada Miso, Kopi Tahlil, Sapitan, dll… Kuulas saja nanti dalam tulisan berbeda yaa..

Bagaimana denganmu, teman? Ingin juga ikut mempromosikan kuliner nusantara? Tunggu apa lagi…ambil smartphone mu dan yuuk..jepret kuliner nusantara dengan smartphonemu!!

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel

 

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

80 thoughts on “Yuk, jepret Kuliner Nusantara dengan smartphonemu

  1. Makanannya bikin ngeces mbak mechta 😀

  2. Aku suka Nasi Megono, enaakk…hehehe. Mba kalau kepiting gemes itu dari Pekalongan juga bukan?

  3. Mau dong Kluban pindang tetel nya 😂

  4. Mau donkk nyobain semuanyaa

  5. Aku pengin nasi megono…. belum pernah nyobain. Banyak yg bilang enak, jadinya penasaran.

  6. Enyak2 mba Mechta aku jadi pengen batik pekalongan *lho, maksudnya ke Pekalongan, kulineran siaan belanja batik hehehe.

  7. Ternyata Pekalongan tidak hanya mempunyai batik, tapi juga banyak makanan yang sepertinya sangat nikmat untuk dicoba.

  8. Baca ini pas jam mkn malam…rasane pengen d sedot smua…😀

  9. plis plis pindang teteeel

  10. Kuliner Pekalongan yang baru dicoba baru tauto sama nasi megono doang. yang lain belum. Mbak Tanti…ajakin aku kulineran ya, kalo nanti ke pekalongan lagi, hehe

  11. Pekalongan punya nih, pengen makan jadinya habis baca ini Post.hihi…
    Salam kenal yaa

  12. Rupanya garang asem Pekalongan mirip rawon ya Mbak Tanti. Kalau nggak baca saya pikir tadi itu rawon beneran. Memang kalau soal kreasi dan variasi masakan nusantara itu tidak habis-habisnya ya…

  13. Nasi megono bikin kemecer nih Jeng….

  14. kepikiran tauto daging kerbau deh mbak… 🙂

  15. Duhh melapar, selalu suka makanan khas pekalongan, kangen dehh, makasih udah ikutan ya mbaa…

  16. Soto tauto rasanya gmn ya mba, tauto yg digunain sama gak ama tauco swieke

  17. Penasaran ama megananya mbak mechta ☺

  18. Alamaakkkk, Pindang Tetel sama Nasi Megono itu bikin lapaaaarrrr

  19. O jadi mengono kayak gitu ya, soalnya ada temanku yang kuliah di Pekalongan yang katanya ada kuliner bernama Megono, mirip “jangan kethewel” atau sayur nangka xixixixi

  20. Paling suka tauto 🙂

  21. Kuliner Pekalongan banyak juga ya mbak, saya penasaran sama tauto-nya

  22. Tauto yg paling jos dan ngangeni. Dulu kalo main ke rumah jidah (eyang) di pekalongan pasti deh minta dimasakin tauto

  23. sukses lombanya mbak..

    jadi kangen pekalongan dan makanan2 khasnya

  24. yang nasi megono itu belum pernah icip2 aq mbk. sepertinya yummy ya… mupeng nih hihihi

  25. Garang asem, dan aku baru tahu kalau Garang Asem itu kuliner khas Pekalongan… soalnya Boyolali juga banyak yang jual 🙂

  26. Belum kesampaian makan naai Megono niih. Harus coba ah

  27. Di era media sosial, jeprat jepret kuliner itu sudah jadi tren ya mba. Ada banyak manfaatnya juga, buat ngenalin kuliner nusantara agar lebih dikenal anak muda zaman sekarang. Apalagi jepretnya pakai ASUS, pasti hasil gambarnya memuaskan. Jadi ngiler pingin ganti hp sama ASUS.

  28. Baru tau klo garang asemnya Pekalongan pake kluwak 😉

    Makasih sudah ikutan lomba blog ini ya Mba. Good luck.

  29. Kuliner khas Pekalongan yang paling familiar ditelinga saya adalah nasi megono mbak, tapi belum pernah nyoba sih. Kalau di Semarang ada yang jual ga yaa?

    Pindang tetel ini mirip banget dengan rawon ya mbak. Kalau rawon dulu lumayan sering makan tapi sekarang udah jarang. Saya doyan rawon jadi pasti doyan juga dengan pindang tetel ini 🙂

  30. Cuma tahu yang garang asem, lainnya cuma bisa ngeces aja pas lihat.
    Krupuk usek kalau di sini ada tapi namanya krupuk mie, Mbak.
    Kapan ini bisa jalan-jalan ke Pekalongan?

  31. Dl sekali makan pindang tetel pas main ke pekalongan. Jadi pengen lagi deh.

    Garang asem-nya Pekalongan kaya yg d semarang Asem2 ya 😍

  32. pindang tetel aku belum pernah mba mechta.
    Tp sekarang mba mechta domisili di Semarang ya, nggak pekalongan pok?

    • Nah..nanti klo pas ke Pekalongan lg musti dicobain tuuh..hehe…
      Oya, aku smp SMA di Smg dan sejak lulus kuliah (yg sdh luamaaaa berselang…) hingga sekarang domisili di Pekalongan.. 🙂

  33. Waah,,di kudus jg ada garang asem mba,,tp sama nama beda rupa ama yg di pekalongan ya ternyata,,di kudus ayam, dan pedes ciri khasnya,,kalo pekalongan yg pualing aku suka nasi megononya,,unik,,enak,,

  34. behh keliatannya enak banget itu heheheh, jadi ngiler

  35. Walau penyuka drama korea, urusan lidah favoritku selamanya kuliner nusantara 🙂

  36. Ngiler deh mba.. 😄
    Saya paling suka garang asem..
    Sy orang Kalimantan Selatan mba, baru seminggu ni iseng nulis diblog.. Suka masak n kuliner juga.. Tp baru dikit punya teman diwordpress krn msh newbie 😂
    Salam kenal y mba..
    Seneng kalo punya banyak temen yang suka masak nasi kuliner juga.. Bisa berbagi pengalaman..
    Silahkan mampir sesekali ke Blog sy mba aswindautari.wordpress.com.. 😊

  37. pindang tetelnya bikin ngiler tuh , Jadi pengen coba
    Salam kenal mbak..

  38. Hanya 1 yg pernah q coba mb, gatang asem
    Tapi kok coklat ya mb?

  39. Semangat terus untuk berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s