Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

3 hal penting dalam persiapan dialog on air

23 Komentar

on-air

Sumber Foto : Pixabay

“Maaf bu, ini dari radio bsp…mau menawarkan untuk komunitas blogger bisa ikutan on air bsok malam selasa jam 7…apakah bisa bu….untuk program acara nya trensetter…”

Itu adalah sebuah pesan yang masuk via Whatsapp ku beberapa waktu lalu.. Waah, langsung hepi deh membacanya. Siaran ? Hayuuuk…

Maklumi saja bila aku senang yaa, karena menjadi penyiar adalah salah satu keinginanku saat remaja dulu… Khususnya penyiar radio. Menurutku, penyiar radio adalah profesi yang keren banget : berinteraksi dengan pendengar, menyampaikan informasi, berbincang dengan narasumber, mempunyai banyak fans, memutar kidung-kidung keren…dan masih banyak lagi kegiatan penyiar yg pastinya asyik punya..

Haha…, tentu saja kegiatan penyiar yang kusebutkan di atas bersumber dari sebatas pengetahuanku sebagai orang awam.. Pokoknya tahunya mah yang asyik-asyik saja.. Nggak tahu kalau sebelum dan sesudah siaran itu banyaaaak banget kegiatan yang harus dilakukan dan samasekali bukan asal datang dan cuap-cuap saja! Hehe…

img-20170130-wa0030

Penyiar di dalam bilik siarnya ( Foto by : Irkham / Blogger Pekalongan )

Mungkin sudah banyak kita dengar para penyiar beneran yang suka ‘bete’ karena ada saja yang memandang remeh pekerjaannya, bahkan seolah menggampangkan. Yaah, maklumi saja mas / mbak, orang luar memang hanya tahu kulitnya saja. Tetap semangat, para penyiaaar…!

Eeh..kok jadi ngelantur.. Kembali ke pesan WA yang kuterima waktu itu ya, dengan senang hati kukabarkan tawaran on air itu kepada rekan-rekan Blogger Pekalongan. Gayung bersambut, beberapa teman di komunitas kami mempunyai luang waktu di tanggal yang ditentukan maka akupun membalas pesan untuk menerima tawaran tersebut.

Senin 30 Januari 2017  lalu akhirnya kami ber-7 mewakili Blogger  Pekalongan dalam dialog interaktif di acara Trendsetter Radio BSP Pekalongan, yang dipandu oleh mas Rizky dan malam itu mengambil tema seputar aktivitas Blogging dan keberadaan komunitas Blogger Pekalongan.

Meskipun pada awalnya kami sempat dag-dig-dug karena persiapan yang singkat, alhamdulillah ternyata dialog malam itu berjalan dengan lancar dan mendapatkan tanggapan bagus dari pendengar.

Dua jam sungguh tak terasa berlalu begitu saja, karena asyik ngobrolin tentang hal-hal seru yang memang menjadi minat kami, apalagi diselingi lagu-lagu apik dan pertanyaan-pertanyaan bagus dari pendengar.

Selain memperkenalkan keberadaan komunitas kami yang masih seumur jagung, kami juga berbincang tentang aktivitas blogging yang mungkin belum banyak dikenal di kota kecil kami, manfaat blogging dan manfaat berkomunitas tentunya. Intinya, segenap pengurus dan anggota komunitas Blogger Pekalongan ingin berbagi pengalaman dan juga turut serta mempromosikan daerah kami : Pekalongan Raya ( Kota & Kab Pekalongan).

photogrid_1488615186633

Di dalam Studio Radio BSP FM Pekalongan (Foto by : Mechta / Cii Yuniaty / Irkham )

Tentunya kesuksesan acara itu tak lepas dari kepiawaian mas Rizky -penyiar pemandu- dalam mengarahkan pembahasan topik malam itu. Terima kasih dan jangan kapok undang-undang kami lagi yaaa…. Di samping itu, kesuksesan acara juga karena kerja sama yang apik dari teman-teman Blogger Pekalongan yang hadir malam itu sehingga bisa menyampaikan informasi yang beragam dengan cara masing-masing namun tetap saling melengkapi. I’m proud of you, friends!

img-20170130-wa0042

Blogger Pekalongan & Rizky BSP FM (Foto by : Irkham )

Sebenarnya itu bukan kali pertama aku menjadi narasumber di acara radio. Sebelumnya pernah juga beberapa kali diundang sebagai narasumber secara langsung di studio dan sekali pernah diwawancara secara live-phone. Namun pengalaman on air yang terakhir ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya.

Perbedaan pertama adalah pada materi siaran. Kalau yang dulu-dulu materi wawancara adalah tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas kedinasanku saat itu, maka baru kemarin itulah aku on air dengan materi di luar Tupoksi, 100% hobby! Hehe…

Perbedaan yang kedua, kalau yang dulu-dulu aku sendiri atau paling banyak berdua maka pada kesempatan kemarin bersama komunitas, senang rasanya masuk studio rame-rame, rasa percaya diri semakin meningkat! 🙂

Dari sedikit pengalamanku, izinkan kusimpulkan ada 3 hal penting yang harus kita persiapkan agar acara dialog on air makin asyik, yaitu :

  1. Kesiapan materi / bahan bahasan. Ya, sebagai narasumber kita harus mengetahui dan menguasai materi yang akan dibahas. Pada saat kita dihubungi untuk menjadi narasumber pasti sudah disampaikan topik bahasan. Nah, topik itulah yang harus kita pelajari lebih dahulu, perlu pula disepakati batasan-batasan topik yang akan dibicarakan agar pembicaraan terarah dan tidak nggladrah. Tidak hanya narasumber, penyiar pendamping harus siap materi juga lho, agar bisa memandu acara dengan baik. Sebagai pengingat bisa dibuat catatan kecil atau garis besar materi yang akan disampaikan.
  2. Format dan durasi acara. Nah, perlu pula bagi narasumber untuk mengetahui sebelumnya format acara on air tersebut. Apakah dialog formal / resmi ataukah dialog interaktif yang ‘sersan’ alias serius tapi santai. Tentunya hal ini disesuaikan dengan sasaran / audience dari acara tersebut. Selain itu perlu juga diketahui durasi / lamanya acara berlangsung. Kedua hal ini akan mempengaruhi cara penyampaian materi yang efektif.
  3. Komunikasi interaktif. Sangatlah penting untuk dapat membangun komunikasi dua arah yang nyaman, baik dengan penyiar pendamping maupun dengan pendengar (bila ada sesi live-phone). Agar dapat membangun komunikasi yang baik dengan rekan penyiar ada baiknya sebelum acara mulai kita bisa berbincang-bincang terlebih dahulu dengannya, atau bisa melalui komunikasi telepon / sms / WA sebelumnya, sehingga tidak lagi terasa asing / kaku saat siaran berlangsung.

Nah itulah 3 hal penting yang harus kita persiapkan agar acara wawancara / dialog interaktif on air bisa berjalan lancar dan mencapai hasil sesuai harapan. Jika teman-teman ada tips-tips lain atau pengalaman tentang on air, silakan dibagikan di kolom komen yaaa…

Untuk teman-teman Blogger Pekalongan : yuk, selalu semangat dan maju teruuus!

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

23 thoughts on “3 hal penting dalam persiapan dialog on air

  1. Kalau pemandu acaranya bagus, yang akan kita bicarakan akan mengalir lancar dengan sendirinya

  2. akhirnya diposting juga…

  3. Kinjungan malem mbk…heee,

  4. Mba Mechta, aku bakalan pindah ke Comal kayaknya deh, aku join ke blogger Pekalongan boleh ya hwhwhwhwh
    nggak tahu di Comal ada blogger apa ga, tapi pasti aku larinya ke Pekalongan nih.

  5. Komunitas banyak manfaatnya ya, Mbak.
    Saya taunya siaran radio itu ya senang2 itu aja, tp waktu sy SMA penyiar radio itu banyak fans nya lho.

    • Betul mba… Saya pribadi banyak merasakan manfaat dr komunitas2 yg saya ikuti..
      Oya ttg fans penyiar radio itu saya setuju sekali…mmg banyaaak..dan sayalah salah satunya..hihi…

      • Kalo saya hanya sampai fans yg pendengar setia aja, ga nyampai yg ikutan berbagai acara di radio *jd ingat masa muda 🙂

  6. asik nih blogger Pekalongan sudah mengudara

  7. Angkat aku jd muridmu mba, gen ilang gelagapane…hahaha….mayuuu aku mayuuu

  8. semakin dikenal deh blogger Pekalongan…
    seru ya pengalaman jadi penyiar,
    menurutku penyiar itu harus cerdas, cepat nangkap apa yang diomongin lawan bicara, mampu mikir sambil bicara ….
    topd ddeh mbak Mechta

    • Naah…satu lg niih dr mba Monda : hrs belajar berpikir cepat. Trims ya mbak.. Sambil ndengerin n nyatet pertanyaan yg muncul..memang sambil mikir mo njawab apa.. Eh bs jg sambil mbuka contekan..hihi…

  9. Noted mbak Tanty, siap di praktekkan

  10. Pernah ikutan siaran di best fm semarang, sempet grogi, barengan ama mbak uniek dan mbak rahmi ☺

  11. Persiapan materi itu memang sangat penting ya, Mbak. Saya juga kadang diminta ngisi ngaji di sebuah radio di Jogja. Di sela-sela ngaji ada telpon langsung dari pendengar, ada juga via SMS 🙂

    • Betul Ustad.. Setidaknya dg merasa siap akan meningkatkan PD kita..hehe..
      Nah..keseruannya beda ya Ustad, menyampaikan pengajian secara tatap muka dan melalui siaran..?

  12. Artikel yang sangat bermanfaat dan menarik buat para penyiar radio untuk belajar lagi . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s